
Dalam pelarian yang putus asa, Fu Yu mengerahkan semua kekuatan yang tersisa di dalam dirinya hingga berhasil melarikan diri dengan jarak yang cukup jauh kira-kira sepuluh kilometer.
Namun, ia juga sadar bahwa perbedaan jarak seperti ini dapat disusul dengan mudah oleh Heilong mengingat musuhnya kali ini juga mahir menggunakan kekuatan Dao Waktu.
Saat Heilong melakukan serangan terakhir yang di arahkan ke dadanya, Fu Yu akhirnya dapat mengetahui rahasia kecepatan gerakan yang dimiliki Heilong, dan rahasia itu adalah kekuatan Dao Waktu.
Ia sebenarnya juga tidak tahu kenapa dirinya tiba-tiba bisa merasakan fluktuasi kekuatan Dao Waktu dari tubuh Heilong. Padahal ia sebelumnya telah berkali-kali memastikan bahwa Heilong sama sekali tidak memiliki pancaran aura apapun dari tubuhnya. Itu artinya semua kekuatan yang dimiliki Heilong telah menghilang, akan tetapi kenyataan menujukkan hal yang sebaliknya.
“Pengeran tak berguna itu ternyata adalah seorang mata-mata yang memiliki kemampuan yang sangat baik dalam hal menyembunyikan kekuatan. Sial! Betapa bodohnya aku karena dengan mudahnya terjebak dengan mudah dalam perangkap para dewa.”
Fu Yu sekarang menyesal karena telah memprovokasi Heilong yang ia kira hanyalah seorang Pengeran tak berguna dari Klan Zhao hanya karena dendam pribadinya pada Zhao Lijian. Andai saja waktu itu ia mencari kebenaran terlebih dahulu, mungkin hasil akhirnya tidak akan menjadi seperti ini.
Di bawah rasa ketakutan yang begitu kuat, Fu Yu mengerahkan seluruh kekuatannya untuk berlari secepat mungkin. Sesekali ia akan melihat ke arah belakang untuk mengetahui apakah Heilong mengejarnya atau tidak.
Ia merasa sangat senang sekaligus heran saat menyadari bahwa Heilong sama sekali tak mengejarnya. Bahkan, bayangan Heilong pun tak terlihat sampai saat ini.
“Apakah mata-mata itu ketakutan dan pergi melarikan diri dari Bintang Kelahiran Iblis ini saat aku menggertaknya dengan mengatakan bahwa aku akan membuka penyamarannya pada Raja Iblis Fu? Ternyata dia cukup pintar juga!”
Fu Yu menjadi lebih tenang dan berhenti berlari saat ia merasa bahwa dirinya telah aman. Sekarang yang harus ia lakukan hanyalah mencari pertolongan dan segera kembali ke Paviliun Klan Fu untuk melaporkan semua tentang Heilong.
“Jika aku sebodoh dirimu maka aku pasti sudah lama mati sebelum aku sampai ke Dunia Bawah. Karena itu, jangan pernah samakan kecerdasan yang dimiliki oleh seorang manusia dengan Iblis sepertimu yang pikirannya hanya dikendalikan oleh dendam dan amarah.”
Kebahagian yang sebelumnya dirasakan Fu Yu langsung hancur seketika saat ia tiba-tiba mendengar suara Heilong dari jarak yang sangat dekat. Ya! Sumber suara itu tepat berada di depannya dengan jarak hanya beberapa meter saja.
“Am—Ampuni aku … Aku akan memberimu kompensasi yang jauh lebih besar dari apa yang diberikan Putri Fu Rong waktu itu.” Fu Yu bergetar ketakutan seolah-olah sedang melihat Dewa Kematian.
__ADS_1
“Tawaran yang kau berikan memang sangat menggiurkan,” ucap Heilong yang langsung membuat Fu Yu tertawa bahagia. Namun, Heilong belum menyelesaikan kata-katanya. “Sayangnya nyawamu itu tidak dapat ditukar dengan kompensasi apapun. Matilah!!”
Heilong langsung terbang melesat ke arah Fu Yu dan mencengkeram lehernya dengan kuat layaknya seekor elang yang menangkap ikan di lautan.
Ia lalu membawa Fu Yu kembali ke tempat pertarungan mereka sebelumnya dan langsung melemparkannya ke celah dimensi.
Celah dimensi itu akhirnya menghilang setelah Heilong juga ikut masuk ke dalamnya untuk menyelesaikan masalahnya dengan Fu Yu.
**
Di dalam celah dimensi.
Fu Yu yang sama sekali tak memahami tentang Dao Ruang, langsung diserang oleh puluhan pusaran energi kekacauan dan membuat dirinya terlihat semakin menyedihkan.
Sementara itu, Heilong hanya melihat dari kejauhan dan belum mengambil tindakan karena ia ingin melihat Fu Yu tersiksa oleh pusaran energi kekacauan itu sebelum ia mencabut nyawanya.
Hanya suara jerit kesakitan dan teriakan minta tolong yang bisa didengar dari pusaran energi kekacauan itu. Dan, suara itu semakin lama akan semakin menghilang.
Dua puluh nafas telah berlalu dan semua pusaran energi kekacauan yang menyerang Fu Yu juga telah menghilang. Akan tetapi, tubuh Fu Yu juga ikut menghilang dan hanya meninggalkan jejak genangan darah berwarna hitam pekat.
“Ternyata tubuhnya telah hancur termakan oleh serangan pusaran energi kekacauan. Sayang sekali karena aku tak memiliki kesempatan untuk membunuh Iblis itu dengan tanganku sendiri.”
Dengan perasaan sedikit kecewa, Heilong segera meninggalkan celah dimensi ini dan kembali ke Paviliun Klan Zhao.
**
__ADS_1
Paviliun Klan Fu.
Seperti biasanya, saat matahari telah menyembunyikan wajahnya, Fu Rong selalu menghabiskan malam yang sunyi ini dengan minum teh di taman pribadinya sambil menikmati dinginnya kesunyian.
Akan tetapi, token identitas miliknya tiba-tiba bergetar dan mengeluarkan cahaya berwarna merah. Biasanya tanda seperti ini hanya akan muncul jika ada salah satu anggota Klan yang berada bahaya.
Dan, token identitas yang memiliki keistimewaan seperti yang dimiliki Fu Rong biasanya hanya dimiliki oleh para petinggi Klan saja. Sebab, bahan untuk membuat token identitas seperti ini juga tidak murah. Dengan kata lain harga menentukan wajah.
“Siapa yang sedang berada dalam bahaya.” Fu Rong segera mengeluarkan token identitas miliknya lalu melihat bagian belakang token itu dan menemukan ada nama Fu Yu tertulis dalam warna merah.
“Fu Yu?! Jangan-jangan dia membuat masalah lagi dengan Klan Zhao.”
Fu Rong yang merasa khawatir langsung menggunakan kekuatan Dao Ruang untuk melacak keberatan Fu Yu dan merasakan hawa keberadaan Fu Yu terjebak di dalam sebuah lorong dimensi.
“Mungkinkah dia dan Heilong kembali bertarung?”
Fu Rong segera membuat celah dimensi dan bergegas menuju ke lokasi Fu Yu setelah memasuki lorong dimensi yang dipenuhi dengan energi kekacauan.
Namun, pencapaiannya yang sangat tinggi dalam Dao Ruang membuatnya dapat dengan mudah menaklukkan semua pusaran energi kekacauan yang menghadang jalannya.
“Putri… Cepat selamatkan aku. Aku tidak dapat bertahan lebih lama lagi dalam keadaan seperti ini.”
Begitu merasakan kehadiran Fu Rong, Fu Yu akhirnya berani bersuara dan langsung berteriak minta tolong.
Fu Rong hanya melihat Fu Yu yang dalam wujud genangan darah Iblis. Wujud ini adalah salah satu teknik rahasia yang dimiliki Bangsa Iblis saat menghadapi bahaya yang mengancam nyawanya. Tentu saja untuk menggunakan teknik ini juga diperlukan harga yang sangat mahal yaitu kehilangan semua kultivasinya.
__ADS_1
“Kenapa kau bisa menjadi seperti ini? Apakah kau membuat masalah lagi dengan Pengeran dari Klan Zhao?” tanya Fu Rong menyelidik.
“Dia bukan Pangeran! Dia adalah mata-mata yang dikirim oleh para Dewa.” jawab Fu Yu berusaha mengungkapkan identitas asli Heilong.