
Pagi ini Raja memakan sarapan dan meminum obatnya dengan cepat. Mamanya memiliki jadwal tugas yang padat hari ini. Dan karena tidak bisa selalu mengawasi Raja, mamanya meminta perawat mempercepat jadwal minum obat Raja pagi ini.
Setelah memastikan Raja meminum obatnya, sang mama segera pergi dari ruang rawat Raja untuk kembali bertugas. Raja hanya bisa memaklumi mamanya yang memang seorang dokter senior di rumah sakit itu. Sudah pasti mamanya akan sangat sibuk.
Setelah ditinggal sendirian di ruang rawatnya, Raja mulai mencari kegiatan yang bisa ia lakukan dalam kondisinya sekarang. Mulai dari nonton televisi memainkan handphone sampai membuka-buka lembaran majalah yang entah dari mana.
"Percuma, semuanya abu-abu. " Keluh Raja sambil menyimpan kembali majalah di tangannya ke atas meja di samping ranjang.
Raja mulai merasa bosan dan berpikir untuk keluar dari ruang rawat. Dia berniat untuk sedikit mencari kesibukan dengan pergi ke taman rumah sakit.
Setelah membulatkan tekadnya, Raja berusaha turun dari ranjang dan duduk di atas kursi roda. Ia cukup beruntung karena kursi roda itu berada di dekat ranjang sehingga memudahkannya untuk berpindah dari ranjang ke kursi roda itu.
Sebelum pergi Raja sempat mengambil pensil dan buku gambar yang beberapa waktu lalu dibeli mamanya atas permintaan dirinya. Tapi, tangannya terhenti saat memegang handle pintu. Ia mengingat tentang pertemuannya dengan Chelsea kemarin.
Matanya terpejam agak lama seiring dengan helaan nafasnya yang nampak berat. Saat membuka mata ia memaksakan diri untuk tersenyum seolah dia baik-baik saja.
"Sebisa mungkin gue harus menjauh dari segala hal tentang Chelsea. Gue gak boleh berpikir apapun tentang Chelsea. Semuanya udah selesai. "
'Tinggalkan semua tentang Chelsea di masa lalu. '
Raja membuka pintu dan menjalankan kursi roda menuju taman rumah sakit. Kondisinya yang sekarang memang sangat menyulitkan baginya. Tapi pada akhirnya Raja sampai juga di taman rumah sakit.
Ia sedikit meringis melihat betapa ramainya taman. Padahal hari belum beranjak siang. Meski begitu ia tidak mengurungkan niatnya untuk tetap menikmati pemandangan taman rumah sakit yang luasnya hampir 2 hektar itu.
Ia menarik nafas dalam untuk menikmati udara sejuk taman di pagi hari. Setelahnya mengedarkan pandangannya untuk mengamati pemandangan taman.
Dari tempatnya ia bisa melihat air mancur yang tampak dikelilingi lampu-lampu yang ia yakini akan sangat indah jika dilihat pada malam hari. Ada juga pepohonan rindang yang dijadikan tempat berteduh dan duduk lesehan di atas rumput oleh beberapa orang.
Terakhir ia melihat beberapa jenis bunga tumbuh dengan subur. Dan yang paling memikat hatinya adalah bunga lavender. Meski di matanya kini terlihat abu-abu, tapi hatinya dengan cepat mengenali warna bunga itu.
Ia menghampiri bunga lavender itu dan memperhatikannya dengan seksama. Tiba-tiba seketika itu juga nama Chelsea terucap oleh hatinya. Membuat matanya terpejam sesaat.
"Kenapa sulit banget? Kenapa menjauh dari segala hal tentang lo bisa sesulit ini? " Gumam Raja sambil menatap bunga lavender di hadapannya.
"Gue masih hafal banget, lo bahkan lebih suka bunga lavender dari pada gue. " Ucap Raja sambil mulai menggoreskan pensil pada buku gambar dalam pangkuannya.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama untuknya menyelesaikan gambaran yang ia buat. Sambil menatap hasil gambarnya, pikiran Raja kembali memutar ingatan pada masa SMA-nya.
Flashback On
Hari ini Raja dan teman-teman seangkatannya akan melakukan penelitian untuk tugas dari guru biologi. Mereka diatur menjadi beberapa kelompok sesuai pilihan tanaman yang mereka pilih dari beberapa pilihan yang diberikan oleh guru biologi.
Cara pembagian kelompok itu berhasil mempertemukan Raja dengan Chelsea dalam satu kelompok. Tentu saja hal itu bukan kebetulan atau semacamnya. Raja tau Chelsea sangat suka bunga lavender dan perkiraannya tepat. Mereka benar-benar bertemu dalam satu kelompok saat Raja memilih tanaman bunga lavender.
Raja menahan diri untuk tidak bersorak saat melihat Chelsea berada dalam kelompok yang sama dengan dirinya. Ia berusaha bersikap senormal mungkin saat guru mulai menjelaskan tugas yang harus dilakukan.
Mereka sedang berada di gazebo taman belakang sekolah saat ini. Setelah guru biologi menjelaskan tugas, mereka langsung diberi beberapa pot tanaman bunga lavender. Tapi, bukannya ikut mengerjakan tugas, Raja malah lebih banyak menghabiskan waktu dengan menatap Chelsea.
Saat ini Chelsea tengah fokus meneliti bunga kesukaannya. Ia tampak sangat senang saat dihadapkan dengan tugas yang berkaitan dengan bunga lavender. Tapi, saat ia mulai menyadari bahwa Raja memperhatikannya, ia langsung menoleh.
"Kamu gak mau dikeluarin dari kelompok, kan? "
Mendapatkan pertanyaan seperti itu membuat Raja menggeleng dengan santainya. Matanya masih menatap Chelsea dan membuat Chelsea risih. Chelsea menghela nafas.
"Kalo kamu terus menatap aku kayak gitu, mending kamu keluar aja dari kelompok. Jangan jadi beban buat orang lain. " Ketus Chelsea sebelum kembali melanjutkan penelitian.
Teman-teman satu kelompoknya memberi Raja pujian kecuali Chelsea. Chelsea lebih memilih memperhatikan bunga lavender yang memang sangat indah itu. Dan hal itu membuat Raja sedikit kecewa. Sejak awal dia memang mengharapkan pujian dari Chelsea.
Tapi dengan tetap tersenyum Raja menghampiri Chelsea. Ia menatap Chelsea seperti tadi. Tapi Chelsea mengabaikannya dan lebih memilih menghirup aroma bunga lavender. Raja jadi bingung sendiri karena kehabisan akal.
"Suka banget ya sama lavender? " Tanya Raja pada akhirnya.
"Jelas, aku lebih suka lavender dari pada kamu. "
Flashback Off
Raja tersenyum miris setelah mengingat kenangan itu. Ia memberi beberapa coretan pada gambarannya dan menyobek kertas itu untuk ia buang. Tapi, kertas itu baru ia lipat saat sebuah bola gas tiba-tiba terlempar kearahnya dan membuat lipatan kertas itu terjatuh.
Raja menghela nafas. Ia tidak berniat membuang kertas itu sembarangan, tapi kertas itu terjatuh ke rerumputan dan akan sangat sulit untuk ia ambil. Ia mengalihkan pandangannya untuk melihat orang yang telah melemparkan bola itu padanya.
Tiba-tiba matanya terbelalak. Raja melemparkan bola itu ke sembarang tempat dan mulai beranjak dari taman.
__ADS_1
'Kenapa harus ketemu Chelsea? '
"Raja! Tunggu! " Teriak Chelsea.
Raja bisa mendengar teriakan itu dengan jelas. Tapi ia memilih tetap pergi secepat yang ia bisa. Setelah berada cukup jauh dari Chelsea, ia bertemu dengan mamanya. Mamanya yang melihat dia dengan nafas putus-putus langsung menghampirinya dengan khawatir.
"Kamu kenapa, sayang? Kenapa keluar? " Tanya Mama Raja dengan khawatir.
Raja mengatur nafasnya sebelum menjawab.
"Raja bosan, Ma. Tapi sekarang Raja capek. "
Mamanya menggelengkan kepala beberapa kali saat mendengar jawaban Raja. Ia tersenyum kemudian membantu Raja untuk kembali ke ruang rawat.
Sementara itu di taman rumah sakit Chelsea yang hendak menyusul Raja malah terhenti karena sesak nafas. Ia jatuh terduduk di rerumputan dan membuat Kara yang melihatnya segera menghampiri Chelsea dengan khawatir.
Dengan cekatan Kara membopong tubuh Chelsea dan segera membawa Chelsea kembali ke ruang rawat. Mata Chelsea menatap kertas terlipat yang tergeletak di atas rerumputan dan penasaran.Tapi keadaannya membuat ia tidak bisa mengambil kertas itu.
Saat keduanya telah berjalan menjauh dari tempat sebelumnya, tiba-tiba tangan seseorang mengambil kertas terlipat itu. Seorang wanita misterius dengan topi bucket dan kacamata hitam itu membuat lipatan kertas dan menatap gambar bunga lavender yang tampak indah meski tercoret beberapa garis.
Wanita itu tersenyum sebelum memasukan lipatan kertas itu ke dalam tas branded miliknya. Setelahnya kaki jenjang yang di topang high heels itu melangkah menghampiri seorang perawat yang tengah menemani seorang pasien di dekatnya.
"Permisi, Sus. "
Perawat itu menoleh padanya dengan senyum ramah.
"Iya, ada yang bisa saya bantu? "
"Apa semua bunga itu bisa saya beli? " Tanya wanita itu sambil menunjuk tanaman bunga lavender yang cukup banyak.
Perawat itu mengernyit heran.
"Maaf, itu milik rumah sakit. " Jawab perawat yang membuat wanita itu tersenyum.
"Dimana aku bisa menemui pemilik rumah sakit ini? "
__ADS_1