LDP S3 : Permata Dunia Bawah

LDP S3 : Permata Dunia Bawah
Ch. 50 — Teteskan Darahmu!


__ADS_3

Zhao Xu yang sudah lama ditunggu-tunggu kedatangannya oleh Heilong dan Lijian akhirnya memasuki Paviliun pribadi Pangeran.


Begitu melihat kedatangan Zhao Xu, Lijian buru-buru mendekatinya dan memohon agar dirinya juga diajak pergi ke penjara ruang bawah tanah.


Namun, Zhao Xu menolak dengan tegas permintaan Lijian itu karena peraturan yang telah berjalan selama ratusan tahun harus tetap dijaga.


Dalam peraturan Klan Zhao sudah ditulis dengan jelas bahwa yang boleh mencoba untuk memasuki ruang penjara bawah tanah adalah mereka yang berhasil kembali dengan selamat dari Dunia Misterius yang ada di dalam reruntuhan kuno.


Secara tidak langsung, peraturan itu telah menyatakan bahwa Heilong memang memiliki kualifikasi untuk mencoba memasuki penjara bawah tanah, sedangkan Lijian tidak.


Lijian pun hanya bisa melihat Heilong dan Zhao Xu meninggalkan ruangan ini dan tidak mencoba mengikuti secara sembunyi-sembunyi.


**


Selama perjalanan menuju ke ruang penjara bawah tanah, Heilong mendapatkan sedikit informasi tentang kondisi penjara ruang bawah tanah dari Zhao Xu.


Ia akhirnya mengetahui fakta bahwa kunci untuk memasuki penjara bawah tanah sebenarnya tidak menghilang. Namun, penjara itu sejak awal memang tidak memiliki kunci dalam bentuk yang nyata.


Dengan kata lain kunci untuk memasuki penjara ruang bawah tanah sebenarnya bukanlah sebuah benda berbentuk kunci atau token, melainkan sesuatu yang lain yang memiliki fungsi seperti kunci yaitu darah anggota Klan yang terpilih.


Dan, syarat utama untuk menjadi anggota Klan yang terpilih adalah memasuki Dunia Misterius yang ada di dalam reruntuhan kuno.


Tampaknya memang ada hubungan khusus antara warisan yang ditinggalkan oleh leluhur Xiao Zhao di dalam reruntuhan kuno dengan penjara ruang bawah tanah yang ada di dalam Paviliun Klan Zhao cabang Bintang Kelahiran Iblis.


Setelah berjalan menuruni kurang lebih seribu anak tangga, Heilong dan Zhao Xu akhirnya tiba di depan pintu gerbang penjara ruang bawah tanah.


Sekilas Heilong merasa bahwa tempat ini terlalu sempit untuk dijadikan sebuah penjara. Apalagi, pintu gerbang yang ada di depannya memiliki ukuran yang cukup tinggi.

__ADS_1


Namun, pemikirannya itu langsung terbantahkan saat mengetahui bahwa apa yang disebut sebagai pintu gerbang penjara ruang bawah tanah ternyata ada sebuah portal dimensi yang dalam keadaan tersegel. Sebab, ia bisa merasakan adanya fluktuasi energi Dao Ruang yang cukup kuat dari balik pintu gerbang itu.


'Pantas saja pintu gerbang ini tidak memiliki kunci yang nyata.' pikir Heilong sambil menatap lekat ke arah pintu gerbang.


“Ikuti aku.”


Zhao Xu lalu membawa Heilong ke arah sebelah kanan pintu gerbang dimana di tempat itu terdapat sebuah batu setinggi satu meter yang mirip dengan sebuah prasasti.


“Teteskan darah anda di permukaan batu ini. Jika anda adalah orang yang terpilih, maka pintu gerbang itu akan langsung terbuka dan membiarkan anda masuk untuk mengambil warisan yang ada di dalam sana.”


“Apakah tidak ada syarat khusus sebelum aku menetaskan darahku?” Heilong melihat sekitar baru prasasti karena ia merasakan ada sesuatu yang aneh tapi ia tidak berani mengatakannya pada Zhao Xu.


“Tidak ada. Cukup teteskan darah anda di permukaan batu itu dan pintu itu akan terbuka dengan sendiri jika anda memang orang yang terpilih.”


Sesuai dengan arahan Zhao Xu, Heilong segera melukai ujung jari telunjuknya dan menetas darahnya dipermukan batu itu. Namun, sama sekali tidak terjadi perubahan apapun pada pintu gerbang penjara bawah tanah.


Zhao Xu menarik nafas panjang yang penuh dengan penyesalan. Ia sangat berharap bahwa Heilong adalah keturunan yang terpilih itu. Sebab, ini adalah kali pertamanya seorang Pangeran mencoba membuka pintu gerbang penjara ruang bawah tanah.


Selain itu, ia sebenarnya juga telah menyiapkan beberapa rencana licik untuk dapat menahan Heilong tetap berada di dekat batu prasasti itu setelah berhasil membuka pintu gerbang dan memungkinkan dirinya untuk masuk lebih dulu.


Akan tetapi, takdir berkehendak lain dan Klan Zhao harus menunggu keturunan generasi berikutnya untuk dapat membuka pintu gerbang ini.


Zhao Xu pun akhirnya mengantarkan Heilong kembali ke Paviliun pribadi Pangeran karena tak ada gunanya lagi mereka ber-dua berada di tempat ini.


**


Waktu saat ini telah menunjukkan tengah malam dan semua anggota Klan Zhao sedang beristirahat, kecuali para penjaga yang memang memiliki waktu istirahatnya sendiri.

__ADS_1


Heilong diam-diam menyelinap masuk ke dalam penjara ruang bawah tanah dengan memanfaatkan kekuatan Dao Ruang.


Bukan masalah yang sulit bagi Heilong untuk menyusup ke penjara bawah tanah tanpa diketahui oleh orang lain karena ia telah mendapatkan lokasi yang pasti dari tempat ini. Selain itu, tempat itu hanya dijaga oleh beberapa formasi pertahanan yang tidak memiliki mata ataupun pendengaran jadi ia lebih leluasa untuk menyelinap.


Hanya dalam waktu lima nafas saja, Heilong telah berpindah tempat dari Paviliun Pangeran dan saat ini telah berdiri di depan batu prasasti yang digunakan untuk membuka pintu gerbang.


“Dasar penjahat tua! Apakah kau pikir aku sama sekali tidak mencium rencana busukmu,” ucap Heilong terlihat kesal saat menemukan beberapa perangkap tersembunyi di dekat batu prasasti.


Semua perangkap itu adalah formasi tipe pertahanan yang difungsikan untuk menjerat pergerakan musuh agar tidak bisa bergerak melarikan diri.


Saat pertama kali memasuki tempat ini bersama dengan Zhao Xu, Heilong sebenarnya sempat curiga ketika melihat gelagat aneh Zhao Xu yang menyeringai licik saat ia akan meneteskan darahnya ke permukaan batu prasasti.


Karena itu, saat melukai ujung jari telunjuknya, ia langsung menghentikan aliran waktu yang ada di sekitarnya dengan kekuatan Dao Waktu dan mengganti tetesan darahnya dengan darah monster Hiu Pemakan Bintang yang sempat diberikan Lijian dalam perjalanan menuju ke Bintang Kelahiran Iblis.


Sekarang di tempat ini hanya ada dirinya seorang diri, jadi ia tidak akan ada lagi yang akan mengambil keuntungan darinya.


Tanpa membuang waktu lagi, Heilong segera meneteskan darahnya ke permukaan batu prasasti.


Dan …


Batu prasasti itu mulai bergetar dengan kuat lalu memunculkan susunan huruf berwarna emas yang langsung terbang menuju ke arah pintu gerbang.


Pintu gerbang penjara ruang bawah tanah itupun akhirnya terbuka setelah semua susunan huruf emas itu melengkapi bagian tidak lengkap dari pintu gerbang itu.


Heilong pun segera masuk ke dalam portal dimensi yang ada di balik pintu gerbang dan menyusuri sebuah lorong dimensi yang cukup panjang hingga tak terlihat ujungnya.


Sementara itu, kondisi di luar pintu gerbang telah kembali seperti semula setelah Heilong memasuki portal dimensi. Sama sekali tidak meninggalkan jejak apapun jika seseorang telah berhasil memasuki penjara ruang bawah tanah.

__ADS_1


__ADS_2