LDP S3 : Permata Dunia Bawah

LDP S3 : Permata Dunia Bawah
Ch. 39 — Fu Rong.


__ADS_3

“Salam, Pengeran. Hamba adalah Zhao Xu, Patriak dari Klan Zhao cabang Bintang Kelahiran Iblis. Maafkan kedatangan saya yang terlambat karena saya harus menyelesaikan terlebih dahulu beberapa masalah Klan yang sangat mendesak sebelum saya pergi menjemput anda,” ucap Zhao Xu tulus.


Dari matanya, Heilong bisa melihat bahwa Zhao Xu ini adalah orang yang benar dan tak sedang menyembunyikan sesuatu. Ia pun tak berniat memperpanjang masalah ini mengingat kondisi Lijian yang sedang tidak seberapa baik.


“Kalau begitu cepat antar aku ke Paviliun milik Klan Zhao. Aku dan Lijian harus segera beristirahat untuk memulihkan diri.”


“Baik, Pengeran.”


Zhao Xu segera mengeluarkan sebuah kapal yang cukup untuk ditumpangi kurang lebih lima sampai delapan orang dan segera mengajak mereka ber-dua naik.


Di dalam kapal ini tidak ada sesuatu yang istimewa karena kapal ini hanya diperuntukkan perjalanan jarak dekat saja dan cara mengendalikan kapal ini juga tidak terlalu rumit.


Zhao Xu hanya menggunakan tangannya yang telah diselimuti Qi kegelapan untuk mengendalikan arah, tidak ada roda kemudi yang harus digerakkan dengan ke-dua tangan.


Jarak antara tempat ini dengan paviliun milik Klan Zhao kurang lebih satu jam perjalanan. Jadi, Heilong bisa memaafkan waktu ini untuk istirahat sejenak sambil melihat pemandangan sekitar.


Sedangkan Lijian sudah tidur sejak naik ke kapal ini karena kelelahan.


**


Paviliun Klan Fu.


Seorang wanita dengan tubuh yang sangat mempesona dan memancar aura yang sangat agung hingga terkesan suci tanpa noda sedang berdiri di sebuah paviliun kecil sambil melihat ke arah taman.

__ADS_1


Paviliun kecil ini memang dikhususkan untuk satu orang aja dan berada di bagian belakang paviliun utama Klan Fu. Jadi, ukurannya memang tidak seberapa besar namun memiliki keindahan yang sangat luar biasa.


Fu Yu yang sempat bertarung dengan sengit melawan Lijian, saat ini sedang berada di belakang wanita ini dalam posisi terduduk sambil menunduk kepala mirip dengan postur tubuh seorang prajurit yang menghadap seorang Raja.


“Fu Yu apakah kau sadar jika apa yang telah kau lakukan itu dapat memancing permusuhan antara Klan Fu dengan Klan Zhao serta dapat merusak hubungan baik yang sudah terjadi antara Para Raja Iblis.”


Wanita itu kembali menegur Fu Yu. Tapi, kali ini ia merasa lebih bebas untuk berbicara karena tidak ada orang luar yang memperhatikan.


“Ampuni hamba, Putri. Akan tetapi, saya memiliki alasan yang sangat kuat untuk melakukan semua itu.” Fu Yu masih berusaha mengelak dan tak mau mengakui jika ia telah melakukan kesalahan.


“Alasan seperti apa itu? Cepat katakan padaku. Jika alasanmu itu terdengar masuk akal maka kau bisa terbebas dari hukuman. Namun, jika sekali lagi kau berani berbohong maka aku akan segera melaporkan masalah ini pada Ayahku.”


Wanita ini tampaknya sudah cukup kesal dengan kebohongan yang dilakukan Fu Yu beberapa waktu yang lalu sehingga ia harus menggunung ancam untuk menekan Fu Yu agar ia mau berkata jujur.


Fu Yu kali ini tampaknya berkata jujur karena alasan yang ia ucapkan terlihat begitu nyata dan ia sama sekali tak berbelit-belit saat berbicara.


“Kau boleh melakukan balas dendam itu saat berada di luar wilayah Bintang Kelahiran Iblis. Ingat! Tempat ini adalah tempat suci bagi seluruh Bangsa Iblis jadi sebisa mungkin jangan membuat keributan yang tidak perlu. Jika tidak ada lagi yang perlu kau ucapkan maka kau bisa meninggalkan tempat ini.”


Saat berbicara dengan Fu Yu, wanita ini sama sekali tidak berbalik untuk memperlihatkan wajahnya. Sebab, Raja Iblis Fu memang melarangnya untuk memperlihatkan wajah termasuk para anggota Klan sekalipun.


Fu Yu segera meninggalkan tempat ini tanpa banyak bicara. Baginya sudah untung wanita ini mau mengampuninya dan tidak melaporkan masalah ini pada Raja Iblis Fu.


“Huff … Kenapa masalah selalu saja muncul saat aku sedang mencari sebuah ketenangan. Kapan kira-kira orang yang ditakdirkan untukku itu tiba dan membawaku pergi dari jurang kesepian.”

__ADS_1


Wanita ini menarik nafas panjang meluapkan beban di dalam hatinya sambil melihat bunga yang mulai bermekaran di taman pribadi miliknya.


**


Paviliun Klan Zhao.


Heilong akhirnya tiba di paviliun milik Klan Zhao setelah melakukan satu jam perjalanan.


Karena melihat kondisi Lijian yang sedang kurang sehat, Zhao Xu segera memanggil beberapa orang pelayan dan memerintahkan mereka untuk membawa Lijian ke kamarnya. Sedangkan ia sendiri masih tetap berada di sini karena Heilong memintanya untuk menemani mengobrol sambil minum teh.


“Apakah di Paviliun Klan Fu ada seorang wanita yang memiliki status sangat tinggi?” Heilong membuka obrolan sambil meminum secangkir teh yang diracik sendiri oleh Zhao Xu.


“Hanya ada satu dan dia adalah satu-satunya Putri yang dimiliki oleh Raja Iblis Fu. Namanya adalah Putri Fu Rong. Akan tetapi, selama berada di Bintang Kelahiran Iblis ini Putri Fu Rong sama sekali tak pernah menunjukkan wajahnya. Kenapa Pengeran tiba-tiba menanyakan hal ini?”


Zhao Xu merasa penasaran kenapa Heilong langsung menanyakan tentang Klan Fu begitu ia sampai di Paviliun ini padahal Heilong seharusnya belum memiliki interaksi dengan anggota Klan Fu yang ada di Bintang Kelahiran Iblis.


Ia sempat berpikir apakah pertanyaan Heilong ini adalah perintah dari Raja Iblis Zhao yang ingin mencari informasi. Karena itu, ia menjawab pertanyaan Heilong dengan jujur.


Heilong lalu menceritakan kejadian saat ia bertemu dengan Fu Yu termasuk pertarungan antara Fu Yu dan Lijian yang dihentikan oleh sosok suara seorang wanita dari Klan Fu.


“Ternyata begitu! Kalau begitu besok aku akan membawa beberapa anggota Klan untuk berkunjung ke Paviliun Klan Fu dan meminta pertanggungjawaban.” Zhao Xu merasa geram satu mendengar cerita Heilong. Ia merasa bahwa Klan Fu telah secara terang-terangan mencoreng wajah Klan Zhao.


“Tidak perlu. Putri Fu Rong telah memberiku banyak kompensasi atas kejadian itu. Jadi, rasanya tidak perlu lagi bagi kita untuk memperpanjang masalah ini.” Heilong lalu mengeluarkan sebuah cincin penyimpanan yang berisi hasil panen dari kebun obat milik Fu Yu.

__ADS_1


Zhao Xu mengambil cincin penyimpan itu lalu memeriksanya. Hanya dua kata yang terlintas di pikirannya saat melihat isi cincin penyimpanan itu yaitu "Begitu banyak.”


__ADS_2