LDP S3 : Permata Dunia Bawah

LDP S3 : Permata Dunia Bawah
Ch. 75 — Persiapkan Dirimu.


__ADS_3

Gao Xifeng langsung mendarat sekitar seratus meter di depan Heilong dan …


Boom …


Qi elemen api yang sangat kuat langsung meledak dari tubuh Gao Xifeng dan mengguncang seluruh wilayah Gunung Api Abadi.


Wujud Gao Xifeng pun secara perlahan mulai mengalami perubahan.


Saat ini, Gao Xifeng telah kehilangan wujud manusianya dan telah berubah menjadi wujud Ras Monster yang merupakan wujud asli dari Ras Iblis.


“Ternyata dia bukan Ras Iblis murni tapi Ras Monster yang telah terpengaruh oleh racun hawa iblis.” ucap Heilong yang melihat wujud Gao Xifeng telah berubah menjadi seekor monster elang raksasa.


Wujud Gao Xifeng ini bukan termasuk golongan Ras Monster Purba jadi kekuatan yang ditampilkan Gao Xifeng tentu saja tak sekuat para monster yang saat ini tersimpan di dalam Istana Cahaya.


Gao Xifeng lalu menatap dingin ke arah Heilong. “Siapa kau sebenarnya? Kenapa kau membunuh semua murid Klan Gao Apakah kau tidak tahu bahwa wilayah ini adalah wilayah kekuasaan milik Klan Gao? Aku akan membunuhmu dengan cara yang tak pernah kau bayangkan jika kau tidak memberiku alasan yang memuaskan.”


Gao Xifeng secara terang-terangan langsung mengancam Heilong. Sebab, ia ingin mengetahui identitas asli Heilong yang saat ini masih tersembunyi di balik topeng.


“Apakah kau pikir aku takut dengan ancamanmu itu? Jika kau ingin tahu siapa aku, maka kalahkan'lah aku.”


Heilong langsung menggunakan jurus langkah bayangan waktu dan tiba-tiba muncul kembali tempat di samping Gao Xifeng lalu meninjunya dengan keras.


Bang …


Gao Xifeng yang sama sekali tidak sempat melakukan persiapan langsung terpental sejauh puluhan kilometer.


“Pantas saya kau sama sekali tidak tahu setelah melihat wujud asliku dan malah berani menantangku, ternyata kau memang memiliki cukup kemampuan,” ucap Gao Xifeng sambil mencoba berdiri kembali.


Heilong tanpa ragu langsung berkata. “Tentu saja! Apakah kau pikir aku ini sama seperti murid Klan biasa yang selalu mengambil keputusan tanpa berpikir panjang. Sejak aku berani menantangmu, maka aku sudah yakin jika aku akan menang.”


“Sombong! Aku akan menyiksamu terlebih dahulu sebelum aku membunuhmu,” ucap Gao Xifeng menyeringai.


Scree …


Gao Xifeng langsung terbang ke arah Heilong dengan menggunakan kedua sayapnya yang berkobar.


Tidak salah jika Fu Rong menuliskan bahwa Gao Xifeng sangat mahir dalam mengendalikan kekuatan api karena Gao Xifeng sebenarnya berasal dari Ras Monster Elang Api.


Api yang berkobar di ke-dua sayap Gao Xifeng menjadi semakin besar dan membuat kecepatannya menjadi semakin meningkat.


Sekarang dia sudah berada tepat di depan Heilong dan cakar-cakar tajam hanya berjarak beberapa langkah saja dari dada Heilong.


“Karena kau tidak mau menyerah maka rasakanlah serangan cakar-cakar tajam milikku ini.”


Heilong dengan sigap menghindari serangan cakar Gao Xifeng dan langsung menghilang dari pandangnya.


Gao Xifeng yang terlihat kebingungan karena sama sekali tak dapat merasakan jejak kehadiran Heilong, langsung melihat sekeliling dengan kemampuan khusus yang ia miliki yaitu mata elang.


“Jangan pernah berpikir kau bisa bersembunyi dari kekuatan mataku ini.” Gao Xifeng terbang rendah mengelilingi daerah sekitar lereng gunung dengan mata yang diselimuti cahaya berwarna abu-abu.


Dengan kemampuan khusus dari matanya ini, Gao Xifeng akhirnya berhasil menemukan keberadaan Heilong yang ternyata bersembunyi di balik bebatuan besar di sekitar lereng gunung.


Gao Xifeng langsung mencengkram batu besar itu dengan cakarnya lalu melemparkannya ke samping.


“Kau tidak akan pernah bisa bersembunyi dari mata elang milikku. Kemanapun kau bersembunyi, aku pasti akan bisa menemukanmu dengan mudah karena penglihatanku yang sekarang bisa melihat menembus benda apapun,” seru Gao Xifeng.


“Lalu bagaimana jika aku benar-benar menghilang?”


Sebuah kabut tebal tiba-tiba muncul secara misterius dan langsung menutupi tubuh Heilong.


“Mau bersembunyi di balik kabut? Kau jangan terlalu meremehkanku!” seru Gao Xifeng geram.


Gao Xifeng langsung mengepakan ke-dua sayapnya secara berulang-ulang dengan kuat hingga muncul sebuah badai yang langsung mengusir kabut tebal itu.


Namun, Heilong tetap tak terlihat setelah kabut tebal itu menghilang.


Gao Xifeng terus mengamati daerah sekitar tempat Heilong terakhir kali terlihat. Namun, ia sama sekali tak menemukan jejak keberadaan Heilong.


Saat ini, tidak ada yang bisa dilakukan Gao Xifeng selain memperhatikan sisa-sisa kabut yang mulai menghilang.


Tanpa disadari Gao Xifeng, Heilong ternyata sudah berdiri tepat di belakang tubuhnya.

__ADS_1


Heilong lalu memasukkan Qi elemen air ke dalam pedang surga dao dan langsung menyerang Gao Xifeng.


...“Tarian Air Mengguncang Benua.”...


Ratusan ombak dengan arus yang sangat kuat seketika muncul dan langsung menyerang Gao Xifeng tanpa ampun saat Heilong mengayunkan pedang pusaka miliknya.


Ombak-ombak itu terus menggulung tubuh Gao Xifeng yang berukuran raksasa dan membawanya pergi hingga ratusan kilometer.


“Bagaimana rasanya diterjang ombak yang berasal dari jurus pedang air milikku? Bahkan api yang kau milikki itu juga langsung padam, bukankah itu artinya jika api yang kau miliki terlalu lemah?” ejek Heilong saat melihat api yang ada di sayap Gao Xifeng telah padam.


Semua bulu yang ada di tubuh Gao Xifeng seketika berubah menjadi bara api ketika mendengar ejekan Heilong. Ia tak dapat lagi membendung emosinya dan hanya bisa membiarkannya meledak tak terkendali.


Sesaat kemudian, aura berwarna merah mulai memancar dengan kuat dari tubuh Gao Xifeng hingga membuat langit berubah warna menjadi merah.


Scree …


Hawa iblis yang sangat pekat mulai bercampur dengan aura berwarna merah milik Gao Xifeng dan membentuk aura api iblis yang berwarna hitam pekat.


“Benar-benar tidak bisa diampuni!” seru Gao Xifeng dingin penuh niat membunuh.


Gao Xifeng memusatkan semua Qi elemen api yang ada di tubuhnya ke dalam ke-dua cakarnya.


...“Cakar Iblis Menebus Surga.”...


Qi elemen api yang menyelimuti ke-dua cakar Gao Xifeng langsung bergerak menuju ke arah Heilong dan siap untuk mencabik-cabik tubuhnya.


“Api selemah itu tidak akan bisa melukai'ku.”


Heilong segera menggunakan kekuatan elemen es dan memasukkan Qi elemen es dalam jumlah besar ke dalam pedang surga dao.


Seketika, aura energi es memancar dengan kuat di sekitar Heilong dan menciptakan sebuah badai salju.


Heilong lalu mengayunkan pedangnya ke arah depan secara vertikal.


...“Perisai Es.”...


Sebuah perisai es raksasa seketika muncul di depan Heilong bagaikan sebuah tembok pertahanan yang akan membekukan apapun yang berani mendekat.


Boom …


Perisai es masih berdiri dengan kokoh di depan Heilong setelah mendapat serangan sekuat itu dari cakar api Gao Xifeng.


Dan, serangan cakar api yang dilepaskan Gao Xifeng hanya mampu meninggalkan sedikit goresan-goresan tipis di permukaan perisai es.


“Hanya dengan kekuatan api seperti itu kau berpikir untuk bisa membunuhku? Baiklah, akan segera aku padamkan api yang ada di ke-dua cakarmu itu.”


Heilong kembali mengayunkan pedang surga dao yang ada di tangan kanannya, kali ini serangan pedangnya ditargetkan untuk menyerang ke-dua cakar Gao Xifeng.


...“Tebasan Ombak Pantai Selatan.”...


Ombak tsunami raksasa seketika muncul dan langsung mengarah lurus ke ke-dua cakar Gao Xifeng.


Gao Xifeng juga langsung mengepakkan ke-dua sayapnya dengan sangat cepat begitu ia melihat ombak tsunami raksasa bergerak ke arahnya.


Kepakan sayap Gao Xifeng kali ini mampu menyemburkan api yang sangat besar dan membentuk sebuah lautan api.


Boom …


Ke-dua kekuatan besar itu akhirnya saling bertabrakan lalu menguap secara bersamaan.


Heilong mengerutkan kening ketika melihat jurus elemen api miliknya dapat dihalau dengan mudah oleh Gao Xifeng. Padahal menurut penilaiannya kekuatan api yang akan ditampilkan oleh Gao Xifeng tidak akan mungkin bisa bersaing dengan jurus-jurus elemen air yang ia miliki. Kecuali …


“Api yang mengalir dari tubuh Gao Xifeng sepertinya telah mendapat anugerah kekuatan dari Raja Iblis Gao,” gumam Heilong lirih lalu kembali menyiapkan serangan berikutnya.


Heilong tidak ingin memberikan waktu pada Gao Xifeng untuk istirahat ataupun memulihkan diri karena tujuannya kali ini adalah menguras semua kekuatan api yang ada di dalam tubuh Gao Xifeng sampai kering.


Setelah menentukan strategi yang akan ia ambil dalam pertarungan ini, Heilong langsung menancapkan pedang surga dao ke atas permukaan tanah.


...“Tetesan Air Meresap Ke Danau.”...


Tubuh Heilong langsung berubah menjadi air lalu menghilang masuk ke dalam tanah.

__ADS_1


Setiap lima nafas, Heilong akan keluar dari dalam tanah untuk menunjukkan tubuhnya dan meninggalkan serangan tiba-tiba pada Gao Xifeng sebelum menghilang kembali masuk ke dalam tanah.


Tentu saja, Heilong mengambil arah yang acak agar Gao Xifeng tidak mudah melacak keberadaannya dengan kekuatan mata elang.


Dan, strategi Heilong ini tampaknya sukses untuk membuat Gao Xifeng menjadi kebingungan dan hanya bisa menerima serangan Heilong tanpa bisa membalas.


Tanpa terasa pergerakan Gao Xifeng menjadi semakin melambatkan dan membuktikan bahwa kekuatan yang ia miliki mulai terkuras.


“Sampai kapan kau akan terus bersembunyi di dalam tanah seperti seekor cacing! Jika kau memang berani bertarung denganku maka cepat hadapi aku!” Gao Xifeng meraung marah.


Gao Xifeng kembali menggunakan teknik mata elang miliknya untuk melacak keberadaan Heilong yang bersembunyi di bawah permukaan tanah. Namun, penglihatan masih sedikit kabur karena permukaan tanah disekitar lereng gunung ini telah terpengaruh oleh kekuatan api dari nadi api naga.


Sampai ia akhirnya melihat sebuah genangan air yang ada di dalam tanah dan memastikan bahwa itu bukanlah genangan air biasa.


“Pantas saja sulit sekali menemukan keberadaanmu. Ternyata kau tidak hanya menyembunyikan sosokmu tapi kau juga merubah wujudmu dengan sebuah teknik khusus.”


Gao Xifeng menyeringai lalu memusatkan semua kekuatan Qi elemen api yang ia miliki ke dalam paruhnya.


Scree …


Gao Xifeng lalu terbang ke langit dan berhenti sekitar sepuluh ribu meter dari atas permukaan tanah. Ia lalu langsung melesat ke bawah dengan paruhnya yang telah diselimuti dengan kobaran api yang sangat panas menghadap ke arah genangan air itu.


Boom …


Ledakan yang sangat dahsyat seketika terjadi dan membuat permukaan tanah yang ada di atas genangan air itu menjadi retak.


Gerangan air yang ada di dalam tanah itupun juga langsung menghilang karena serangan Gao Xifeng.


“Haha … Akhirnya aku dapat membunuhmu tanpa meninggalkan tempat pemakaman! Aku tidak peduli dari Klan Iblis mana kau berasal karena klan asalmu tidak akan menemukan jejak jika aku telah membunuhmu.” Gao Xifeng tertawa renyah merayakan kemenangan.


Namun, kebagian Gao Xifeng tidak berlangsung lama karena sebuah suara yang terasa sangat akrab tiba-tiba muncul dan membuatnya terkejut.


“Terlalu cepat untuk merayakan sebuah kemenangan!”


...“Tarian Air Mengguncang Benua.”...


Ratusan ombak tiba-tiba muncul dari arah belakang dan menyerang punggung Gao Xifeng hingga membuat tubuhnya tersungkur setelah suara misterius itu terdengar.


Gao Xifeng langsung berdiri dan menoleh ke belakang. Ia seperti melihat hantu ketika melihat Heilong yang berdiri di belakangnya tanpa kekurangan sesuatu apapun padahal seharusnya tubuh Heilong akan hancur bersamaan dengan hilangnya genangan air itu.


“Ternyata kau masih hidup,” ucap Gao Xifeng dengan suara sedikit bergetar.


“Bukankah sudah sejak awal aku katakan bahwa kau tidak akan pernah bisa membunuhku dengan kekuatan selemah itu.,” ucap Heilong dingin menatap tajam ke arah Gao Xifeng seperti seekor binatang buas yang siap membunuh mangsanya. “Sekarang persiapkan dirimu untuk pergi ke alam akhirat.”


Heilong sudah tahu bahwa kekuatan yang ada di dalam dantiannya Gao Xifeng sudah hampir terkuras habis. Apalagi saat Gao Xifeng menggunakan semua Qi elemen api yang ia miliki untuk menyerang genangan air yang menurutnya adalah tubuh Heilong yang sedang melakukan penyamaran.


Karena itu, dalam serangan terakhir kali ini, Heilong tidak berniat mengeluarkan banyak tenaga karena ia masih harus menggunakan kekuatannya untuk mengambil benda pusaka yang ada di bawaan Gunung Api Abadi.


Heilong kembali menghilang dari pandangan Gao Xifeng ketika ia menggunakan jurus langkah bayangan waktu.


“Teknik ini lagi!” Gao Xifeng terlihat semakin panik karena ia tak akan dapat menebak arah serangan Heilong jika ia tak mengetahui keberadaan Heilong.


Gao Xifeng pun akhirnya segera menggunakan sisa-sisa kekuatannya untuk terbang dan melarikan diri dari tempat ini.


Akan tetapi, Heilong tiba-tiba muncul di atas punggungnya yang sedang terbang dan menempelkan ujung pedang surga dao ke belakang jantungnya.


“Sudah aku katakan bahwa kau harus menyiapkan diri untuk pergi ke Alam Akhirat.”


Tanpa membuang banyak waktu lagi, Heilong langsung menghunuskan pedangnya ke bawah dan menebus tubuh Gao Xifeng.


Seketika, Gao Xifeng yang sudah terbang sepuluh ribu meter di atas permukaan tanah, langsung melesat turun kembali saat energi kehidupan yang ada di dalam dirinya mulai bocor.


Gao Xifeng pun akhirnya mati setelah tubuhnya menghantam permukaan tanah.


Dengan kematian Gao Xifeng, semua anggota Klan Gao yang masuk ke Dunia Surga Kegelapan berhasil dimusnahkan oleh Heilong.


Heilong lalu mengeluarkan catatan yang diberikan Fu Rong lalu mencoret nama Gao Xifeng.


“Sekarang hanya tinggal satu murid elit yang harus aku bunuh. Namun, aku harus mengambil dulu benda pusaka yang menjadi warisan dunia kecil ini.”


Bagi Heilong membunuh musuh memang penting apalagi musuh itu adalah murid elit berbagai Klan Iblis yang kelak pasti akan menjadi pondasi Ras Iblis saat berada di medan perang. Namun, mencari harta karun lebih penting karena di dalam sebuah warisan seperti ini biasanya akan tertinggal sesuatu yang dapat meningkatkan kultivasi seseorang.

__ADS_1


Heilong lalu bergerak ke arah yang ditunjukkan oleh peta yang ada di tangannya dan ia akhirnya sampai di dalam sebuah Goa yang sebelumnya telah dijadikan Gao Xifeng sebagai tempat untuk menempa sebuah artefak.


Di dalam Goa ini juga masih terdapat sebuah tombak pusaka yang baru saja selesai di tempat Gao Xifeng. Akan tetapi, tombak itu sudah mengalami kerusakan yang sangat para karena kegagalan selama proses penempaan.


__ADS_2