
Bayangan pedang dari kekuatan jurus pedang membelah bumi akhirnya menghantam dengan keras perisai angin yang di buat oleh Zhang Wei dan membuat perisai angin itu bergetar.
Boom …
Benturan ke-dua kekuatan ini menghasilkan suara ledakan yang begitu dahsyat disertai dengan hembusan angin yang sangat kuat.
Permukaan tanah pun juga ikut bergetar dengan kuat seolah-olah terjadi gempa bumi dahsyat. Dan, pusaran air raksasa yang ada di dekat Heilong menjadi tersebar dan merubah gurun pasir ini menjadi tanah berlunpur.
“Rupanya kau memiliki ketrampilan jurus elemen angin yang sangat kuat. Kenapa kau tidak menggunakan jurus itu dari awal?” tanya Heilong dengan tatapan setajam pedang.
“Jurus adalah tidak akan pernah digunakan di awal. Jika aku bertarung habis-habisan denganmu sejak awal, maka pertarungan ini akan menjadi tidak bermakna. Dan, aku juga tidak akan mengetahui jurus apa saja yang kau sembunyikan di balik lengan bajumu,” jawab Zhang Wei sambil mengangkat kembali tombak pusaka miliknya dan kembali menyerang Heilong.
Zhang Wei kembali menggunakan jurus tombak bayangan Iblis untuk menyerang Heilong karena ia ingin menguras semua Qi yang dimiliki musuhnya sebelum menggunakan jurus terakhirnya.
Heilong pun juga segera meledak Qi elemen es yang sangat besar dan menggunakan jurus perisai es untuk menghalangi arah serangan tombak Zhang Wei.
“Apakah sekarang kau hanya bisa bertahan saja? Di mana perginya kekuatan seranganmu beberapa saat yang lalu! Kau jangan terlalu meremehkanku karena aku akan segera menghancurkan semua tulang-tulangmu,” seru Zhang Wei dingin dengan nada penuh kebencian.
Harga dirinya yang sangat tinggi membuat Zhang Wei akan menjadi sangat marah jika ia diremehkan oleh musuhnya.
“Aku punya rencanaku sendiri!” balas Heilong yang sama sekali tak terpengaruh dengan ancaman Zhang Wei.
“Kalau begitu, aku tidak akan memberimu kesempatan untuk melakukan rencanamu itu!” seru Zhang Wei menyeringai lalu mengarahkan ujung tombaknya untuk menyerang pusat perisai es yang tampaknya ada kelemahan dari jurus itu.
Zhang Wei menggerakkan tombak yang ada di tangannya ke arah langit lalu memutar-mutarnya dengan sangat cepat seolah-olah ia ingin menarik semua Qi elemen angin dan Qi elemen kegelapan yang ada di sekitarnya.
...“Pusaran Angin Kegelapan.”...
Sebuah angin tornado raksasa seketika muncul dan langsung mengitari tubuh Zhang Wei sebagai pusatnya.
Semua benda yang ada disekitar angin tornado itu akan langsung tersedot masuk ke dalam pusaran angin lalu akan dihancurkan menjadi butiran debu.
__ADS_1
Heilong tampak terkejut ketika melihat Zhang Wei mampu menggabungkan ke-tiga kekuatan sekaligus dalam sebuah jurus. Sebab, menurut catatan yang diberikan Fu Rong, Zhang Wei hanya mahir dalam ketrampilan Dao Tombak dan mengatur formasi perang. Catatan itu sama sekali tidak pernah menyebutkan jika Zhang Wei juga mahir dalam menggunakan kekuatan elemen angin.
“Apa yang sedang kau lakukan! Apakah kau sudah ingin menyerah?” seru Zhang Wei mengejek ketika melihat Heilong terdiam di tempatnya.
Mendengar ejekan Zhang Wei, Heilong langsung melompat sambil menggenggam erat pedang surga dao yang telah diselimuti dengan Qi elemen es dan Qi elemen angin yang sangat kuat.
Boom ...
Serangan pedang Heilong langsung hancur ketika menyentuh pusaran angin yang sangat kuat itu.
Saat ini, tubuhnya juga mulai tersedot masuk ke dalam pusaran angin yang dibuat Zhang Wei.
“Aku tidak menyangka jika pusaran angin itu akan memiliki kekuatan sekuat ini.” gumam Heilong mencoba melepaskan diri dari jeratan pusaran angin tornado.
Jika Heilong sampai tersedot masuk ke dalam pusaran angin itu, maka sudah bisa dipastikan jika dia akan mengalami luka yang sangat parah. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika ia akan kalah dalam duel kali ini.
Namun, ia juga sedikit bingung kenapa kekuatan yang dimiliki Zhang Wei tiba-tiba bisa meningkat dengan begitu cepat setelah kabut asap tebal yang muncul di dalam dunia ilusi miliknya menelan Zhang Wei.
Heilong masih tidak percaya jika jurus pedang membelah bumi miliknya sama sekali tidak mampu mengatasi pusaran angin ini.
Heilong akhirnya kembali menebaskankan jurus pedang membelah bumi miliknya ke dalam pusaran angin yang menjerat tubuhnya. Akan tetapi hasilnya tetap sama.
Kekuatan dari jurus pedang membelah bumi akan langsung tersebar saat membentur pusaran angin tornado.
...“Perisai Es.”...
Heilong akhirnya membuat sebuah perisai es yang memiliki ukuran sepuluh kali lipat dari biasanya untuk menahan tubuhnya agar tidak tersedot masuk ke dalam pusaran angin itu.
“Aku harus memikirkan cara untuk bisa menghancurkan pusaran angin ini.” Heilong berdiam diri sejenak di balik perisai es.
Di dalam pikiran Heilong ada beberapa cara yang kelihatannya cukup efektif untuk menghancurkannya pusaran angin ini.
__ADS_1
Akan tetapi, semua cara-cara itu terlalu menguras energi dan kemungkinan besar ia tidak akan bisa bertarung untuk sementara waktu jika memaksakan diri menggunakan teknik itu. Jadi, ia harus memastikan bahwa teknik juga bisa sekaligus melumpuhkan Zhang Wei saat digunakan atau dia harus memikirkan teknik lain yang jauh lebih aman.
“Menyerah'lah! Jika kau menyerah sekarang maka aku akan menjamin kehidupanmu. Tapi, kau harus bersumpah setia lebih dulu dan akan selalu tunduk dengan semua perintahku.”
Zhang Wei mencoba menarik Heilong agar mau menjadi anak buahnya. Namun, Heilong hanya akan terikat dengan perintahnya saja dan tidak akan ada hubungannya dengan Klan Zhang. Dengan kata lain, dia ingin menjadikan Heilong sebagian budaknya.
“Menyerah?! Dalam mimpimu!”
Heilong tampaknya sudah tak peduli lagi dengan kehidupan Zhang Wei. Tujuannya saat ini hanyalah untuk menghancurkan pusaran angin yang begitu menakutkan dan untuk masalah Zhang Wei, ia akan mencari kandidat lain jika nyawa Zhang Wei tidak bisa ia selamatkan.
Pedang surga dao yang ada di genggaman tangan Heilong tiba-tiba memancar ke-lima kekuatan besar secara bersamaan. Ke-lima kekuatan besar itu adalah Qi elemen petir, Qi elemen es, Qi elemen angin, Dao Pedang dan Dao Waktu.
Ini adalah pertama kalinya Heilong menggabungkan ke-lima kekuatan besar dalam satu jurus dan merupakan jurus yang baru saja diciptakan Heilong dalam keadaan terdesak.
...“Badai Petir Membekukan Waktu.”...
Heilong lalu melompat ke arah pusaran angin itu dan langsung menebaskan pedangnya dengan kuat.
Hembusan angin kencang disertai dengan suara petir yang menggelegar, langsung keluar dari pedang surga dao dan melesat lurus ke arah pusaran angin itu. Di dalam hembusan angin itu terdapat kekuatan Dao Waktu dan Dao Pedang yang sanggup membelah waktu.
Zhang Wei yang melihat apa yang sedang dilakukan Heilong, menjadi bergidik ketakutan. Ia lalu meledakkan semua kekuatan yang ada di dalam tubuhnya untuk memperkuat pusaran angin yang mengelilingi tubuhnya.
Namun, yang dilakukan Zhang Wei dibawah kekuatan absolut serangan pedang Heilong adalah suatu hal yang sia-sia.
Pusaran angin yang mengelilingi Zhang Wei langsung berhenti dan berubah menjadi patung raksasa karena aliran waktu yang ada di dalam pusaran angin itu langsung dibekukan oleh serang pedang Heilong.
Beberapa nafas kemudian, pusaran angin itu mulai dibekukan termasuk Zhang Wei yang bersembunyi di dalam pusaran angin itu.
Heilong lalu menggunakan kekuatan Dao Ruang lalu menerobos masuk ke dalam pusaran angin itu tanpa menghancurkannya.
Setibanya di dalam pusaran angin itu, Heilong melihat Zhang Wei sudah dalam keadaan membeku dan aura yang memancar dari tubuhnya juga sangat lemah.
__ADS_1
Tanpa membuang banyak waktu, Heilong langsung memasukkan Zhang Wei ke dalam Dunia Jiwa miliknya karena tujuan aslinya memang untuk membuat Zhang Wei agar berada di pihaknya.
Masalah dengan Zhang Wei akhirnya telah selesai ia tangani. Untuk masalah hawa iblis yang masih ada di dalam tubuh Zhang Wei, Heilong sepenuhnya menyerahkan masalah itu pada Air Keabadian dan para monster purba yang ada di dalam Istana Cahaya.