LDP S3 : Permata Dunia Bawah

LDP S3 : Permata Dunia Bawah
Ch. 35 — Formasi Siap!


__ADS_3

Barisan prajurit Istana yang saat ini telah mengelilingi bagian anjungan kapal, satu per satu mulai maju dan menyerang monster ikan raksasa yang tampaknya tak mengenal rasa takut.


Berbagai macam jenis senjata yang berada di genggaman tangan masing-masing prajurit, terus menghunus ke tubuh monster ikan itu tanpa ampun. Namun, kulit monster ikan raksasa itu ternyata sangat keras.


Semua serangan yang dilakukan oleh para prajurit Istana ini hanya meninggalkan luka goresan yang tak ada artinya bagi monster ikan raksasa dan membuat para prajurit ini menjadi semakin kuwalahan.


“Kulit Hiu Pemakan Bintang ini memang sangat keras. Sepertinya desas-desus yang mengatakan jiwa Hiu Pemakan Bintang adalah salah satu keturunan dari Ras Naga Kegelapan bukan hanya omong kosong belaka.”


Lijian tiba-tiba muncul di dalam anjungan kapal dan berdiri di samping Heilong. Sebagai bagian dari prajurit khusus yang berada langsung di bawah perintah Raja Iblis Zhao, Lijian sering berjumpa dengan Hiu Pemakan Bintang ini saat akan pergi ke medan perang.


Tentu saja harga yang harus ia bayar saat menghadapi monster yang kuat itu tidak 'lah sedikit. Terkadang ia sampai harus kehilangan ratusan prajurit hanya untuk membunuh seekor Hiu Pemakan Bintang.


Dari obrolan singkat dengan Lijian, Heilong akhirnya mendapatkan informasi tentang monster raksasa yang menyerang kapal ini.


Hiu Pemakan Bintang adalah monster yang gemar memakan inti planet sebuah bintang yang telah lama ditinggalkan. Bintang yang mulai meredup di tempat ini sepertinya ulah dari Hiu Pemakan Bintang.


“Sepertinya kau sangat familiar sekali dalam menghadapi monster Hiu Pemakan Bintang,” ucap Heilong setelah mendengar penjelasan Lijian yang cukup panjang tentang monster ini.


“Tentu saja, Pengeran. Setidaknya aku dan pasukanku selama ini telah membunuh sepuluh ekor monster Hiu Pemakan Bintang.”


“Kalau begitu kenapa kau tidak pergi membantu para prajurit Istana? Apakah kau tidak melihat jika para prajurit Istana itu sedang dalam keadaan yang tidak diuntungkan!”


Lijian menggelengkan kepala. "Saat ini aku sedang dibebastugaskan dari tim prajurit khusus karena aku harus menemani Pengeran di Bintang Kelahiran Iblis. Selain itu, aku juga ingin menikmati masa liburku dengan nyaman.”


“Dasar bocah sial! Apakah kau tidak melihat bahwa kapalku ini hampir dihancurkan oleh monster Hiu Pemakan Bintang itu? Jika kau masih ingin menikmati masa liburmu dengan nyaman maka aku akan menendangmu keluar dari kapal milikku,” seru Kapten Kapal geram.

__ADS_1


Emosi Kapten Kapal menjadi tak terkendali setelah mendengar ucapan Lijian yang sama sekali tak memiliki rasa tanggungjawab. Bagaimana bisa pemuda bernama Lijian ini masih memikirkan tentang liburannya saat keselamatannya sendiri berada dalam ketidakpastian?


“Baiklah! Aku akan segera pergi membantu para prajurit Istana,” pikiran Lijian akhirnya terbuka setelah mendapat teguran dari Kapten Kapal. Ia lalu berbicara pada Heilong. “Pangeran harus tetap waspada dan segera 'lah melarikan diri jika hal yang sangat buruk terjadi.”


“Tidak usah terlalu khawatir. Aku masih bisa melindungi diriku sendiri walaupun dalam keadaan seperti ini,” jawab Heilong santai tanpa beban.


Lijian pun akhirnya meninggalkan kapal ini dan segera bergabung dengan para prajurit Istana. Ia tampaknya sangat akrab dengan beberapa orang prajurit Istana yang ada di dalam kelompok ini sehingga mempermudah ia menyesuaikan diri.


“Lijian, apakah kau punya rencana untuk mengalahkan Hiu Pemakan Bintang ini? Aku dengar dari para prajurit khusus bahwa kau sering bertarung dengan monster Hiu Pemakan Bintang ini dan selalu meraih kemenangan.”


“Tentu saja aku memilikinya. Hiu Pemakan Bintang hanya bisa dikalahkan dengan kekuatan Formasi Besar Iblis Kematian. Kalian harus memancing monster itu pergi sedikit menjauh agar aku memiliki kesempatan untuk membuat formasi besar ini.”


Setelah mendengar rencana Lijian, setengah dari para prajurit Istana mulai memancing monster Hiu Pemakan Bintang untuk bertarung di area yang lebih luas. Sedangkan sisanya mengikuti Lijian untuk membuat Formasi Besar Iblis Kematian.


Tidak sulit untuk mancing Hiu yang sedang marah. Sebab, saat ini pergerakan Hiu Pemakan Bintang telah sepenuhnya dikendalikan oleh niat membunuh yang ia miliki.


Kapten Kapal akhirnya merasa lega karena monster itu tampaknya tidak lagi menempatkan kapal ini dalam pandangannya.


Berbagai macam provokasi yang dilakukan oleh para prajurit Istana telah membuat Hiu Pemakan Bintang melupakan keberadaan kapal ini.


Di sisi lain, Heilong terus mengamati kelompok prajurit Istana yang saat ini di bawah pimpinan Lijian. Ia tertarik dengan formasi besar iblis kematian dan ingin mempelajarinya.


Heilong tak hanya melihat, tapi ia juga telah membuat salinan formasi besar Iblis kematian di dalam dunia pikirannya.


Tanpa ia sadari, ternyata selama ini ia telah mengumpulkan banyak sekali catatan di dalam dunia pikirannya. Semua catatan ini berisi peta tempat-tempat yang telah ia lalui serta jurus dan teknik beladiri yang ia dapatkan dengan berbagai macam cara.

__ADS_1


**


Satu jam kemudian.


"Formasi besar telah siap!” teriak Lijian memberi isyarat pada kelompok prajurit Istana yang saat ini tengah bertarung sengit dengan Hiu Pemakan Bintang.


Di bawah kaki Lijian sudah terbentuk sebuah formasi besar dengan bentuk menyerupai Pa Gua delapan diagram.


Kelompok prajurit Istana yang awalnya bertarung melawan monster Hiu Pemakan Bintang, segera bergegas masuk ke dalam formasi besar setelah mendengar teriakan Lijian.


“Formasi Besar Iblis Kematian. Aktifkan!”


Lijian langsung mengaktifkan formasi besar ini setelah semua prajurit Istana masuk ke dalam formasi. Sebab, formasi ini membutuhkan jumlah Qi kegelapan yang sangat besar untuk mengaktifkannya.


Seketika … Qi kegelapan yang sangat dahsyat langsung meledak dari tubuh masing-masing prajurit lalu menyatu dengan formasi besar ini.


Tekanan Qi kegelapan yang sangat kuat memancar dari formasi besar ini dan langsung menyapu area sekitar hingga membuat Hiu Pemakan Bintang bergetar ketakutan.


Hiu Pemakan Bintang yang dapat merasakan nyawanya sedang terancam sejak kemunculan formasi besar ini, langsung membalik tubuhnya ke arah yang berlawanan dan berniat melarikan diri.


“Kau tidak akan bisa lari!” Lijian menggerakkan ke-dua tangannya dalam gerakan segel tangan yang sangat rumit. Namun, Heilong masih mampu menghafal gerakan segel tangan hanya dengan sekali lihat.


Sosok bayangan tangan Iblis raksasa yang seakan-akan menutupi langit langsung keluar dari formasi besar ini dan menggenggam tubuh monster Hiu Pemakan Bintang begitu Lijian menyelesaikan gerakan segel tangannya.


“Di depan formasi besar ini, tubuhmu yang berukuran raksasa hanyalah bagaikan seekor semut. Bersiap 'lah menerima kematianmu!” seru Lijian.

__ADS_1


Tekanan Qi kegelapan yang ada di dalam formasi besar ini kembali menguat dan memunculkan sosok tangan Iblis yang lain saat Lijian sekali lagi menyelesaikan gerakan segel tangannya.


Sosok tangan Iblis yang baru ini membawa sebuah sabit yang siap mencabut nyawa targetnya.


__ADS_2