
“Sebelum aku membunuhmu, aku ingin bertanya sesuatu. Dimana Zhao Heilong yang asli sekarang?” tanya Raja Iblis Zhao mendengus dingin.
Raja Iblis Zhao tentu saja tak berharap jika Heilong akan mau menjawab pertanyaannya ini. Sebab, kondisi ke-dua belah pihak saat ini memang ingin membunuh satu sama lain. Namun, tidak ada salahnya dengan mencoba.
Heilong berhenti sejenak dan menatap Raja Iblis Zhao dengan aneh. Ia berpikir apakah Raja Iblis ojo sama sekali tidak takut dibohongi olehnya. Biar bagaimanapun juga kondisi mereka ber-dua saat ini bagaikan dua ekor singa yang sedang berebut wilayah kekuasaan.
Akan tetapi, pada akhirnya Heilong tetap menjawab pertanyaan itu.
“Kenapa pertanyaan bodoh seperti itu bisa terlontar dari mulut seorang Raja Iblis. Jika aku menggunakan identitasnya untuk melakukan penyamaran maka sudah jelas jika Zhao Heilong telah mati di tangan para Raja. Akan tetapi, tidak ada gunanya kau mencari tahu identitas dari Dewa yang membunuh Putramu itu karena akupun juga tidak tahu.”
“Kalau begitu, kau harus mengganti nyawa Putraku dengan nyawamu!”
Raja Iblis Zhao akhirnya meledakkan semua kekuatan yang ada di tubuhnya ketika rasa amarah yang begitu kuat mengendalikan pikirannya. Ia tidak bisa berpikir dengan jernih lagi karena tujuan hidupnya saat ini hanya satu yaitu membunuh Heilong.
Barisan array formasi terluar yang mengelilingi Raja Iblis Zhao langsung memancarkan kekuatan Qi elemen petir yang begitu dahsyat.
Petir-petir itu akan menyambar benda apapun yang ada di sekitar dan langsung merubahnya menjadi abu.
Heilong merasa bahwa kekuatan petir hitam yang keluar dari masing-masing array formasi tipe penyerangan milik Raja Iblis Zhao memiliki kekuatan yang tidak kalah dengan petir surgawi yang muncul saat seorang kultivator akan menerobos lapisan tingkat kultivasi.
“Kekuatan Qi elemen petir yang ada di dalam petir berwarna hitam itu tampaknya juga memiliki kekuatan dari Dao Petir. Sepertinya dia bukan lawan yang mudah untuk ditaklukkan.”
Heilong menjadi semakin waspada dan tak terburu-buru untuk menyerang array formasi yang ada di hadapannya. Sebab, masing-masing array formasi tampaknya juga saling terhubung antara satu dengan yang lain. Takutnya jika salah satu array formasi itu hancur maka array formasi yang lain akan langsung menyerang dirinya secara bersamaan.
Mengatasi beberapa array formasi sekaligus memang mungkin untuk dilakukan. Akan tetapi, jika array formasi itu berjumlah ratusan, maka akan lain ceritanya. Dan, setiap barisan array formasi yang dimiliki Raja Iblis Zhao mampu menampilkan kekuatan elemen yang berbeda.
__ADS_1
Lagipula Heilong juga telah menentukan rencana yang akan ia gunakan untuk melawan Raja Iblis Zhao.
Array formasi elemen petir yang dimiliki oleh Raja Iblis Zhao mulai bergerak pada arah tertentu dan membentuk sebuah susunan yang menyerupai wujud seekor naga.
...“Formasi Besar — Naga Petir Kegelapan.”...
Sesosok naga petir dengan sisik berwarna hitam pekat langsung keluar dari formasi besar itu begitu Raja Iblis Zhao mengaktifkan kekuatan dari formasi besar itu.
Sosok naga petir itu langsung menatap Heilong dengan niat membunuh layaknya seekor serigala yang melihat seekor kelinci.
Seharusnya, sosok naga yang tercipta dari sebuah array formasi tidak lebih dari sekedar boneka dan sama sekali tidak memiliki emosi apapun karena ia bukanlah makhluk hidup. Jadi, niat membunuh yang memancar dari sosok naga itu, sebenarnya adalah kebencian Raja Iblis Zhao pada Heilong.
“Bersiap'lah menerima kematianmu!” teriak Raja Iblis Zhao penuh amarah sambil melakukan beberapa segel tangan dan memerintahkan naga petir itu menyerang Heilong.
Roar ...
Di dalam petir kegelapan itu pasti terdapat racun hawa iblis yang sangat kuat. Jadi, Heilong harus ekstra hati-hati saat menerima setiap serangan dari naga petir ini.
Kekuatan Dao Elemen Es yang cukup kuat kembali memancar dari tubuh Heilong lalu mengalir ke dalam pedang surga dao.
Untuk menghadapi sosok naga petir kegelapan yang merupakan gabungan dari beberapa jenis kekuatan, rasanya tidak akan cukup hanya dengan mengandalkan kekuatan dari Dao Elemen Es saja. Karena itu, Heilong juga mengaktifkan kekuatan Dao Elemen Tanah yang juga baru ia kuasai beberapa hari yang lalu.
“Bukan kau yang menentukan hidup dan matiku. Karena itu, hentikan omong kosongmu tentang kematianku!” seru Heilong geram.
Pedang Surga Dao yang ada di genggaman tangan Heilong mulai bergetar saat kekuatan Dao Elemen Tanah mulai menyebar dan mempengaruhi ketenangan Dao Elemen Es.
__ADS_1
Namun, gangguan sepele seperti ini dapat dengan mudah diatasi Heilong dengan bantuan kekuatan elemen Yin Yang yang ada di dalam dantiannya.
Kekuatan Dao Elemen Es yang telah menyatu dengan sempurna dengan Dao Elemen Tanah, langsung menciptakan sebuah dinding raksasa di depan Heilong dan menghalangi setiap serangan yang menuju ke arahnya.
Sekilas, tembok raksasa itu terlihat seperti sebuah tembok raksasa yang sangat tebal. Namun, jika diperhatikan lebih detail lagi, ternyata di dalam tembok raksasa itu terdapat sembilan lapisan tembok es.
“Tembok Es Tanah Surgawi,” seru Heilong menamai jurus yang baru saja ia ciptakan.
Heilong tidak pernah menyangka bahwa dalam keadaan seperti ini, ia akan dapat membuat sebuah jurus baru lagi. Padahal, ia sebenarnya belum sepenuhnya bisa beradaptasi dengan elemen Yin Yang yang ia miliki. Dengan kata lain, ia belum bisa menampilkan kekuatan penuh dari elemen barunya ini.
Boom ...
Cakar naga petir kegelapan mulai menghantam lapisan dinding raksasa yang baru saja dibuat Heilong secara bertubi-tubi.
Suara ledakan yang begitu dahsyat tak henti-hentinya bersenandung dan membuat suasana di tempat ini menjadi semakin mencekam.
**
Saat ini, semua mata sedang tertuju pada pertarungan antara Heilong dengan Raja Iblis. Termasuk mata para Raja Iblis yang saat ini masih mengepung Fu Rong dari segala arah.
Walaupun tatapan mata para Raja Iblis ini mengarah pada pertempuran yang letaknya tidak seberapa jauh dari tempat mereka, namun para Raja Iblis ini sama sekali tak mengendurkan penjagaan mereka pada Fu Rong.
“Sepertinya rasa kesetiakawanan yang dimiliki para Raja Iblis hanya setipis lembaran kertas. Pantas saja sampai saat ini kalian semua tidak mampu merebut Alam Dewa dari tangan Empat Kaisar Langit.” Fu Rong mencoba memprovokasi para Raja Iblis ini sambil mencari celah untuk melarikan diri.
“Empat Kaisar Langit pasti akan bertekuk lutut pada kami jika kami berhasil mendapatkan batu permata keabadian yang saat ini berada di tanganmu.” Raja Iblis Xu kembali menggunakan tangan kanannya untuk merebut batu permata keabadian.
__ADS_1
Akan tetapi, maka mungkin bisa semudah itu merebut sesuatu yang sudah berada di dalam genggaman tangan Fu Rong?
Fu Rong dengan sigap langsung menggunakan kekuatan cahaya yang ada di dalam batu permata keabadian untuk melukai tangan Raja Iblis Xu dan membuat Raja Iblis ini merasakan siksaan yang sangat menyakitkan.