
Portal dimensi yang awalnya tampak seperti tertutup oleh lapisan kabut tebal, secara perlahan mulai terlihat semakin jelas seiring dengan semakin besarnya kekuatan Dao Ruang yang dituangkan oleh Fu Rong dan para Tetua Klan Fu.
Para Tetua dari berbagai Klan Iblis juga telah berkumpul di sekitar Altar Suci lama Fu menantikan para muridnya keluar dari Dunia Surga Kegelapan.
Di masa lalu, setiap murid yang berhasil keluar dari Dunia Surga Kegelapan dalam keadaan selamat pasti akan memiliki landasan pondasi kultivasi yang cukup kuat karena Qi kegelapan murni yang ada di dalam dunia kecil itu akan memperkuat dantian mereka.
Selain itu, persaingan antar murid dari berbagai Klan yang biasa terjadi selama penjelajahan di Dunia Surga Kegelapan juga merupakan proses seleksi alami untuk melahirkan generasi bangsa Iblis yang cukup kuat untuk melawan para dewa.
Satu per satu para murid Klan yang masuk ke dalam Dunia Surga Kegelapan akhirnya mulai menunjukkan wajahnya setelah portal dimensi itu terbuka dengan sempurna.
Di mulai dari Klan-Klan kecil terlebih dahulu lalu disusul oleh barisan rombongan Klan Zhao, Klan Fu dan yang terakhir adalah Klan Dao.
Para murid itu segera pergi ke tempatnya masing-masing lalu memberikan salam pada para Tetua Klannya sambil mengatakan pencapaian seperti apa yang mereka peroleh selama berada di dalam Dunia Surga Kegelapan.
Hanya para Tetua dari Klan Xu, Klan Liu, Klan Zhang dan Klan Gao saja yang tampak muram. Mereka semua merasa cemas karena para murid Klan mereka tak kunjung muncul padahal portal dimensi itu sudah terbuka selama tiga jam.
Bagi mereka semua kehilangan para murid biasa adalah hal yang biasa dan dapat ditutupi setelah beberapa tahun berlalu.
Namun, jika murid elit yang mereka bimbing dengan menghabiskan sumber daya yang begitu melimpah sampai mati, maka hal itu adalah sebuah kerugian besar bagi Klan.
Para Raja Iblis pasti akan meminta pertanggung jawaban dari para Tetua Klan dan mungkin saja akan memberikan hukuman yang cukup berat jika sampai ada murid elit Klan yang meninggalkan di dalam Dunia Surga Kegelapan.
__ADS_1
“Sepertinya tidak akan ada lagi yang keluar dari Dunia Surga Kegelapan. Tampaknya rombongan Klan Dao adalah rombongan terakhir yang berhasil selama dari Dunia Surga Kegelapan,” seru Fu Rong yang langsung membuat suasana menjadi gempar.
“Tolong tunggu sebentar!” Para Tetua Klan Xu, Klan Liu, Klan Zhang dan Klan Gao berseru dengan kompak.
“Waktu pembukaan Dunia Surga Kegelapan sudah hampir habis. Jadi, walaupun kami semua tidak mengambil tindakan untuk menutup portal dimensi ini, portal dimensi ini akan menutup dengan sendiri dalam waktu dua jam ke depan,” balas salah satu Tetua Klan Fu sambil memegang jenggot putihnya yang panjang.
“Kita semua tahu bahwa di dalam Dunia Surga Kegelapan sama sekali tidak ada bahaya yang begitu besar kecuali perselisihan internal antar Klan. Jadi, para murid Klan kami pasti sedang mengalami masa sulit dalam kultivasinya sehingga tak dapat meninggalkan meditasinya tepat waktu,” ucap Tetua dari Klan Liu yang disambut dengan anggukan para Tetua dari ke-tiga Klan besar lain.
“Kalau begitu, apakah kalian punya cara untuk menghubungi atau memastikan bagaimana kondisi murid Klan kalian yang tertinggal di dalam? Kami tentu saja bersedia menunggu tapi tidak dengan Dunia Surga Kegelapan.”
Tetua dari Klan Fu tampak sudah muak dengan para Tetua dari ke-empat Klan yang mencoba mendebat dirinya. Sebab, semakin lama portal dimensi ini tertutup maka Qi kegelapan murni yang ada di dalam Dunia Surga Kegelapan akan semakin tercemar oleh dunia luar. Dan, hal seperti ini tentu saja akan sangat merugikan generasi berikutnya.
“Aku telah memerintahkan muridku untuk kembali ke Klan Liu dan melihat permata kehidupan yang ditinggalkan oleh para murid Klan Liu sebelum mereka melakukan perjalanan ke Dunia Surga Kegelapan,” ucap Tetua dari Klan Liu.
Semua Tetua Klan tampaknya setuju dengan tindakan Tetua Klan Liu. Karena itu, Tetua Klan Fu tidak ingin memperpanjang masalah ini dan hanya diam sambil menunggu kedatangan murid yang diutus oleh Tetua Klan Liu.
Sembari menunggu, para Tetua dari berbagai Klan menanyakan apakah ada keanehan di dalam Dunia Surga Kegelapan pada para murid Klan yang berhasil selamat. Dan, jawaban mereka semua sama yaitu suhu di dalam Dunia Surga Kegelapan tiba-tiba saja menurun dengan cepat hingga merubah tempat itu menjadi daratan bersalju.
Wajah para Tetua Klan menjadi semakin cemas karena tidak mungkin sebuah Dunia Kecil yang memiliki nadi api naga akan bisa berubah menjadi daratan bersalju.
Dan … Lebih tidak mungkin lagi jika api nadi naga itu sampai padam karena api itu sudah ada sejak puluhan ribu tahun yang lalu jauh sebelum para Raja Iblis mulai berkuasa. Jadi , api nadi naga bisa juga dianggap sebagai api abadi.
__ADS_1
Kecuali, jika ada anggota dari Ras Naga yang mengambil sumber dari api nadi naga.
Pandangan para Tetua Klan yang muridnya menghilang di dalam Dunia Surga Kegelapan langsung tertuju pada kelompok Klan Dao terutama murid elit Klan itu yaitu Dao Sha. Sebab, Dao Sha adalah keturunan dari Ras Naga Eternal dan merupakan satu-satunya keturunan Ras Naga yang memasuki Dunia Surga Kegelapan.
Namun, tidak ada dari mereka yang berani bersuara sebelum menemukan bukti yang cukup kuat karena Raja Iblis dari Klan Dao tidak mudah untuk diprovokasi walaupun saat ini ia sedang menjalani hukuman.
Asalkan para murid mereka yang hilang di dalam Dunia Surga Kegelapan masih hidup, mereka semua bersedia mengabaikan masalah tentang api nadi naga.
**
Setengah jam telah berlalu dan murid Klan Liu yang sebelumnya diutus Tetua Klan Liu sudah kembali.
Raut wajah murid itu tampak rumit dan nafasnya tak beraturan, terlihat sekali bahwa ia buru-buru kembali ke tempat ini setelah sampai di Paviliun Klan Liu.
“Gawat, Tetua! Kita dapat masalah besar!”
“Tenangkan dulu dirimu dan jelaskan apa yang telah kau lihat di dalam Klan Liu.”
“Semua permata kehidupan yang Tetua simpan di Aula dalam telah padam. Bahkan banyak permata kehidupan yang hancur tak berbentuk.”
“Apa !!”
__ADS_1
Niat membunuh yang sangat kuat seketika meledak dari tubuh Tetua Klan Liu dan ia menetap tajam ke arah Dao Sha.