LDP S3 : Permata Dunia Bawah

LDP S3 : Permata Dunia Bawah
Ch. 74 — Menyerahkan Nyawa.


__ADS_3

Heilong berhasil menghindari semua tembakan meriam itu dengan mudah dan membuat semua peluru yang menuju ke arahnya merusak sebagian besar wilayah Klan Gao sendiri.


Wajah murid Klan Gao seketika merubah menjadi merah padam saat menyaksikan kerusakan yang begitu besar di tempat mereka sendiri. Amarah dan kebencian yang ada di dalam diri mereka menjadi semakin memuncak saat melihat Heilong.


“Jangan bisanya cuma menghindari serangan seperti seekor ayam? Apakah kau sama sekali tidak memiliki keberanian untuk menyerang kami,” seru murid Klan Gao menantang Heilong berusaha memprovokasinya.


“Haha… Menyerang kalian semua semudah membalikkan telapak tangan bagiku. Namun, aku tidak ingin mengotori telapak tanganku dengan melawan murid lemah seperti kalian,” balas Heilong tertawa renyah dengan ejekan yang lebih menyakitkan.


“Kurang ajar! Berani sekali kau menghina kami. Akan aku tunjukkan seperti apa kekuatan murid Klan Gao,” teriak murid itu membalas ejekan Heilong lalu menoleh ke arah sesama rekannya. “Mari tunjukkan kekuatan penuh kita dan bunuh pria kurang ajar itu! Buat dia menyesali apa yang telah dia katakan.”


Semua Klan Gao yang tidak mengendalikan meriam pembunuh dewa langsung maju menyerang Heilong dengan memegang senjata pusaka yang mereka tanpa dengan tangannya sendiri.


Melihat begitu banyaknya serangan yang menuju ke arahnya, Heilong akhirnya mengeluarkan pedang surga dao dan langsung mengayunkannya menyerang ke arah para murid Gao dengan serang Qi elemen api.


Whosh ….


Kobaran api raksasa langsung berkobar di depan Heilong dan menghalangi arah serangan para murid Klan Gao yang akan menyerang dirinya.


“Mengucap omong kosong tentang membunuhku memang sangat mudah. Tapi, apakah kalian memiliki kemampuan yang layak untuk melakukan itu? Jika kalian memang memiliki kekuatan maka cobalah lewati apiku ini,” tantang Heilong menatap remeh.


Api yang ada di depan Heilong semakin lama menjadi semakin besar dan terus bergerak mendekati kerumunan murid Gao. Termasuk para murid yang ada di dalam formasi besar yang mengendalikan meriam pembunuh dewa.


Api ini seakan-akan memiliki kehendak sendiri untuk menyerang para murid Klan Gao.


Semua murid Klan Gao langsung bergerak mundur, saat kobaran api itu mulai mendekati mereka.


Tidak ada satu'pun dari mereka yang berani menyentuh api yang dibuat oleh Heilong karena mereka bisa merasakan ancaman yang begitu menakutkan dari kobaran api itu.


Salah satu murid Klan Gao yang terus berdebat dengan Heilong sejak tadi langsung memberikan perintah saat melihat semua rekannya merasa ketakutan.


“Ubah formasi perang meriam pembunuh dewa menjadi formasi perang dewa Iblis bayangan.”

__ADS_1


Begitu perintah itu diucapkan, semua murid Klan Gao langsung meledakkan semua Qi kegelapan dan hawa iblis yang ada di dalam tubuh mereka lalu bergerak ke arah tertentu membentuk sebuah formasi perang yang baru.


Hawa iblis yang sangat kuat seketika muncul dari dalam formasi perang baru ini ketika selusin meriam pembunuh dewa dan semua murid Klan Gao yang membentuk formasi perang itu berubah menjadi empat monster Iblis raksasa yang berwarna hitam pekat dengan tubuh yang mirip seperti sebuah bayangan.


“Kau telah memaksa kami untuk menggunakan formasi perang itu. Sekarang rasakan'lah kekuatan kami yang sesungguhnya,” seru keempat monster Iblis secara bersamaan.


“Selusin meriam pembunuh dewa berubah menjadi empat monster Iblis bayangan. Itu artinya masing-masing monster Iblis bayangan tercipta dari tiga buah meriam pembunuh dewa. Tampaknya aku tidak bisa menganggap remeh pertarungan kali ini jika mereka semua memiliki kekuatan gabungan dari tiga meriam pembunuh dewa.”


Heilong telah menyaksikan sendiri seperti apa kekuatan penghancur yang dimiliki oleh meriam pembunuh Dewa. Karena itu, ia harus semakin waspada saat melawan ke-empat monster Iblis ini.


Saat Heilong sedang berpikir, ke-empat monster iblis itu selalu mengamati Heilong dan akhirnya melihat celah untuk melakukan serangan. Mereka pun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini adab langsung terbang menembus kobaran api yang ada di depan mereka lalu mengepung Heilong.


“Kau sekarang sudah terkepung. Bersiap'lah untuk menerima kematianmu!”


Para monster iblis yang mengelilingi Heilong langsung terbang melesat menyerang Heilong dengan mengarahkan cakarnya yang sangat panjang dan tajam layaknya sebuah pisau.


“Ingin membunuhku? Apakah kalian pikir akan semudah itu untuk membunuhku! Meskipun aku sendirian tapi kalian semua tidak akan semudah itu untuk membunuhku.”


Heilong langsung menggunakan jurus kecepatan gerakannya untuk keluar dari kepungan para iblis itu.


Dalam sekejap, Heilong sudah berada di belakang kerumunan para monster iblis itu dan mengangkat pedang surga dao menghadap ke arah langit.


“Terimalah seranganku ini!”


...“Pedang Membelah Bumi.”...


Aura Qi elemen es dan Qi elemen angin yang sangat kuat langsung memancar dari tubuh Heilong dan juga pedang yang ada di tangannya.


Suhu udara di sekitar Heilong pun juga langsung turun dengan sangat cepat lalu menciptakan sebuah badai salju yang sangat besar.


Para monster iblis langsung menoleh ke arah belakang saat merasakan hawa dingin yang sangat menusuk berasal dari arah belakang.

__ADS_1


Namun, mereka semua langsung dikejutkan saat melihat Heilong mengayunkan pedang surga dao yang telah sudah diselimuti dengan Qi elemen es dan Qi elemen angin yang sangat kuat ke arah mereka.


Bayangan pedang es dan angin yang sangat besar langsung menyerang semua monster itu tanpa ampun dan membekukan mereka semua.


Heilong lalu berlari mendekati bongkahan yang mengurung para monster iblis itu dan segera memasukkan semua Qi elemen es dan Qi elemen angin ke telapak tangan kanannya lalu memukul bongkahan es yang sangat besar itu dengan kuat.


...“Tapak Es Pembeku Angin.”...


Boom ….


Bongkahan es yang sangat besar itu langsung meledak dan hancur berkeping-keping berubah menjadi butiran-butiran salju.


Semua murid Klan Gao itu akhirnya berhasil dimusnahkan oleh Heilong. Namun, Heilong sedikit kecewa karena di antara para murid Iblis ini tidak ada murid elit Klan Iblis Gao.


“Kemana murid elit Klan Iblis Gao itu bersembunyi?”


Murid elit Klan Iblis Gao termasuk salah satu murid Klan iblis yang harus ia bunuh karena itu ia berusaha melacak jejak keberatan Ras Iblis yang ada di sekitar tempat ini.


Heilong memiliki firasat jika keberadaan murid elit itu tidak akan jauh dari para murid biasa karena pengalamannya ketika bertemu dengan tiga Klan Iblis sebelumnya selalu memperlihatkan bahwa para murid biasa ini bertugas layaknya seorang penjaga murid elit Klan Iblis.


“Siapa kau! Berani sekali kau membunuh semua rekan-rekan 'ku. Jika aku tidak membunuhmu maka namaku bukan lagi Gao Xifeng.”


Raungan kemarahan yang dipenuhi dengan niat membunuh tiba-tiba terdengar dari arah samping.


Heilong menanggapi raungan itu dengan tersenyum. “Akhirnya buruan yang aku cari datang sendiri untuk menyerahkan nyawanya.”


Heilong merasa sangat senang dengan kemunculan Gao Xifeng secara tiba-tiba karena ia tak perlu lagi membuang tenaga untuk mencari keberadaan dan waktu yang akan dia habiskan untuk menyelesaikan tugas ini juga akan menjadi semakin singkat.


Nama Gao Xifeng memang ada di dalam daftar nama pemberian Fu Rong dan menurut catatan itu, Gao Xifeng memiliki kekuatan pengendalian api yang sangat baik karena ia adalah seorang ahli dalam penempaan artefak.


Akan tetapi, Heilong sama sekali tak berniat untuk menyimpan Gao Xifeng karena ia telah memiliki banyak sekali senjata pusaka di tangannya.

__ADS_1


__ADS_2