LDP S3 : Permata Dunia Bawah

LDP S3 : Permata Dunia Bawah
Ch. 19 — Segel Yin Yang.


__ADS_3

Sebuah suara yang sangat agung tiba-tiba bergema di istana ini.


Biasanya, sensasi seperti ini hanya akan dirasakan Heilong saat ia mendengar suara Dewa Tertinggi dan para Divine Beast saja. Namun, di dalam Istana ini sama sekali tidak ada tanda-tanda kehadiran mereka. Lalu siapa pemilik suara ini?


“Siapa kau? Kenapa kau hanya bersuara tanpa menunjukkan sosokmu! Apakah cara seperti ini bisa dianggap sopan?” seru Heilong membalas suara itu.


“Bagaimana aku menunjukkan sosokku jika aku sendiri tidak memiliki wujud.” Sesosok bola cahaya secara perlahan mulai muncul mendekati Heilong. “Aku hanyalah seutas jiwa yang ditinggalkan oleh leluhurmu di dalam Istana ini sebelum dia meninggalkan tiga dunia dan pergi menuju ke tempat yang lebih tinggi untuk mengejar jalan kultivasi.”


“Leluhur?!” Heilong tampak terkejut.


“Aku adalah Xiao Zhao leluhur dari Klan Xiao yang ada di Alam Dewa dan Klan Zhao yang ada di Dunia Bawah. Pemahaman tentang teori Yin dan Yang yang merupakan dasar dari kultivasi sebenarnya adalah buah dari pemikiranku dalam memahami arti tentang kehidupan,” jelas sosok cahaya itu.


Heilong akhirnya mengerti kenapa Klan Zhao yang berasal dari Dunia Bawah bisa dengan bebas memasuki semua tempat yang ada di dalam reruntuhan kuno ini dan memiliki peta untuk memasuki Dunia Misterius. Ternyata leluhur dari Klan Zhao adalah pemilik reruntuhan kuno ini.


Akan tetapi, Heilong merasa seperti ada yang salah. Kenapa Klan Xiao dari Alam Dewa tidak mendapatkan perlakuan yang sama? Jika Klan Xiao juga mendapatkan peta dunia misterius ini maka Xiao Hong tidak akan bertarung dengan Zhao Chen hanya untuk memperebutkan sebuah peta yang akhirnya membuat nyawa ke-duanya melayang.


“Jika leluhur Xiao Zhao memang leluhur dari Klan Zhao dan Klan Xiao lalu kenapa ke-dua Klan ini mendapat perlakuan yang berbeda? Leluhur Xiao Zhao hanya memberikan peta tentang dunia misterius ini pada Klan Zhao. Apa mungkin leluhur Xiao Zhao lebih memihak pada Bangsa Iblis?”


Heilong tentu saja melakukan protes keras karena dirinya adalah bagian dari Klan Xiao meskipun sampai saat ini ia belum pernah bertemu dengan Patriak Klan Xiao yang ada di Alam Dewa.

__ADS_1


“Kau salah! Aku sama sekali tidak pernah memberikan perlakuan yang berbeda pada setiap keturunanku. Klan Zhao memang aku beri warisan Dunia Misterius sedangkan Klan Xiao aku beri warisan Istana Cahaya ini. Hanya saja Patriak Klan Xiao yang sebelumnya kurang dapat dipercaya dan tidak meneruskan informasi tentang Istana Cahaya ini pada keturunan berikutnya.”


Seutas jiwa yang ditinggalkan leluhur Xiao Zhao mencoba menjelaskan pada Heilong agar kesalahpahaman ini tidak semakin berlarut-larut dan membuat anggota Klan Xiao membenci leluhur mereka.


“Dengan kata lain Istana Cahaya ini sebenarnya tidak berada di dalam Dunia Misterius,” ucap Heilong setelah memahami penjelasan bola cahaya itu.


“Benar! Istana Cahaya ini memang berada di luar Dunia Misterius dan hanya dapat ditemukan oleh anggota Klan Xiao melalui meditasi. Kunci untuk dapat memasuki Istana Cahaya ini adalah Cahaya Surgawi yang diwariskan secara turun temurun oleh leluhur Xiao Zhao pada Klan Xiao. Cahaya Surgawi ini akan dimiliki oleh semua keturunan Klan Xiao asalkan mereka mampu menebus tingkat kultivasi tertentu.”


Pantas saja Heilong merasa bahwa tubuh fisiknya sangat jauh dari Istana Cahaya ini. Ternyata ke-dua tempat ini memang saling berjauhan.


Heilong menganggukkan kepala. Sebab, ia sendiri juga memiliki Cahaya Surgawi di dalam tubuhnya. “Apakah anda memiliki alasan khusus hingga membawaku ke istana ini secara paksa?”


Heilong masih mengingat dengan jelas sensasi saat jiwanya ditarik secara paksa oleh kehendak yang sangat kuat ketika ia tenggelam dalam meditasi. Jujur saja, ia merasa sangat tidak nyaman mendapat perlakuan seperti itu.


“Kebenaran seperti apa? Apakah ada sesuatu yang akan menggangu kedamaian di tiga dunia?”


Heilong terlihat semakin penasaran karena hal ini menyangkut tiga Dunia yang merupakan tempat tinggalnya beserta dengan keluarganya.


“Tiga Dunia adalah sebuah bola yang melayang di Alam Semesta yang luas ini. Alam Dewa dan Dunia Bawah hanyalah cangkang yang melindungi Alam Manusia dari serangan Dunia Luar. Ya! Di Alam Semesta ini masih ada dunia yang lebih tinggi dan tingkat kultivasi yang jauh di atas Tingkat God.”

__ADS_1


Heilong terlihat sangat antusias saat mendengar cerita dari seutas jiwa yang ditinggalkan oleh leluhur Xiao Zhao. Ia bahkan sampai lupa sudah berapa lama ia berada di tempat ini.


“Dengan kata lain ada suatu pembatas antara Dunia ini dengan dunia yang lebih tinggi. Apa itu yang ingin dikatakan leluhur?” tanya Heilong penuh minat.


“Benar sekali! Pembatas itu adalah Segel Yin Yang. Aku sengaja menyegel Dunia ini dengan Segel Yin Yang sebelum aku pergi ke Dunia Luar untuk mengejar kekuatan yang lebih tinggi lagi agar Dunia ini tetap aman selama diriku tak berada di tempat ini. Namun, akhir-akhir ini ada seorang Dewa yang berniat untuk merusak segel Yin Yang ini.”


“Dewa?!” Heilong mengerutkan kening. Ia tidak pernah menyangka bahwa akan ada seorang Dewa yang berniat menggangu kedamaian di tiga dunia. “Siapa Dewa itu?”


“Kau pasti mengenal Dewa ini karena Dewa ini adalah pimpinan para Dewa. Dia adalah Dewa Tertinggi, Li Ting. Ambisinya yang begitu besar dalam dunia kultivasi membuatnya ingin merusak Segel Yin Yang agar ia bisa menyusulku pergi ke tempat yang lebih tinggi.”


Heilong terasa disambar petir saat mendengar jawaban dari seutas jiwa yang ditinggalkan oleh Leluhur Xiao Zhao.


Dewa Tertinggi yang seharusnya menjadi penjaga perdamaian yang ada di tiga dunia ternyata ingin merusak kedamaian yang ada di tiga dunia hanya untuk memuaskan ambisinya semata.


Apakah mungkin kebaikan yang selama ini ditunjukkan oleh Dewa Tertinggi hanya sebuah kepalsuan belaka?


“Seharusnya segel Yin Yang tidak akan mudah dihancurkan. Lalu bagaimana caranya Li Ting merusak segel ini?” tanya Heilong penasaran.


“Dewa Tertinggi memang tidak memiliki cukup kekuatan untuk menghancurkan segel Yin Yang. Bahkan gabungan kekuatan empat Kaisar Langit pun tidak akan mampu menggores segel ini. Namun, segel ini sebenarnya memiliki sebuah kunci untuk membukanya dan dia saat ini sedang mengincar kunci itu.”

__ADS_1


Seutas jiwa itu lalu menjelaskan pada Heilong tentang kekuatan yang dimiliki oleh masing-masing Kaisar Langit dengan sangat fasih seolah-olah ia adalah Guru dari ke-empat Kaisar Langit.


Heilong akhirnya teringat dengan tugas rahasia yang baru-baru ini diberikan oleh Dewa Tertinggi pada dirinya. “Apakah kunci untuk membuka Segel Yin Yang adalah Batu Permata Kehidupan yang ada di Dunia Bawah?”


__ADS_2