
Heilong segera membaca surat itu dan mendapatkan sebuah informasi bahwa Paviliun Klan Zhao ini sebenarnya memiliki ruang penjara bawah tanah dan besok Zhao Xu mengajaknya berkunjung ke sana. Akan tetapi, di dalam surat ini tidak disebutkan siapa sosok yang dipenjara di sana.
Fluktuasi Dao Ruang yang terasa sangat akrab tiba-tiba memancar dari dalam kamarnya saat ia sibuk membaca surat dari Zhao Xu.
Bagian dalam kamar dan ruang tamu kamar ini sebenarnya berada di dalam satu Paviliun Khusus yang dipenuhi dengan ratusan array formasi pertahanan. Jadi, fluktuasi energi apapun yang ada di dalam Paviliun ini tidak akan bisa dirasakan oleh orang dari luar.
Heilong segera menyimpan surat yang ditinggalkan Zhao Xu dan kembali masuk ke kamar.
Saat ini ia berdiri di depan sumber fluktuasi energi Dao Ruang seolah-olah sedang menunggu kedatangan seseorang.
Sebuah celah dimensi sepanjang dua meter mulai terbuka dan Fu Rong keluar dari dalam lorong dimensi itu dengan wajah yang ditutupi cadar.
“Kau ?!” Heilong terlihat sangat terkejut. “Dasar wanita gila!! Kenapa kau mengikuti aku. Apakah kau ingin berkelahi denganku?”
Heilong menunjukkan wajah garang seolah-olah ingin menakuti musuhnya agar segera meninggalkan tempat ini. Namun, hal seperti itu sama sekali tak berpengaruh pada Fu Rong.
“Jika kau bisa datang ke kamarku pribadiku dengan bebas, lalu kenapa aku tidak bisa?” Fu Rong lalu mengulurkan tangan kanannya pada Heilong dan berkata. “Berikan!”
Heilong tampak bingung dan mengerutkan kening. Sebab, ia sama sekali tak mengambil apapun saat tersesat ke kamar Fu Rong. Dan, ia juga tak mengambil benda apapun dari tubuh Fu Yu saat ia membunuhnya.
“Berikan apa? Aku sama sekali tak mencuri barang milikmu,” jawab Heilong sedikit kesal.
Fu Rong menanggapi emosi Heilong itu dengan santai bahkan ia sempat sesekali tersenyum saat Heilong berkata dengan nada tinggi. Namun,senyumnya itu tersembunyi di balik cadar. “Kompensasi karena telah masuk kamarku tanpa ijin dan melihat hal yang seharusnya tak boleh kau lihat. Cepat berikan agar aku bisa segera pergi dan kembali minum teh.”
“Memangnya apa yang telah aku lihat? Dan, untuk masuk ke kamar tanpa ijin, bukankah kau saat ini juga telah melakukan hal yang sama?” balas Heilong.
“Wajahku tidak bisa dilihat oleh sembarang orang. Biasanya, Ayahku akan langsung membunuh atau menghilangkan penglihatan siapapun yang berani melihat wajahku tanpa ijin dariku. Cepat berikan atau aku akan berteriak minta tolong dan berkata bahwa kau telah menculikku. Mari kita lihat, apa yang akan dilakukan Ayahku pada Klan Zhaomu ini.”
__ADS_1
Fu Rong sengaja menakut-nakuti Heilong karena ia penasaran kompensasi seperti apa yang akan diberikan Heilong. Lagipula, Heilong pasti tak ingin jika keributan seperti ini terjadi, mengingat identitasnya juga akan ikut dipertaruhkan.
“Baiklah, kau menang. Ambil semua tanaman obat yang ada di dalam cincin penyimpan ini dan segera lah pergi dari kamarku.” Heilong menyodorkan cincin penyimpanan milikinya ke arah Fu Rong.
Namun, Fu Rong sepertinya tak berniat mengambil cincin penyimpanan itu dan hanya meliriknya sekilas lalu mengabaikannya. “Apakah menurutmu aku terlihat seperti seorang alkemis yang selalu kekurangan tanaman obat? Aku sama sekali tidak membutuhkan benda itu.”
“Lalu apa yang kau inginkan? Cepat katakan saja maka aku akan langsung memberikan itu jika aku memilikinya.”
Heilong sama sekali tak tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh wanita ini. Karena itu, ia segala menantang Fu Rong untuk mengatakan apa keinginannya. Lagipula ia bisa menolak jika ia benar-benar tak memiliki benda yang dimiliki Fu Rong.
“Benarkah?”
“Aku berjanji! Sejak aku berani mengatakan hal ini maka aku pasti akan memberikan apa yang kau minta asalkan aku memiliki benda itu.”
“Kalau begitu berikan aku sebuah roh senjata. Aku memiliki sebuah senjata yang telah kehilangan roh senjatanya jadi aku sangat membutuhkan sebuah roh senjata agar dapat menggunakan kembali senjata pusaka itu untuk melindungiku. Dan, kau seharusnya memiliki sebuah roh senjata yang sangat kuat.”
'Sial! Wanita ini tampaknya memang telah lama menargetkanku. Tapi, bagaimana dia tahu bahwa aku memiliki sebuah pedang yang memiliki roh senjata di dalamnya, padahal aku belum pernah sekalipun menunjukkan Pedang Tarian Kegelapan sejak aku tiba di Dunia Bawah,' gumam Heilong berpikir keras karena ia tidak bisa menyerahkan Zhi Ming pada siapapun. Sebab, identitasnya juga akan ikut dipertaruhkan.
“Jika keadaan memang tak begitu memungkinkan maka serahkan lah saja aku. Aku pasti akan menjaga rahasia identitas kita dan mencari cara agar bisa segera melarikan diri tangannya.” Zhi Ming mengirim suaranya ke pikiran Heilong.
“Tidak. Aku tidak bisa melakukan hal berbahaya seperti itu. Bagaimana juga aku sama sekali tidak memiliki pendukung apapun jika seandainya indentitasku terbongkar di Dunia Bawah ini. Tenang saja, wanita itu sepertinya tidak mengetahui keberadaanmu,” jawab Heilong.
Tatapan indah Fu Rong terus melekat erat pada Heilong sambil menunggu jawaban.
“Aku tidak memiliki benda seperti itu. Apakah kau bisa menyebutkan permintaan lain selain roh senjata?” ucap Heilong.
“Mau mencoba bermain trik denganku?” Fu Rong mengulurkan jarinya ke arah dantian Heilong lalu melakukan gerakan seolah-olah sedang menarik sesuatu.
__ADS_1
Dan, Pedang Tarian Kegelapan seketika itu juga langsung keluar dari dalam Dunia Jiwa Heilong.
“Aku sudah lama merasakan keberadaan senjata pusaka ini di dalam dunia jiwamu. Namun, aku tidak pernah merebut secara paksa benda milik orang lain. Jika kau bersedia memberikan roh senjata yang ada di dalam pedang pusaka itu, maka aku juga akan memberimu sesuatu yang miliki nilai yang setara sebagai kompensasi,” lanjut Fu Rong.
Merasa tak bisa menyembunyikan apapun dari Fu Rong, Heilong akhirnya menyerah lagi pula ia telah terlanjur berjanji dan harus ia tepati. Selain itu, Zhi Ming telah memberikan jaminan jika ia akan menjaga rahasia identitas mereka.
“Baiklah, kalau begitu kau boleh mengambil pedang ini.”
Dengan sedikit enggan, Heilong menyerahkan Pedang Tarian Kegelapan miliknya pada Fu Rong.
Namun, Fu Rong segera mengembalikan Pedang Tarian Kegelapan itu pada Heilong setelah ia menggunakan kekuatannya untuk memisahkan Zhi Ming dari belenggu pedang pusaka itu lalu menyimpannya ke dalam cincin penyimpanan.
“Aku hanya membutuhkan roh senjatanya saja jadi pedang ini akan aku kembali padamu. Lagipula, aku tidak begitu mahir dalam menggunakan pedang. Terimakasih atas kerjasamanya.”
Fu Rong lalu berbalik dan segera membuat celah dimensi untuk meninggalkan ruang ini.
Akan tetapi, Heilong langsung mencegahnya ketika melihat Fu Rong akan melangkah masuk ke dalam celah dimensi itu.
“Tunggu!! Kau belum memberiku kompensasi yang telah kau janjikan. Apakah kau ingin mengambil sesuatu dariku tanpa membayar?”
Fu Rong segera berbalik lalu melemparkan sebuah topeng pada Heilong dan berkata.
“Pakailah topeng itu jika kau ingin membuat keributan selama berada di Bintang Kelahiran Iblis. Dan, pastikan'lah jika kau telah benar-benar membunuh musuhmu sebelum kau meninggalkannya di dalam lorong dimensi. Lorong dimensi memang tidak dapat dimasuki oleh sembarang orang, tapi bukan berarti tidak akan pernah ada orang lain yang bisa masuk ke sana. Saat kau meninggalkan Fu Yu, dia sebenarnya masih hidup tapi kau bisa tenang sekarang karena aku telah membunuhnya. Dan, aku juga bisa berjanji untuk menjaga semua rahasiamu asal kau juga mau merahasiakan apa yang telah terjadi di kamarku tadi siang. Termasuk kejadian bahwa kau telah melihat wajahku.”
Tanpa menunggu jawaban dari Heilong, Fu Rong langsung masuk ke dalam celah dimensi dan menghilang dari kamar ini.
Heilong lalu mengambil topeng itu dan segera menyimpannya di dalam cincin penyimpanan.
__ADS_1
Entah kenapa Heilong sama sekali tidak merasa khawatir sedikit saat mendengar bahwa Fu Rong telah mengetahui identitas aslinya. Mungkin, ini semua karena kesan yang cukup baik dalam beberapa kali pertemuannya dengan Fu Rong.