
Xiao Hong merasa terdesak saat melihat puluhan batu meteor menyerang ke arahnya secara bersamaan dan seperti tak ada habisnya. Ia hanya takut kalau hawa iblis yang tersimpan dalam batu meteor ini akan mencemari tubuhnya tanpa ia sadari.
Untung saja, ia sampai saat ini masih bisa mempertahankan keberadaan perisai cahaya yang mengelilingi dirinya.
Tidak ada cara lain, Xiao Hong terpaksa harus menggunakan jurus rahasia yang selama ini jarang ia gunakan kecuali berada dalam keadaan yang mengancam keselamatannya. Biar bagaimanapun caranya ia harus bisa menghalau semua serangan semua batu meteor ini walaupun ia tahu bahwa cadangan Qi yang tersimpan di dalam dantiannya akan mengering setelah menggunakan jurus pedang rahasia ini.
Aura Qi elemen air yang sangat dahsyat langsung menyelimuti ujung tombak yang ada di tangan Xiao Hong. Ia lalu menggerakkan tombaknya agar membentuk sebuah pusaran air yang sanggup menarik benda apapun ke dalamnya dan menghancurkannya hingga menjadi debum
...“Tombak Penelan Bintang.”...
Semua batu meteor yang ada di medan perang yang hancur ini langsung terseret
masuk dalam pusaran air.
Akan tetapi, semua batu meteor itu tidak hancur setelah masuk ke dalam pusaran air buatan Xiao Hong dan malah semakin memperlambat arus putaran pusaran air tersebut karena jumlah batu meteor yang masuk ke dalam sana menjadi semakin banyak.
Xiao Hong sempat bingung karena Zhao Chen seharusnya belum pernah melihat jurus rahasia miliknya. Tapi kenapa Zhao Chen sepertinya telah menemukan kelemahan dari jurus rahasianya ini?
Pusaran air buatan Xiao Hong akhirnya menghilang setelah ribuan batu meteor yang berhasil ditarik oleh pusaran air ini tiba-tiba memadat karena ledakan Qi kegelapan yang terjadi secara tiba-tiba.
“Apakah kau tidak menyadari bahwa semua batu meteor yang ada di dalam formasi besar ini memiliki Qi elemen tanah yang cukup kuat. Apakah kau masih berpikir untuk melawan formasi besarku ini dengan kekuatan elemen air? Haha … Dasar Bodoh!!” Zhao Chen menertawakan Xiao Hong.
Ucapan Zhao Chen ini telah memperjelas bahwa Zhao Chen sebenarnya sama sekali tak mengetahui kelemahan dari jurus rahasia yang ia gunakan, melainkan ia sendiri yang kurang teliti dalam memiliki jurus. Bagaimana ia sampai lupa jika elemen air lemah terhadap elemen tanah?
“Ternyata seperti itu! Tadinya aku berpikir bahwa semua batu meteor itu terbentuk dari pemadatan Qi kegelapan yang disatukan dengan hawa iblis. Tapi, kau ternyata juga memanfaatkan kekuatan elemen tanah dalam formasi besarmu kali ini,” jawab Xiao Hong tak mau mengakui jika dirinya telah lalai selama pertarungan.
Xiao Hong segera memperkuat lapisan perisai cahaya yang melindungi tubuhnya karena masih ada beberapa batu meteor yang menyerang ke arahnya.
__ADS_1
Bang ...
Batu-batu meteor itu akhirnya kembali menghantam Xiao Hong tanpa ampun dan membuat perisai cahaya yang merupakan pertahanan terakhirnya mengalami kerusakan yang cukup parah.
“Perisai cahaya milikmu itu tidak akan bisa melindungi dirimu untuk selamanya. Lebih baik menyerah saja dan jadilah bagian dari Bangsa Iblis.”
Zhao Chen berusaha keras untuk merusak mental Xiao Hong dengan suara-suara teriakan yang memprovokasi agar Dewa yang keras kepala ini mau menyerah. Sebab, ia sudah bisa mengetahui bahwa Xiao Hong sebenarnya sudah kehabisan cara untuk mengatasi serangan batu meteor yang berasal dari formasi besar ini.
“Aku tidak akan pernah menyerah pada Bangsa Iblis sampai kapan pun,” seru Xiao Hong penuh tekad.
Xiao Hong lalu meledakkan semua Qi cahaya yang tersimpan di dalam dantian dan tombak pusaka milikinya lalu menggabungkannya menjadi satu.
Teknik yang akan digunakan Xiao Hong kali ini adalah sebuah teknik terlarang sekaligus langkah terakhir yang bisa ia pilih. Sebab, teknik ini juga mengikis energi kehidupan penggunanya, dengan kata lain ini adalah sebuah teknik bunuh diri yang akan mengajak musuh mati bersamanya.
Sosok Xiao Hong seketika berubah menjadi sesosok Dewa yang memiliki empat sayap cahaya yang begitu indah. Tombak cahaya yang ada di genggamannya seakan-akan mampu menembus kedalaman Dunia Bawah dan meneranginya.
“Cahaya surgawi?!” Zhao Chen bergidik ketakutan dan bisa mengedipkan matanya saat merasakan tekanan yang begitu mengerikan dari cahaya yang memancar dari tubuh Xiao Hong.
Cahaya surgawi adalah cahaya suci yang memiliki tingkatan paling tinggi dari semua jenis cahaya. Dan, cahaya ini adalah musuh terbesar dari semua hawa iblis. Tidak ada satupun hawa iblis yang sanggup bertahan dari serangan cahaya surgawi.
“Aku pasti akan membawamu mati bersamaku!” Xiao Hong dipenuhi tekad yang membara karena ia tahu bahwa hidupnya pasti akan berakhir setelah cahaya surgawi yang memancar dari tubuhnya menghilang.
“Jangan pernah bermimpi!” balas Zhao Chen bergerak menjauh dan berhenti di pusat formasi besar miliknya.
Zhao Chen lalu meletakkan ke-dua tangannya ke permukaan formasi besar ini sambil mengucapkan sebuah mantera khusus.
Beberapa nafas kemudian, tubuh Zhao Chen mulai menyatu dengan formasi besar itu dan membuat tekanan Qi kegelapan dan hawa iblis yang dimiliki oleh formasi besar itu menjadi semakin kuat.
__ADS_1
“Jika kau ingin bunuh diri, maka matilah sendiri! Jangan bawa aku mati bersamamu!” Zhao Chen seperti bisa menebak apa yang akan dilakukan Xiao Hong. Karena itu, ia menyembunyikan dirinya di dalam formasi besar ini dan membuat Xiao Hong merasa kesulitan untuk mencari keberadaannya.
Xiao Hong yang hampir kehabisan waktu hanya bisa menggunakan semua kekuatan yang ia miliki saat ini untuk menyerang formasi besar secara acak sambil mencari keberadaan Zhao Chen. Baginya saat ini membunuh Zhao Chen adalah tugas yang paling utama daripada mendapatkan peta medan perang yang hancur.
Keahlian Zhao Chen dalam membuat formasi sihir adalah ancaman terbesar bagi Alam Dewa. Sebab, jika Zhao Chen dibiarkan berkembang lebih lama lagi maka ketrampilannya dalam membuat formasi sihir bisa menandingi keterampilan Raja Iblis Zhao.
Boom ... Boom ...
Suara ledakan yang cukup keras terus bersenandung dari segala sisi formasi besar ini saat Xiao Hong menghantamkan tombak pusakanya tanpa henti.
“Sial!! Kalau terus seperti ini maka waktuku akan habis sebelum aku bisa membunuh iblis terkutuk itu.” Xiao Hong sudah mulai putus asa karena cahaya surgawi yang memancar dari tubuhnya sudah mulai mulai meredup.
Ia juga belum berhasil menemukan keberadaan Zhao Chen padahal formasi besar yang ada dihadapannya sudah mengalami kerusakan yang sangat parah dan hanya menyisakan seperempat bagian yang masih utuh.
Xiao Hong akhirnya memutuskan untuk berhenti melakukan tindakan yang sia-sia seperti itu. Sebab, serangan yang tanpa tujuan hanya akan mempercepat proses kematiannya saja.
“Apakah kau sudah menyerah? Jika kau membiarkan aku hidup, mungkin aku bisa membiarkan mayatmu agar tetap utuh setelah cahaya surgawimu meredup. Haha … Pemenang dari pertarungan ini sepertinya adalah aku.” Suara Zhao Chen bergema di seluruh bagian formasi.
Xiao Hong lalu terbang ke pusat formasi sihir dan mulai memusatkan konsentrasinya. Tampaknya ia telah menemukan cara yang dapat menyeret Zhao Chen mati bersamanya.
“Apa yang akan kalau lakukan? Meskipun kau menghancurkan pusat formasi sihir itu tidak akan terjadi apa-apa dengan tubuhmu karena aku telah melepaskan hubungan masing-masing susunan melalui masing-masing koin tembaga.” Zhao Chen terlihat panik karena tak tahu apa rencana Xiao Hong.
“Siapa bilang aku hanya akan menghancurkan pusat formasi besar ini. Aku akan meledakkan tubuhku di tempat ini dan menghujani seluruh bagian formasi besar ini dengan ledakan cahaya surgawi. Dengan begitu, kau pasti akan tetap mati bersamaku dan tidak akan memiliki kesempatan untuk merubah tubuhku menjadi iblis.”
Xiao Hong lalu meledakkan semua cahaya surgawi yang ada di dalam tubuhnya dan menghujani tempat ini dengan cahaya yang sangat terang. Bahkan, Qi kegelapan pun tak sanggup menodai warna dari cahaya ini.
...“Ledakan Cahaya Surgawi.”...
__ADS_1