LDP S3 : Permata Dunia Bawah

LDP S3 : Permata Dunia Bawah
Ch. 65 — Ini Adalah Strategi.


__ADS_3

Keberanian dan rasa kesetiakawanan yang dimiliki Zhang Wei telah membuat Heilong terkesan. Karena itu, ia tidak ingin mempermalukan Iblis ini lebih jauh lagi.


Dengan jurus langkah bayangan waktu, Heilong melompat dari pusaran air dan langsung mengayunkan pedangnya menyerang Zhang Wei.


Zhang Wei yang sudah menantikan Heilong menyerang lebih dulu juga segera mengayunkan tombaknya ke depan menangkis setiap serangan pedang yang dilakukan Heilong.


Suara benturan senjata mereka ber-dua membuat suasana di tempat ini menjadi semakin hidup.


Para anggota Klan Zhang yang melihat dari kejauhan menjadi sedikit lebih tenang karena sejauh ini Zhang Wei mampu menangkis setiap serangan yang dilakukan Heilong. Bahkan kemampuan Zhang Wei dalam menggunakan tombaknya terlihat lebih cepat daripada serangan pedang Heilong.


“Hebat juga kemampuan Dao Pedang yang kau miliki. Pantas saja kau dapat menghancurkan formasi perang buatanku hanya dengan beberapa kali serangan. Namun, hal itu saja belum cukup untuk menandingi ketrampilan Dao Tombak milikku,” ucap Zhang Wei dingin.


“Apakah kau takut? Padahal aku sama sekali belum menggunakan kekuatan penuhku. Jika kau sudah ketakutan hanya dengan serangan seperti ini, maka penilaianku pada dirimu tampaknya terlalu tinggi,” balas Heilong.


“Siapa bilang aku ketakutan! Aku juga belum memojokkan kekuatan penuhku.” Zhang Wei mulai memperkuat dao tombak yang ada di ujung tombaknya.


“Kalau begitu tunjukkanlah kekuatan penuhmu itu atau pedangku ini akan menghujani tubuhmu,” tantang Heilong.


Ujung tombak Zhang Wei yang telah dipenuhi kekuatan Dao Tombak menjadi semakin berkilau dan terlihat sangat kokoh seolah-olah tombak itu dapat menembus apapun.


...“Tarian Tombak Menebus Lautan.”...


Zhang Wei langsung menghunuskan ujung tombaknya ke tubuh Heilong begitu Heilong memperlihatkan sedikit celah saat ia melakukan gerakan jurus pedang membelah bumi.


Tombak itupun akhirnya berhasil menembus bahu sebelah kanan Heilong dan membuatnya berhenti bergerak sambil meringis kesakitan.


“Haha … Apakah sekarang mengerti seperti apa serangan tombakku jika aku menggunakan kekuatan penuhku?” Zhang Wei tertawa mengejek saat melihat Heilong yang meringis kesakitan.

__ADS_1


Namun … Sesuatu yang diluar dugaan tiba-tiba terjadi ketika sebuah suara bergema di sekitar Zhang Wei.


“Jika kau tidak dapat melihat target seranganmu dengan baik, maka akan sia-sia seranganmu itu meskipun serangan itu dapat menghancurkan sebuah gunung sekalipun.”


Sosok Heilong yang tertembus oleh tombak Zhang Wei tiba-tiba meleleh dan berubah menjadi butiran-butiran salju. Sedangkan wujud Heilong yang asli saat ini berdiri tepat di belakang Zhang Wei.


“Teknik ilusi?!”


“Sudah terlambat bagimu untuk menyadari jika yang baru saja aku gunakan adalah sebuah teknik ilusi.”


Heilong langsung menyerang Zhang Wei yang masih dalam keadaan terkejut dengan gerakan yang terlihat sangat santai namun memancar kekuatan Dao Pedang yang begitu kuat.


Zhang Wei pun langsung tersungkur dengan luka goresan pedang yang cukup dalam di punggungnya.


“Ternyata kau sangat licik! Kau sengaja menggunakan teknik Ilusi untuk mengecoh perhatianku lalu melakukan serangan diam-diam.” Zhang Wei tampak kesal dan menatap Heilong dengan ganas.


Heilong sengaja mengancam Zhang Wei agar Iblis ini bisa mengeluarkan semua potensi yang ada di dalam dirinya saat sedang marah. Dan, ucapannya itu tampaknya berhasil memprovokasi Zhang Wei.


Mendengar ancaman dari Heilong, amarah Zhang Wei menjadi semakin tersulut. “Jadi kau benar-benar ingin membunuhku!”


“Tentu saja! Selama ini aku tidak pernah bermain-main dengan ucapanku,” Heilong menganggukkan kepala.


“Aku pasti akan membunuhmu lebih dulu sebelum kau bisa melakukan hal itu.”


Zhang Wei meledakkan semua hawa iblis yang ada di dalam tubuhnya dengan penuh amarah hingga memunculkan gumpalan awan berwarna hitam pekat di atas kepalanya.


Gumpalan awan hitam ini semakin lama semakin membesar seiring dengan semakin meluapnya niat membunuh yang dimiliki Zhang Wei. Ia tak dapat lagi membendung amarahnya pada Heilong dan hanya bisa meledakkannya agar mendapat tambahan kekuatan dari hawa iblis.

__ADS_1


“Ternyata racun hawa iblis yang tersimpan di dalam tubuh Zhang Wei sangat'lah murni. Aku tidak terlalu yakin jika air keabadian akan mampu menekan hawa iblis semurni ini,” gumam Heilong ketika melihat tubuh Zhang Wei tenggelam dalam gumpalan awan hitam.


Zhang Wei tiba-tiba melesat keluar dari awan hitam itu dan langsung menyerang Heilong dengan sangat brutal.


Tombak yang ada di genggaman tangan Zhang Wei seolah-olah memiliki mata yang terus mengikuti ke arah mana Heilong bergerak.


Pikiran Zhang Wei saat ini hanya dipenuhi dengan amarah dan niat membunuh. Jadi, ia harus membunuh Heilong bagaimana pun caranya.


Sementara itu, Heilong yang terus-terusan menghindari serangan tombak Zhang Wei menjadi semakin tersudut. Ia sebenarnya tak ingin membunuh Zhang Wei, namun jika kondisi Zhang Wei terus seperti ini maka ia tidak memiliki pilihan lain selain membunuhnya.


Setiap serangan tombak yang dilakukan Zhang Wei, dapat dihindari dengan sangat mudah oleh Heilong dengan memanfaatkan kekuatan Dao Waktu dan jurus langkah bayangan waktu.


“Dasar bodoh!! Tenangkan amarahmu. Jika tidak, maka tinjukku ini akan menghancurkan kepalamu,” seru Heilong yang tiba-tiba meninju Zhang Wei dengan tinju api unicorn.


Entah sejak kapan Heilong menyiapkan tinju api unicorn di tangan kirinya, yang jelas tinju itu telah mengenai kepala Zhang Wei dan membuat tubuhnya terpental cukup jauh.


Api unicorn yang saat ini mengepung kepala Zhang Wei tampaknya mampu mempengaruhi pikirannya yang saat ini telah dikendalikan oleh hawa iblis dan membuat emosinya sedikit mereda.


“Aku harus mengendalikan hawa iblis ini agar tidak mengambil alih tubuhku.”


Zhang Wei yang memiliki harga diri yang sangat tinggi, akhirnya mendapatkan kembali kesadarannya. Ia merasa ngeri dengan ledakan hawa iblis yang baru saja terjadi pada dirinya. Karena itu, ia berusaha keras menengendalikan emosi dan hawa iblis yang ada di dalam dirinya.


Melihat Zhang Wei bisa mengendalikan hawa iblisnya kembali, Heilong menjadi lega. “Pemuda ini memang sangat menjanjikan! Aku harus membawanya ke dalam Istana cahaya agar ia dapat menjadi Jenderal Perangku. Tian Che pasti tahu bagaimana caranya untuk menekan racun hawa iblis yang ada di dalam tubuh Zhang Wei.”


Saat emosinya sudah stabil, Zhang Wei kembali menyerang Heilong dengan menggunakan tombak andalannya.


Serangan tombak yang dilakukan Zhang Wei kali ini terlihat semakin terarah dan sulit untuk dihindari. Bahkan, Heilong pun harus meningkatkan kekuatan Dao Waktu yang ia gunakan untuk menghindari serangan ini.

__ADS_1


__ADS_2