LDP S3 : Permata Dunia Bawah

LDP S3 : Permata Dunia Bawah
Ch. 72 — Gunung Api Abadi.


__ADS_3

Di tangan Heilong saat ini ada dua buah cincin penyimpan, satu milik Liu Gong dan satu lagi milik Xu Meng Zi.


Sedangkan cincin penyimpan milik Zhang Wei, Heilong tidak mengambil cincin penyimpan itu dari Zhang Wei karena ia telah berniat untuk menjadikan Zhang Wei sebagai bawahannya. Jadi, rasanya kurang pantas jika ia juga harus merampoknya.


Heilong sama sekali tidak menemukan ada sesuatu yang istimewa di dalam cincin penyimpanan Xu Meng Zi. Isinya hanya perlengkapan yang biasa dibawa oleh seorang wanita dan beberapa pil obat yang tampaknya seperti pil penyembuhan, itu pun pil kualitas rendah yang sama sekali tidak memiliki nilai.


“Apakah wanita ini datang ke Dunia Surga Kegelapan hanya untuk bersenang-senang? Atau jangan-jangan wanita ini telah menyembunyikan cincin penyimpanan miliknya yang asli di suatu tempat.”


Dengan sedikit kesal, Heilong membuang cincin penyimpanan Xu Meng Zi karena tidak ada satupun benda di dalam cincin penyimpanan itu yang bisa ia pergunakan.


Ia lalu lanjut memeriksa cincin penyimpanan Liu Gong.


Berbeda dari isi cincin penyimpanan milik Xu Meng Zi, cincin penyimpanan milik Liu Gong terdapat cukup banyak barang yang berharga.


Di dalam cincin penyimpanan Liu Gong, Heilong menemukan banyak sekali tanaman obat dan ada juga sebuah tungku untuk membuat sebuah pil yang tampaknya memiliki kualitas yang sangat tinggi.


“Raja Iblis dari Klan Liu seharusnya adalah seorang master alkimia. Tapi kenapa Liu Gong memiliki kekuatan tempur yang cukup kuat?”


Biasanya, seorang alkemis memang tidak memiliki kekuatan bertarung yang terlalu tinggi karena hal itu sangat bertolak belakang dengan tujuan Dao mereka yaitu menyembuhkan seseorang. Jadi, kemampuan beladiri seorang alkemis biasanya hanya sebatas untuk melindungi diri sendiri.


Dari cincin penyimpanan Liu Gong serta interaksinya dengan Fu Rong dan Klan Zhao, Heilong akhirnya dapat menyimpulkan tentang kemampuan istimewa yang dimiliki oleh beberapa Raja Iblis.


Raja Iblis Fu adalah ahli dalam Dao Ruang, Raja Iblis Zhao adalah ahli dalam array formasi, Raja Iblis Zhang adalah ahli dalam formasi perang dan Raja Iblis Liu adalah ahli dalam pembuatan pil.


Hanya tiga dari tujuh Raja Iblis yang kemampuan masih misterius di pikiran Heilong yaitu Raja Iblis Dao, Raja Iblis Gao dan Raja Iblis Xu.


Ia memang telah mengalahkan murid elit dari Klan Iblis yang berada di bawah naungan Raja Iblis Xu dan merebut cincin penyimpanan miliknya. Namun, semua benda yang ada di cincin penyimpanan Xu Meng Zi sama sekali tak dapat memberikan gambaran apapun tentang kemampuan khusus yang dimiliki Raja Iblis Xu.

__ADS_1


Heilong lalu lanjut memeriksa barang-barang yang telah ia keluarkan dari cincin penyimpanan Liu Gong dan akhirnya menemukan sebuah gulungan yang tampaknya sangat kuno. Sebab, gulungan itu itu bukan terbuat dari kertas melainkan kulit monster yang seharusnya sudah cukup langka.


Ia lalu mengambil gulungan itu dan membacanya. Untungnya bahasa yang digunakan dalam gulungan surat itu tidak terlalu rumit dan tampaknya telah diterjemahkan oleh seseorang.


Di dalam gulungan itu juga terdapat sebuah peta yang nampaknya menunjukkan lokasi tertentu serta beberapa petunjuk yang berkaitan dengan tempat itu.


“Ternyata Dunia Surga Kegelapan ini menyimpan sebuah benda yang sangat istimewa. Aku harus mendapatkan benda itu lebih dulu sebelum para murid elit Klan Iblis itu mengambilnya lebih dulu.”


Heilong lalu pergi ke arah tertentu sesuai dengan arah yang ditunjukkan peta itu.


**


Gunung Api Abadi.


Gunung api abadi adalah satu-satunya gunung berapi di Dunia Surga Kegelapan. Dan, di sekitar gunung itu terdapat nadi api naga yang merupakan sumber Qi api di Dunia Kecil ini.


Sejak memasuki Dunia Surga Kegelapan, Klan Gao langsung mengambil alih wilayah gunung api abadi sampai radius seratus kilometer dari gunung ini.


Tentu saja mereka sangat menginginkan nadi api naga yang ada di bawah gunung ini. Namun, hal seperti itu terlalu mustahil untuk dilakukan karena jika nadi api naga sampai hilang, maka kestabilan Qi yang ada di Dunia Surga Kegelapan ini akan langsung rusak dan akan menyebabkan bencana bagi siapapun yang ada di dalam dunia kecil ini.


Jadi, mereka semua hanya memanfaatkan api yang keluar dari nadi api naga untuk memperdalam keahlian mereka dalam menempa artefak.


Tentunya mereka semua harus masuk ke dalam Goa-Goa alami yang ada di sekitar Gunung Api Abadi untuk mendapatkan manfaat dari nadi api naga itu.


“Senior Gao Xifeng, ini adalah bahan-bahan yang anda butuhkan. Kami semua hanya bisa mendapatkan benda ini dalam jumlah yang sangat terbatas karena hampir semua area pertambangan yang ada di dalam Dunia Surga Kegelapan telah diambil alih oleh Klan Dao.”


Beberapa murid Klan Gao membawakan beberapa jenis hasil tambang dan mineral yang dibutuhkan untuk menempa sebuah senjata lalu memberikan semua bahan itu pada Gao Xifeng yang merupakan murid elit Klan Gao.

__ADS_1


“Klan Gao lagi! Mereka semua memang tidak pernah puas dengan apa yang telah mereka miliki dan selalu merebut wilayah Klan lain. Biarkan saja mereka asalkan tidak mengusik wilayah gunung api abadi ini. Namun, jika mereka sampai berani menyentuh seujung kuku nadi api naga yang ada di tempat ini maka kita semua harus bertarung habis-habisan dengan Klan Dao.”


Gao Xifeng tampaknya sudah lama memendam kebencian pada Klan Dao. Namun, ia tidak bisa menyerang mereka tanpa alasan yang jelas. Apalagi, Klan Dao tidak pernah mengusik wilayah mereka secara langsung.


“Letak saja semua bahan itu disana lalu tinggalkan aku sendirian.” Gao Xifeng menunjuk ke arah sebuah rak penyimpanan yang ada di sisi kiri Goa.


Para murid Klan Gao langsung mematuhi perintah Gao Xifeng dan segera menyusun semua bahan yang mereka bawa ke dalam rak sesuai dengan nama yang tercetak di masing-masing rak.


Setelah semuanya selesai, mereka semua langsung meninggalkan tempat ini dengan tenang karena mereka tahu bahwa Gao Xifeng saat ini berada dalam masa-masa kritis dalam proses penempaan senjata.


Suara pukulan palu dan kobaran api terus bersenandung dengan ritme tertentu dari tempat Gao Xifeng.


Seiring berjalannya waktu, artefak yang sedang ditempa Gao Xifeng mulai menunjukkan bentuknya.


“Tinggal sedikit lagi maka aku akan selesai menempa tombak ini. Jika aku berhasil, maka tombak yang dibuat khusus di dalam Dunia Surga Kegelapan ini pasti akan terjual dengan harga yang sangat tinggi.”


Gao Xifeng telah membayangkan seberapa banyak koin emas yang akan ia terima jika tombak yang ia buat saat ini terjual dalam sebuah pelelangan karena hanya hal itu saja yang dapat memotivasi dirinya untuk terus menempa sebuah artefak.


**


Di sisi lain, Heilong yang terus berlari mengikuti arah yang ditujukan oleh peta itu akhirnya sampai di wilayah Gunung Api Abadi.


Namun, ia terpaksa harus berhenti karena dihadang oleh anggota Klan Gao.


“Apakah kau sama sekali tidak tahu jika wilayah di sekitar gunung berapi ini telah menjadi wilayah milik Klan Gao. Jika kau masih terus mencoba masuk lebih dalam, itu artinya kau telah menantang Klan Gao.”


Para murid yang menjaga wilayah perbatasan mengacungkan senjata yang ada di tangan mereka ke arah Heilong.

__ADS_1


“Sejak kapan gunung berapi ini menjadi wilayah Klan Gao? Apakah di gunung ini ada papan nama Klan Gao?” balas Heilong yang tetap mencoba menerobos masuk.


__ADS_2