LIGHT IN YOUR EYES (Cahaya Di Matamu)

LIGHT IN YOUR EYES (Cahaya Di Matamu)
Drama Anak Sekolah 1 (Revisi)


__ADS_3

"Bang Saka? "


Pria itu tersenyum hangat.


"Long time no see, my angel. Sekarang abang beneran pulang. " Ucapan pria itu membuat Chelsea menangis haru.


Chelsea langsung memeluk pria kesayangannya itu dengan erat. Pria itu tertawa melihat reaksi Chelsea yang sudah bisa ia prediksi. Sementara Alex masih menatap pria itu dengan intens.


Bersama dengan Chelsea selama ini membuat Alex benar-benar merasa jadi keluarga Chelsea entah itu sebagai apa. Hanya saja hal itu membuat Alex jadi tidak terlalu suka melihat Chelsea dekat dengan orang yang belum ia pastikan tidak akan membahayakan keselamatan Chelsea.


Bahkan Saka yang kabarnya memang sangat dekat dengan Chelsea sejak kecil lebih dari Rico yang notabene kakak kandung Chelsea sendiri Alex masih bisa menatap pria itu dengan intens. Memperhatikan setiap gerak-gerik Saka dengan waspada.


Meski kewaspadaan Alex tidak ditunjukkan dengan perilaku berlebihan, tapi tatapan matanya itu cukup membuat Saka risih. Saka tersenyum saat menyadari kewaspadaan Alex kemudian melepaskan pelukan Chelsea padanya dan menatap wajah berantakan Chelsea yang membuatnya tertawa.


"Apa nih? Adik abang jadi jelek gini. " Goda Saka dan membuatnya mendapat pukulan-pukulan kecil dari Chelsea.


Saka tertawa lagi.


"Udah dong nangisnya, nanti tambah jelek. Masa yang mau ke acara perpisahan jelek gini, mana udah telat lagi. "


Sesaat Chelsea tersentak saat menyadari bahwa ucapan Saka memang benar. Chelsea jadi panik sendiri kemudian menangis lagi saking paniknya sampai lagi-lagi memukuli Saka.


"Gara-gara abang! Chelsea jadi jelek, telat juga! Pokoknya gara-gara abang! Abang pokoknya salah! " Rengek Chelsea sambil cemberut dan terisak setelahnya.


Lagi-lagi untuk kesekian kalinya Saka tertawa dengan sikap cengeng Chelsea. Alex yang melihatnya tampak menahan tawa dan tentunya merasa sangat heran dengan sikap manja dan cengeng Chelsea yang seperti itu.


"Iya deh abang yang salah, dari pada kamu makin jelek lagi terus beneran telat mendingan abang yang anterin ke sekolah. Setuju? " Tawar Saka dan langsung disetujui Chelsea tanpa banyak berpikir.


Alex merasa khawatir dengan keselamatan Chelsea dan berniat mencegah Chelsea ikut bersama Saka. Tapi dengan antusias Chelsea langsung masuk ke dalam mobil Saka. Mengerti dengan kekhawatiran Alex, Saka menepuk pelan bahu Alex dan tersenyum saat Alex menoleh.


"I will always protect her, don't worry! And from now you must believe me. " Ucap Saka kemudian masuk ke dalam mobil meninggalkan Alex yang masih menatap dengan khawatir.


Dengan cepat Alex kembali masuk ke dalam mobil begitu juga dengan para bodyguard. Tiba-tiba kekhawatiran Alex semakin menjadi saat mobil yang dikemudikan Saka melaju dengan sangat kencang. Alex segera memerintahkan sopir untuk menyusul mobil Saka dan mobil para bodyguard pun mengikutinya.


"Apa nih?! Gimana bisa dia minta gue percaya sama dia? Bawa mobil aja kayak gitu, terus gue bisa percaya dari mana coba? Gila! " Gerutu Alex saat mobil yang ditumpanginya kewalahan menyusul mobil Saka.


Kecepatan mobil Saka memang tidak bisa dibandingkan dengan mobil yang Alex tumpangi. Karena dari tampilannya saja sudah bisa diketahui kalau mobil Saka itu mobil balap. Alex memijat pangkal hidung kemudian berdecak.


"Apa anda masih akan ke sekolah Nona, Tuan Lexan? " Tanya sopir membuat Alex akhirnya menghela nafas.


"Kita lanjut saja ke sekolah. " Putus Alex.


Dan mobil itu melaju dengan kecepatan normal di jalanan yang mulai padat. Alex menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi dan memilih mencari posisi nyaman. Menghela nafas beberapa kali dan memejamkan mata beberapa saat.

__ADS_1


'Gue harap tuh orang beneran bisa dipercaya. Padahal gue kira seorang Saka Gintha De Adhitama itu orangnya bakal berwibawa kayak adiknya. Benar-benar mengejutkan, keluarga Adhitama punya selera yang unik saat menentukan pewarisnya. '


Alex terkekeh beberapa saat karena pemikirannya sendiri. Kehadiran Saka memang cukup membuatnya terkejut, tapi penampilan pria lebih membuatnya terkejut. Sangat diluar dugaannya selama ini.


"Gue gak tau harus kagum atau malah bingung, kalo gak ada Chelsea kayaknya gue gak bakal nyangka dia pewaris keluarga Adhitama. "


Sementara itu Chelsea tengah bingung dengan riasannya yang sudah berantakan. Melihat kebingungan Chelsea membuat Saka tersenyum dan akhirnya membuka dashboard mobilnya. Dan nampak lah satu set alat make up sederhana yang membuat Chelsea menatap make up dan Saka bergantian dengan tidak percaya.


"Wah! Daebak! "


Saka tertawa karena reaksi Chelsea. Tapi Chelsea justru menatap curiga Saka setelah selesai dengan kekagumannya.


"Abang suka bawa cewek lain yah? " Tuduh Chelsea membuat Saka terkekeh.


"Impossible Kamu tau abang gimana, kan? Ini tuh bukti kalo abang tuh sangat mengerti kamu, my angel. "


Chelsea terkekeh.


"Iya deh, percaya. " Ucap Chelsea pada akhirnya.


Setelahnya Chelsea mulai membersihkan wajahnya dengan tisu basah yang juga sudah disiapkan Saka. Chelsea benar-benar dibuat kagum dengan persiapan yang dilakukan abangnya itu. Kemudian mulai merias wajahnya tanpa peduli mobil yang ia tumpangi sedang dikemudikan pemiliknya dengan kecepatan tinggi.


Akhirnya setelah 10 menit perjalanan mereka sampai di sekolah Chelsea. Setelah melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya Chelsea mengacungkan dua jempol pada Saka. Mengakui kehebatan abangnya dalam urusan kebut-kebutan. Sebelum keluar dari mobil ia menatap abangnya.


Saka terkekeh kemudian mengelus kepala Chelsea dengan lembut.


"Kan udah ada yang nemenin, siapa itu tadi yang bareng kamu? "


"Om Alex" Jawab Chelsea malas.


Saka nampak terkejut.


"Lah! Udah tua emang? Kirain seumuran. "


"Emang seumuran, kebiasaan aja Chelsea panggilannya Om. Abang temenin Chelsea dong. "


"Ayah kamu kenapa gak ikut? "


"Chelsea gak mau ditemenin ayah, nanti makin banyak dong bodyguard yang ikut. Males banget, lagian acaranya gak formal banget sampai ayah harus ikut. Ayolah bang, temenin Chelsea yah? "


Saka tersenyum.


"Ya iyalah abang temenin, lagian tujuan abang apa lagi pakai nyegat mobil kamu tadi. "

__ADS_1


Chelsea tersenyum sumringah. Tapi kemudian menatap Saka heran.


"Abang mau temenin Chelsea ke acara perpisahan pakai pakaian kayak gini? "


Saka menatap pakaiannya sendiri. Sebuah jeans sobek-sobek warna hitam dipadukan dengan kaos putih yang dilapisi kemeja kotak-kotak warna merah. Memang keren jika digunakan untuk nongkrong, tapi mereka akan datang ke acara perpisahan bukan nongkrong.


"Tenang, abang udah siapin semuanya. Sekarang kamu pergi dulu nanti abang nyusul. "


Chelsea menatap curiga.


"Abang gak nyari alasan buat kabur, kan? "


"Enggak dong, my angel. Sekarang kamu pergi dulu, abang gak bakalan lama. "


"Oke, awas ya kalo bohong! " Ancam Chelsea sebelum akhirnya keluar dari mobil dan berjalan lebih dulu menuju taman belakang sekolah.


Perpisahan itu memang diadakan di taman belakang sekolah. Waduk yang ada di sana terlihat sangat indah dengan beberapa bunga teratai yang mengambang. Ukuran waduk itu tidak terlalu luas dan mempermudah panitia perpisahan untuk menghias. Jembatan melengkung yang membelah waduk itu memiliki gazebo cukup besar ditengahnya dan itu dijadikan panggung utama.


Chelsea kagum melihat dekorasi taman yang terdapat banyak kursi dan meja, penempatannya sesuai dan tidak akan membuat para tamu kepanasan. Selain karena memang taman itu cukup rimbun dengan pepohonan. Ada juga enam gazebo lainnya yang mengelilingi waduk itu. Mungkin gazebo-gazebo itu akan ditempati tamu-tamu kehormatan seperti kepala yayasan.


Belum puas Chelsea mengagumi dekorasi itu tiba-tiba sepasang lengan mendekapnya dari belakang. Chelsea tersenyum saat mengenali parfum pemilik lengan itu. Chelsea menyentuh lengan itu dan menggenggamnya.


"Ketahuan banget, gak usah sok misterius deh, Kara! "


Pemilik lengan itu tertawa kemudian mendekap Chelsea lebih erat. Chelsea ikut tertawa.


"Kok bisa tau ini gue? "


"Bau kamu gak pernah berubah. "


"Makin nakal yah. " Ucap Kara sambil mendekap Chelsea lebih erat lagi.


Chelsea tertawa begitupun dengan Kara. Sementara itu sepasang mata menatap mereka dengan tatapan dingin. Tersirat jelas rasa tidak suka di matanya saat melihat adegan itu.


"Kamu ngapain bengong disini, Raja? " Tanya Citra yang tiba-tiba datang.


"Gak usah sok peduli! " Ketus Raja sebelum kemudian meninggalkan Citra tanpa peduli.


Citra menggerutu kesal kemudian menatap Chelsea dan Kara yang berada cukup jauh darinya. Terlihat jelas dimatanya kemarahan untuk Chelsea.


"Kenapa selalu aja dia yang jadi penghalang? Kenapa Raja masih tetap suka sama dia? Apa sih lebihnya dia? Gak ngerti deh! "


Setelahnya Citra pergi dari sana dan menyusul Raja yang pergi meninggalkannya. Sementara dari kejauhan Saka menyaksikan hal itu. Ia geleng-geleng kepala melihat adegan yang menurutnya sangat bodoh.

__ADS_1


" Drama anak sekolah, pasti selalu kayak gini. "


__ADS_2