
Saat ini, dihadapan Heilong hanya tersisa seorang iblis dari Klan Liu dan merupakan kultivator terkuat dalam kelompok ini.
Siapa lagi kalau bukan Liu Gong, satu-satunya murid terbaik yang dimiliki Klan Liu di generasi saat ini.
Untuk merawat Liu Gong sampai menjadi sekuat ini dalam usia semuda itu, Klan Liu pasti telah menghabiskan banyak biaya. Karena itu, setiap kali Liu Gong pergi meninggalkan Klan untuk menjalankan suatu tugas, ia setidaknya akan ditemani oleh lima belas orang murid Klan sebagai penjaga.
Bisa dibayangkan sebesar apa kerugian yang akan dialami Klan Liu jika Heilong berhasil membunuh Liu Gong.
Ketika membayangkan harga yang akan diterima oleh Klan Liu dengan kematian Liu Gong, Heilong langsung melesat menyerang Liu Gong untuk menyelesaikan tugasnya.
Akan tetapi, kejadian yang tak diinginkan tiba-tiba terjadi.
Dao Waktu yang memancar dari tubuh Heilong tiba-tiba melemah lalu menghilang. Heilong tampaknya lupa bahwa ia telah menggunakan banyak sekali kekuatan Dao Waktu untuk menerobos ke dunia surga kegelapan.
“Sial! Ternyata aku salah perhitungan. Seharusnya aku tadi bersembunyi lebih lama lagi sebelum memutuskan untuk menyerang.”
Dalam keadaan normal, Heilong seharusnya beristirahat selama beberapa jam agar Dao Waktu yang telah terkuras dapat diperbarui kembali.
Aliran waktu yang sempat membeku di tempat ini seketika menjadi normal kembali.
Liu Gong yang sempat membeku beberapa saat yang lalu akhirnya dapat kembali bergerak dengan normal dan pemandangan yang begitu mengerikan langsung menyambutnya.
Semua murid Klan Liu yang ia bawa dalam tugas kali ini, tidak ada satupun yang selamat. Mayat mereka semua tergeletak begitu saja di belakang pria bertopeng yang sempat ia hina dengan sebutan pria tak berguna.
“Bagus sekali! Ternyata kau sangat ahli dalam menyembunyikan kekuatan. Siapa kau sebenarnya?” Liu Gong menatap Heilong dengan dingin.
Hawa iblis yang sangat kuat seketika memancar dari tubuh Liu Gong.
“Untuk apa memperkenalkan diri pada Iblis yang sebentar lagi akan mati. Lebih baik kau berdoa saja agar setelah kematiankmu, kau tidak jatuh ke dasar neraka,” jawab Heilong tersenyum remeh.
__ADS_1
Sampai saat ini, Heilong masih berniat untuk bertarung dengan tangan kosong padahal Liu Gong jelas-jelas memegang sebuah senjata berupa cambuk pusaka di tangan kanannya.
“Kurang ajar !! Mati!” Liu Gong yang sudah dipenuhi dengan niat membunuh di matanya langsung mengayunkan cambuknya ke arah Heilong.
Boom ...
Sebuah cekungan yang cukup dalam seketika terbentuk di atas permukaan tanah ketika cambuk yang diayunkan Liu Gong menghantam dengan kuat.
Sedangkan Heilong sudah berpindah tempat saat cambuk itu hampir menyentuh tubuhnya. Ia tentu saja menggunakan jurus langkah bayangan waktu untuk menghindari serangan, tapi jumlah Dao Waktu yang ia gunakan saat duel satu lawan satu jauh sedikit jika dibandingkan dengan sebelumnya.
“Aku mengakuimu kemampuanmu karena kau bisa dengan mudah menghindari serangan cambukku. Sepertinya, kau memang layak untuk menjadi lawanku.”
Liu Gong memuji kecepatan gerakan yang dimiliki Heilong. Selama ini, tidak banyak orang yang bisa dengan mudah menghindari serangan cambuknya. Ia bahkan telah beberapa kali mengalahkan para murid elit Klan Liu dari generasi sebelumnya. Ia lalu mengangkat cambuknya tinggi-tinggi agar Heilong bisa melihatnya dengan jelas.
“Apakah kau bisa melihat cambuk pusaka yang ada di tangan kananku ini?” tanya Liu Gong angkuh.
“Selamat! Kalau begitu kau telah berhasil melihat kunci yang akan membawamu ke akhirat. Mati!”
Liu Gong langsung mengayunkan cambuknya ke arah Heilong tanpa terkendali. Ia sadar bahwa serangan biasa saja akan bisa dengan mudah dihindari Heilong. Karena itu, ia melakukan beberapa serangan sekaligus secara acak agar pergerakannya tidak mudah dibaca Heilong.
“Jika kau memang memiliki kemampuan, maka rebutlah cambuk pusakaku ini dari tanganku. Jika kau tidak mampu, maka teruslah menghindari seranganku seperti seekor tikus. Haha ... ”
Liu Gong menertawakan Heilong yang menurutnya hanya pandai menghindari serangan namun tak memiliki kemampuan untuk menyerang balik. Di matanya saat ini Heilong seperti seekor ayam yang memiliki sayap namun tak bisa terbang.
“Merebut cambukmu adalah hal yang sangat mudah buatku. Namun, yang aku inginkan adalah merebut nyawaku.”
...“Ilusi Es.”...
Heilong lalu menggunakan jurus ilusi es miliknya untuk mengacaukan arah serangan cambuk yang dilepaskan Liu Gong sambil mencari kesempatan untuk menyerang dari jarak dekat. Sebab, saat ini ia tidak dapat menggunakan terlalu banyak kekuatan Dao Waktu.
__ADS_1
Sepuluh bayangan Heilong yang tercipta dari jurus Ilusi Es langsung bergerak mengepung Liu Gong dan menutupi arah serangan.
Liu Gong pun tak mau tinggal diam dan segera mencambuk bayangan itu satu per satu. Akan tetapi, semua serangan itu hanya menembus begitu saja tujuh masing-masing bayangan Heilong dan sama sekali tak menimbulkan dampak apapun.
“Teknik Ilusi yang begitu kuat! Seharusnya Klan Iblis yang mampu menguasai teknik Ilusi sepertinya ini sudah lama menghilang sejak runtuhnya Klan Iblis Bai. Apakah mungkin dia adalah sisa-sisa dari Klan Bai?”
Liu Gong tak bisa melupakan tragedi yang terjadi dengan Klan Iblis Bai beberapa puluh tahun yang lalu. Sebab, ia juga ikut ambil bagian dalam penyerangan saat itu.
Saat melihat Liu Gong sedang tidak fokus, Heilong diam-diam Heilong menyelinap di antara bayangannya dan semakin memperpendek jaraknya dengan tempat Liu Gong berada.
Namun, saat Heilong akan melompat dan merebut cambuk yang ada di tangan kanan Liu Gong, pikiran Liu Gong tiba-tiba saja kembali fokus dan langsung memutar-mutarkan cambuknya dia atas kepalanya lalu kembali menyerang setiap bayangan Heilong yang berani mendekatinya.
Ceterrrr ...
Suara sabetan cambuk bersenandung tanpa henti di tempat ini setiap kali cambuk itu berhasil mengenai bayangan Heilong dan langsung membuatnya meledak sebelum akhirnya menghilang.
Tidak butuh waktu lama bagi Liu Gong untuk menghancurkan semua bayangan ilusi yang dibuat Heilong.
Sekarang, hanya tinggal tubuh asli Heilong saja yang terlihat di depan matanya. Liu Gong lalu segera mengerahkan semua kekuatannya untuk menyerang Heilong.
Boom ...
Serangan cambuk kali ini berhasil mengenai punggung Heilong dan langsung membuatnya tersungkur.
Tanpa bantuan kekuatan Dao waktu, Heilong memang merasa sedikit kesulitan untuk menghindari serangan cambuk secepat itu.
Namun, Heilong memang tidak memiliki pilihan lain. Ia tidak ingin memaksakan diri untuk menggunakan kekuatan Dao waktu miliknya sampai benar-benar terkuras habis karena hal seperti itu dapat mempengaruhi pondasi Dao waktu miliknya yang belum lama ini mengalami terobosan.
Melihat Heilong yang tersungkur dengan keras, Liu Gong menjadi semakin sombong. “Ingin mencabut nyawaku dengan kekuatan selemah itu? Kau jangan bermimpi! Dalam sebuah pertarungan yang nyata tidak hanya dibutuhkan kecepatan. Tapi, kekuatan serangan adalah hal yang sangat mutlak dan kau tidak memiliki hal itu.”
__ADS_1