Liar

Liar
RESMI


__ADS_3

Tante Rena sangat berterimakasih pada Adam karena cowok itu telah mendonorkan darahnya untuk Sasha. Ia tak tahu bagaimana membalas kebaikan cowok itu. Malah ia merasa berhutang budi padanya.


"Adam makasih banget, ya. Makasih banget, udah donorin darah buat Sasha. Tante gatau gimana balas kebaikan kamu." ucap Tante Rena hampir berlinang air mata. Ia mengelus kepala Adam pelan dengan wajah haru.


"Iya, tan." balas Adam mencoba tersenyum dengan wajah pucatnya.


Semenjak Adam keluar dari ruang donor darah, wajahnya nampak pucat pasi serta jalannya terlihat lemas. Alya, Bima, dan Wanda mengkhawatirkan keadaannya namun Adam bilang, ia baik-baik saja. Tante Rena paling merasa kasihan dan khawatir dengan kondisi Adam.


"Kamu pucet banget, minum dulu." ucap Tante Rena sembari mengambil air mineral di dalam tasnya. Ia membukakan tutup botol air itu lalu menyodorkannya untuk Adam.


"Makasih." Adam pun menerima air mineral pemberian Tante Rena dan meminumnya tanpa jeda sampai hampir habis.


"Kamu beneran gapapa 'kan?" tanya Tante Rena lagi.


Adam mengangguk sembari tersenyum meyakinkan. Setelah beberapa saat mengobrol ringan, ia pun pamit pulang bersama Alya, Bima, dan Wanda. Tante Rena sempat menawari Adam untuk diantar pulang. Namun cowok itu menolak karena ia bawa motor.


Mereka berempat sudah siap di atas motor masing-masing, kecuali Alya yang nebeng Bima.


"Lo yakin gapapa?" tanya Bima memandang Adam yang masih berwajah pucat.


Adam menghentikan gerakan tangannya yang hendak memakai helm. "Iyalah, emang gue kenapa si. Dari tadi yang ditanyain itu—mulu."


"Muka lo pucet kaya orang mati." balas Wanda ketus.


"Anjirr, disamain sama orang mati nih?"


"Kita nanya seriusan, ****. Lo beneran gapapa 'kan, takutnya nanti pingsan dijalan malah ketendang-tendang orang lewat." ucap Bima lagi malah ngelantur.


Sontak Wanda dan Alya tertawa lepas bersamaan. Melihat itu, Adam jadi merasa tertantang.


"Ngece ya klean, emang gue rengginang? Ketendang-tendang. Gue ga selemah itu kalii, dahlah males nak balik." kesal Adam sambil memakai kembali helm fullfacenya.


Cowok itu menyalakan mesin motor dan melambaikan tangan sebentar pada teman-temannya. Setelah itu, ia menancap gas dan melesat meninggalkan rumah sakit dengan kecepatan tinggi.


★★★


Sarah tersenyum licik mendengar ia diakui sebagai salah satu anggota geng Rajawali oleh Anhar.


"Sekarang, lo ikut gue. Sebagai anggota baru, lo harus ke markas sekarang dan perkenalin diri lo ke anggota yang lain." ucap Anhar melirik Sarah tajam.


"Oke, kita pergi sekarang." balas Sarah lalu kembali memakai maskernya dan berjalan melenggang keluar ruangan.


Anhar mengikuti langkah Sarah di belakang. Mereka keluar dari bangunan usang itu dan terdengar suara teriakan dari dalam.


"Woi, gue gimana? Gue ditinggal?"


"Serah lu lah!" Anhar balas berteriak.


Dua orang itu langsung berangkat menuju markas geng motor Rajawali dengan motor masing-masing. Mereka berdua terlihat gagah menjalankan motor ninja beriringan di jalan raya.

__ADS_1


Akhirnya tak butuh waktu lama, mereka berdua sampai di markas. Anhar membunyikan klakson motornya sebelum turun dari motor.


"Anhar! Itu lo?!" pekik Rio kaget.


Bukannya Anhar masih dalam hukuman penjara? Kenapa dia sudah berkeliaran? Siapa yang membebaskannya? Pikir Rio menatap Anhar tak percaya.


"Gue lah, siapa lagi." balas Anhar tersenyum miring lalu turun dari motor.


Rio segera memeluk kilas kawannya itu dan menepuk-nepuk punggungnya. "Akhirnya lo bebas, bos. Siapa yang ngebebasin lo? Cewek itu?" tanya Rio sambil menunjuk Sarah yang tengah berjalan mendekat.


"Bukan." balas Anhar singkat lalu beranjak masuk ke dalam markas.


Disana Anhar kembali membuat terkejut semua orang karena kemunculannya yang tiba-tiba. Mereka langsung mengerumuni Anhar dan menyatakan seberapa bahagianya pemimpin geng motor mereka telah kembali. Sementara Anhar hanya tersenyum kilas menanggapi.


"Oh iya gue punya kabar baru." ucap Anhar pada semua kawan-kawannya.


"Apaan?" tanya Dion.


"Sar!" teriak Anhar memanggil Sarah yang masih berbincang di luar dengan Rio.


Sarah pun masuk dimana topi dan maskernya sudah ia lepas. Ia hanya memakai baju serba hitam dengan rambut pendeknya yang terurai. Cewek itu berdiri di samping Anhar menatap semua orang.


"Dia anggota baru kita. Namanya Sarah." kata Anhar memperkenalkan Sarah. Seketika mereka langsung ribut membicarakan cewek itu.


"Cantik juga."


"Wow, seriusan nih ada cewek?"


"Kencan yuk!"


"Hati-hati siapa tau dia penyusup? Atau penghianat? Atau mata-mata?" teriak Yugo memperingatkan.


"Bukan lah. Dia ini cewek yang kerjasama sama gue waktu gempur SMA Kartika buat nyelakain Bima." jelas Anhar.


"Wah, jadi dia!" pekik Abey menunjuk Sarah.


"Kalo gitu kita percaya sama cewek itu. Dia resmi jadi anggota geng motor Rajawali!" teriak Dion yang langsung disambut teriakan setuju semua orang.


Sarah tersenyum merekah kepada mereka yang mau menerima dirinya. Ia juga menyerukan janji tak akan berkhianat dan selalu patuh pada pemimpin, atas perintah Anhar. Semuanya berpesta hari itu juga merayakan peresmian anggota baru geng Rajawali.


"Selamat datang dunia, ini waktu memulai jati diri gue yang sebenarnya. Bersiaplah para musuh. Haha,"


★★★


Kedua mata Adam menajam seketika saat melewati gang sepi menuju letak rumahnya. Ia melihat dua orang cowok bertengger di atas motor dengan posisi menghadang jalan.


CIIIIITTTTTTT


Adam mengerem motornya mendadak. Dua cowok tadi turun dari motor dan menatapnya tajam.

__ADS_1


"B. Bima Ardja?" tanya salah satu cowok berambut merah setelah melihat logo 'B' di dada kanan jaket Adam.


Adam melepas helm fullface nya dan ikut menatap mereka tajam. "Siapa kalian?"


"Fang, serang dia." ucap cowok itu lagi memerintahkan orang di sampingnya.


Cowok yang dipanggil Fang itu menurut dan menggulung lengan jaketnya bersiap menyerang. Kedua mata Adam melotot lebar seketika karena ia panik setengah mati. Adam melihat otot lengan cowok itu yang mengerikan, sepertinya akan sangat sakit jika ia dipukul.


Adam gemetaran di atas motornya dan malah menyeringai kaku seperti orang bloon. Pelan-pelan...


"KABUUURR!!" teriak Adam malah berlari terbirit-birit meninggalkan motornya. Entah apa yang ada di pikiran cowok itu hingga ia memilih berlari daripada kabur naik motor.


"Sial! Kejar dia, Fang!" dan bodohnya cowok berambut merah malah menyuruh Fang mengejar Adam dengan berlari, bukannya naik motor saja.


"Hah... hah... hah... sembunyi dimana anj*ng. Ahh situ!" seru Adam dengan nafas terengah-engah. Ia bersembunyi di balik semak-semak lebat dan tinggi di tikungan jalan.


Adam segera merogoh saku jeansnya dan mengambil gadget dari sana. Ia menelepon seseorang untuk memberi pertolongan. Selesai menelepon, Adam kembali memasukkan gadgetnya. Ia mengintip jalan, sepertinya Fang tertinggal jauh dari tempatnya bersembunyi. Saat Adam keluar dari semak untuk melanjutkan larinya, tiba-tiba seseorang berteriak dari belakang.


"WOI, JANGAN LARI!!"


"Fang!" pekik Adam kaget dan langsung berlari secepat-cepatnya lagi.


Mereka berdua pun kejar-kejaran di gang sepi itu seperti Tom and Jerry. Adam bertemu tong sampah dan ia pun memanfaatkannya. Digelindingkannya tong sampah itu ke arah belakang, dan ia kembali berlari. Usaha Adam berhasil untuk memberi Fang tantangan. Akibatnya Fang tertinggal jauh oleh Adam karena gelindingan tong sampah tak bersalah itu.


Adam mulai lelah dan sesak napas mengingat sudah seberapa jauh ia berlari kencang. Tubuhnya serasa kehabisan energi dan rasanya begitu buruk.


"Hah... hah... gue... hah... mau... mau mati." ucap Adam ngos-ngosan hebat dan tanpa disadari, tubuhnya ambruk di atas paving.


Adam berusaha bangkit namun tak bisa. Tubuhnya sangat lemah dan ia hanya mampu menggerakan jari telunjuknya saja. Perlahan, cowok itu pun menutup kelopak matanya di atas paving kering itu.


★★★


"Ingat! Gaboleh ada yang mencar! Kita harus bersama, kita gatau siapa penyerang Adam itu." seru Bima pada 15 anggota geng motor Bima Ardja yang sudah siap di atas motornya masing-masing.


"SIAP, KOMANDAN!" balas mereka serempak.


"Oke, go! Go! Go!"


Konvoi geng motor Bima Ardja melaju cepat ke arah tujuan dengan Bima berada paling depan. Tak ada yang membawa senjata semacam pistol atau pedang. Karena mereka belum tahu siapa penyerang merugikan itu. Mereka akan melawannya beramai-ramai dengan tangan kosong.


Jantung Alya berdebar-debar memikirkan pertarungan apa yang akan mereka hadapi nanti. Ia satu motor dengan Wanda.


"Kan harusnya Adam lo anterin pulang tadi." ucap Alya membenarkan perkataannya di rumah sakit tadi.


"Gue males. Lagian si Adam juga sok-sokan gamau dianter pulang." balas Wanda dengan suara kencang melawan deru motor bising mereka.


-------


Apa yang akan terjadi selanjutnya ya guys? Terus simak kisahnya jan lupa like, komen, and vote😘

__ADS_1


Rate bintang 5 uyy:v😍


See you in next part.


__ADS_2