
Dua Hari kemudian.
Selama dua hari ini, Heilong selalu menghabiskan waktunya di dalam Istana Pangeran. Bukannya dia tidak ingin berkeliling dan mencari informasi, tapi semua ini adalah perintah langsung dari Raja Iblis Zhao.
Di depan pintu Istana Heilong juga telah ditempatkan puluhan orang penjaga Istana dengan membawa persenjataan lengkap yang semakin membuatnya susah bergerak kemana-mana. Entah apa yang sebenarnya ditakuti oleh Raja Iblis Zhao hingga membuat ruang gerak Heilong menjadi semakin terbatas.
Awalnya Heilong sempat berpikir bahwa Raja Iblis Zhao sengaja memperketat penjagaan di istana ini untuk mencegah Heilong melarikan diri dari Istana ini. Akan tetapi, persenjataan lengkap yang dibawa para prajurit itu membuat Heilong berpikir ulang. Mungkin saja Raja Iblis Zhao ini memiliki musuh yang sangat kuat hingga ia menjadi khawatir dengan keselamatan pewaris tahtanya.
Namun, Heilong juga mendapat sedikit keuntungan dari penjaga yang begitu ketat di luar Istana ini yaitu penjaga di bagian dalam Istana menjadi semakin longgar dan membuat Heilong menjadi lebih nyaman untuk bertanya pada para pelayan yang mengantarkan makanan.
Dari beberapa pelayan yang sering datang mengantarkan makanan padanya, Heilong mendapatkan sedikit informasi tentang tujuh Raja Iblis dan berbagai Klan besar yang ada di Dunia Bawah. Bahkan, ia juga tahu nama dari masing-masing Raja Iblis itu.
Pemimpin tertinggi di seluruh Dunia Bawah ini adalah Raja Iblis Dao Gi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Raja Iblis Dao.
Di bawah Raja Iblis Dao, ada Raja Iblis Fu sebagai pemegang kekuatan terbesar ke-dua di Dunia Bawah.
Setelah Raja Iblis Fu, ada lima Raja Iblis lain yang memiliki kekuatan setara satu lama lain mereka berlima adalah Raja Iblis Zhao, Raja Iblis Xu, Raja Iblis Liu, Raja Iblis Zhang dan Raja Iblis Gao.
__ADS_1
Semua Raja Iblis ini telah mendirikan Klan masing-masing sesuai dengan nama marga mereka dan menjadi pemimpin tertinggi dalam Klan tersebut. Contoh kecilnya adalah Klan Zhao yang dibuat oleh Raja Iblis Zhao dan saat ini merupakan tempat di mana Heilong bernaung.
Di dalam Klan Zhao memang ada seorang patriak yang sesekali menunjukkan wajahnya. Akan tetapi, kekuasaan tertinggi tetap berada di tangan Raja Iblis Zhao yang mendirikan Istana di tengah-tengah Klan. Dengan kata lain fungsi dari patriak dalam Klan ini tidak lebih hanya sebagai boneka pelengkap semata karena semua urusan penting dalam Klan tetap diambil alih oleh Raja Iblis Zhao.
Hal yang sama juga dialami oleh Klan-Klan lain yang didirikan oleh para Raja Iblis. Hanya Klan-Klan kecil yang tidak ada hubungannya dengan darah keturunan Raja Iblis saja yang berjalan dengan normal dan dipimpin oleh seorang patriak.
Seperti biasanya, Heilong selalu menghabiskan waktu paginya dengan sarapan sambil mengobrol dengan beberapa orang pelayan untuk menggali informasi lebih dalam lagi tentang dua bawah.
Akan tetapi, hari ini dia dikejutkan oleh suara langkah kaki yang terdengar sangat buru-buru menuju ke tempatnya.
Sesaat kemudian seorang prajurit muncul di hadapan Heilong. “Lapor, Pangeran. Perdana Materi Ji meminta ijin untuk menemui Pangeran. Beliau mengatakan bahwa dirinya membawa Titah dari Raja Iblis Zhao untuk Pangeran.”
“Siap, Pangeran.”
Prajurit iblis itu segera kembali ke tempatnya untuk menyusul Perdana Menteri Ji setelah mendengar perintah dari Heilong.
Sepuluh nafas kemudian, Perdana Menteri Ji akhirnya menemui Heilong dan langsung membaca Titah dari Raja Iblis Zhao.
__ADS_1
Tidak banyak interaksi yang terjadi antara Heilong dan Perdana Menteri Ji karena Perdana Menteri Ji langsung meninggalkan Istana Pangeran setelah selesai membacakan Titah dari Raja Iblis Zhao di hadapan Heilong.
Samar-samar Heilong bisa merasakan dari perilaku Perdana Menteri Ji jika kehadirannya di dalam Istana ini sebenarnya tidak diinginkan oleh beberapa penghuni Istana. Sebab, ia telah beberapa kali menerima perlakuan dingin seperti ini dari para pejabat Istana yang datang menemuinya untuk sekedar formalitas.
Apakah di Dunia Bawah ini kekuatan seseorang memiliki pengaruh yang lebih tinggi dari status seorang Pangeran? Sebab, Heilong juga sangat yakin jika berita tentang dirinya yang telah kehilangan kultivasi telah menyebar dengan luas.
Heilong melihat kembali Titah Raja yang ditinggalkan oleh Perdana Menteri Ji dan kembali membacanya dengan hati-hati karena hanya dengan membaca sendiri secara langsung ia akan mudah memahami isi dari Titah Raja ini daripada mendengar dari orang lain.
“Bintang Kelahiran Iblis.”
Heilong menyipitkan matanya pada tiga kata yang ada dalam Titah Raja ini. Dari kalimatnya, ia dapat menebak bahwa tiga kata itu adalah nama sebuah tempat. Namun, ia sama sekali tidak memiliki informasi apapun tentang tempat ini dan para pelayan pun tidak pernah membicarakan tentang tempat ini.
'Apakah mungkin Bintang Kelahiran Iblis adalah tempat terlarang yang dimiliki oleh Bangsa Iblis?' Heilong hanya bisa bergumam dalam hati.
Meskipun merasa sangat penasaran, Heilong tidak berani menanyakan tentang Bintang Kelahiran Iblis pada para pelayan yang ada di sekitar. Sebab, ia takut akan menimbulkan kecurigaan jika bertanya tentang tempat-tempat penting Dunia Bawah.
Apalagi status yang dimiliki Heilong saat ini seharusnya memang mengetahui tempat-tempat rahasia yang ada di Dunia Bawah. Jadi, akan terasa sangat aneh jika ia bertanya terjang Bintang Kelahiran Iblis pada para pelayan kecuali para pelayan itu yang berinisiatif untuk mengatakan lebih dulu.
__ADS_1
Di dalam Titah Raja itu juga disebutkan bahwa besok dia harus segera pergi ke Bintang Kelahiran Iblis.