
Hari-hari Heilong selama di dalam kapal ini terasa sangat membosankan. Sebab, tak ada pemandangan yang bisa ia lihat selain kegelapan tanpa batas.
Ribuan bintang mati yang mendominasi Dunia Bawah ini membuat Heilong kehilangan minat untuk berlama-lama di geladak kapal.
Hingga akhirnya Heilong melihat sebuah bintang yang akan padam di kejauhan Bintang itu tampaknya akan berubah menjadi bintang mati jika sinarnya terus meredup.
Merasa penasaran kenapa bisa ada bintang mati sebanyak ini di Dunia Bawah, Heilong pun segera naik ke anjungan kapal dan berniat meminjam teropong milik kapten kapal.
Seperti biasanya, Kapten Kapal saat ini sedang berdiri di dalam anjungan sambil memegang teropong kesayangan dan melihat rute perjalanan yang akan dilewati kapal ini. Ia memang harus melakukan hal ini setiap saat agar dapat menentukan rute perjalanan teraman.
“Di depan kita ada sebuah bintang yang akan berubah menjadi bintang mati. Cepat turunkan kecepatan.” seru Kapten Kapal terlihat panik.
Biasanya sebuah bintang yang akan berubah menjadi bintang mati akan menghasilkan ledakan energi kosmik yang tak terkendali akibat dari rusaknya inti planet yang ada di pusat bintang itu. Dan, hal ini sangat ditakuti oleh semua Kapten Kapal karena bisa menghancurkan kapal mereka hanya dengan sekali serangan.
“Siap, Kapten!”
Salah satu anak buah kapal yang hari ini kebetulan bertugas memegang kendali roda kemudi, langsung menarik tuas rem Qi kegelapan yang ada di sisi kiri.
Kapal terbang yang digunakan oleh Bangsa Iblis secara alami menggunakan Qi kegelapan sebagai sumber bahan bakar karena hanya energi itu saja yang begitu melimpah di Dunia Bawah dan tak akan pernah habis kecuali Pohon Asal Kegelapan dihancurkan.
Dengan ditariknya tuas rem Qi Kegelapan, kecepatan kapal terbang itu mulai berangsur-angsur melambatkan sampai mencapai batas yang diinginkan oleh kapten kapal.
Kapten kapal lalu mengambil alih kendali roda kemudi dan membelokkan arah laju kapal ke kanan menjauhi bintang yang redup itu sambil terus mengamati keadaan sekitar dengan menggunakan teropong kesayangannya.
“Gawat!” Raut wajah Kapten Kapal tiba-tiba berubah saat ia melihat sesuatu di kejauhan. “Baru saja kapalku ini selamat dari bahaya bintang mati, tapi sekarang bahaya yang jauh lebih mengerikan malah datang mendekat.”
__ADS_1
Kapten kapal menyesal kenapa ia tak mengarahkan lebih dulu teropongnya ke arah kanan. Jika ia sebelumnya telah melihat ada bahaya di sisi kanan maka ia pasti akan membelokkan kapalnya ke arah sebelah kiri. Namun, tak ada gunanya menyesal saat ini karena ia juga tak memiliki waktu untuk merubah arah laju kapal.
“Apa yang terjadi?” Heilong yang barusan saja memasuki anjungan kapal, secara kebetulan mendengar ucapan Kapten Kapal dan segera mendekatinya.
“Lihat 'lah sendiri.”
Kapten kapal lalu meminjam teropong kesayangan pada Heilong karena ia harus memfokuskan pikirannya untuk mengendalikan kemudi kapal dan sama sekali tak memiliki banyak waktu untuk mengobrol.
Dengan bantuan teropong milik kapten kapal, Heilong melihat seekor ikan raksasa yang berwarna hitam pekat sedang menuju ke arah kapal ini dengan ganas.
Ukuran ikan raksasa itu bahkan sepuluh kali lebih besar dari kapal ini dan tampaknya ikan raksasa itu melihat kapal ini sebagai makanannya.
Gelombang energi yang begitu kuat terus menghantam kapal ini bagaikan ombak samudera yang mengamuk. Ini adalah energi yang dipancarkan oleh ikan raksasa itu dan bertujuan untuk melemahkan mangsanya sebelum ia memangsanya.
Heilong sebenarnya ingin bertanya pada kapten kapal tentang monster yang baru saja ia lihat. Namun, ia sengaja menahan diri karena takut akan menimbulkan kecurigaan. Lagipula sebentar lagi pasti akan ada Iblis yang memberitahunya identitas dari sosok monster yang menghadang kapal ini.
Di bawah kendali Kapten Kapal yang begitu mahir, kapal ini dapat melaju dengan kokoh walaupun gelombang energi yang begitu kuat sempat hampir membalikkan kapal ini.
Dari bagian anjungan kapal ini, Heilong juga dapat melihat apa yang sedang dilakukan oleh para anak buah kapal di dalam geladak.
Semua anak buah kapal saat ini sedang menyiapkan semua meriam yang dimiliki kapal ini untuk menyerang ikan raksasa itu.
Puluhan bahan peledak yang memiliki daya ledak yang sangat dahsyat mulai dimasukkan ke dalam masing-masing meriam oleh para anak buah kapal.
Tampaknya para anak buah kapal ini telah menerima perintah dari Kapten Kapal untuk menyerang monster ikan itu daripada hanya berdiam diri menunggu kematian.
Boom ...
__ADS_1
Satu per satu meriam yang ada di kapal ini mulai menembakkan pelurunya dan menyerang monster ikan raksasa itu tanpa ampun.
Suara ledakan yang begitu dahsyat tak terelakkan lagi dan mengguncang wilayah ini hingga radius ratusan kilometer.
Saat ini tempat keberadaan monster ikan raksasa itu masih ditutupi oleh kabut asap yang sangat tebal akibat dari ledakan yang terjadi berkali-kali.
“Kita berhasil!”
Semua anak buah kapal bersorak dengan riang saat melihat semua peluru yang dilepaskan oleh meriam kapal ini mengenai monster ikan itu dengan telak.
Selama ini, tak ada satupun monster yang bisa selamat setelah menerima serangan dari semua meriam yang ada di kapal ini. Jadi, sangat wajar jika mereka semua sudah merayakan kemenangan sebelum melihat mayat monster ikan itu.
Akan tetapi, Heilong memiliki firasat yang berbeda. Sebab, ia bisa merasakan aura kehidupan yang cukup kuat dari tempat monster ikan itu terakhir terlihat.
Kabut asap yang menutupi tempat monster ikan raksasa itu akhirnya menghilang dan memperlihatkan sosok monster ikan raksasa yang terbakar amarah dan dipenuhi banyak luka.
Monster ikan raksasa itu menatap dengan ganas ke arah kapal sambil memperlihatkan gigi-giginya yang sangat tajam. Seolah-olah mengisyaratkan bahwa gigi ini adalah sumber dari kematian kalian semua.
Suah ... Suah ...
Hembusan angin kencang disertai dengan ledakan Qi Iblis yang cukup kuat satu per satu keluar dari dalam kapal dan berbaris dengan rapi di depan haluan kapal.
Para prajurit istana yang diperintahkan Raja Iblis Zhao untuk melindungi perjalanan Heilong akhirnya mulai bergerak setelah merasakan hawa membunuh yang sangat kuat dari monster ikan itu.
Awalnya mereka semua tak ingin bergerak karena mereka terlalu malas untuk melindungi Pangeran yang tak berguna seperti Heilong. Akan tetapi, jika monster ikan raksasa ini sampai menghancurkan kapal, maka nyawa mereka semua juga akan ikut terancam.
Ditambah lagi jika kabar tentang mereka yang tak mau melindungi Pangeran saat berada dalam bahaya sampai ke telinga Raja Iblis Zhao, maka mereka semua pasti akan dijatuhi hukuman mati.
__ADS_1