Love Is On Air With Mr.CEO

Love Is On Air With Mr.CEO
KAK ARVI VS MORGAN


__ADS_3

Part 12 " Kak Arvi Vs Morgan "


Beberapa hari setelah kejadian, aktifitas kami kembali berjalan seperti biasa.


Aku kembali ke pekerjaan ku, begitu juga dengan Morgan.


Hari ini dia mengadakan pertemuan meeting untuk memenangkan tender suatu proyek ekspansi luar negeri.


Tidak di sangka sangkan, Osmond Group dan JJ Group menjadi rival terkuat dalam meetinf itu.


Kak Arvi yang merupakan kakak ipar ku berhadapan langsung dengan Morgan, yang merupakan kekasih ku di mata semua orang.


Tatapan kak Arvi begitu tajam ke arah Morgan yang tidak mengenali siapa kak Arvi bagiku.


" Jadi, kamu orang nya? Senang bertemu dengan mu. " Kata Kak Arvi menjabat tangan Morgan.


" Jangan senang dulu. Aku bukan lawan yang mudah. " Jawab Morgan menunjukkan keangkuhan di hadapan kak Arvi.


Kak Arvi pun tersenyum dan membisikkan sesuatu ke telinga Morgan.


" Kalau kamu berani melawan ku, kamu akan menyesal di kemudian hari. " Sindir Kak Arvi yang sebenarnya bermaksud mengatakan menyesal adalah tidak menjamin mendapatkan restu dari nya untuk berhubungan dengan ku, adik iparnya.


Morgan yang tidak tahu dan tidak berpikir sampai kesana hanya tersenyum sinis menanggapi nya.


Mereka melanjutkan meeting dengan tenang hingga sebuah undangan gala dinner proyek di berikan.


Partisipan yang akan bekerja sama turut di undang bersama pasangan masing masing, tentu saja kabar itu sampai ke telinga ku.


Aku meluangkan waktu untuk mendampingi Morgan menghadiri gala dinner itu.


Dengan gaun hitam panjang menutupi kaki, aku berjalan anggun di samping Morgan dan tak lupa tersenyum tulus ke beberapa media yang hari itu datang mengincar foto foto para tamu undangan dan beberapa selebriti yang mengisi acara.


Ketika masuk me gedung yang sudah terhias indah dan mewah, kaki ku seketika terhenti saat melihat kak Arvi dan kak Sheli sudah menanti beberapa meter di depan ku.


" Orang itu adalah rival bisnis ku. Dia yang paling menyebalkan dan ingin sekali aku singkirkan. Kamu tidak boleh terintimidasi." Bisik Morgan ke arahku tanpa mengetahui kebenarannya.


" Hai.. Morgan, akhirnya kamu datang juga. " Sapa kak Arvi menjabat tangannya dan ditanggapi dengan tidak baik.


Sedangkan kak Shelo menahan tawa sambil memandangku.


" Tentu saja aku harus datang. Karena proyek ini pada akhirnya milik JJ group. " Jawab Morgan angkuh.


Aku terdiam dan tidak bisa ber kata kata lagi, aku tidak bisa menghentikan keangkuhan Morgan di hadapan kedua kakak ku.


" Pasangan anda, cantik sekali. " Sahut Kak Shelo mulai menggoda ku.


" Terimakasih. Perkenalkan.. ini Sesil. " Kata Morgan memperkenalkan aku ke kakak kandungku.


" Senang bertemu dengan mu Sesilia Deana Putri. " Sahut kak Shelo membuat Morgan terkejut.

__ADS_1


" Aku Shelomita Deana Putri, kakak.. kandung Sesil. "


Bagaikan tersambar petir tanpa hujan, Morgan langsung tercengang dan terdiam tidak berkutik mendengar perkataan kak Shelo.


" Dan aku.. adalah kakak ipar, wanita cantik disamping mu ini. " Sahut kak Arvi menambahkan.


Petir kedua seakan kembali menyambar melihat ekspresi Morgan yang menjadi tegang mengundang tawa kedua kakak ku.


" Kenapa kamu gak cerita? " Bisik Morgan ke arahku.


" Aku juha baru tahu, saat bertemu disini. Hehehe" Jawab ku sambil tersenyum getir.


" Ehm.. aku.. " Kata Morgan terbata bata.


" Kita ambil minuman saja untuk para wanita kita. " Ajak Kak Arvi sambil merangkul lengan Morgan memberi tekanan lebih banyak hingga membuat Morgan yang awalnya angkuh jadi tak berdaya dan patuh.


Aku dan kak Shelo tertawa melihat ekspresi Morgan yang sangat jarang ditemui.


Pesta berlanjut ke pesta dansa, kami berdansa mesra dengan pasangan masing masing mengikuti alunan musik ballad yang membuat suasana semakin romantis.


Di tengah tengah suasana romantis, sesekali kami saling bertukar pasangan.. Kak Arvi dan Aku, Kak Shelo bersama Morgan.


Pemandangan malam ini entah mengapa menjadikan kami terlihat semakin terikat.


" Kamu sangat menyukai nya? " Tanya Kak Shelo kepada Morgan tiba tiba.


" Karena dia adalah adik ku yang berharga. Aku ingin.. dia memiliki kisah cinta yang indah. " Jawab Kak Shelo dewasa.


" Tenang saja.. aku akan menjaga nya. " Jawab Morgan asal.


" Terima kasih Morgan. Aku percaya padamu. Sesil adalah gadis yang ceria dan baik meski tumbuh tanpa seorang ayah. Aku berharap, kamu bisa menjaga nya menggantikan ayah kami yang meninggal sejak lama. " Nasehat tulus kak Shelo yang tanpa sadar membuat Morgan tersentuh.


Hal yang sama juga terjadi padaku ketika berdansa dengan Kak Arvi.


" Jangan sungkan bilang kepadaku.. jika dia menyakitimu. " Kata kak Arvi melindungi ku.


" Tenang saja kak, meskipun dia seperti itu.. tapi sebenarnya dia lelaki yang baik. " Jawab ku membela nama baik Morgan.


" Waahh.. kamu sangat menyukai nya ya? " Goda kak Arvi.


Namun aku hanya bisa menjawabnya dengan senyuman, karena aku sendiri tidak memahami isi hatiku.


Kami kembali ke pasangan masing masing di akhir alunan musik malam itu.


Ketika aku kembali pada dekapan hangat Morgan, entah mengapa suasana terasa semakin panas..


Kami yang bersentuhan dapat merasakan debaran jantung satu sama lain.


Sesekali kedua mata kami saling bertatapan namun lagi lagi seperti ada suatu tembok penghalang di antara kami untuk menyampaikan kejujuran satu sama lain.

__ADS_1


Pesta malam ini berjalan begitu indah, ditutup dengan pengumuman pemenang tender.. yaitu Group JJ milik Morgan.


Kak Arvi yang diam diam mengalah, dengan lapang dada memberikan ucapan selamat kepada Morgan.


" Good job. " Kata kak Arvi dan saling berpelukan dengan Morgan yang tidak lagi bersikap angkuh di hadapan kak Arvi.


Kami pun berpisah, Morgan mengantarkan aku pulang ke apartmen yang sudah kembali tertata seperti sedia kala.


" terima kasih sudah mengantarku. " Kata ku sambil melepas sabuk pengaman mobil.


" Kamu sudah berani malam ini tinggal sendirian? " Tanya Morgan kepadaku terlihat khawatir.


" Tentu saja. Aku sudah memperbaiki semuanya dan mengganti pasword rumah ku. " Jawab ku tidak takut lagi.


" Sebenarnya.. entah kenapa, aku merasa tidak tenang. " Gumam Morgan jujur tanpa ia sadari.


" Maksud ku.. aku takut sesuatu terjadi, dan orang orang berpikir aku tidak becus menjadi pacarmu. Apalagi kedua kakak mu pasti akan menghajarku hidup hidup. " Kata Morgan mencoba mencari cari alasan untuk menutupi rasa khawatirnya.


" Jangan di ambil hati apapun yang dikatakan kakak ku. Kami terbiasa saling menjaga, karena kami pernah berada di masa masa yang sulit. Kakak hanya tidak ingin, aku memiliki kisah cinta yang menyedihkan. " Jawab ku mencoba menjelaskan.


" Kisah cinta yang menyedihkan ? " Tanya Morgan tiba tiba tertarik dengan pembahasan itu.


" Kakak selalu bilang padaku untuk memiliki kekasih dari kalangan orang biasa saja. Jangan menjalin hubungan dengan golongan berkuasa dan banyak uang seperti kalian. Hahaha. " Cerita ku sambil tertawa mengingat wejangan kak Shelo.


" Bukan kah.. kakak ipar mu juga CEO.. Group Osmond yang sangat terkenal. " Kata Morgan merasa tidak adil.


" Ya karena itu.. perjuangan mereka benar benar luar biasa. " Jawab ku enggan bercerita detail. ( Baca saja My Accident Destiny 1 hehe )


" Pantas saja.. dia berulang kali mengingatkan ku. " Gumam Morgan mengingat perkataan Shelo saat berdansa dengannya tadi.


" Tidak perlu di pikirkan. Kan.. kita hanya settingan, suatu saat ketika kita sudah tidak berguna untuk satu sama lain.. kita akan berpisah.. jadi jangan terlalu di ambil hati. "


Sahut ku sesuai realita yang aku jalani, meski dalam hati aku merasa sedih saat mengatakannya.


Hal serupa juga ternyata juga dirasakan oleh Morgan, dia tiba tiba murung dan terdiam mendengar jawaban ku.


" Aku.. masuk dulu. " Saat aku hendak pamit untuk masuk, tiba tiba Morgan menahan tangan ku.


" Tunggu.. " Sahut Morgan.


" Kenapa? " Tanya ku heran.


" Kita kan habis dari pesta.. tadi disana banyak media. Aku takut ada yang membuntuti kita. Jadi.. ijinkan aku memberi ciuman selamat malam. " Kata Morgan seraya mencium bibir ku untuk beberapa detik.


Aku memejamkan mata dan mengikuti alur Morgan, namun hatiku malah terasa sakit.


Dan sesuatu yang aneh mulai kurasakan.. dimana Morgan semakin menggerakkan bibirnya mencium ku lebih intens, seakan tidak hanya sekedar akting.


Aku hanya bisa menahan dan tanpa sadar meremas jas hitam nya malam itu karena rasa gugup.

__ADS_1


__ADS_2