Love Is On Air With Mr.CEO

Love Is On Air With Mr.CEO
DAY START


__ADS_3

Part 58 " Day Start "


Semalaman aku tidak bisa tidur dengan nyenyak, karena untuk pertama kali nya aku tidur di penthouse Morgan.


Aku memiliki kamar sendiri di sebrang kamar Morgan, ia tidur bersama putri nya.


Perasaan gelisah terus menghantui ku, karena aku belum bisa jujur dan terbuka kepada keluarga ku.


Aku masih belum memiliki keberanian karena di satu sisi hubungan ku dan Morgan masih buruk. Kalau 3 tahun Morgan berjuang untuk ku, kali ini kurasa adalah giliran ku.


Waktu ku tersisa 99 hari lamanya untuk meluluhkan hati Morgan yang sudah begitu keras, dan dunia nya hanya Mitzy serta pekerjaan saja.


Aku pagi ini bangun lebih pagi dengan lesu karena kurang tidur. Dengan piyama aku berjalan sambil menguap.. dan ingin ke dapur untuk mengambil air.


Tanpa sengaja aku melihat Mitzy yang sudah bangun dan berada di depan kulkas, ia seperti menginginkan sesuatu namun kesulitan membuka nya.


" Good Morning Mitzy. " Sapa ku menghampiri nya.


" Kamu cari apa nak?? " Tanya ku lembut pada Mitzy.


" Susu.. mau susu. " Kata nya polos sambil mengenakan piyama.


Sejenak aku menyadari, bahwa Morgan benar benar mengasuh Mitzy dengan mengandalkan orang terdekat saja.


Aku sedikit bisa membayangkan, Morgan menjadi ayah yang begitu introvert untuk Mitzy karena pelampiasan rasa kecewa nya.


Aku pun dengan sigap mengangkat Mitzy duduk di kursi makan milik nya.


" Tunggu disini ya.. kusiapkan. " Kata ku sambil membelai rambut nya.


" Thankyou mommy. "


Mendengar suara Mitzy di pagi hari begitu mendamaikan hati ku, dan aku jadi semakin terbiasa dengan panggilan mommy.


Aku memberi nya sebuah gelas kecil dan menuangkan susu ke dalam nya.


" Mitzy biasanya sarapan apa ya. " Gumam ku yang belum mengetahui kebiasaan Mitzy di pagi hari.


" Sayang.. biasanya kalau pagi, kamu suka makan apa? " Tanya ku pada anak kecil yang sedang meneguk susu dengan pandainya.


Namun Mitzy nampak bingung menjawab pertanyaan ku.


Hmmm dan aku pun memutuskan untuk membuat makanan simple yang aman untuk balita.


" Aku harus banyak belajar tentang anak kecil.. " Gumam ku sambil melihat ke arah kamar Morgan yang masih senyap menandakan Morgan masih tidur nyenyak.


" Daddy.. belum bangun ya?" Bisik ku pada Mitzy, karena aku gengsi kalau sampai terdengar oleh lelaki itu.

__ADS_1


Mitzy pun menganggukkan kepalanya memberi jawaban.


" Ya udah, biarin aja.. tunggu ya, mommy mau bikin sarapan buat Mitzy.. terus kita mandi.. " Sahut ku mengumpulkan semangat.


Satu jam kemudian di kamar Morgan..


Lelaki itu terbangun dari tidur nyenyak nya untuk pertama kali dalam 3 tahun ini. Ia seringkali tidak bisa tidur dengan nyenyak entah karena pekerjaan atau karena kerumitan perasaan nya.


" Mitzy?? " Sahut Morgan terkejut karena tidak mendapati Mitzy di sebelahnya.


Dengan cepat ia membuka pintu kamarnya dan mendapati pemandangan yang begitu indah, hingga membuat dirinya terdiam.


Ia melihat Mitzy dan Sesil yang asyik dengan kebersamaan mereka di dapur, serta terlihat Sesil memberikan suapan suapan kecil ke mulut Mitzy yang lucu.


" Makan sayur nya juga.. biar Mitzy sehat. " Gumam Sesil yang saat ini memancarkan aura keibuan di mata Morgan.


" Ini apa?? "


" Ini namanya wortel.. "


Terdengar sayup sayup pembicaraan mereka yang bahkan tidak menyadari sedari tadi Morgan memandangi mereka.


" Aku masih belum terbiasa melihat ini.. tapi... " Gumam Morgan sangat pelan. Sekejap ia menyadarkan dirinya, baru berjalan sehari dan ia hampir saja terhanyut dengan pemandangan itu.


" Ehem.. ehem.. " Sentak Morgan mencuri perhatian kedua wanita itu.


" kenapa kamu ga bangunin daddy. " Kata Morgan menghindari perkataan ku dan mendekati Mitzy.


" Mau kopi? " Tanya ku lagi.


" Kamu makan apa? Sudah minum susu? " Sekali lagi Morgan mengacuhkan ku.


" Hmmm.. Mitzy.. jangan ditiru ya.. tidak baik mengabaikan orang yang sedang bertanya. " Sindir ku sambil memberikan suapan lagi ke Mitzy dan membuat Morgan akhirnya menanggapi ku.


" Daddy nakal.. " Sahut Mitzy membuat Morgan salah tingkah.


Saat ini sikap nya tidak jauh beda dengan anak kecil yang ngambek.


" Aku bisa bikin sendiri. " Jawab Morgan jutek.


" Hmm.. duduk saja, biar aku buatkan sarapan sekalian. Awasi Mitzy.. untuk menghabiskan sayuran nya. " Kata ku reflek begitu saja mengatur mereka.


Dan aneh nya Morgan juga reflek mengikuti perkataan ku walau pun ekspresi nya sedikit canggung.


Beberapa menit kemudian, aku menyajikan sarapan sederhana untuk Morgan dan secangkir kopi untuk nya.


Aku melihat Mitzy yang sudah selesai makan dan menurunkannya dari kursi.

__ADS_1


" Ayo.. sekarang mandi. " Kata ku hendak mengajak Mitzy ke kamar ku, namun mendadak Morgan menghentikan ku.


" Aku benar benar tidak nyaman melihat mu melakukan semua ini. " Sahut Morgan yang bertolak belakang dengan perasaannya yang sebenarnya sangat terharu.


" Kenapa? Aku kan tidak mengganggu mu. " Jawab ku heran.


" Aku akan panggil pelayan dari rumah ku saja. Lakukan apapun yang kamu suka, selain Mitzy. " Kata Morgan menghindari pertanyaan ku.


" Kenapa mesti repot.. kalau aku bisa mengurus Mitzy. Lagipula kan kamu bilang tidak suka kalau Mitzy di urus orang lain. " Jawab ku membalas.


" Kamu kan juga termasuk orang lain. Jangan merasa kalau kamu adalah ibu nya hanya untuk menggoyahkan aku. " Kata Morgan begitu menjengkelkan.


Pikiran Morgan yang negatif membuat ku kesal.


" Jadi kamu kira, aku menggunakan Mitzy untuk menggoyahkan mu.. hmm.. " Sekali lagi aku mengkonfirmasi apa yang kudengar.


" Ya, memang benar kan. Mitzy kan bukan anak mu.. kenapa kamu sampai sebegitu nya mengurus Mitzy. " Jawab Morgan dengan santai nya.


Aku pun mulai terpancing emosi padahal hari masih begitu pagi untuk berdebat.


" Apa jangan jangan.. kamu, baru sehari sudah goyah melihat ku? " Sindir ku tidak mau kalah, dan seketika Morgan tersedak.


" Kamu terlalu percaya diri. Jangan mimpi. " Sahut Morgan jutek.


" Ya sudah.. panggil saja pelayan mu. Terserah. Ayo Mitzy, kita mandi. " Sahut ku juga cuek dan tidak mempedulikan Morgan.


Beberapa saat kemudian setelah aku selesai mandi dan lain lain bersama Mitzy, kami berdua keluar dari kamar.


Aku melihat Morgan yang sudah rapi hendak berangkat kerja.


" Daddy berangkat kerja dulu ya Mitzy. Kamu tunggu bu Asih ya di rumah. " Kata Morgan berpamitan pada putri nya tanpa menghiraukan aku yang berdiri di depan kamar melihat kemesraan bapak dan anak ini.


Ia pun pergi bahkan tanpa berpamitan padaku, sangat dingin dan cuek membuatku sedikit sedih.


Morgan keluar dari penthouse nya dan sudah disambut oleh mobil serta Adit di lobby.


" Pagi pak. " Sapa Adit formal.


" Pagi. Gimana? Pesan saya sudah kamu lakukan? " Tanya Morgan yang masuk dan duduk di dalam mobil.


" Tentu sudah pak. Saya menugaskan 4 orang untuk menjaga penthouse anda. " Jawab Adit sigap.


Diam diam Morgan mengkhawatirkan Sesil dan juga Mitzy yang harus ia tinggal bekerja setiap hari.


Karena tinggal di penthouse yang jauh dari pusat kota dan jauh dari rumah kerabat kerabat dekat, membuat Morgan takut jika sesuatu terjadi.. terutama Mitzy yang baru baru ini sempat menghilang.


Morgan rela menempuh jarak yang 2x lebih jauh untuk pergi ke kantor setiap hari.

__ADS_1


__ADS_2