
Sampai didepan gerbang rumah Alya, Kevin menghentikan motor. Alya turun dengan perlahan. Hujan kini sudah mulai meringan.
"Jaketnya Alya cuci dulu ya" kata Alya setelah ia turun dari atas motor.
Kevin mengangguk.
"Thanks" ucap Alya lirih.
"Gue mau balik" Kevin membelokkan arah motornya.
"Iya, hati-hati"
Kevin menjalankan motornya meninggalkan Alya yang masih berdiri disitu. Setelah Kevin mulai tidak terlihat, Alya memencet bel gerbang rumahnya. Satpam segera membukakan gembok
"Yaampun, Non Alya basah kuyup begini" tegurnya.
"Iya" Alya masuk kedalam lalu memencet kembali bel pintu rumah.
Cekrekk
Bi Ikah membuka pintu
"Waduhh, basah kuyup begini...ayo masuk"
"Maaf Bi, hehe"
Alya masuk kedalam meneteskan titik-titik air di lantai dari bajunya yang basah. Sehingga Bi Ikah harus mengepel lantai setelah ini.
Alya meletakkan tas punggungnya yang basah diatas mesin cuci. Ia langsung mandi berendam air hangat.
Selesai mandi, Alya masuk ke kamar dengan rambut yang berbalut handuk. Ia berpakaian mengenakan baju tidur lengan panjangnya. Biasanya Alya pakai lengan pendek, tapi karena hari ini ia merasa dingin, jadi ia pakai itu.
Selesai berpakaian, ia menyalakan hair drye untuk mengeringkan rambutnya yang basah karena habis hujan-hujanan sekaligus keramas tadi.
Alya bersantai di sofa ruang tengah sambil menonton tv.
"Diminum, Non. Buat anget-anget" Bi Ikah membawakan segelas susu hangat dengan nampan.
"Taroh situ aja, Bi" Alya menunjuk meja kecil disebelah sofa yang ia duduki. Bi Ikah menaruh gelas susu disitu.
__ADS_1
"Oh ya, Nona belum makan ya?"
"Nanti aja nunggu Mama sama Kak Bima"
Bi Ikah mengangguk-angguk lalu pergi ke dapur. Menyiapkan makan malam untuk mereka nanti.
Alya melirik jam dinding berbentuk kepala micky mouse yang tertempel di dinding dekat televisi. Pukul 05:31 WIB.
"Kak Bima belum pulang juga, ini kan udah agak reda hujannya" gumamnya lirih sambil mendekati kaca jendela yang ada di tembok ruang tengah. Melihat pemandangan atap-atap rumah lain, karena posisinya sekarang ada di lantai dua. Ia sedikit merasa khawatir dengan Kakaknya itu.
Disitu Alya mulai membayangkan kejadian manis tadi di sekolah, bersama Kevin. Ia mulai senyum-senyum sendiri. Ia tidak menyangka cowok seperti dia akan berbuat manis kepadanya. Ia melupakan kemarahan dan kebenciannya pada Kevin. Alya sudah memaafkan cowok itu, meskipun dia memang sudah sangat keterlaluan.
"Hey!" suara tak asing mengejutkan Alya. Ia setengah terkejut lalu membalik badan menghadap seseorang dibelakangnya.
"Pulang sama siapa?" tanya Bima. Ia terlihat basah sedikit karena menembus hujan gerimis.
Alya berpikir sebentar, apakah ia harus mengatakan kalau ia diantar pulang oleh Kevin?. Ia tidak mungkin mau mengatakan hal itu pada Bima.
"Malah bengong, gue nanya pulang sama siapa?" suaranya menyadarkan Alya dari pikirannya.
"Kak Bima sana mandi, ntar masuk angin loh" jawab Alya lain. Ia tersenyum kecut kearah Bima.
"Pulang sama Kevin?" tanya Bima yang membuat Alya terkejut. Ternyata ia tahu kalau Alya diantar pulang olehnya.
"Gue yang nyuruh Kevin buat nganterin lo pulang" Bima berjalan meninggalkan Alya untuk ke kamar mandi.
"Oh" respon Alya setelah Bima pergi, perasaan Alya serasa ambruk. Ternyata Kevin mengantarnya pulang hanya untuk menjalankan perintah Bima. Lalu, apakah semua hal romantis dan manis yang Kevin lakukan tadi juga perintah Bima?.
Ia masuk ke kamar, hatinya benar-benar meleleh saat tadi siang Kevin melakukan banyak hal untuknya. Bahkan rasa benci yang ia rasakan sampai menghilang. Tapi setelah mendengar satu kalimat yang tadi Bima ucapkan, ia benar-benar ambruk.
Alya merebahkan dirinya di tempat tidur dengan kasar. Ia mengacak-acak rambut seperti yang ia lakukan tadi di sekolah. Menjambak-jambak rambutnya karena kepalanya serasa sakit. Alya bangkit, ia berdiri lalu kembali duduk didepan cermin. Menatapi dirinya disana yang berambut acak-acakan seperti orang gila.
Alya meraih gadged yang dari tadi ia anggurkan di meja belajar. Menyalakan data dan menunggu notifikasi masuk. Banyak sekali chat yang masuk, padahal baru beberapa jam saja ia tinggal.
Biasanya ia akan sangat senang berteriak-teriak kecil ketika mendapat peristiwa seperti itu. Tapi tidak dengan sekarang, ia merasa seperti sedang patah hati. Entah apa yang dipikirnya sampai ia begitu, padahal Kevin juga bukan siapa-siapanya.
.............................................................................................
Pagi yang cerah itu, Bima sudah siap diatas motornya menunggu Alya. Sudah lima menit Bima mematung di halaman rumah itu. Berkali-kali ia mengangkat pergelangan tangannya, menatap jam tangan hitam yang melingakar.
__ADS_1
"Lama banget tuh bocah, ngapain si" gumamnya kesal. Ia kemudian merogoh saku celananya dan mengeluarkan kotak rokok. Ia menyulut rokoknya.
Alya keluar dari pintu bersama Mama dibelakang.
"Lo ngapain si, lama banget!" sembur Bima sambil menyalakan mesin motornya.
"Ini.. Alya nungguin Mama nyiapin kue cokelat" jawab Mama sambil menyerahkan sebuah paper bag kuning ke Alya.
Alya menerima paper bag itu lalu mencium punggung tangan Mama.
"Ngapain bawa makanan?" tanya Bima.
"Bukan buat Alya" Alya menjawab sambil melangkah turun dari teras rumah, mendekat kearah Bima.
"Buat siapa?"
"Kepo"
"Dasar!"
Tanpa bicara lagi, Alya langsung naik keatas motor Bima.
"Kau ini, gapamitan sama Mama?" tanya Mama menekan Bima. Ia mendekat kearah mereka berdua.
"Eh iya. Lupa, Ma" Bima meringis lalu buru-buru mencium tangan Mama.
"Pagi-pagi udah ngerokok" tegur Mama sambil menyipitkan kedua matanya.
"Nikmaatt" Bima mengacungkan jempolnya kearah Mama, lalu Ia menghembuskan asap rokoknya saat ketawa.
"Kurangin ngerokoknya!" Mama memelototkan matanya sambil menepis bahu Bima.
"Auuu! Yaudah gue berangkat dulu Ma, daah" Bima langsung menjalankan motornya meninggalkan halaman rumah. Sebelum Mama mulai mengoceh banyak.
"Hati-hati!" teriak Mama.
Motor mereka mulai menghilang meninggalkan gerbang rumah besar itu.
"Baruu aja mulai pembukaan ceramah, udah kabur dia" Mama geleng-geleng sendiri. Ia membalik badan dan masuk kedalam rumah.
__ADS_1
----------------------------------------------
Para readers yang habis baca jangan lupa likenya la🙂