LDP S3 : Permata Dunia Bawah

LDP S3 : Permata Dunia Bawah
Ch. 13 — Peta Reruntuhan Kuno.


__ADS_3

Pusat Reruntuhan Kuno.


Di pusat reruntuhan kuno ini ternyata terdapat sebuah area yang mirip dengan sebuah arena pertarungan.


Lokasi arena pertarungan ini sangat luas bahwa bisa dibandingkan dengan luas sebuah Benua. Mungkin arena ini dulunya digunakan untuk bertarung secara kelompok jadi pasti membutuhkan sebuah tempat yang cukup luas untuk menampung mereka semua.


Para Dewa dan Iblis yang berada di tempat ini menamai arena pertarungan ini sebagai medan perang yang hancur karena bentuk arena pertarungan ini memang sudah hancur hampir mencapai tujuh puluh persen. Hanya bagian dinding pembatas arena saya yang masih utuh dan terlihat sangat kokoh.


Di tengah-tengah medan perang yang hancur ini, terlihat jelas dua orang yang saling berhadapan. Satu dari Bangsa Dewa dan yang satunya lagi berasal dari Bangsa Iblis.


Pria yang berada di sebelah kanan bernama Xiao Hong. Dia adalah salah satu kapten dari kelompok prajurit Dewa yang diperintah untuk menjelajahi reruntuhan kuno.


Sedangkan pria yang berada di sebelah kiri bernama Zhao Chen. Dia adalah Bangsa Iblis yang berasal dari Klan Zhao. Satu-satunya Klan yang ahli dalam teknik formasi sihir di Dunia Bawah.


Mereka berdua tampaknya telah melakukan pertarungan yang cukup sengit. Sebab, di tubuh mereka ber-dua banyak sekali terdapat bekas luka walaupun tak sampai membahayakan nyawa masing-masing.


Luka yang ada di tubuh Xiao Hong memang tidak terlalu parah. Akan tetapi, pengaruh dari formasi sihir yang digunakan Zhao Chen saat melakukan serangan membuatnya tak bisa menggerakkan tubuhnya dengan bebas.


Wajah Xiao Hong penuh dengan kemarahan. “Zhao Chen, apakah kau benar-benar memiliki cara untuk memasuki dunia tersembunyi di dalam medan perang yang hancur ini?”

__ADS_1


Mendengar ini, Zhao Chen hanya melirik Xiao Hong dengan heran. Seperti yang ia harapkan bahwa Xiao Hong pasti akan menghadangnya di tempat ini. Sebab, hanya Klan Zhao yang memiliki peta yang menunjukkan lokasi pasti di mana pintu gerbang menuju dunia tersembunyi itu berada. Leluhur Klan Zhao juga mewariskan pada mereka bagaimana cara untuk memasuki dunia misterius itu.


Namun, bagaimana Xiao Hong bisa tahu tentang hal ini padahal rahasia ini sangat dijaga oleh Klan Zhao walau di Dunia Bawah sekalipun. Apakah di dalam Klan Zhao ada mata-mata yang berasal dari Alam Dewa?


Melihat lirikan Zhao Chen, Xiao Hong hanya bisa merasa jijik dan tersenyum pahit. “Kenapa kau melirikku seperti itu? Jangan-jangan kau memiliki fantasi yang menyimpang dan suka terhadap sesama jenis.”


“Sialan!!” Zhao Chen mengutuk dengan keras: “Xiao Hong, sejak aku memasuki medan perang yang hancur ini, aku tidak pernah mencari masalah denganmu tapi kenapa kamu terus memprovokasiku?”


“Karena kau adalah Iblis.” Xiao Hong menjawab dengan cepat. “Sejak zaman kuno, Dewa dan iblis adalah musuh bebuyutan. Cepat katakan padaku kematian seperti apa yang kau inginkan!”


Xiao Hong tampaknya tak peduli lagi dengan rahasia yang dimiliki oleh Zhao Chen. Lagipula jika ia berhasil membunuh Zhao Chen maka semua rahasia yang dimiliki oleh Klan Zhao tentang medan perang yang hancur ini secara otomatis akan jatuh ke tangannya.


Akan tetapi, Zhao Chen menyadari bahwa Xiao Hong memang sengaja memancingnya untuk bertarung agar Dewa yang licik ini memiliki kesempatan untuk merebut benda yang selama ini ia jaga dengan baik.


“Sial!” Xiao Hong menggetakkan giginya mencoba menahan amarah. “Sepertinya tebakanku memang benar. Peta medan perang yang hancur ini pasti berada di tanganmu. Cepat serahkan padaku!”


Saat pertama kali masuk ke reruntuhan kuno ini, Xiao Hong kebetulan bertemu dengan kelompok iblis yang berasal dari Klan Zhao dan ia selalu mengamati pergerakan mereka karena menurut informasi dari Alam Dewa, Klan ini memiliki informasi yang tidak diketahui siapapun tentang reruntuhan kuno ini.


Xiao Hong lalu memutuskan untuk mengincar Zhao Chen dan menyergapnya begitu ada kesempatan karena Zhao memiliki tingkat kultivasi paling tinggi dalam kelompok itu. Jadi, rahasia tentang reruntuhan kuno ini pasti diserahkan oleh Klan Zhao dibawah penjagaannya.

__ADS_1


Namun, siapa yang menyangka jika rahasia itu ternyata ada sebuah peta yang menunjukkan lokasi dunia tersembunyi tempat harta karun dan warisan yang ada reruntuhan kuno ini disimpan.


Zhao Chen memandang Xiao Hong lalu berkata sebagai jawaban. “Benar peta itu memang berada di tanganku.”


Zhao Chen lalu mengeluarkan sebuah gulungan kertas kuno dari dalam cincin penyimpanan miliknya dan menunjukkan gulungan itu peta Xiao Hong. “Seharusnya benda ini yang kamu inginkan. Tapi, aku tidak akan pernah menyerahkan benda ini padamu walaupun aku harus bertarung sampai mati denganmu.”


“Pantas saja kau terlihat begitu yakin akan mendapat warisan dari tempat ini walaupun kau baru pertama kali menjelajahi reruntuhan kuno ini. Ternyata reruntuhan kuno ini memang memiliki hubungan khusus dengan Bangsa Iblis,” balas Xiao Hong.


Ucapan Xiao Hong itu bukanlah semua omong kosong tanpa dasar yang jelas. Sebab, reruntuhan kuno ini telah muncul beberapa kali dalam waktu seribu tahun belakangan ini dan hanya Bangsa Iblis saja yang berhasil mendapatkan panen yang cukup besar dari tempat ini. Seolah-olah reruntuhan kuno memang tercipta untuk Bangsa Iblis.


Sedangkan para Dewa biasanya hanya mendapat beberapa batu dan senjata pusaka yang tidak begitu berharga. Jadi, jarang sekali ada Dewa yang membawa keluar benda yang mereka temukan di reruntuhan kuno ini.


Sejak saat itu, Alam Dewa mulai mengirim mata-mata ke berbagai Klan yang ada di Dunia Bawah untuk mencari informasi tentang reruntuhan kuno. Walaupun banyak mata-mata yang gagal dan dieksekusi oleh para Raja Iblis, namun ada juga beberapa mata-mata yang berhasil mengirimkan informasi ke Alam Dewa.


“Kalau begitu hanya pertarungan hidup dan mati saja yang bisa menyelesaikan perdebatan ini,” tantang Xiao Hong.


“Apakah kau pikir aku takut? Saat aku memutuskan untuk pergi ke reruntuhan kuno, aku sudah menyiapkan diriku untuk mati di tempat ini jika aku gagal. Namun, aku pastikan bahwa kau tidak akan bisa merebut peta ini dari tanganku!”


Zhao Chen lalu mengeluarkan sebuah pedang kayu dan beberapa koin tembaga yang biasa ia gunakan untuk membuat formasi sihir. Ia lalu membuat sebuah formasi pelindung super kuno di sekitar peta itu dan melemparkannya ke arah belakang.

__ADS_1


“Kau harus melewati mayatku dan menghancurkan formasi pelindung buatanku jika kau masih menginginkan peta itu,” seru Zhao Chen dengan tatapan mengejek.


“Aku pasti akan mendapatkan peta itu,” tatapan Xiao Hong yang ganas telah sepenuhnya terfokus pada peta yang ada di belakang Zhao Chen.


__ADS_2