LDP S3 : Permata Dunia Bawah

LDP S3 : Permata Dunia Bawah
Ch. 89 — Ledakan Cahaya.


__ADS_3

Di tengah-tengah serangan para Tetua dan murid dari berbagai Klan Iblis yang semakin mendekat, Fu Rong hanya berdiam diri di tempatnya bak sebuah patung.


Ia tampaknya tak bisa menerima kenyataan bahwa sosok Ayah yang selamat ia sangat ia hormati ternyata tak lebih dari seorang penculik yang telah merusak kehidupannya.


“Pantas saja selama ini aku selalu merasakan kerinduan yang begitu dalam setiap kali aku melihat ke arah rembulan. Ternyata aku memiliki hubungan yang sangat erat dengan bulan.”


Fu Rong akhirnya dapat menemukan jati dirinya kembali dan segera menggunakan kekuatan Dao Ruang untuk menghindari setiap serangan yang mengarah ke arahnya.


Pergerakannya dengan memanfaatkan kekuatan Dao Ruang ini bahkan tak bisa diikuti oleh mata para Tetua Klan.


Namun, kemarahan pada Fu Rong membuat mereka semua tak ingin menyerah dan terus melakukan serangan dengan kekuatan penuh meskipun tidak ada satupun serangan mereka yang berhasil mengenai sasaran.


“Lebih baik kalian semua menyerah saja dan biarkan aku pergi! Saat ini aku sama sekali tak berminat untuk melakukan pertarungan, apalagi jika aku harus membunuh para iblis yang sempat memiliki hubungan dekat denganku,” ucapan Fu Rong ini secara khusus ditujukan pada para anggota Klan Fu.


Tujuan Fu Rong saat ini adalah untuk segera pergi menemui Dewi Bulan dan mengkonfirmasi kebenaran dari cerita Raja Iblis Fu. Sebab, ia sebenarnya masih memiliki sedikit keraguan di dalam hatinya.


“Membiarkanmu pergi? Kau jangan mimpi! Dulu mungkin kami akan patuh dengan semua ucapanmu. Tapi, kali ini keadaan sudah berbeda. Karena itu, lebih baik kau berhenti melakukan perlawanan dan serahkan nyawamu pada kami,” balas Tetua Klan Fu.


“Sadarlah dengan batas kemampuan kalian! Jangan pernah memaksa seekor macan yang berniat pergi untuk terus bertarung,” seru Fu Rong.


Seruan Fu Rong ini bagaikan angin lalu saat sampai di telinga para iblis. Mereka semua malah menjadi semakin bersemangat untuk menyerang dan membunuh Fu Rong karena saat ini para Raja Iblis juga mendukung apa yang mereka lakukan.

__ADS_1


“Kalian semua memang mencari kematian.” Fu Rong yang sudah merasa semakin terpojok akhirnya mengarahkan batu permata keabadian ke arah langit.


...“Ledakan Cahaya Suci.”...


Ribuan cahaya seketika melesat dari batu permata keabadian bagaikan sebuah komet dan menyerang semua iblis dalam radius lima kilometer.


Jerit kesakitan para iblis langsung bergema di tempat ini setiap kali cahaya yang keluar dari batu permata keabadian mengenai tubuh mereka. Sebab, bagian tubuh yang terkena cahaya ini akan langsung menghilang menjadi uap karena mereka semua adalah para iblis yang terlahir dari Danau Kelahiran Iblis, bukan dari Ras Monster yang tercemar oleh racun hawa iblis.


Dalam sekejap, ratusan murid dari berbagai Klan Iblis telah musnah. Sebagian besar yang berhasil menyelamatkan diri dari serangan cahaya itu juga mengalami luka yang cukup parah dan membuat mereka tak bisa melanjutkan pertarungan.


Hanya para Tetua Klan dan para Raja Iblis saja yang masih baik-baik saja karena semua memiliki pergerakan yang sangat cepat untuk menghindari serangan itu.


“Sepertinya kita semua harus turun tangan kali ini. Kekuatan dari batu permata keabadian itu bukanlah sesuatu yang dapat ditanggung oleh para iblis biasa.”


“Kau benar! Kekuatan dari batu pertama keabadian yang ada di tangan Fu Rong saat ini belum mencapai puncaknya. Jika kita tidak membunuhnya sekarang, maka kita akan semakin sulit untuk merebut benda pusaka itu di masa depan,” balas Raja Iblis Liu mendukung ucapan Raja Iblis Gao.


Dalam hal menilai kekuatan sebuah benda pusaka, Raja Iblis Gao dah Raja Iblis Liu memang memiliki kemampuan yang lebih tinggi daripada para Raja Iblis yang lain karena mereka ber-dua memiliki persyaratan yang cukup tinggi pada peralatan yang biasanya mereka buat untuk membuat sebuah pil dan menempa sebuah senjata.


Semua Raja Iblis juga mengangguk setuju dan langsung menatap ke arah Raja Iblis Fu karena selain ia sebelumnya memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Fu Rong, Raja Iblis Fu juga merupakan Raja Iblis terkuat di antara mereka yang hadir di tempat ini.


Mereka tidak nyaman ditatap seperti itu oleh para Raja Iblis, Raja Iblis Fu akhirnya bersuara. “Aku dan Fu Rong saat ini sudah tidak ada lagi hubungan apapun. Kalian semua bebas melakukan apapun pada gadis itu. Tapi, untuk saat ini aku tidak bisa ikut membantu.”

__ADS_1


Raja Iblis Fu tidak sanggup untuk menyakiti Fu Rong meskipun Fu Rong saat ini bukan lagi seorang iblis. Akan tetapi, kebencian pada Heilong menjadi semakin besar dan bersumpah untuk membunuh Heilong dengan tangannya sendiri begitu ia melihatnya.


“Kami semua mengerti! Kau tetaplah di sini dan melindungi para anggota Klan Iblis yang berhasil selamat. Biarkan kami ber-lima saja yang menangani gadis itu,” jawab Raja Iblis Xu lalu melirik Raja Iblis Zhang.


Raja Iblis Zhang segera mengerti dengan maksud Raja Iblis Xu karena mereka ber-dua memang sama-sama ingin memiliki batu pertama keabadian. Ia pun langsung berseru pada semua anggota dari berbagai Klan yang ada tempat ini.


“Kalian semua mundur'lah! Masalah ini sudah berada di luar kemampuan kalian. Biar kami para Raja Iblis yang membunuh wanita itu.”


Raja Iblis Zhang langsung memimpin ke-empat rekannya untuk mengepung Fu Rong begitu semua Tetua dan murid berbagai Klan telah bergerak menjauh.


Lagipula para Tetua dan murid berbagai Klan itu juga tidak ingin terkena dampak dari pertarungan yang dilakukan oleh para Raja Iblis.


Mendapat kepungan dari lima orang Raja Iblis, Fu Rong merasa sedikit tertekan karena kekuatan masing-masing Raja Iblis telah berada di puncak lapis Heavenly God.


Tekanan aura yang memancar dari tubuh ke-lima Raja Iblis ini juga membuat Fu Rong untuk melarikan diri dengan memanfaatkan kekuatan Dao Ruang. Sebab, lapisan dimensi yang ada di sekitarnya menjadi semakin padat karena tertutup lapisan aura dari Raja Iblis.


Namun, yang lebih membuat Fu Rong menjadi gelisah adalah bahwa untuk sementara waktu ia tidak dapat menggunakan kembali kekuatan dari Batu Permata Keabadian. Sebab, Zhi Ming membutuhkan waktu untuk memulihkan kembali kekuatannya yang hampir terkuras habis akibat penggunaan teknik ledakan cahaya suci saat ia belum berada di kondisi puncaknya.


“Benar-benar sangat memalukan! Kalian para iblis tua berani mengeroyok seorang wanita. Apakah kalian pikir aku akan membiarkan kalian menyerang wanitaku!”


Sebuah suara tiba-tiba bergema di atas langit.

__ADS_1


Suhu udara yang ada di tempat ini juga langsung menurun dengan sangat cepat dan memancing terjadinya sebuah badai salju yang sangat dahsyat.


“Perpaduan Qi elemen es dan Dao elemen es yang begitu kuat. Iblis mana yang memiliki kekuatan semengerikan ini?” gumam Raja Iblis Fu yang memperhatikan tempat keberadaan Fu Rong dari kejauhan sambil mencari sumber dari suara misterius yang baru saja bergema.


__ADS_2