
“Mata-mata Alam Dewa?” ketenangan Fu Rong mulai terusik saat mendengar ucapan Fu Yu. “Coba kau ceritakan padaku semua yang kau tahu tentang Pangeran dari Klan Zhao.”
Fu Yu mulai menceritakan semua yang ia ketahui tentang Heilong pada Fu Rong. Ia memulai ceritanya dari saat Raja Iblis Fu mengirim dirinya pergi ke medan perang dunia manusia untuk membantu Dark Etheroz beberapa tahun yang lalu dan ia mengakhiri ceritanya dengan pertarungan yang baru saja terjadi.
“Jadi Pengeran dari Klan Zhao itu sebenarnya bukanlah sosok Pangeran yang tak berguna, melainkan seorang kultivator kuat yang berasal dari Alam Dewa yang menyusup ke Dunia Bawah ini untuk tujuan tertentu,” ucap Fu Rong setelah mendengar cerita dari Fu Yu.
“Benar, Putri. Harus aku akui bahwa kemampuan orang ini untuk menyembunyikan kekuatannya sangat baik. Selain itu, dia juga menguasai kekuatan Dao Ruang dan Waktu. Belum pernah aku temui seorang dewa yang memiliki kekuatan yang sangat mengerikan seperti ini,” tambah Fu Yu untuk lebih meyakinkan Fu Rong.
“Dao Ruang dan Waktu? Apakah kau tidak salah lihat?” Fu Rong mengerutkan kening seolah-olah tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
“Hamba tidak hanya melihat tapi hamba merasakan secara langsung kekuatan dari setiap serangan yang ia lakukan dan hamba tidak mungkin salah. Pria itu benar-benar memiliki kemampuan untuk mengendalikan kekuatan Dao Ruang dan Waktu. Jika anda masih tidak percaya, maka aku berani bersumpah demi apapun.”
Fu Yu berusaha keras meyakinkan Fu Rong agar Fu Rong mau mengulurkan tangan untuk menolongnya. Di Bintang Kelahiran Iblis ini, sepertinya tidak ada seorang iblis pun yang bisa menandingi kekuatan Dao Ruang dan Waktu milik Heilong selain kekuatan Dao Ruang milik Fu Rong.
Meskipun Heilong memiliki kekuatan Dao Waktu untuk menutupi kekurangannya dalam pemahaman Dao Ruang, akan tetapi pemahaman Dao Ruang milik Fu Rong yang telah mencapai tahap kesempurnaan masih lebih kuat jika dibandingkan dengan kekuatan ke-dua Dao istimewa yang dimiliki Heilong.
“Baiklah. Aku percaya dengan semua ceritamu. Tapi, apakah kau memiliki bukti yang bisa mendukung ucapanmu itu? Sebab, identitas Pengeran dari Klan Zhao terlalu sensitif karena terhubung langsung dengan salah satu Raja Iblis. Takutnya, hal ini akan menjadi sia-sia saja jika aku melaporkan masalah ini pada Ayahku tanpa ada bukti yang cukup kuat.”
Fu Rong terlihat sangat hati-hati dalam menangani masalah ini. Sebab, masalah ini akan melibatkan Raja Iblis Zhao yang merupakan satu-satunya Raja Iblis yang paling mahir dalam membuat array formasi.
__ADS_1
Fu Yu rasanya ingin mengumpat dengan keras saat mendengar ucapan Fu Rong. Dasar Gila! Apakah menurutmu keadaanku saat ini tidak cukup kuat untuk dijadikan bukti? Akan tetapi, Fu Yu berusaha keras menekan emosinya. Sebab, dengan wujud seperti ini, emosi sekecil apapun akan mampu menganggu ketenangannya dan membubarkan wujudnya.
“Tidak, Putri,” hanya ini saja yang bisa diucapkan Fu Yu sebagai jawaban.
“Berbicara tanpa ada bukti sama saja dengan sebuah omong kosong. Apakah kau ingin mereka berfikir bahwa Klan Fu berusaha memfitnah Pangeran dari Klan Zhao? Lebih kita biarkan saja masalah ini untuk sementara waktu, jika Pengeran itu benar-benar seorang mata-mata maka cepat atau lambat identitas akan terbongkar dengan sendirinya,” ucap Fu Rong tegas mengambil keputusan.
“Tidak! Aku tidak bisa menerima ini. Aku akan langsung menghubungi Raja Iblis Fu dan melaporkan semua ini padanya. Aku ingin lihat tidakkan seperti apa yang akan diambil Raja Iblis Fu.” Fu Yu tidak dapat menahan emosinya lagi yang wujudnya yang berbentuk genangan darah langsung bergetar dengan kuat seakan-akan mau runtuh.
“Dengan wujud seperti itu?” Fu Rong menyipitkan matanya dan niat membunuh mulai terpancar dengan kuat dari tatapannya. “Sebelumnya aku pernah mengingatkanmu bahwa aku akan menghukummu dengan berat jika kau berani menggangu kedamaian antar Raja Iblis. Dan, sekarang kau benar-benar berani melanggar peringatanku itu. Sepertinya kau memang ingin mencari kematian!”
Fu Rong mengarahkan tangan kanan yang telah diselimuti kekuatan Dao Ruang yang sangat dahsyat ke arah Fu Yu dan mengunci pergerakannya.
Dalam beberapa nafas, semua pusaran energi kekacauan yang ada di dalam lorong dimensi ini, berlari menuju ke tempat Fu Yu seolah-olah tertarik oleh kekuatan Dao Ruang milik Fu Rong.
Fu Yu pun hanya bisa merasakan dengan getir saat tubuhnya benar-benar dihancurkan oleh ratusan pusaran energi kekacauan tanpa ampun hingga tak bersisa.
Fu Yu akhirnya benar-benar mati di tangan Fu Rong!
Fu Rong pun segera meninggalkan lorong dimensi ini dan pergi ke suatu tempat. Namun yang jelas, arah yang diambil Fu Rong kali ini bukan kembali ke Klan Fu.
__ADS_1
**
Paviliun Klan Zhao.
Heilong akhirnya kembali ke Paviliun Klan Zhao setelah setelah semua luka yang ada di tubuhnya telah menghilang.
“Kemana saja kau pergi? Bukankah tadi kau hanya mengatakan jika kau hanya ingin mencoba menggunakan kekuatan Dao Ruang yang baru saja kau kuasai. Tapi, kenapa kau pergi begitu lama?”
Zhi Ming yang cukup bosan menjaga kamar ini sendirian langsung memarahi Heilong begitu melihatnya kembali. Ia juga cukup kesal karena Qi kegelapan yang ada di kamar ini terus menguras kekuatannya jika ia berubah menjadi wujud roh senjata, jadi Zhi Ming selalu berada dalam wujud sebuah pedang saat keluar dari Dunia Jiwa Heilong.
Tampaknya Zhi Ming memang tidak cocok untuk hidup di Dunia Bawah. Namun, perintah Dewa Tertinggi tidak bisa ditolak.
“Ada sedikit urusan yang harus aku selesai saat aku berada di luar. Apakah aku juga harus minta ijin darimu jika aku ingin melakukan sesuatu?” Heilong tampaknya masih kesal dengan beberapa masalah yang baru saja menimpanya.
“Bukan begitu maksudku,” balas Zhi Ming.
“Kalau begitu diamlah dan kembalilah ke dalam dunia jiwaku,” seru Heilong dan langsung melemparkan Zhi Ming ke dalam dunia jiwa milikinya lalu menguncinya dari luar.
Heilong segera keluar kamar dan duduk di sebuah meja yang ada di depan kamarnya lalu minum secangkir teh untuk menenangkan pikirannya.
__ADS_1
Di atas meja, ia juga melihat sepucuk surat yang tampaknya ditinggalkan oleh Zhao Xu saat ia tidak berada di tempat ini. Untung Zhao Xu cukup tahu diri dan tak menerobos masuk ke dalam kamar.