
“Memang tidak ada papan nama di tempat ini. Tapi, menurut kesepakatan yang telah dibuat oleh para Raja Iblis, wilayah gunung api abadi ini adalah milik Klan Gao. Karena itu, cepat tinggalkan tempat ini sebelum kami mengambil tindakan yang tegas.”
Murid Klan Gao yang sejak tadi terus berdebat dengan Heilong mulai terlihat emosi karena Heilong terlihat sangat keras kepala dan sama sekali tak takut dengan nama besar Klan Gao.
“Bagaimana jika aku tetap memaksa menerobos masuk? Apakah kalian pikir kalian bisa menghalangiku dengan kekuatan serendah itu?” balas Heilong mengejek.
Biar bagaimanapun juga Heilong harus tetap masuk ke dalam gunung api abadi ini karena benda istimewa yang dimiliki Dunia Surga Kegelapan sebenarnya tersembunyi di bawah gunung ini. Lagipula, ini bukan pertama kalinya dia menghancurkan sebuah Klan iblis, jadi menambah satu lagi rasanya tidak akan menjadi masalah.
“Mencari kematian! Teman-teman cepat bunuh orang ini!”
Semua murid Klan Gao yang sejak tadi sudah bersembunyi di sekitar tempat ini langsung keluar begitu mendengar panggilan dari rekannya.
Saat ini, semua murid Klan Gao yang berjumlah sekitar tiga ratus Iblis sedang mengepung Heilong.
“Mau menakut-nakutiku dengan jumlah! Cara lama seperti itu tidak akan berguna bagiku.”
Heilong tiba-tiba menghilang dari pandangan semua orang dan sama sekali tak meninggalkan jejak apapun. Ia menggunakan jurus langkah bayangan waktu dan langsung berlari ke arah tertentu saat aliran waktu berhenti selama beberapa nafas.
Namun, karena rendahnya tingkat kultivasi para murid biasa ini, mereka semua sama sekali tak dapat melihat jejak fluktuasi Dao Waktu yang ditinggalkan Heilong.
“Kemana perginya orang itu?”
“Dia pasti belum jauh dari tempat ini. Cepat cari!”
Para murid Klan Gao yang terlihat panik saat melihat Heilong tiba-tiba menghilang tepat di depan mata mereka, segera menyusuri wilayah di sekitar tempat ini.
“Haha … ” suara tawa Heilong bergema di tempat ini dan mengungkap keberadaannya.
__ADS_1
“Itu dia! Cepat bunuh dia sebelum dia melarikan diri.”
Semua murid Klan Gao langsung berlari menuju ke tempat Heilong dan mengeluarkan serangan terkuat yang mereka miliki.
Hanya dalam waktu beberapa nafas, wilayah lereng gunung yang terlihat sangat sepi tiba-tiba menjadi begitu meriah dengan suara-suara ledakan fluktuasi energi yang saling bertabrakan.
Heilong dengan mudah menghindari semua serangan yang mengarah ke arahnya dengan jurus langkah bayangan waktu. Dan membuat semua jurus yang dilepaskan oleh masing-masing murid Klan Gao saling bertabrakan satu sama lain.
“Bagaimana kalian semua mau membunuhku jika mengikuti kecepatan gerakanku saja kalian tidak mampu. Apakah para murid Klan iblis memang suka meneriakkan omong kosong?”
Para murid Klan Goa sama sekali tidak bisa membantah ucapan Heilong. Akan tetapi, mereka semua tidak mau begitu saja menerima penghinaan seperti ini.
“Cepat bentuk formasi dan keluar meriam pembunuh dewa,” seru salah satu murid Klan Gao memberi perintah.
Lusinan murid Klan Gao langsung mengeluarkan meriam yang telah lama tersimpan di dalam cincin penyimpanan mereka lalu segera membentuk sebuah formasi perang tipe penyerangan.
Meriam itu memiliki ukuran yang setara dengan sebuah bangunan dua lantai dan memancar hawa iblis yang sangat pekat. Tampak peluru yang digunakan dalam meriam itu adalah hasil pemadatan dari air danau kelahiran iblis.
Boom … Boom …
Lusinan bom berwarna hitam pekat langsung melesat menyerang Heilong yang saat ini berdiam diri dengan tenang di tempatnya. Ia seolah-olah sama sekali tak merasa terancam dengan serangan dari meriam pembunuh dewa.
**
Sementara itu, jauh di dasar sebuah Goa yang ada di lereng Gunung Api Abadi, Tombak yang dibuat Gao Xifeng akhirnya telah berhasil dibentuk. Akan tetapi, ini hanya proses awal dalam menempa senjata yaitu proses pembentuk item.
Sekarang, Goa Xifeng telah menyiapkan dua buah array formasi besar untuk memulai proses selanjutnya yaitu proses pemolesan dan penyempurnaan.
__ADS_1
Saat ini, di depan Gao Xifeng sudah terbentuk dua buah array formasi yang disusun secara bertingkat. Masing-masing array formasi tentu saja memiliki fungsi yang berbeda.
Gao Xifeng lalu melemparkan tombak itu dan semua mineral yang baru saja dikirim oleh murid Klan Gao ke dalam formasi.
Puluhan array formasi kecil yang ada di dalam array formasi besar itu langsung mengepung tombak yang baru saja dilemparkan Gao Xifeng lalu mulai mengasahnya agar menjadi semakin tajam.
Saat proses ini berlangsung, Gao Xifeng berusaha keras untuk mengendalikan suhu api yang berasal dari nadi api naga agar tidak melelahkan tombak itu.
Selain itu, ia juga harus memastikan agar posisi dari tombak yang sedang diasah itu berada tepat di pusat array formasi. Sebab, ujung tombak itu akan menjadi tumpul jika bergeser sedikit saja dari pusat formasi.
Gao Xifeng tidak berani lalai dan terus memusatkan konsentrasinya selama proses penempaan senjata karena hal ini juga berhubungan dengan pencapaian Dao yang ia miliki. Jika ia berhasil menempa tombak ini dengan sempurna maka pencapaiannya dalam Dao Penempaan pasti akan mengalami peningkatan.
Tak terasa satu jam telah berlalu dan ujung tombak telah menjadi sangat tajam.
Sekarang hanya tinggal satu proses yang tersisa sekaligus proses yang tersulit yaitu proses penyempurna. Jika proses penyempurna senjata ini sampai terganggu dan mengalami kegagalan, maka tombak itu langsung hancur dan membuat semua usahanya menjadi sia-sia.
Gao Xifeng lalu memindahkan tombak itu ke array formasi yang ke-dua dan memulai proses penyempurnaan senjata.
Ia juga telah memasukkan sebuah roh senjata yang ke dalam array formasi itu karena roh senjata adalah syarat utama dalam penyempurna senjata. Dan, roh senjata yang telah ia pilih adalah roh senjata naga banjir yang merupakan salah satu monster dengan kekuatan serangan yang begitu mendominasi.
Gao Xifeng lalu mengerahkan ke-dua tangannya untuk menyatukan antara roh senjata itu ke dalam tombak yang ia tempa dan …
Boom ...
Sebuah ledakan dahsyat tiba-tiba terjadi diluar Goa dan mengguncang seluruh bagian Goa tempat Gao Xifeng melakukan proses penempaan senjata.
Tombak dan roh senjata yang awalnya berada tepat pusat formasi, saat ini telah bergeser sejauh setengah meter dan membuat tombak itu dihancurkan oleh roh senjata naga banjir. Sebab, Gao Xifeng menggunakan kekuatan mata formasi yang ada di tengah-tengah array formasi untuk menekan kekuatan roh senjata naga banjir.
__ADS_1
Gao Xifeng menjadi sangat marah dan berteriak dengan keras. “Kurang ajar! Siapa yang berani menganggu proses penempaanku. Tunjukkan dirimu dan mati!”
Ia langsung melesat berlari keluar Goa dan mencari siapa dalam dibalik keributan ini karena ia sangat yakin bahwa sumber dari keributan ini bukan berasal dari murid Klan Gao.