
“Lihat! Di sana ada sebuah senjata yang ditinggalkan oleh seorang dewa.”
Salah seorang anggota pasukan iblis tiba-tiba berteriak sambil menunjuk ke arah tertentu.
Zhao Lijian yang merupakan komandan utama dalam pasukan ini langsung bergerak menuju ke arah yang ditunjuk oleh salah satu anggotanya dan menemukan sebuah tombak pusaka yang masih memancar Qi elemen cahaya walaupun sangat lemah.
Walaupun Qi cahaya yang ada di tombak pusaka itu sangat lemah, tapi hal ini sudah cukup untuk mengkonfirmasi bahwa tombak pusaka ini adalah milik seorang Dewa. Sebab, selama ini tidak ada iblis yang mampu memiliki kekuatan Qi cahaya.
“Tombak pusaka ini pasti milik Dewa yang bernama Xiao Hong. Jika senjata pusakanya tertinggal di sini maka kemungkinan besar Zhao Chen telah berhasil membunuh Dewa itu dan saat ini ia pasti berada di dalam dunia misterius.”
Sebuah senjata pusaka yang memiliki roh senjata di dalamnya memang ditakdirkan untuk memiliki hubungan yang sangat erat dengan pemiliknya. Jadi, sangat mustahil jika tombak pusaka ini akan ditinggalkan begitu saja oleh pemilik di tempat ini.
Apalagi, tombak pusaka ini tidak mengalami kerusakan yang cukup berarti dan masih cukup layak untuk digunakan dalam sebuah pertarungan.
Zhao Lijian lalu memimpin pasukannya pergi ke lokasi pintu gerbang yang menuju ke dunia misterius. Sebagai pemimpin tim pasukan penyelamatan, tentu saja dia mendapat salinan peta reruntuhan kuno dari Raja Iblis Zhao.
Jika benar Zhao Chen telah memasuki dunia misterius, maka ia harus menjaga pintu gerbang itu agar Zhao Chen bisa keluar dengan selamat. Sebab, tidak menutup kemungkinan jika para dewa akan mengetahui lokasi pintu gerbang ini mengingat Xiao Hong saja hampir mendekati lokasi pintu gerbang menuju ke dunia misterius disembunyikan.
Sesampainya di lokasi pintu gerbang dunia misterius, Zhao Lijian menemukan jejak pintu gerbang menuju ke dunia misterius telah dibuka beberapa bulan yang lalu dan saat ini hanya menyisakan tumpukan bebatuan yang disusun dalam susunan tertentu.
Akan tetapi, ia tidak tahu bahwa yang masuk ke dunia misterius itu sebenarnya adalah Heilong, bukan Zhao Chen. Sebab, aroma mereka semua sudah lama menghilang dari tempat ini.
__ADS_1
Zhao Lijian segera membagi pasukannya menjadi beberapa kelompok dan menempatkannya di beberapa titik di sekitar lokasi pintu gerbang dunia misterius.
**
Di Dalam Istana Cahaya.
Dao Ruang yang selama dua tahun ini terus menyerang Heilong tanpa ampun akhirnya mulai menunjukkan tanda-tanda akan berakhir dan menjadi semakin lemah seiring berjalannya waktu.
“Akhirnya bocah itu berhasil mendapatkan pengakuan dari Dao Ruang. Aku benar-benar merasa iri dengan keberuntungan bocah kecil itu,” ucap seutas jiwa Xiao Zhao menatap getir ke arah pintu masuk ruangan.
Mendapat pengakuan dari Dao Ruang di usia semuda itu akan membuat pencapaian Heilong di masa depan menjadi tak terbayangkan. Mungkin, Heilong akan menjadi seekor naga diantara para kultivator yang melatih Dao Ruang.
Selain itu, dengan bantuan Elemen Yin Yang maka tidak akan ada yang bisa menebak berapa banyak Dao yang bisa dikuasai Heilong dengan sempurna di masa depan. Padahal, pada umumnya seorang kultivator maksimal hanya bisa menguasai tiga buah Dao saja. Siapa yang tidak merasa iri?
Kesadaran Heilong akhirnya kembali ke dunia nyata dan ia segera menarik tangannya. Ia sangat bahagia karena akhirnya mendapatkan pengakuan dari Dao Ruang setelah perjuangan yang sangat menyakitkan.
Ia sendiri sampai tidak ingat sudah berapa kali tubuhnya dihancurkan oleh kekuatan Dao Ruang di dalam Alam Bawah sadarnya. Untungnya ada suatu kekuatan misterius yang selalu datang untuk menyatukan kembali tubuhnya. Ia sendiri sampai saat ini tidak tahu dari mana kekuatan misterius itu berasal yang jelas kekuatan itu bukan milik Dao Ruang.
“Selamat!” Seutas jiwa Xiao Zhao masih memberikan selamat pada Heilong atas pencapaianannya ini meskipun ia sendiri merasa sakit hati.
“Terimakasih karena telah menyambutku dengan baik selama empat tahun ini.” Heilong menangkupkan ke-dua tangannya dengan tulus.
__ADS_1
“Empat tahun sudah berlalu. Sekarang saatnya kau pergi meninggalkan tempat ini jika kau tidak ingin selamanya berada di dalam reruntuhan kuno ini.”
Mendengar ucapan seutas jiwa Xiao Zhao, Heilong jadi mengerti bahwa waktu empat tahun itu masih terlalu singkat untuk mempelajari Dao. Dari begitu banyak jenis Dao yang ada di Ruangan Surga Dao ini, ia baru mempelajari dua Dao saja dan untungnya semuanya berjalan dengan lancar.
“Apakah tidak mungkin bagiku menggunakan kekuatan dari Dao Ruang untuk kembali ke Istana Cahaya ini setelah reruntuhan kuno ditutup?” tanya Heilong penuh harap.
Siapa pun tahu bahwa kekuatan Dao Ruang mampu menghancurkan semua jenis penghalang dan menebus ke dalam kehampaan. Jadi, jika Reruntuhan Kuno ini hanya berpindah tempat ke dimensi tertentu setelah ditutup maka ia pasti bisa pergi ke dimensi itu asalkan mendapatkan lokasi yang akurat.
“Itu adalah hal yang mustahil karena setelah reruntuhan kuno ini ditutup maka seluruh tempat ini akan berubah menjadi sebuah bentuk energi dan menyatu dengan kehendak alam semesta untuk memulihkan kembali segala sesuatu yang telah diambil selama pembukaan berlangsung. Akan tetapi, kau bisa menyimpan Istana Cahaya ini ke dalam dunia jiwamu jika kau memang membutuhkannya untuk mempelajari Dao.”
“Tentu saja aku mau! Jika memang ada cara sebagus itu kenapa leluhur tidak mengatakannya lebih awal.”
Heilong tentu saja sangat senang saat mendengar bahwa Istana Cahaya ini dapat dipindahkan ke dalam Dunia Jiwa miliknya. Jika, seperti itu maka ia dapat memasuki Istana Cahaya kapanpun dia mau dan tak akan ada bahaya tersembunyi yang mengintai dirinya.
“Memindahkan Istana Cahaya berarti menghilangkan keberadaanku di dalam Istana ini. Seutas jiwaku ini sebenarnya terikat dengan reruntuhan kuno, bukan Istana Cahaya karena aku harus menjaga Istana Cahaya dan Dunia Misterius dalam waktu yang bersamaan.”
Jika Heilong ingin membawa Istana Cahaya ini maka seutas jiwa yang ditinggalkan oleh leluhur Xiao Zhao harus memutuskan segel khusus yang menghubungkan dirinya dengan istana cahaya. Sebab, segel utama yang mempertahankan kehidupnya berpusat di dalam reruntuhan kuno.
Dengan kata lain, seutas jiwa leluhur Xiao Zhao saat ini telah menjadi roh artefak dari reruntuhan kuno.
Heilong merenung sejenak karena ia tidak pernah mengira jika masalahnya akan menjadi serumit ini. Jika ia hanya membawa Istana Cahaya ini saja, lalu siapa yang akan membimbingnya untuk mempelajari Dao? Padahal seutas jiwa Xiao Zhao telah berkali-kali memberikan bimbingan selama ia mempelajari Dao Pedang.
__ADS_1
Selain itu, bukan'kah tidakkan yang akan dia ambil ini akan merugikan anggota Klan Xiao yang akan menjelajahi reruntuhan kuno di masa depan?