
Di Dalam Lorong Dimensi.
Fu Rong tiba-tiba berhenti di salah satu sudut lorong dimensi yang kondisinya sangat stabil tanpa ada pusaran energi kekacauan yang menganggu.
Ia lalu mengeluarkan Zhi Ming dari dalam cincin penyimpanan miliknya dan menatapnya dengan tajam seolah-olah ingin menguak semua rahasia yang dimiliki Zhi Ming.
“Mau sampai kapan kau akan terus menyamar? Cepat tunjukkan wujud aslimu! Apakah kau pikir aku sama sekali tidak tahu bahwa kau sebenarnya masih memiliki wujud yang lain yang merupakan eksistensi yang lebih tinggi dari semua roh senjata.”
Fu Rong mengatakan semua ini dengan tegas sambil mengunci pergerakan Zhi Ming agar roh senjata ini tidak bisa melarikan diri.
“Apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang kau bicarakan. Jika kau memang ingin menjadikanku menjadi roh senjata dari senjata pusaka milikmu maka segera lakukanlah dan jangan mengucapkan pernyataan yang membuatku bingung. Namun, jika kau tidak menginginkanku maka biarkanlah aku pergi.”
Setelah mendengar ucapan Zhi Ming, Fu Rong lalu mengeluarkan sebuah benda pusaka yang berbentuk sebuah batu permata seukuran kepalan tangan dan memiliki warna hitam pekat dengan kilauan cahaya di setiap sisinya.
“Senjata pusakaku adalah batu permata ini. Kau pasti mengenal dengan sangat baik tentang Batu Permata Keabadian ini 'kan? Sebab, sangat mustahil rasanya jika kau sampai melupakan rumah pertamamu.”
“Dari mana kau tahu jika aku adalah roh senjata asli dari batu permata keabadian?”
Zhi Ming tentu saja merasa sangat penasaran. Sebab, teknik penyamaran yang telah ia gunakan selama ini adalah teknik penyamaran tingkat tinggi yang tidak mudah dideteksi. Bahkan kecuali empat Kaisar Langit, tidak ada Dewa yang mampu mengenali identitas aslinya.
Dalam sejarah yang tersebar di Alam Dewa dan Iblis dikatakan bahwa Bangsa Iblis telah berhasil merebut Batu Permata Keabadian dari tangan para Dewa.
Namun, tidak ada yang tahu bahwa Bangsa Iblis sebenarnya hanyalah mendapat sebuah cangkang kosong. Sebab, roh senjata dari batu permata keabadian telah lama disembunyikan oleh empat Kaisar Langit. Jika tidak begitu maka Bangsa Iblis pasti telah lama mendapatkan manfaat dari Batu Permata Keabadian.
Saat itu, Tujuh Raja Iblis menjadi sangat marah dan ingin menghancurkan Batu Permata Keabadian karena tak ada gunanya bagi mereka menyimpan sebuah cangkang kosong. Akan tetapi, Raja Iblis Fu tiba-tiba mengajukan permintaan untuk menyimpan benda pusaka ini dan pada akhirnya benda pusaka itu ia berikan pada Fu Rong untuk dijadikan mainan.
“Kau tidak perlu tahu! Sekarang apakah kau bersedia kembali ke dalam batu permata ini atau tidak? Jika tidak, maka tidak ada gunanya lagi batu permata ini berada di tanganku dan aku akan segera menghancurkannya.” Ucapan Fu Rong ini sangat jelas dan tak ajak jejak keraguan sedikit pun.
“Jangan dihancurkan! Aku bersedia kembali ke dalam Batu Permata Keabadian.”
__ADS_1
Zhi Ming lalu menujukkan wujud aslinya di hadapan Fu Rong karena tidak ada gunanya lagi menyembunyikan diri jika penyamarannya telah terbongkar.
Sesosok wanita cantik yang memiliki dua warna yang berbeda di tubuhnya yaitu hitam dan putih saat ini telah berdiri di depan Fu Rong. Ini adalah wujud asli Zhi Ming.
Ternyata wujud asli Zhi Ming adalah seorang wanita. Heilong pasti akan sangat terkejut jika mengetahui tentang hal ini karena ia memang sering menindas Zhi Ming.
Zhi Ming lalu mengulurkan tangan kanannya. “Buatlah kontrak senjata denganku agar aku bisa kembali ke dalam batu permata keabadian.”
Tanpa banyak bicara, Fu Rong segera mengulurkan tangannya dan membuat segel kontrak senjata dengan Zhi Ming.
Seketika, tubuh Zhi Ming mulai beresonansi dengan Batu Permata Keabadian dan energi kehidupan yang sangat kaya memancar dari ke-duanya hingga memenuhi setiap bagian lorong dimensi ini.
Untung saja Fu Rong telah membuat persiapan dengan baik sebelum ia menginterogasi Zhi Ming. Jadi, semua energi kehidupan yang ada di lorong dimensi ini benar-benar tersegel di sekitar tempat ini dan tidak bocor keluar.
Fu Rong terdiam sejenak karena baru kali ini ia merasakan sensasi senyaman ini. Sensasi dimana ia tak takut dengan akan datangnya kematian.
Selain itu, semua hawa iblis yang ada di dalam tubuhnya juga mulai ditekan oleh energi kehidupan yang begitu kaya dan dipaksa keluar.
Sekarang, Fu Rong bukan lagi bagian dari Bangsa Iblis. Namun, ia tetap dapat menggunakan kekuatan Qi kegelapan karena pencapaian Dao Ruang miliknya sebenarnya berasal dari kekuatan Qi kegelapan atau energi Yin.
“Saat ini, aku bukan lagi seorang iblis. Tapi, aku juga tidak ingin bergabung dengan para dewa yang dipenuhi dengan siasat licik.” Fu Rong merenung sejenak sambil mengamati perubahan pada dirinya.
“Dewa hanyalah sebuah gelar untuk para kultivator yang telah melebihi batas ranah kultivasi yang bisa dicapai oleh para manusia. Menjadi seorang dewa tidak mengharuskanmu untuk tinggal di Alam Dewa karena pergi ke Alam Dewa hanya sebuah pilihan bukan kewajiban. Di Alam Semesta yang luas ini, banyak sekali kultivator kuat yang hidup di luar Alam Dewa karena berbagai macam alasan tertentu.”
Zhi Ming mencoba memberikan sedikit pencerahan pada Fu Rong agar emosi wanita ini menjadi stabil.
“Terimakasih kasih. Aku akan mengingat hal itu. Sekarang, apakah kau bersedia tinggal di dalam Dunia Jiwa milikku? Aku tidak bisa memikirkan tempat teraman untuk menyembunyikan keberadaanmu selain Dunia Jiwa milikku sendiri.”
“Aku bersedia. Sejak kau membuat kontrak senjata denganku maka kau adalah Tuan-ku dan aku akan mematuhi semua perintahmu.”
__ADS_1
Fu Rong lalu segera menyimpan Batu Permata Keabadian ke dalam Dunia Jiwa milikinya setelah mendapat persetujuan dari Zhi Ming.
Ia pun segera kembali ke Paviliun Klan Fu setelah membereskan tempat ini dan menghilang jejak energi kehidupan yang tertinggal.
Tanpa disadari oleh Fu Rong, ternyata sepasang mata yang berwarna hitam pekat selalu mengawasi Fu Rong dari kejauhan dan menyembunyikan keberadaan dengan sangat sempurna.
**
Paviliun Klan Zhao.
Esok hari telah tiba dan saat ini Heilong sedang menunggu kedatangan Zhao Xu di ruang tamu Paviliun pribadi miliknya. Sebab, Zhao Xu telah menjanjikan bahwa hari ini akan membawa dirinya mengunjungi penjara ruang bawah tanah.
Tentu saja Heilong tidak sendiri di tempat ini karena Lijian sudah berada di tempat ini sejak subuh tadi.
Setelah menyelesaikan pemulihan tubuhnya, Lijian segera menemui Heilong dan langsung mengobrol sambil minum teh.
Lijian menjadi tertarik saat Heilong mengatakan bahwa Zhao Xu akan mengajaknya untuk mengunjungi penjara bawah tanah dan berniat menunggu kedatangan Zhao Xu di tempat ini agar ia bisa mengajukan permintaan.
“Apakah kau sebelumnya pernah mengunjungi penjara bawah tanah yang disebutkan oleh tetua Zhao Xu?” Heilong memulai obrolan dengan meminum secangkir teh.
“Tidak. Penjara bawah tanah adalah sebuah tempat tertutup yang tidak boleh dikunjungi oleh sembarang orang. Jadi, bisa dikatakan bahwa penjara bawah tanah adalah salah satu tempat terlarang yang dimiliki Klan Zhao.” Lijian menjawab sesuai dengan apa yang ia ketahui selama ini.
“Lalu apakah kau pernah mendengar siapa sosok yang dikurung di dalam penjara bawah tanah itu? Seharusnya sosok itu bukanlah sosok yang biasa dan menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup Bangsa Iblis,” lanjut Heilong menyelidik.
Dalam hal menyelidiki lewat pertanyaan, Heilong sepertinya memiliki keahlian khusus yang membuat setiap pertanyaan yang ia lontarkan terasa sangat santai dan tidak menimbulkan kecurigaan.
“Penjara bawah tanah ini sudah ada sejak zaman kuno jauh sebelum para Raja Iblis menguasai Bintang Kelahiran Iblis. Tempatnya zaman itu berada di era Beast Iblis Purba. Jadi, banyak sekali desas-desus tentang siapa sosok yang dipenjara di dalam penjara bawah tanah itu. Namun, kebenarannya sampai saat ini tidak dapat dibuktikan karena kunci untuk memasuki penjara bawah tanah itu telah lama menghilang.”
“Jika kunci penjara bawah tanah itu telah lama menghilang, itu artinya pintu penjara bawah tanah tidak dapat dibuka. Jadi untuk apa kita pergi ke sana?”
__ADS_1
Heilong merasa dipermainkan oleh Zhao Xu saat mendengar cerita dari Lijian tentang penjara bawah tanah. Jika memang seperti itu keadaan tentang penjara bawah tanah, bukankah mereka hanya membuang-buang waktu saja jika berkunjung ke tempat ini?