LDP S3 : Permata Dunia Bawah

LDP S3 : Permata Dunia Bawah
Ch. 52 — Perlihatkan Warisan Itu.


__ADS_3

“Apakah sudah cukup jelas sekarang?”


Memproyeksikan sebagian ingatan miliknya ke dalam sebuah bentuk cermin agar dapat dilihat oleh orang lain adalah sesuatu yang sangat menguras energi. Karena itu, Tian Che terlihat sangat kelelahan setelah memperlihatkan ingatannya pada Heilong.


“Sudah, tapi masih ada yang sesuatu yang ingin aku tanyakan.”


“Kalau begitu cepat tanyakan sebelum energi yang ada di dalam tubuhku benar-benar habis. Perlu kau ketahuan bahwa energi di dalam dunia kecil ini tidak cukup untuk menutrisi tubuh Tuan Tuan ini jadi wajar saja jika aku merasa kelelahan hanya karena memperlihatkan serpihan ingatan milikku.”


Heilong sama sekali tidak meragukan ucapan Tian Che karena ia sendiri dapat merasakan jika intensitas energi alam disini agak tipis dari biasanya. Mungkin karena banyaknya monster iblis purba yang menghuni penjara ini.


“Apakah ada cara untuk menghilangkan hawa iblis dari tubuh monster Iblis purba itu? Setelah aku melihat sejarah tentang tiga dunia, monster Iblis purba ini dulunya ada Ras Monster biasa dan racun hawa iblis'lah yang telah merubah mereka semua jadi seperti ini ... ”


“Benar sekali! Para monster Iblis purba yang ada di penjara ini dulunya adalah para monster yang jinak dan cinta damai. Akan tetapi, sejak hawa iblis mulai meracuni pikiran mereka, sifat buas dan haus darah yang selama ini tersembunyi di dalam diri mereka akhirnya meledak tak terkendali.


Tian Che tiba-tiba memotong ucapan Heilong mungkin ia merasa bahwa pertanyaan yang singkat itu sudah layak untuk dijawab.


“Kalau begitu sudah jelas sekarang bahwa hawa iblis adalah sebuah racun yang merusak pikiran. Bukan'kah setiap seharusnya memiliki penawar. Lalu apa penawar dari hawa iblis ini?” lanjut Heilong.


“Sama halnya Qi cahaya yang memancar dari Pohon Asal Kehidupan dan merupakan penyeimbang dari Qi kegelapan yang memancar dari Pohon Asal Kegelapan, Penawar dari racun hawa Iblis seharusnya juga terlahir di dekat Pohon Asal Kehidupan.”

__ADS_1


Tian Che tidak langsung memberikan sebuah jarang tapi ia memberikan sebuah teka-teki yang membuat Heilong menjadi sakit kepala.


Heilong harus mengingat kembali gambaran saat ia melihat ingatan Tian Che, terutama saat ia melihat kondisi Dunia Atas. Saat itu Heilong memang melihat dengan jelas keberadaan Pohon Asal Kehidupan di Dunia Atas. Akan tetapi, ia tidak memperhatikan benda apa saja yang ada di sekitar pohon itu.


Di saat ia tenggelam dalam pemikirannya untuk mencari sebuah jawaban, sebuah gambaran sebuah pohon dengan daun berwarna emas tiba-tiba muncul di dalam pikiran Heilong.


Sudah jelas, itu adalah gambaran dari Pohon Asal Kehidupan. Akan tetapi, bagaimana gambaran itu bisa tiba-tiba muncul di dalam ingatannya dan itu terlihat sangat nyata seolah-olah dia adalah bagian dari Pohon Asal Kehidupan.


Namun, Heilong tidak terlalu lama tenggelam dalam pemikiran bodohnya itu karena sekarang perhatiannya telah terfokus pada kolam bunga teratai yang ada di bawah Pohon Asal Kehidupan.


“Bunga Teratai,” ucap Heilong setelah tersadar dari lamunannya.


“Kenapa ke-dua benda penting seperti itu bisa menghilang? Bukankah Pohon Asal Kehidupan sampai saat ini masih berdiri dengan kokoh di Alam Dewa?” sahut Heilong seolah tak percaya ucapan Tian Che.


“Keserakahan! Keserakahan para dewa untuk mencari jalan keabadian membuat mereka masuk ke dalam perangkap Ras Iblis hingga mau saja diperdaya oleh para iblis untuk menguras air kolam keabadian sampai bersih dan mencabut semua pohon keabadian sampai ke akar-akarnya hanya demi membuat sebuah benda pusaka yang bernama batu permata keabadian,” jelas Tian Che yang langsung membuat Heilong bergetar karena terkejut bercampur dengan amarah.


Ia terkejut karena para Dewa juga ikut andil untuk menghilangkan harapan terakhir yang dimiliki oleh Ras Monster dan juga Ras Manusia. Namun, ia juga sangat marah kenapa para Dewa yang sudah mendapatkan pencerahan dan seharusnya sudah terlepas dari emosi duniawi masih memendam sifat serakah di dalam diri mereka.


“Kunci untuk membuka Segel Yin Yang yang dibuat oleh leluhur Xiao Zhao untuk menyegel tiga dunia dari dunia luar ternyata dibuat oleh para dewa dan iblis dari harapan Ras Monster dan Ras Manusia.”

__ADS_1


Heilong hanya bisa menarik nafas panjang untuk meredam emosi yang ada di dalam hatinya. Biar bagaimanapun semua yang telah terjadi tidak akan mungkin bisa diulang kembali.


“Leluhur Xiao Zhao?! Ternyata kau adalah keturunan dari Tuan-ku. Pantas saja kau bisa memasuki penjara ini. Padahal setelah Xiao Zhao meninggalkan tempat ini ratusan ribu tahun yang lalu, sama sekali tidak ada seorang pun yang berhasil masuk ke tempat ini. Jadi, kau adalah yang pertama.”


Tian Che terlihat sangat senang saat mendengar Heilong menyebutkan nama Xiao Zhao.


“Apakah kau memiliki warisan yang ditinggalkan oleh Tuan-ku di dalam tubuhmu?” lanjut Tian Che menatap lekat ke arah Heilong.


Meskipun telah lama tinggal di dalam penjara ini dengan para monster Iblis purba yang begitu ganas dan sulit diajak berbicara, kecerdasan yang dimiliki Tian Che sama sekali tidak menurun.


Ia bisa menebak jika Xiao Zhao pasti membuat sebuah segel khusus untuk mengunci penjara ini dari Dunia Luar, mengingat bahaya besar yang tersembunyi di tempat ini.


Namun, Xiao Zhao juga pasti akan meninggalkan kunci untuk membuka kembali tempat ini dan kunci seperti itu tidak akan mungkin diserahkan para keturunan yang memiliki kemampuan biasa-biasa saja.


“Aku memang mendapatkan sebuah warisan dari leluhur Xiao Zhao saat mengunjungi reruntuhan kuno. Selain itu, aku juga bertemu dengan seutas jiwa yang ditinggalkan leluhur Xiao Zhao di tempat ini, akan tetapi ia sama sekali tidak pernah menyebutkan tentang penjara ruang bawah tanah ini,” jawab Heilong.


“Kalau begitu cepat perlihatkan warisan itu padaku. Seharusnya warisan itu dapat menyelesaikan masalah yang ada di penjara bawah tanah ini karena Xiao Zhao menggunakan warisan itu sebagai media untuk membuka segel yang mengunci dunia kecil ini,” seru Tian Che yang terlihat tidak sabar.


Tanpa ada kecurigaan sedikit pun, Heilong langsung mengeluarkan Istana Cahaya yang ia dapatkan dari reruntuhan kuno yang ia simpan di dalam Dunia Jiwa miliknya.

__ADS_1


Semua monster Iblis Purba yang tadinya berjarak cukup dekat dengan Heilong dan Tian Che, langsung bergerak menjauh seakan-akan melihat musuh bebuyutannya begitu Istana Cahaya yang sangat megah itu muncul.


__ADS_2