LDP S3 : Permata Dunia Bawah

LDP S3 : Permata Dunia Bawah
Ch. 56 — Temani Aku Minum Teh.


__ADS_3

Paviliun Pengeran Klan Zhao.


Begitu berhasil mendapatkan membentuk pasukan Ras Monster Purba dan mendapatkan Pedang Surga Dao, Heilong segera meninggalkan penjara ruang bawah tanah dengan menggunakan kekuatan Dao Ruang. Ia sama sekali tak ingin meninggalkan jejak apapun yang akan membuat Zhao Xu menjadi curiga.


Ia juga telah memastikan bahwa segel yang ada di pintu gerbang penjara ruang bawah tanah sama sekali tidak mengalami kerusakan. Namun, segel itu kemungkinan besar tak akan pernah bisa dibuka lagi di masa depan. Sebab, kunci untuk membuka segel itu sebenarnya adalah Istana Cahaya yang saat ini berada di dalam Dunia Jiwa Heilong.


Setibanya di Paviliun Pangeran, Heilong segera keluar kamar untuk menanyakan beberapa informasi pada para pelayan membersihkan Paviliun ini.


Meskipun tidak banyak informasi yang ia dapatkan dari para pelayan itu, namun informasi yang ia dapat dari para pelayan itu juga cukup mengejutkan. Misalnya, ia hanya menghabiskan waktu satu bulan saja di dalam kamarnya padahal ia ingat dengan jelas bahwa ia sudah berada di dalam penjara bawah tanah lebih dari dua bulan.


Jadi para pelayan dan Zhao Xu sama sekali tidak khawatir keadaan karena waktu satu bulan adalah hal biasa bagi para kultivator untuk menjalani kultivasi tertutup. Bahkan, para kultivator bisa menghabiskan waktu hingga bertahun-tahun hanya untuk berkultivasi.


'Apakah dunia kecil tempat keberadaan penjara bawah tanah memiliki aliran waktu yang berbeda? Aku akan menanyakan hal ini para Tian Che nanti.' Pikir Heilong dalam hati dan berniat untuk mengunjungi penjara itu di jika ada kesempatan.


Seorang pelayan yang biasanya membawakan makanan Heilong tiba-tiba datang menghampirinya setelah menata semua makanan di atas meja makan.


“Makanan untuk Pengeran sudah saya siapkan, silahkan anda nikmati.”


“Apakah Tetua Zhao Xu meninggalkan pesan untukku?”


Pelayan ini memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Zhao Xu dan Zhao Xu juga sering memberikan pesan padanya melalui pelayan ini, mungkin karena rasa masakan pelayan ini memang sangat enak.


“Beberapa hari yang lalu Tetua Zhao Xu memang sempat memberikan pesan untuk anda agar anda tidak meninggalkan Paviliun Klan Zhao dalam beberapa bulan ini.”


“Kenapa?”

__ADS_1


Heilong langsung curiga karena Zhao Xu pasti memiliki alasan yang cukup kuat untuk memberikan perintah seperti itu. Sebab, Zhao Xu pasti mengetahui bahwa Heilong telah diperintah oleh Raja Iblis Zhao untuk sesering mungkin pergi ke Danau Kelahiran Iblis untuk berkultivasi. Tapi kenapa sekarang dia tiba-tiba melarangnya keluar?


“Fu Yu yang sempat berseteru dengan anda sebulan yang lalu, tiba-tiba menghilang secara misterius dan sampai sekarang keberadaannya belum ditemukan. Para anggota Klan Fu mencurigai anda dan Lijian sebagai dalang dibalik hilangnya Fu Yu. Jadi, Lijian juga mendapatkan perintah yang sama demi menjaga keselamatan kalian ber-dua sampai masalah ini dapat diselesaikan.”


“Aku mengerti.” Heilong tak banyak bertanya lagi dan hanya mengangguk kepala setelah mendengar penjelasan singkat dari pelayan itu.


Heilong segera kembali ke kamarnya setelah menghabiskan semua makanan yang ada di atas meja dan berpesan bahwa ia akan kembali melakukan latihan tertutup.


“Sepertinya wanita gila itu yang telah membunuh Fu Yu. Tadinya aku sama sekali tidak begitu mempedulikan ucapan wanita itu saat ia pertama kali datang kemari. Akan tetapi, masalah ini akan menjadi semakin rumit jika ia tetap diam atas misteri hilangnya Fu Yu. Aku harus segera menemui wanita itu.”


Heilong segera membuat retakan dimensi ke arah dan pergi ke Paviliun Klan Fu untuk menemui Fu Rong.


**


Paviliun Klan Fu.


Kekuatannya yang sangat tinggi membuatnya jarang sekali melakukan kultivasi. Entah sudah mencapai tingkat apa kultivasi yang dimiliki Fu Rong saat ini karena ia memang jarang menunjukan kekuatan di depan umum.


Namun, beberapa elit dari beberapa Klan Iblis telah memiliki tebakan sendiri bahwa kultivasi yang dimiliki Fu Rong hampir menyentuh tingkat kultivasi yang dimiliki oleh para Raja Iblis mengingat pencapaiannya yang sangat tinggi dalam Dao Ruang.


Satu per satu bunga yang ada di taman bunga ini bermekaran meskipun cahaya matahari yang ada di Bintang Kelahiran Iblis tidak seterang cahaya matahari yang ada di Dunia Tengah ataupun Dunia Atas. Sebab, Fungsi dari cahaya matahari di tempat ini hanyalah sebagai penyeimbang Yin Yang bukan sebagai sumber kehidupan.


Ia tiba-tiba meletakkan cangkir teh yang ada di tangannya ketika merasa fluktuasi Dao Ruang yang muncul tidak jauh dari tempat ini lalu menghilang dengan cepat hanya dalam hitungan beberapa nafas saja.


“Kenapa kau harus menyelinap seperti itu? Apakah kau pikir aku sama sekali tidak bisa merasakan fluktuasi Dao Ruang saat kedatanganmu? Kemarilah dan temani aku minum teh.”

__ADS_1


Fu Rong menatap ke arah tertentu sambil tersenyum. Ia seolah-olah tak merasa keberatan dengan kedatangan orang ini di taman pribadi miliknya. Padahal, semua anggota Klan Fu di Bintang Kelahiran Iblis ini menganggap taman pribadi Fu Rong sebagai tempat terlarang dan hanya akan berkunjung jika Fu Rong memanggil mereka.


“Ternyata pemahamanmu dalam Dao Ruang memang lebih tinggi dariku. Baiklah, aku akan menemanimu minum teh. Lagipula ada sesuatu yang ingin aku bicarakan.”


Heilong segera keluar dari tempat persembunyiannya dan memasuki Paviliun kecil yang ada di tengah-tengah taman.


Paviliun kecil ini sama sekali tidak memiliki dinding karena fungsinya memang untuk menikmati keindahan taman bunga yang ada di sekelilingnya. Jadi, di dalam Paviliun ini hanya ada enam buah pilar yang disusun sedemikian rupa sebagai pondasi penyangga atap bangunan serta meja dan kursi yang terbuat dari batu giok untuk acara minum teh.


“Duduk!”


Fu Rong mempersilakan Heilong untuk duduk didepannya sambil menyodorkan secangkir teh.


Heilong pun langsung duduk dan melihat sekeliling. Ia merasa heran karena sama sekali tidak melihat ada pelayan di sekitar Paviliun ini. Padahal sebagai seorang Putri dari salah satu Raja Iblis, ia seharusnya dikelilingi oleh beberapa orang pelayan untuk merawat dirinya.


“Aku menyukai keadaan yang sunyi tanpa ada gangguan seperti ini. Sebab, dengan suasana setenang ini maka aku akan lebih mudah memahami keindahan dari ciptaan Sang Pencipta,” ucap Fu Rong seolah-olah mengetahui isi pikirkan Heilong.


“Ketenangan memang bagus tapi jika terlalu tenang apa bedanya dengan sebuah tempat pemakaman? Kau harus menempatkan beberapa pelayan agar bisa diajak mengobrol untuk menghangatkan suasana,” balas Heilong lalu meminum secangkir teh yang sejak tadi sudah ada di tangannya.


“Lalu apakah kedatanganmu ke tempatku ini bertujuan untuk menghangatkan suasana?” Fu Rong melirik Heilong sekilas lalu kembali menikmati keindahan teman bunga.


“Uhuk … ”


Heilong langsung tersedak sangat mendengar ucapan Fu Rong. Apalagi meskipun kalimat itu diucapkan dengan nada yang dingin, namun tatapan Fu Rong saat berbicara seolah-olah membuat jiwanya meronta-ronta.


“Bu—Bukan begitu. Kedatanganmu kali ini memang untuk membicarakan sesuatu yang penting denganmu,” lanjut Heilong.

__ADS_1


“Kalau begitu cepat katakan.” sikap Fu Rong telah berubah menjadi dingin ketika Heilong mengomentari ketenangan yang selama ini selalu menemani hidupnya.


Tanpa basa-basi lagi, Heilong lalu bertanya. “Apakah kau benar-benar telah membunuh Fu Yu saat berada di dalam lorong dimensi?”


__ADS_2