
Sosok tangan Iblis yang menggenggam sabit langsung terbang menuju ke tempat Hiu Pemakan Bintang dan menyerangnya tanpa ampun.
Hiu Pemakan Bintang hanya bisa pasrah menerima semua serangan yang mengarah ke tubuhnya karena pergerakan dan kekuatan yang ia miliki benar-benar terkunci ketika berada di dalam genggaman sosok tangan Iblis ini.
Monster ini akhirnya mati setelah ditebas berkali-kali oleh sosok tangan Iblis yang memegang sabit tanpa bisa melakukan perlawanan.
Heilong menyaksikan semua ini sampai akhir dari dalam anjungan kapal. Ia merasa bahwa formasi besar yang dibuat oleh Lijian ini belum sempurna. Menurut perkiraannya, formasi besar yang sempurna seharus mampu memunculkan sosok tubuh iblis secara utuh, bukan hanya bagian tangannya saja.
Namun, Heilong tidak bisa terburu-buru untuk mencari informasi tentang formasi besar ini dan harus mencari momen yang tepat agar tidak timbul kecurigaan.
Formasi besar itupun akhirnya menghilang setelah berhasil membunuh targetnya.
Lijian dan semua prajurit Istana merasa sangat kelelahan karena Qi kegelapan yang ada di dalam tubuh mereka diserap secara tak terkendali oleh formasi besar ini. Bahkan, mereka semua merasa jika dantian mereka akan mengering jika pengguna formasi besar ini terus berlanjut sampai beberapa jam ke depan.
Namun, kekuatan yang ditunjukkan formasi besar ini mampu membayar rasa lelah mereka semua. Apa artinya rasa lelah jika dibanding dengan nyawa yang berhasil diselamatkan dari teror monster Hiu Pemakan Bintang?
Mereka semua akhirnya kembali ke kapal dan beristirahat di kamarnya masing-masing. Mereka harus segera memulihkan cadang Qi yang ada di dalam dantiannya karena mereka semua tak tahu bahaya seperti apa yang telah menanti selama perjalanan.
Hanya Lijian saja yang masih terlihat sangat santai walaupun tubuhnya merasa sangat lelah. Jika dipikir ulang, seharusnya Lijian 'lah yang cadangan Qi kegelapannya paling banyak terkuras karena selain membuat formasi, ia masih harus mengendalikan formasi besar itu selama diaktifkan.
Alih-alih kembali ke kamarnya, Lijian malah kembali ke anjungan kapal untuk menemui Heilong dan Kapten Kapal.
“Kau telah berkerja dengan sangat baik anak muda. Berkat bantuanmu maka kami semua bisa selamat.”
Kapten Kapal langsung memuji Lijian begitu ia melihatnya di anjungan kapal. Bagi Kapten Kapal jasa Lijian kali ini sangat 'lah besar karena tanpa ada dirinya maka kapal ini mungkin sudah dihancurkan oleh monster Hiu Pemakan Bintang. Dan, para anak buah kapal yang ia miliki mungkin tidak akan ada yang selamat.
“Kapten terlalu memuji. Biar bagaimana pun juga, aku adalah penumpang kapal ini. Jadi, aku juga harus ikut menjaga keselamatan kapal ini jika ingin sampai tujuan dengan selamat,” jawab Lijian merendah karena di tempat ini ada Heilong.
“Aku pasti akan memberimu hadiah setelah kita sampai di Bintang Kelahiran Iblis. Biar bagaimanapun juga kau layak mendapatkan penghargaan atas kerja kerasmu.” Heilong menepuk pundak Lijian.
“Terimakasih, Pengeran.” Lijian terlihat sangat senang karena memang hal Ini'lah yang memang ia tunggu. Dalam perjalanan kali ini, ia tak membawa banyak perbekalan jadi hadiah sekecil apapun pasti akan sangat berguna bagi dirinya.
Setelah mendapatkan apa yang ia mau, Lijian segera meminta ijin untuk kembali ke kamar. Namun, sebelum meninggalkan anjungan kapal ini, Lijian sempat mengucapkan kata-kata yang mengusik pikiran Heilong.
Heilong dapat mendengar dengan jelas jika Lijian sempat mengatakan bahwa formasi besar yang ia gunakan untuk membunuh monster Hiu Pemakan Bintang belum sempurna. Ia harus meningkat kultivasinya jika ingin mendapat versi sempurna formasi besar iblis kematian dari Raja Iblis Zhao.
“Formasi yang belum sempurna saja sudah memiliki kekuatan yang sebesar itu, bagaimana jika formasi besar itu sudah sempurna?” gumam Heilong.
“Tentu saja formasi besar itu akan memiliki kekuatan yang sanggup mengguncang seluruh Dunia Bawah. Namun, harga yang harus dibayar untuk menggunakan formasi besar iblis kematian tampaknya terlalu besar karena aku mendengar jika Raja Iblis Zhao hanya pernah menggunakan formasi besar ini sebanyak tiga kali saja selama hidupnya,” sahut kapten kapal.
Heilong langsung menatap kapten kapal. “Apakah anda pernah melihat versi sempurnakan dari formasi besar iblis kematian?”
Kapten kapal langsung mengangguk. “Tentu saja! Aku dan Raja Iblis Zhao sebenarnya adalah teman masa kecil. Hanya saja kemampuanku dalam berkultivasi terlalu rendah hingga membuatku harus berakhir menjadi seorang kapten kapal.”
Heilong tampak sama sekali tak heran ketika mendengar jawaban dari kapten kapal. Sebab, berdasar garis keturunan saja, Raja Iblis Zhao harusnya lebih unggul dari semua Ras Iblis yang ada di Dunia Bawah.
__ADS_1
“Lalu kapan anda melihat formasi besar itu. Dan, seperti apa dampak kerusakan yang diperlihatkan oleh formasi besar itu?” Heilong tampak semakin penasaran. Tatapan matanya saat bertanya terlihat seperti seorang anak yang minta dibelikan permen.
“Aku tidak terlalu ingat kapan waktunya karena aku menghabiskan sebagian besar waktuku di dalam kapal.” Kapten kapal melihat kegelapan yang ada di sekitarnya seolah-olah sedang merindukan rumah. Ia lalu lanjut berkata. “Bukankah kau adalah Putranya, kenapa kau tidak mencoba menanyakan hal ini langsung padanya?”
Heilong yang tak menduga kapten kapal akan menjawab seperti itu hanya bisa menatap dengan getir. Ia sama sekali tak tahu harus menjawab seperti apa dan hanya bisa memilih untuk diam.
“Haha …” Kapten kapal tertawa renyah saat melihat ekspresi Heilong yang gugup. “Tidak perlu memikirkan tentang formasi besar iblis kematian karena hal itu hanya akan membebani pikiranmu saja. Yang harus kau lakukan sekarang adalah fokus untuk sekolah dan mendapatkan kultivasimu kembali agar kau layak menyandang gelar Pangeran dan tidak mempermalukan Raja Iblis Zhao.”
Heilong hanya merespon dengan anggukan kepala lalu pergi meninggalkan anjungan kapal dan kembali ke kamarnya untuk berkultivasi.
**
Kamar Heilong.
Begitu sampai di dalam kamar, Heilong langsung membuat sebuah array formasi pelindung yang menyegel keberadaan yang menyegel keberadaan tempat ini dengan dunia luar karena ia akan melakukan sesuatu yang sangat penting dan sama sekali tidak boleh mendapatkan gangguan sedikit pun yaitu mendalami Dao.
Heilong segera bermeditasi dan segera masuk ke dalam dunia jiwa miliknya. Tentu saja tempat yang ia tuju adalah ruang surga dao yang ada di dalam Istana cahaya.
Setelah memasuki ruang surga dao, Heilong lalu menyentuh benda yang mirip dengan sebuah jam pasir. Sebenarnya, saat ia masih berada di dalam reruntuhan kuno, ia ingin segera mempelajari Dao ini. Akan tetapi, waktu yang tersisa saat itu tidak memungkinkannya untuk melakukan hal ini.
Ya! Dao yang ingin dipelajari Heilong kali ini adalah Dao Waktu. Ia sebenarnya telah memiliki kekuatan Dao Waktu di dalam dirinya yang berasal dari Divine Beast Shen Long. Namun, pemahamannya dalam Dao Waktu masih terlalu dangkal dan bisa diibaratkan seperti seseorang yang menginjak pesisir pantai sebuah pulau.
Fluktuasi kekuatan Dao Waktu yang begitu kuat langsung mengelilingi Heilong begitu ia menyentuh jam pasir itu dengan tangannya.
Di bawah tekanan Dao Waktu yang begitu kuat, Heilong akhirnya sampai di sebuah dunia dimana aliran waktu yang ada di tempat ini terlihat sangat kacau.
Sekilas, Heilong bisa merasakan jika terdapat perbedaan aliran waktu yang begitu besar jika ia semakin jauh melangkah menyusuri dunia ini.
Aliran waktu dalam radius satu kilometer dari tempatnya saat ini memiliki kecepatan dua kali lipat dari waktu biasa. Dan, hal ini akan terus bertambah seiring dengan bertambah jauhnya ia meninggal tempatnya.
Heilong lalu memutuskan untuk berjalan maju sambil merasakan sendiri misteri apa yang tersimpan di balik perbedaan aliran waktu ini.
Awalnya Heilong terlihat biasa-biasa saja saat ia berhasil berjalan sejauh lima kilometer karena tekanan kekuatan Dao Waktu yang menyerang tubuhnya masih dapat ia toleransi.
Namun, saat mencoba melebihi jarak itu, Heilong langsung dibuat tersungkur dan pikirannya menjadi linglung selama beberapa menit karena terkena dampak dari serangan Dao Waktu.
“Sepertinya jarak lima kilometer sudah menjadi batasku untuk saat ini. Baiklah! Aku akan bermeditasi di tempat ini.”
Heilong lalu bermeditasi dan menyerap kekuatan Dao Waktu yang ada di sekitarnya. Ia tidak mencoba untuk menerobos lebih jauh lagi karena Dao Waktu memiliki kekuatan yang begitu spesial dan pondasi kultivasinya juga bisa runtuh jika ia terlalu memaksakan diri untuk mempelajari kekuatan Dao Waktu diluar batas kemampuan tubuhnya.
Tempat keberadaan Heilong saat ini memiliki kecepatan aliran waktu sepuluh kali lipat dari keadaan normal jadi hasil yang akan dia peroleh jika terus bermeditasi di tempat ini tidak akan terlalu sedikit walaupun ia hanya akan menghabiskan waktu selama tiga tahun saja.
Karena itu, Heilong sama sekali tak ragu dan membuat suatu pembatas khusus yang akan mengingatkan dirinya jika waktu tiga tahun yang ia miliki telah berakhir.
**
__ADS_1
Tiga Tahun Kemudian.
Kapal yang ditumpangi Heilong akhirnya tiba di galaksi tempat Bintang Kelahiran Iblis berada.
Heilong pun sudah mengakhiri kultivasinya di dalam Ruang Surga Dao dan saat ini ia berdiri di dalam anjungan kapal hanya ditemani olah kapten kapal.
“Apakah kita hampir sampai di Bintang Kelahiran Iblis?” tanya Heilong saat melihat sebuah bintang yang begitu besar di depannya.
“Benar. Bintang yang ada di hadapanmu saat ini adalah Bintang Kelahiran Iblis. Namun, jarak yang harus kita tempuh untuk sampai ke bintang itu masih sekitar beberapa hari lagi,” jawab kapten kapal.
Heilong tak lagi mengajukan pertanyaan karena hal ini akan terlihat semakin aneh di mata kapten kapan dan hanya akan memancing kecurigaan karena semua Ras Iblis seharusnya memiliki pengetahuan dan ikatan khusus dengan Bintang Kelahiran Iblis.
Heilong akhirnya memanfaatkannya waktunya untuk melihat pemandangan di sekitar Bintang Kelahiran Iblis. Sebab, dari anjungan kapal ini, ia dapat melihat Bintang Kelahiran Iblis dengan sangat jelas.
Sekilas, keadaan geografis Bintang Kelahiran Iblis hampir mirip dengan Planet Saturnus yang sama-sama memiliki cincin. Hanya saja ukuran Bintang Kelahiran Iblis ini memang jauh lebih besar daripada Planet Saturnus.
Cincin yang ada di Bintang Kelahiran Iblis dimaafkan oleh Para Raja Iblis untuk menempatkan para prajurit yang menjaga bintang ini. Biar bagaimanapun juga, Bintang Kelahiran Iblis adalah sumber mereka jadi harus dijaga dengan ketat agar tidak dihancurkan oleh para penyusup dari Alam Dewa.
Namun, yang lebih mengejutkan Heilong adalah saat ia mengetahui bahwa Bintang Kelahiran Iblis ternyata memiliki matahari dan bulan sendiri sehingga tempat ini memiliki siang dan malam. Jika ia tidak melihat degan mata kepalanya sendiri mungkin ia tidak akan pernah bisa percaya.
Tidak ada satupun bintang atau planet di Dunia Bawah ini yang memiliki matahari dan bulan selain Bintang Kelahiran Iblis.
Tampaknya bintang dan bulan yang ada di Bintang Kelahiran Iblis memang sengaja dilestarikan untuk menjaga keseimbangan Yin Yang.
Kapten kapal segera mendarat di pos penjagaan untuk menjalani pemeriksa dan mengambil surat ijin masuk. Sebab, tanpa adanya surat ijin masuk maka ia tidak akan bisa meninggalkan Bintang Kelahiran Iblis setelah selesai mengantarkan Heilong.
Pemeriksaan di pos penjagaan ini ternyata sangat ketat meskipun Heilong telah menunjukkan surat perintah yang diberikan oleh Raja Iblis Zhao sebelum perjalanan.
Setiap bagian kapal diperiksa dengan teliti menggunakan semacam alat khusus yang dapat mendeteksi jejak keberadaan seorang dewa. Untung saja alat ini sama sekali tidak berpengaruh pada Heilong.
“Apakah proses pemeriksaan untuk memasuki Bintang Kelahiran Iblis memang harus seketat ini?” Heilong bertanya pada Lijian yang saat berdiri di geladak kapal bersama dengan dirinya.
“Dulu tidak seketat ini. Tapi seribu tahun yang lalu ada seorang Dewa yang mampu menyusup ke Bintang Kelahiran Iblis dengan menumpang ke kapal yang berasal dari medan perang. Sejak saat itu, penjaga untuk memasuki tempat ini semakin diperketat.”
Heilong hanya mengangguk saat mendengar penjelasan Lijian. Ia sebenarnya ingin bertanya bagaimana nasib dewa yang berani menyusup ke Bintang Kelahiran Iblis. Namun, ia merasa momen kali ini tidak pas jadi ia menyimpan kembali pertanyaannya itu.
Semua proses pemeriksaan ini menghabiskan waktu sehari penuh hingga akhirnya kapal ini diijinkan melanjutkan perjalanan.
Heilong dan Lijian sudah sangat tidak sabar untuk segera menginjakkan kakinya di Bintang Kelahiran Iblis. Akan tetapi, mereka harus menunggu beberapa jam lagi sampai kapal ini benar-benar mendarat.
“Kapal akan segera mendarat. Periksa barang bawaan kalian dan pastikan tidak ada yang tertinggal.” Kapten kapal memberi pengumuman pada semua kru dan penumpang dari anjungan kapal.
Kapal mulai bergetar saat melewati atmosfir Bintang Kelahiran Iblis yang dipenuhi dengan pecahan batu meteor.
Semua penumpang kapal saat ini telah berkumpul di bagian geladak sambil menunggu pintu keluar terbuka.
__ADS_1