LDP S3 : Permata Dunia Bawah

LDP S3 : Permata Dunia Bawah
Ch. 26 — Hilang?!


__ADS_3

“Apa yang kau pikirkan? Apakah kau telah kehilangan minat untuk memindahkan Istana ini ke dalam dunia jiwamu setelah mengetahui bahwa aku tidak akan bisa ikut pergi bersamamu meninggalkan tempat ini?” Seutas jiwa Xiao Zhao akhirnya menegur Heilong saat melihat Heilong mulai tenggelam dalam kebimbangan.


Ia bahkan sempat berpikir apakah Heilong sama sekali tak menyadari bahwa Dao itu harus dipelajari oleh dirinya sendiri untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, bukan bergantung pada bimbingan orang lain. Sebab, pandangan dan pemahaman masing-masing orang tentang Dao pasti berbeda.


“Bukan begitu. Tapi, bagaimana nasib Klan Xiao generasi berikutnya jika aku mengambil Istana Cahaya ini? Bukankah anda telah mengatakan bahwa Istana Cahaya ini adalah warisan yang ada berikan pada Klan Xiao agar mereka dapat mempelajari Dao dengan lebih cepat dan benar,” balas Heilong mengelak.


Heilong tentu saja tidak mau jika dirinya dicap sebagai orang yang sangat egois dan tak memikirkan keturunan. Biar bagaimanapun juga Istana Cahaya ini sebenarnya adalah milik seluruh anggota Klan Xiao dari berbagai generasi, bukan milik pribadi tertentu.


“Haha …” Seutas jiwa Xiao Zhao tertawa renyah mendengar kepolosan Heilong. “Kau tidak perlu khawatir tentang itu. Selama aku masih berada di reruntuhan kuno ini, maka aku bisa mengajarkan para anggota Klan Xiao yang datang ke reruntuhan kuno ini secara langsung.”


Dao memang bisa dipelajari di mana karena Dao sejatinya adalah perwujudan dari kekuatan langit dan bumi. Akan tetapi, memang ada beberapa jenis Dao yang akan bisa lebih cepat dipelajari jika berada di dalam Istana Cahaya dan seutas jiwa Xiao Zhao memutuskan untuk menyembunyikan tentang fakta ini pada Heilong agar kebimbangan di dalam hatinya menghilang.


“Kalau begitu tidak ada masalah lagi. Kapan anda akan mulai memindahkan Istana Cahaya ini ke dalam dunia jiwaku?” ucap Heilong tidak sabar layaknya seorang anak kecil yang menantikan hadiah ulang tahun.


“Sekarang. Ikuti aku!”


Seutas jiwa Xiao Zhao lalu membawa Heilong meninggalkan Istana Cahaya ini dengan kekuatan Dao Ruang yang ia miliki.


Hanya dalam satu kedipan mata saja, mereka berdua telah berada di luar Istana cahaya dan seutas jiwa Xiao Zhao mulai melepaskan segel yang menghubungkan dirinya dengan Istana ini.


Tidak ada sesuatu yang istimewa ketika seutas jiwa Xiao Zhao memutuskan hubungannya dengan Istana Cahaya. Istana cahaya itu hanya bergetar selama beberapa nafas saat aura milik leluhur Xiao Zhao menghilang dari dalam Istana. Namun, ini adalah hal yang sangat wajar mengingat bahwa leluhur Xiao Zhao benar-benar telah memutuskan koneksinya dengan Istana Cahaya ini.

__ADS_1


Ukuran Istana Cahaya itu lalu mengecil dengan kecepatan yang sangat menakutkan. Hanya dalam waktu lima nafas saja, Istana cahaya itu telah berubah menjadi seukuran telapak tangan dan mendarat di telapak tangan Heilong.


“Ambil Istana Cahaya itu dan kembali'lah ke Dunia Misterius. Istana Cahaya itu akan menyatu dengan sendirinya ke dalam Dunia Jiwamu saat kau kembali menyatu dengan tubuh fisikmu.”


Seutas jiwa Xiao Zhao akhirnya menghilang dari tempat ini setelah menyerahkan Istana Cahaya itu pada Heilong dan hembusan angin yang sangat kuat tiba-tiba muncul lalu menghempaskan jiwa Heilong ke arah dunia misterius berada.


**


Dunia Misterius.


Zhi Ming yang berada dalam wujud pedang sudah mulai bosan menunggu Heilong yang tak kunjung menyelesaikan meditasinya. Padahal mereka berdua sudah berada di pinggir danau ini selama empat tahun.


Zhi Ming sebenarnya takut jika dirinya akan terkurung di dalam reruntuhan kuno ini. Sebab, tidak ada yang tahu kapan reruntuhan kuno ini akan dibuka kembali.


Namun, reruntuhan kuno ini jelas akan tertutup dalam setengah tahun ke-depan dan Zhi Ming berniat untuk memanfaatkan waktu setengah bulan itu untuk kembali ke Alam Dewa dan mencari solusi untuk mengatasi masalah ini pada Dewa Tertinggi.


Akan tetapi, ia tiba-tiba melihat Heilong mengerakkan beberapa jarinya saat ia akan terbang meninggalkan tempat ini dalam wujud pedangnya.


“Akhirnya kau kembali juga.” Zhi Ming tidak jadi meninggalkan tempat ini dan kembali mendarat di depan Heilong.


Namun, Heilong tak segera membuka matanya karena ia saat ini masih harus memfokuskan pikirannya untuk menyatukan Istana Cahaya dengan Dunia Jiwa milikinya.

__ADS_1


Selain itu, Heilong juga harus membuat sebuah pelindung khusus di sekitar Istana cahaya itu untuk menyembunyikan keberadaan Istana Cahaya itu dari siapa pun terutama Zhi Ming yang belum lama ini ia kenal dan tiba-tiba saja sudah menjadi salah satu penghuni dunia jiwa miliknya.


Butuh waktu sekitar beberapa hari bagi Heilong untuk menyelesaikan proses penyatuan Istana cahaya ke dalam dunia jiwa miliknya. Dan, selama proses ini berlangsung, Heilong benar-benar mengunci Dunia Jiwanya dari dalam.


Zhi Ming yang sempat merasakan munculnya fluktuasi energi aneh dari dalam Dunia Jiwa Heilong, sempat mencoba menerobos masuk yang melihat apa yang sebenarnya sedang dilakukan Heilong. Akan tetapi, ia langsung ditolak dan dibuat menjadi sangat kesal hingga tak berminat lagi untuk peduli pada Heilong.


Tujuh hari telah berlalu sejak jiwa Heilong kembali ke tubuh fisiknya dan ia pun akhirnya membuka ke-dua matanya.


Pemandangan danau yang sangat indah seketika menyambut cakrawala matanya dan membuat ia merasa tenang. Ia juga dapat merasakan jika kekuatannya semakin bertambah walaupun pancaran aura yang keluar dari tubuhnya saat ini memiliki warna yang berbeda dari sebelumnya dan terkesan samar-samar.


Tiba-tiba suara teriakan Zhi Ming yang datang dari arah samping mengejutkan Heilong. “Apa yang terjadi dengan Kultivasimu?! Kemana tingkat kultivasimu?”


Saat ini, Zhi Ming sama sekali tak bisa melihat aura yang memancar dari tubuh Heilong sehingga ia tak bisa lagi menentukan tingkat kultivasi yang dimiliki Heilong.


“Aku mengalami kecelakaan saat bermeditasi. Dan, kultivasiku tampaknya … Menghilang untuk sementara waktu,” jawab Heilong santai.


"Hilang !!” Zhi Ming sangat terkejut serasa harapannya hancur dalam semalam. “Apa maksudmu dengan hilang? Bagaimana kau bisa menjaga keselamatanmu di Dunia Bawah jika kau tak memiliki kultivasi?”


Zhi Ming tak dapat lagi menahan kekesalannya ketika melihat Heilong bersikap santai di saat seperti ini. Kultivasi yang hilang bukanlah hal yang sepele tapi sikap Heilong menunjukkan hal yang sebaliknya. Apakah pikiran bocah ini masih sehat?


Di sisi lain, Heilong sama sekali tak khawatir dengan perubahan yang terjadi pada warna auranya karena seutas jiwa Xiao Zhao sempat memberitahunya bahwa sejak ia mendapatkan elemen Yin Yang maka aura dan tingkat kultivasinya akan mengalami perbedaan dari para kultivator pada umumnya. Akan tetapi, hal itu sama sekali tidak berpengaruh kekuatan tempurnya.

__ADS_1


__ADS_2