
Tanpa adanya halangan dari para Raja Iblis, Heilong menjadi semakin leluasa membantai para murid dari Klan Iblis Zhao.
Satu per satu, murid Klan Zhao yang ada di depan Heilong mulai dibekukan dengan serangan hawa dingin yang begitu dahsyat lalu diubah menjadi butiran-butiran salju.
Kejadian seperti itu terus berlanjut dan membuat Heilong tertawa puas. Ia sangat menikmati saat-saat membantai para iblis seperti ini. Apa yang ia lakukan kali ini jauh lebih nikmat daripada terus bersembunyi dalam penyamaran.
Racun hawa iblis yang ada di dalam tubuh para iblis ini juga tidak dapat ditekan untuk sementara waktu dengan kekuatan dari air kolam keabadian, jadi pilihan Heilong untuk membunuh para iblis ini memang sangat tepat.
Saat ini di dalam barisan kelompok Klan Zhao hanya tersisa dua puluh murid Iblis dan seorang Tetua Klan.
Raja Iblis Zhao yang sejak tadi terus mengawasi Heilong dari kejauhan akhirnya mulai kehilangan kesabaran. Sebab, jika ia sampai kehilangan seorang Tetua Klan seperti Zhao Xu maka ia akan kesulitan untuk memulihkan pondasi Klan Iblis Zhao di Bintang Kelahiran Iblis ini.
“Maafkan aku tapi kelangsungan hidup Klan Zhao jauh lebih penting daripada batu permata keabadian yang masih belum jelas akan dimiliki siapa.” Raja Iblis Zhao langsung terbang melesat ke tempat para anggota Klan Zhao berlindung.
Ia sebenarnya merasa sedikit kesal dengan Raja Iblis Fu karena sejak serangannya dapat dipatahkan dengan mudah oleh Heilong, Raja Iblis Fu malah pergi ke depan pintu dimensi yang menuju ke Dunia Surga Kegelapan seolah-olah menjaga agar Heilong tidak dapat lagi masuk ke dalam dunia kecil itu.
Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya sedang dipikirkan oleh Raja Iblis Fu. Apa gunanya menjaga sebuah dunia kecil di saat genting seperti ini. Apakah ada sesuatu dari Dunia Kecil itu yang bahkan jauh berharga dari ribuan nyawa murid berbagai Klan Iblis?
“Akhirnya kau datang juga,” gumam Heilong saat ia merasakan hawa keberadaan Raja Iblis Zhao yang sudah semakin mendekat.
Sambil menunggu, Heilong memanfaatkan waktu yang singkat ini untuk membunuh ke-dua puluh murid Klan Iblis Zhao yang tersisa. Akan lebih baik jika ia juga memiliki untuk mengambil nyawa Zhao Xu.
“Kami sama sekali tidak memiliki permusuhan denganmu. Jadi, tolong ampuni nyawa kami.”
__ADS_1
“Benar. Jika kau bersedia mengampuni nyawa kami, maka kami akan segera pergi dan tak akan hidup dalam pengasingan.”
“Diam! Dimana harga diri kalian sebagai anggota Klan Zhao. Apakah kalian semua mau menjadi budak para Dewa?”
“Kau yang diam, dasar Tetua Klan tak berguna! Apakah kau pikir kau layak mengucapkan hal seperti itu? Ingatlah bahwa kau sejak tadi hanya bersembunyi seperti seekor ayam yang ketakutan. Jika kau memiliki sedikit keberanian untuk melindungi kami semua, maka kejadiannya tidak akan menjadi seburuk ini.”
Ke-dua puluh murid Iblis yang tersisa tidak henti-hentinya memohon pada Heilong agar bersedia mengampuni nyawa mereka.
Akan tetapi, Tetua Zhao Xu langsung mencegah mereka semua karena ia tidak ingin harga diri Klan Zhao jatuh di mata para Klan Iblis yang lain.
Namun, bagaimana para murid Klan Zhao mau mendengarkan seruan dari Zhao Xu setelah melihat sifat asli dari Tetua Klan yang selama ini mereka bangga-banggakan ini?
Perdebatan pun langsung pecah antara Zhao Xu dengan ke-dua puluh murid Klan ini. Semua rasa hormat yang mereka miliki pada Zhao Xu telah luntur seperti debu yang tersapu angin.
Tanpa banyak basi-basi lagi, Heilong segera mengayunkan pedang surga dao yang ada di tangannya menyerang mereka semua dan membunuh ke-dua puluh Iblis itu hanya dengan sekali tebasan.
Keringat dingin mulai menetas dari kening Zhao Xu. Tubuhnya bergetar ketakutan saat melihat pembantai yang dilakukan Heilong tepat di depan matanya. Ia tidak pernah menyangka bahwa para Dewa akan mengirim sosok semenakutkan ini untuk membantai Bangsa Iblis.
Tanpa terasa Zhao Xu mulai melangkah mundur ketika melihat sosok Heilong yang semakin mendekat. Sampai akhir punggungnya membentur sesuatu dan membuatnya berhenti bergerak.
“Kau tidak akan bisa melarikan diri,” suara Heilong bergema di belakang Zhao Xu.
Zhao Xu pun langsung berbalik dan melihat Heilong yang telah siap mengambil kepalanya. Dengan bibir bergetar ketakutan, Zhao Xu memberanikan diri untuk bicara. “Ap-apa yang kau ingin? Aku bersedia melakukan apapun asalkan kau bersedia mengampuni nyawaku.”
__ADS_1
“Aku tidak tertarik dengan laki-laki. Karena itu simpan saja rayuan manismu itu.” Heilong menatap dingin dengan penuh niat membunuh.
Pedang Surga Dao yang ada di genggaman Heilong akhirnya kembali bergerak dan mengambil nyawa Zhao Xu dengan sekali tebasan.
Sama sekali tidak ada perlawanan dari Zhao Xu. Tampaknya Iblis ini benar-benar ketakutan hingga tak dapat lagi memikirkan teknik untuk mempertahankan hidupnya.
“Kurang ajar!! Berani sekali kau membunuh semua anggota Klan Zhao tepat di depanku. Aku bersumpah bahwa aku tidak akan pernah membiarkanmu keluar dengan selamat dari tempat ini.”
Amarah Raja Iblis Zhao langsung meledak saat melihat Zhao Xu juga mati di tangan Heilong. Padahal ia sudah terbang secepat mungkin untuk mencegah Heilong membunuh Zhao Xu.
Namun, kecepatan serangan pedang Heilong saat membantai para iblis ternyata lebih cepat daripada perkiraannya.
Puluhan array formasi yang cukup kuat langsung mengelilingi Raja Iblis Zhao layaknya baju perang para kesatria di medan perang.
Tampaknya Raja Iblis Zhao sudah siap bertarung habis-habisan dengan Heilong.
Array formasi yang paling dekat dengan tubuhnya adalah array formasi tipe pertahanan. Sedangkan array formasi yang sedikit lebih jauh adalah array formasi tipe penyerangan yang akan ia gunakan untuk membunuh Heilong.
Di Dunia ini rasanya hanya seorang master array formasi saja yang memiliki cara bertarung seperti ini. Sebab, ia bisa bertahan sekaligus melakukan penyerangan dalam sebuah pertarungan.
Pengetahuan Heilong tentang array formasi tidak begitu dalam. Dan, ia juga belum sempat mempelajari Dao Array Formasi yang ada di dalam Ruang Surga Dao. Jadi, dalam pertarungan melawan kali ini, ia akan lebih banyak menghindar sambil mencari kesempatan untuk melakukan serangan balasan.
Ia sangat yakin bisa mengalahkan Raja Iblis Zhao dengan strategi seperti ini asalkan tidak ada Raja Iblis lain yang ikut campur dalam pertarungan ini.
__ADS_1
Namun, jika para Raja Iblis tiba-tiba bergerak menyerang dirinya secara bersama-sama, maka ia terpaksa harus menggunakan kartu as yang selama ini ia sembunyikan.