
Susunan batu aneh itu seketika berubah menjadi sebuah lubang hitam setelah Heilong selesai membaca mantera.
Heilong biasa merasakan ada kekuatan hukum ruang yang begitu dalam dari dalam lubang hitam ini. Tampaknya yang membuat formasi sihir teleportasi ini adalah seorang ahli formasi dari zaman kuno, bukan Raja Iblis Zhao.
Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa orang yang membuat formasi ini masih memiliki hubungan dengan keluarga Zhao dari Dunia Bawah, mengingat bahwa hanya Raja Iblis Zhao saja yang memiliki peta dan cara untuk membuka gerbang menuju ke Dunia Misterius yang ada di dalam reruntuhan kuno.
Secara tidak langsung Dunia Misterius yang akan dituju oleh Heilong sama saja dengan sebuah Dunia Kecil yang berada di dalam Dunia Kecil yang lain.
Heilong langsung melompat ke dalam lubang hitam itu dan mendarat di sebuah pulau setelah melewati lorong hampa yang cukup panjang.
Namun, sama sekali tidak ada bahaya apapun di dalam ruang hampa itu. Sebab, lorong hampa itu dilindungi oleh suatu kekuatan khusus.
Heilong berdiri sejenak sambil menutup matanya dan merentangkan ke-dua tangannya dengan bebas. Ia bisa merasakan bahwa energi alam yang ada di tempat ini sangat melimpah dan begitu murni seolah-olah dirinya saat ini sedang berada di sebuah Dunia yang sangat kuno.
Pulau ini seolah-olah belum terjamah oleh Manusia, Dewa ataupun Iblis selama ribuan tahun. Sebab, sama sekali tidak ada jejak langkah kaki di tempat ini selain langkah kakinya sendiri.
Hanya ada tanaman obat dan bunga-bunga langka berusia puluhan ribuan tahun di sepanjang mata memandang.
Heilong juga dapat melihat sebuah mata air yang menjadi sumber kehidupan di tempat ini. Mata air itu memiliki beberapa aliran sungai yang menyebar ke seluruh bagian pulau dan memberikan nutrisi pada semua tanaman obat yang ada di tempat ini.
Sebagian besar tanaman obat yang ada di tempat ini adalah tanaman obat yang sangat langka dan mungkin keberadaannya juga sudah menghilang dari ke-tiga Dunia.
__ADS_1
“Aku benar-benar mendapat panen besar kali ini.” Heilong menjadi semakin bersemangat untuk memanen semua tanaman obat yang ada di tempat ini.
“Apakah kau tidak merasa aneh dengan tempat ini?” Zhi Ming tiba-tiba memberi peringatan saat melihat Heilong akan memanen semua tanaman obat yang ada di tempat ini.
“Aneh kenapa? Bukankah ini adalah hal yang sangat wajar. Sebuah tempat yang jarang dikunjungi oleh para makhluk hidup pasti akan menyimpan kekayaan alam yang begitu melimpah karena tidak ada tangan-tangan jahil yang merusaknya,” jawab Heilong yang mulai memetik tanaman obat di depannya.
“Kalau begitu kau adalah pemilik tangan jahil itu karena apa yang kau lakukan saat ini bisa dikatakan merusak ekosistem tanaman obat yang ada di tempat ini,” balas Zhi Ming kesal.
“Bukan begitu maksudku! Apa yang aku lakukan saat ini hanya memaafkan keadaan yang menguntungkan buatku. Lagipula aku sama sekali tidak mengambil tanaman obat yang usianya masih sangat muda ataupun yang belum waktunya untuk panen. Kau juga pasti tahu jika tanaman obat yang terlalu matang akan mati dengan sendirinya jika tidak segera dipanen.”
Setiap kali memetik tanaman obat, Heilong memang akan selalu menyisakan sedikit bagian dari tanaman itu terutama akarnya agar tanaman obat itu bisa tumbuh kembali setelah beberapa tahun.
Heilong terus menyusuri pulau ini sambil memetik tanaman obat yang memang sudah memasuki masa panen. Ia benar-benar mendapat panen yang sangat besar kali ini.
Bahkan cincin penyimpan yang ia miliki sampai tidak cukup untuk menyimpan semua tanaman obat yang telah ia petik. Untungnya ia dapat menyimpan tanaman-tanaman obat ini di dalam Dunia Jiwanya.
“Pulau ini memang surga bagi tanaman obat,” celetuk Heilong setelah puas memanen tanaman obat di tempat ini.
Sejauh ini, Heilong telah memanen ratusan jenis tanaman obat yang sangat langka. Dan, setiap jenis tanaman obat langka itu menimal berusia seribu tahun. Bisa dibayangkan betapa harga yang akan ditawarkan oleh para Alkemis jika tanaman obat ini dimasukkan dalam pelelangan?
Akan tetapi, Heilong sama sekali tak berniat menjual tanaman-tanaman obat ini melainkan ia akan menggunakan tanaman obat ini sebagai bahan latihan untuk memperkuat pemahamannya dalam hal Alkimia.
__ADS_1
Tanpa terasa, Heilong akhirnya tiba di mata air yang ada di tengah-tengah pulau dan telah membentuk sebuah danau.
Entah kenapa Heilong merasa sangat lelah begitu ia menginjakkan kakinya di sekitar danau ini. Ia akhirnya istirahat sejenak di pinggir danau dan mengobrol dengan Zhi Ming.
“Apakah kau tidak merasa aneh kenapa sebuah Dunia Kecil yang sangat istimewa seperti ini sama sekali tidak memiliki sosok yang menjaganya?” Zhi Ming akhirnya bisa mengungkap kecurigaannya tentang tempat ini pada Heilong.
“Untuk menemukan dan memasuki Dunia Misterius ini saja sudah sangat sulit lalu untuk apa lagi diperlukan sosok seorang penjaga? Lagipula jika tempat ini memiliki seorang penjaga mungkin tempat ini tidak akan sesubur ini. Kau tidak perlu memikirkan hal yang aneh-aneh lagi karena yang aku lakukan ditempat ini hanya memanen tanaman obat yang memang seharusnya harus dipetik,” jawab Heilong santai.
Ia lalu memutuskan untuk bermeditasi di sekitar Danau ini daripada membuang waktunya dengan sia-sia hanya untuk berdebat dengan Zhi Ming.
Dalam meditasi, Heilong bisa merasakan bahwa semua energi alam yang ada di pulau ini sebenarnya bersumber dari danau ini. Karena itu, ia merasa sangat nyaman ketika bermeditasi di tempat.
Heilong akhirnya tenggelam dalam meditasinya dan merasa dirinya seolah-olah sedang ditarik ke sebuah dimensi yang lain. Ia sama sekali tak dapat menolak kehendak yang begitu kuat ini dan hanya bisa pasrah mengikuti ke mana kehendak ini akan membawanya pergi.
Ia merasa bahwa jiwanya menjadi semakin jauh dengan tubuh fisiknya seiring dengan semakin jauhnya kehendak misterius ini membawa pergi hingga akhirnya ia sampai di sebuah istana yang sangat megah dan sepenuhnya terbuat dari cahaya.
Istana cahaya ini bahkan sepuluh kali lebih megah dari Istana cahaya yang dimiliki Divine Beast Shen Long di Benua Atlantis.
“Siapa pemilik Istana Cahaya ini?” Heilong melihat sekeliling berusaha mencari siapa sosok pemilik Istana yang sangat menakjubkan ini.
“Kau akhirnya sampai juga di tempat ini. Aku pikir tidak akan pernah ada keturunanku yang bisa menemukan Istana ini.”
__ADS_1