LDP S3 : Permata Dunia Bawah

LDP S3 : Permata Dunia Bawah
Ch. 33 — Ayo Pergi!


__ADS_3

Malam ini Istana Pengeran sedang mengadakan jamuan perpisahan untuk melepas kepergian Heilong besok.


Namun, Heilong tampaknya tak begitu berminat mengikuti acara jamuan malam itu.


Setelah selesai mengatakan beberapa kata sambutan untuk membuka acara, ia langsung kembali ke kamarnya dan bermeditasi.


Bagi Heilong tidak ada gunanya mengikuti sebuah acara sampai selesai jika Raja Iblis Zhao yang menjadi tuan rumah acara ini tidak hadir. Akibatnya, acara jamuan makan malam itu berlangsung sangat sepi karena hanya dihadiri oleh anggota biasa.


Di dalam kamar, Heilong telah membuat sebuah pembatas khusus di sekitarnya agar aura yang muncul saat ia bermeditasi tidak bocor kell luar dan merusak penyamarannya.


Memang tidak ada seorang pun yang dapat melihat tingkat kultivasi yang ia miliki saat ini akibat pengaruh elemen Yin Yang. Akan tetapi, jika tiba-tiba muncul aura yang sangat kuat dari tubuhnya maka siapa yang tidak akan curiga?


Tanpa terasa waktu berlalu dengan sangat cepat.


Heilong segera membuka matanya saat merasa hari telah berganti dan pagi sudah menunjukkan dirinya. Namun, suasana pagi hari di Dunia Bawah ini tak jauh berbeda dengan malam hari. Sebab, cahaya matahari tak mampu menembus Dunia Bawah.


Ia lalu melangkah keluar dari kamarnya dan melihat para pelayan telah menyiapkan beberapa makanan di atas meja makan. Untungnya makanan yang ada di sini tidak berbeda dengan makanan yang ada di Dunia Manusia jadi Heilong bisa memakan semua makanan itu dengan nyaman.

__ADS_1


Tanpa basa-basi lagi, Heilong menghabiskan semua makanan itu. Lagipula ini adalah hari terakhirnya di istana ini. Ia juga tidak tahu makanan seperti apa yang nanti akan disediakan oleh para pelayan saat ia berada di Bintang Kelahiran Iblis.


**


Beberapa jam kemudian, Zhao Lijian juga datang ke tempat ini dan segera menemui Heilong untuk menemaninya mengobrol sambil menunggu kapal yang membawanya ke Bintang Kelahiran Iblis tiba.


“Kecelakaan apa yang anda alami selama berada di medan perang sehingga membuat anda tertangkap?”


Lijian masih penasaran bagaimana penyamaran Heilong bisa diketahui oleh para prajurit Alam Dewa dan membuat tertangkap oleh komandan prajurit Alam Dewa. Padahal menurut informasi yang ia dapatkan dalam beberapa hari ini, Heilong sangat ahli dalam penyamaran.


“Aku terperangkap dalam tipu daya seorang Dewi,” jawab Heilong terlihat santai.


“Ternyata begitu.” Lijian berusaha menahan tawanya karena takut dianggap kurang ajar. Biar bagaimanapun juga lawan bicaranya kali ini adalah seorang Pengeran walaupun terlihat hanya Pangeran dalam nama saja akibat kultivasinya yang menghilang. “Lalu apakah anda berencana untuk membalas dendam para Dewi itu?”


“Aku telah memikirkannya. Tapi, aku harus mengembalikan dulu semua kultivasi jika ingin berangkat ke medan perang lagi.” Heilong sengaja memasang wajah penuh dendam agar alasannya ini terlihat nyata.


“Jika kultivasi yang anda miliki belum juga kembali setelah aku melakukan terobosan, maka aku yang akan membalaskan dendam ada para Dewi itu dan membawanya ke Dunia Bawah,” jawab Lijian.

__ADS_1


“Aku akan menantikan saat indah seperti itu. Sekarang sudah waktu kita pergi,” balas Heilong mengakhiri obrolan karena kapal yang menjemput mereka sudah tiba.


Heilong mengucapkan beberapa kata perpisahan para para pelayan yang selama beberapa hari ini telah mengurusnya dengan baik. Sebab, ia tak apa apakah kelak ia masih memiliki kesempatan untuk kembali ke Klan Zhao atau tidak.


Jika selama berada di Bintang Kelahiran Iblis ada sebuah kejadian yang membuat penyamarannya terbongkar, maka secara otomatis ia tidak akan mungkin bisa kembali ke kediaman Klan Zhao dan Istana ini. Bahkan, mungkin ia bisa menjadi musuh seluruh anggota Klan Zhao.


Setelah itu, Heilong dan Lijian langsung naik ke kapal terbang itu lalu diikuti oleh barisan kelompok prajurit Istana yang ditugaskan secara khusus oleh Raja Iblis Zhao untuk mengamankan perjalanan ini.


Jarak antara Bintang Kediaman Klan Zhao dengan Bintang Kelahiran Iblis memang sangat jauh kurang lebih memakan waktu tiga tahun perjalanan. Karena itu, perbekalan yang disiapkan oleh para pelayan untuk Heilong selama perjalanan juga tidak sedikit.


Tidak ada yang bisa dilakukan Heilong untuk mempersingkat waktu perjalanan ini karena ia tidak tahu lokasi keberadaan Bintang Kelahiran Iblis. Andai saja ia pernah pergi ke Bintang Kelahiran Iblis sebelumnya, maka ia pasti bisa menggunakan kekuatan Dao Ruang untuk menerobos kehampaan sehingga waktu perjalanan yang harus ia lalui akan menjadi semakin singkat.


Selama berada di dalam kapal ini selain bermeditasi, Heilong juga sering memanfaatkan waktu untuk pergi ke anjungan kapal dan mengobrol sebentar dengan kapten kapal. Tujuan Heilong sudah jelas yaitu ingin menyalin peta rute perjalanan yang ada di tempat ini.


Semakin banyak peta rute perjalanan ia miliki miliki maka akan semakin banyak rute pelarian jika hal-hal yang tidak diinginkan tiba-tiba terjadi para dirinya.


Akan tetapi, menyalin peta rute perjalanan ternyata bukan hal yang mudah karena di dekat peta itu selalu ada anak buah kapal yang menjaga. Jadi yang bisa dilakukan Heilong hanya melihat sekilas bagian peta yang ingin ia salin lalu mulai menggambarnya setelah ia kembali ke kamar.

__ADS_1


Sedangkan Lijian sama sekali tak menunjukkan batang hidungnya setelah naik ke kapal ini. Padahal, Heilong memiliki beberapa pertanyaan yang ingin ia tanyakan namun sepertinya Lijian saat ini sedang tenggelam dalam meditasi.


__ADS_2