Love Is On Air With Mr.CEO

Love Is On Air With Mr.CEO
HAPPY BDAY


__ADS_3

Part 61 " Happy bday Mitzy "


Pagi ini seisi rumah bangun lebih pagi untuk menghujani Mitzy dengan ucapan dan doa bertambah usia nya yang ke 3 tahun.


Terlihat Morgan mengambil cuti untuk putri nya.


" Happy bday Mitzy.. happy bday Mitzy.. happy bday.. happy bday.. happy bday Mitzyyy..... " kami pun kompak bernyanyi, bertepuk tangan dan meniup lilin ultah bersama.


Meskipun dalam hitungan jam, pesta akan digelar.. namun kami ingin pagi ini lebih dulu merayakan nya lebih intim.


" Happy bday sayang... daddy love you so much." Ucap Morgan sambil memeluk dan mencium Mitzy.


Tiba tiba Bu Asih mengambil sebuah kamera dan berdiri di hadapan kami bertiga.


" Nah, saya foto dulu. Ayo Mitzy.. lihat kamera. "


Mendengar itu, aku reflek berdiri untuk menghindar dan memberi ruang kepada Mitzy Morgan untuk berfoto.


Namun ketika hendak beranjak, Mitzy memegang tangan ku dan menatap ku.


Menyusul Morgan yang juga menatapku.


Aku pun mengurungkan niatku dan kembali duduk di sebelah Mitzy.


Klik


Bertambah lagi memory kami yang terlihat seperti keluarga kecil sesungguhnya.


" Nah.. Mitzy.. aku punya hadiah untuk kamu. " Kata ku mencairkan kecanggungan karena foto dan memberikan hadiahku pada Mitzy.


" Hore.. hadiah.. " Sahut Mitzy senang.


Dia begitu antusias membuka kado dari ku.


" Kamu suka? " Tanya ku sesaat setelah melihat Mitzy mengeluarkan ikat rambut dari kotak nya.


" Nanti rambut Mitzy akan bertambah panjang, jadi ikat rambut ini bisa dipakai. Sini.. kubantu memakainya." Kata ku dengan senang hati, apalagi melihat ekspresi Mitzy yang menyukai nya.


Saat ini dunia terasa hanya berputar padaku dan Mitzy saja.


Aku menyisir rambut nya dan membantu mengikatnya.


Di pandangan Morgan.. kedua mata Morgan begitu terpana melihat pemandangan Sesil dan Mitzy untuk ke sekian kali nya.


Lelaki itu terlihat bahagia dan tersenyum tanpa lelah.


Di sisi lain, bu Asih yang melihat ekspresi Morgan.. juga ikut senang, bahkan tanpa perlu diucapkan.. ia tahu bahwa Morgan masih menaruh rasa pada Sesil, dan seakan impian nya terwujud di depan mata.


Tepat pukul 3 sore, beberapa kerabat dan saudara Morgan yang memiliki anak kecil datang berkumpul ke birthday party Mitzy di halaman apartmen yang sudah di sewa Morgan dan di jaga ketat oleh para bodyguard.


Mitzy terlihat mengenakan gaun merah pilihannya, dan begitu manis serta lucu.


Dari dalam, aku melihat di balik tirai dan kehilangan rasa percaya diri ku.


Aku yang memakai gaun berwarna senada dengan Mitzy dan jas Morgan, begitu gugup dan ingin rasanya pergi.


Aku dilanda rasa takut dengan pertanyaan.. Siapa Dia?

__ADS_1


Monica ternyata memperhatikan dan memahami kegelisahan ku.


" Kenapa masih disini? " Tanya Monica.


" Ini semua gara gara kamu Mon, sekarang aku harus bagaimana? Kenapa kamu memaksa ku memakai ini. " Protes ku kepada Monica.


" Sesuai permintaan Mitzy. Kamu yang lebih pantas memakai nya. " Jawab Monica santai, memang sudah merencanakan sejak lama.


" Tapi.. aku akan membuat Morgan tidak nyaman, semua mata akan penasaran dengan siapa aku.. lebih baik, aku disini saja. " Kata ku putus asa.


Aku cukup melihat kebahagiaan Mitzy dari balik tirai saja.


" Ayolah.. jangan begitu.. Mitzy pasti mencari mu.. kamu harus percaya diri. " Sahut Monica menyemangati dan berusaha merayu ku.


Tiba tiba di tengah perbincangan kami, salah seorang kerabat jauh Morgan masuk dan menemui Monica untuk menyapa.


" Hai Mon.. apa kabaarrr??? " Sapa nya.


" Baik kak.. kamu sendiri apa kabar. " Balas Monica baik.


" Aku juga baik. " Jawab nya, namun kedua mata nya terus melihat ku dari ujung kepala sampai bawah.


" Ini siapa Mon?? " Tanya kerabat itu karena merasa janggal dengan gaun yang kupakai, mirip dengan Mitzy dan Jas Morgan.


" Oh.. dia Sesil. Ehmmm.. dia sangat dekat dengan Mitzy. " Kata Monica memperkenalkan ku dan membuat ku semakin tidak percaya diri.


" Halo.. aku sepupu nya Morgan dan Monica. Kamu dekat dengan Mitzy?? Memang kamu ada hubungan apa dengan Morgan? " Tanya nya to the point tanpa sungkan.


" Dia tunangan ku. "


Aku dan Monica begitu terkejut dan saling pandang dengan jawaban Morgan yang tiba tiba datang.


" Tunangan mu?? Kapan kamu bertunangan? Setahuku 3 tahun ini kamu sendirian dan menolak perjodohan. " Sahut si kerabat semakin kepo.


" Karena aku memang tidak mau mengumbar privasi ku. Aku memintanya menjadi tunangan ku.. " Ungkap Morgan terus bersandiwara sambil mendekat ke arah ku yang speechless.


" Namun wanita ini masih mempertimbangkannya.. Kalian lanjut mengobrol saja. Ayo Sesil, Mitzy mencari mommy nya. " Kata Morgan tanpa ragu memeluk pinggang ku dan kami pun berjalan berdampingan selayaknya pasangan.


" Ok kak. Have fun ya. " Sahut Monica terlihat mendukung dan puas.


Ketika aku dan Morgan dalam perjalanan keluar untuk mengikuti pesta, langkah kaki ku terhenti untuk meminta penjelasan.


" Tunggu Morgan. Kenapa kamu bicara seperti itu? " Tanya ku heran.


" Memang nya mau dijawab apa lagi?? Kamu kan tahu bahwa pasti pertanyaan siapa kamu.. akan terus tertuju padamu. " Jawab Morgan tegas.


" Karena itu aku bersembunyi di dalam. " Sahut ku menghindar.


" Kamu itu tamu spesial Mitzy, dia.. mencari mu.. apa kamu mau membuat nya sedih di hari ulang tahunnya? " Kata Morgan menggerakkan hati ku.


" Baiklah, untuk hari ini aku akan mengikuti sandiwara mu. Lagi lagi.. hubungan kita tidak jauh dari settingan. " Gumam ku dan memutuskan menemui Mitzy.


Morgan melihat Sesil berjalan semakin jauh.. ada rasa aneh dalam hati nya ketika ia mendengar kata Sandiwara dari bibir Sesil.


" Mommy.... "


Teriak Mitzy yang senang melihatku berjalan menghampiri nya.

__ADS_1


" Mitzy.. waahh teman mu banyak sekali ya. " Kata ku seakan tidak terjadi apapun.


" Waahh.. Mitzy, dapat banyak hadiah juga yaa.." Kata ku lagi mencoba berbaur dengan suasana.



Beberapa saat setelah aku bersama dengan Mitzy, Morgan menyusul kami.


Saat ini keberadaan kami bertiga begitu mencuri perhatian para tamu undangan.


Sesekali aku mendengar kejulid an mereka yang penasaran kepadaku, namun aku menghiraukannya.


Aku disini karena Morgan dan juga Mitzy, bukan karena yang lain.


Yang mengetahui lika liku kisah kami, ya cuma kami bertiga (dan para pembaca setia hehehe), bukan orang lain.


" Kenapa melamun?" Tanya Morgan membubarkan lamunan ku.


" Tidak apa. " Jawab ku menutupi.


" Ga usah takut, selama 100 hari.. kupastikan tidak ada yang mencampuri urusan kita. " Bisik Morgan begitu dekat ke telinga ku.


Perhatian kami pun kembali kepada Mitzy yang sesaat menjadi obat nyamuk.


" Oya.. daddy punya hadiah untuk Mitzy. " Sahut Morgan sambil mengeluarkan sesuatu dari saku jas nya.


Namun aneh nya, hanya selembar kertas berisi potongan Stiker lucu.


" Mitzy suka main stiker kan. Nah sekarang daddy akan berikan stiker ajaib ke Mitzy sebagai hadiah. "


Aku pun tertawa melihat Morgan yang menggunakan selembar stiker sebagai kado untuk ultah putri tercinta nya.


" Stiker ajaib.. " Gumam Mitzy bingung.


" Daddy akan menukar stiker yang Mitzy berikan dengan apapun yang Mitzy mau. " Kata Morgan menjelaskan makna stiker ajaib yang saat ini ada di tangan Mitzy.


" Kreatif juga ya setelah jadi papa. " Gumam ku merasa lucu melihat jiwa keayahan Morgan.


" Bagus Mitzy.. tukar stiker mu dengan semua yang serba mahal. " Canda ku menggoda Morgan.


Kemudian tanpa pikir panjang Mitzy untuk pertama kali nya melepas Stiker, saat itu juga dan memberikan nya pada Morgan.


" Sekarang? Kamu sudah punya keinginan??? " Sahut Morgan terkejut dan tidak menyangka.


" Mitzy Pintar. " Sahut ku penasaran juga dengan keinginan pertama Mitzy yang baru beberapa detik menerima hadiah itu.


" Oke. Kamu mau daddy belikan apa?? " Tanya Morgan welcome.


" Mommy. "


Jawab Mitzy sambil menyentuh tangan ku.


Morgan dan aku terdiam tanpa kata..


Kedua mata kami saling memandang tak percaya dan terkejut dengan keinginan pertama yang diajukan Mitzy..


" Beli mommy buat Mitzy. " perkataan polos dari seorang anak berusia 3 tahun ini.

__ADS_1


__ADS_2