Love Is On Air With Mr.CEO

Love Is On Air With Mr.CEO
Bonus Chapter


__ADS_3

Kebahagiaan Morgan, Sesil dan Mitzy semakin lengkap dengan hadir nya malaikat kecil yang berusia 4 bulan di perut Sesil yang sudah tampak membuncit.


Begitu bahagia nya Morgan dan semakin protektif terhadap istri nya yang sedang hamil. Melihat kondisi tersebut, Sesil pun memutuskan untuk mengambil cuti panjang sebagai news anchor, dan tentu saja.. Steve sebagai CEO sekaligus adik ipar nya, memberikan ijin dengan mudah nya.


Kebahagiaan tidak hanya melingkupi Morgan dan Sesil, melainkan pasangan serasi Monica dan Steve yang menikah 2 bulan setelah pernikahan kakak nya.


Namun rejeki mendatangi Monica yang terlebih dulu mengandung daripada Sesil, saat ini usia kandungan Monica memasuki tri semester akhir.. perut nya sudah membesar karena sudah 8 bulan.


Mereka berempat saling menjaga dan terutama para suami protektif seringkali bertukar pikiran untuk menjaga para istri mereka masing masing.


Saat ini mereka sedang menikmati liburan keluarga bersama, mereka pergi ke salah satu villa milik keluarga Morgan yang sangat indah di kelilingi bukit dan danau.


Sangat nyaman dan menyenangkan, namun udara cukup terasa dingin.


Sesil, Monica dan Mitzy terlihat sedang duduk di dekat perapian di halaman depan villa sambil menikmati makanan ringan mereka.


" Udara nya dingin banget ya. " Sahut Sesil yang sudah mengenakan jaket tebal.


" Aku sih ga begitu kedinginan, badan ku yang sudah seperti ini.. membuat ku hangat dengan sendiri nya. " Canda Monica yang sudah mengalami kenaikan berat badan sebanyak 12kg.


" Mommy.. mau?? " Kata Mitzy memberikan sebuah coklat ke Sesil.


" Aaaa.... " Sesil pun dengan senang hati membuka mulut menerima sesuap coklat dari putri nya.


" Aunty juga mau. " Kata Monica cemburu, dan Mitzy yang baik hati pun juga memberikan sesuap coklat miliknya.


Ketika para wanita sedang asyik bersantai, Morgan dan Steve sedang sibuk menyiapkan daging dan sayuran untuk barbeque.


" Bulan depan, kamu resmi jadi papa. Jadi ga sabar, liat wajah keponakan.. " Gumam Morgan memulai perbincangan sambil kedua tangan nya sibuk mengolesi bumbu pada daging sapi nya.


" Sama. Aku juga udah ga sabar. Hmm.. Monica benar benar istimewa, selama kehamilan.. dia ga pernah menyusahkan, bahkan aku berharap dia akan menjadi lebih manja kepada ku.. tapi dia tidak melakukannya. " Kata Steve menatap Monica dari kejauhan dengan penuh cinta.


" Sesil juga. Kalau aku tidak memaksa nya untuk cuti panjang, mungkin saat ini dia masih sibuk bekerja. Kita benar benar lelaki yang beruntung. " Jawab Morgan juga menatap ke arah istri nya yang sedang tersenyum bercanda tawa bersama Mitzy dan Monica.


Saat ini Morgan dan Steve yang sedang sibuk menyiapkan makanan, tampak begitu keren dengan ketampanan juga kharisma mereka masing masing.


KLIK


Suara kamera Sesil yang tiba tiba mengabadikan momen kebersamaan mereka.


" Nice. " Sahut Sesil puas melihat hasil foto nya.


Semenjak mereka berdua masing masing menikahi gadis pujaan mereka, tidak ada lagi pertikaian.. hubungan Morgan dan Steve berubah menjadi kawan, bahkan tampak semakin akrab.


" Kamu duduk aja, nanti kecapekan. " Sahut Morgan mulai over protektif, padahal Sesil hanya berjalan sesekali untuk mengambil gambar kebersamaan mereka.


" Aku bosan. " Kata Sesil menghampiri Morgan dan memeluk pinggang Morgan dengan manja nya.


" Jangan dekat dekat, panas. " Sahut Morgan yang sedang memanggang daging.


" Masih lama?? " Tanya Sesil yang sudah tidak sabar memakan masakan Morgan dan Steve.


" Tunggu ya.. sedikit lagi. Daging nya harus benar benar matang, baru kamu boleh makan. " Jawab Morgan yang serius mempersiapkan makanan untuk istri nya.


" Kak.. " Sahut Monica tiba tiba memanggil Morgan dan menghampiri nya.


" Aku kan juga lagi hamil, kenapa cuma Sesil yang di manja.. " Protes Monica tiba tiba di hadapan Steve.


" Kamu kan sudah punya Steve.. " Jawab Morgan menggoda Monica yang tiba tiba cemburu dengan kasih sayang kakak nya.

__ADS_1


Steve yang melihat drama adik kakak ini, hanya tersenyum kecil.


" Tapi kan aku juga mau sekali sekali di sayang kakak. " Kata Monica dengan ekspresi bak anak kecil kemudian ikut merangkul pinggang Morgan sama seperti Sesil.


" Kalau kalian menempel begini, aku ga bisa gerak. " Gumam Morgan yang jadi kewalahan menghadapi dua wanita kesayangannya ini.


Sesil dan Monica pun saling memberi isyarat untuk menggoda Morgan.


" Biarin, aku mau meluk kakak lebih lama. " Sahut Monica mempererat pelukannya.


" Aku juga, aku ga mau kalah. " Sahut Sesil tidak mau kalah.


" Kalian sengaja ya.. " Kata Morgan yang tidak bisa berkutik namun ia merasa hangat.


Steve pun mengambil alat pencapit daging dari tangan Morgan yang sedang di goda oleh para wanita.


" Hmm.. selamat menikmati deh, biar aku aja yang panggang daging sendiri. " Gumam Steve merasa di telantarkan.


Melihat itu, Mitzy tidak tinggal diam. Ia berlari menghampiri Steve dan memeluk uncle nya itu.


" Jangan sedih uncle, sama Mitzy aja. " Kata Mitzy yang merasa kasihan pada Steve.


Dan mereka pun tertawa bersama melihat tingkah lucu Mitzy yang baik hati.


Hari yang semakin malam, semakin menghangatkan kebersamaan mereka.


Selesai liburan bersama..


Tampak Morgan dengan setelan jas hitam serta kacamata, sedang berjalan membawa bunga dan menggandeng tangan kecil Mitzy.


Pagi ini, hari tampak begitu cerah.. Adit yang setia menjadi asisten Morgan, mengikuti setiap langkah kaki nya pergi.


4 tahun sudah Rosa pergi.. dan hari ini adalah hari peringatan kematian nya.


Ia menaruh bunga yang cantik di atas makam Rosa dan kemudian memangku Mitzy.


" Mitzy.. yang ada di sini, juga mommy nya Mitzy. " Kata Morgan memperkenalkan.


" Besok ketika Mitzy sudah besar, daddy akan menjelaskan semua nya.. tapi satu hal yang harus Mitzy tahu, bahwa Mitzy tidak boleh melupakan mommy yang ini ya. " Kata Morgan lembut mendidik putri nya, untuk tetap menghormati orangtua bagaimana pun keadaannya.


" Daddy.. jadi mommy ada 2? " Tanya Mitzy dengan polosnya.


" Hmm.. iya, ada dua.. Mommy Rosa, sudah pergi ke surga lebih dulu. Maka nya, Mitzy tidak boleh lupa ya.. Mommy Rosa maupun mommy Sesil.. semua sangat sayang pada Mitzy. " Jawab Morgan dengan aura tenang nya.


" Ok daddy, aku gak lupa. " Sahut Mitzy mematuhi daddy nya.


Morgan pun tersenyum dan membelai kepala Mitzy dengan penuh kasih sayang.


Beberapa menit kemudian, Morgan pun mengajak Mitzy untuk pergi dari sana.. dan tiba tiba, ketika mereka akan berpaling..


" Bye bye mommy Rosa, besok Mitzy datang lagi ya sama adik.. " Ucap Mitzy dengan polos sambil melambaikan tangan ke arah makam Rosa.


" Anak baik. " Gumam Morgan tersenyum sangat bangga melihat ketulusan hati Mitzy sejak dini.


Dan semua itu tentu tidak lepas dari didikan Sesil yang juga sempat mengajak Mitzy menjenguk makam Rosa.


Malam hari nya di kantor Morgan..


Sesil tanpa memberi kabar datang mengunjungi suami nya yang hari ini pulang terlambat karena pekerjaan yang menumpuk.

__ADS_1


Melihat kehadiran Sesil, Morgan pun terkejut.


" Surprise. " Kata Sesil ceria menghampiri Morgan.


" Kenapa kamu jauh jauh kesini.. " Kata Morgan yang sigap memeluk Sesil.


" Aku bosan di rumah, dan aku merindukan mu. " Jawab Sesil yang masih dalam pelukan tubuh kekar Morgan.


" Aku juga tiap hari rindu. Tapi pekerjaan ku belum selesai. " Kata Morgan yang seakan sedang mencharger energi nya dengan terus memeluk Sesil.


" Aku akan menemani mu. Lanjutkan saja. " Kata Sesil melepas pelukannya.


" Serius? kamu nanti capek. " Kata Morgan khawatir.


" Engga.. tenang aja. Kalau capek, pasti aku akan bilang." Jawab Sesil.


Kemudian Morgan pun tiba tiba menarik Sesil mendekat ke meja kerja nya.


Morgan kembali duduk di kursi kerja nya, dan menarik Sesil untuk duduk di pangkuannya.


" Begini saja. " Kata Morgan yang mulai kembali menghadap ke komputer nya, sambil memangku Sesil.


" Morgan.. aku berat, nanti kamu capek. " Kata Sesil tidak enak hati.


" Engga.. kamu ga berat kok. Kalau begini, aku jadi semangat kerja. " Jawab Morgan penuh kasih sayang.


" Bohong.. Hmm.. berat badan ku sudah naik 6kg.. " Gumam Sesil tidak percaya diri.


" Terus kenapa? kan kamu memang lagi hamil.. mau naik berapa kilo pun, aku tetap kuat.. tenang aja. " Jawab Morgan gemas.


" Oya.. pagi tadi.. aku mengajak Mitzy ke tempat Rosa. Hari ini adalah peringatan nya yang ke 4 tahun. " Kata Morgan jujur.


" Ya ampun.. benar juga, aku lupa. " Sahut Sesil terkejut karena melewatkan hari peringatan Rosa.


" Its ok. Aku sudah kesana tadi sama Mitzy. Dan kamu tahu?? untuk pertama kali nya.. Mitzy memanggil Rosa dengan sebutan mommy. " Cerita Morgan terbuka.


Sesil pun begitu terharu dan tersentuh mendengarnya, hingga air mata nya mulai menggenang.


" Kenapa kamu menangis?? " Morgan pun terkejut melihat istri kesayangannya tiba tiba menangis.


" Aku hanya sangat senang.. dan bangga pada Mitzy.. " Jawab Sesil yang sejak hamil jadi lebih sensitif.


" Semua juga karena kamu.. bahkan sebelum aku menikahi mu, Mitzy mendapat banyak energi positif dari mu.. kamu memang ibu terbaik. " Kata Morgan sambil memberikan ciuman singkat ke bibir Sesil setelah memuji nya.


Sesil pun tersenyum bahagia dan membalas ciuman Morgan.


" Hmm.. kita pulang saja yuk, kita lanjutkan di rumah. " Sahut Morgan dengan tatapan mata yang mulai nakal.


" Hahaha.. selesaikan dulu pekerjaan mu. " Kata Sesil merasa lucu melihat Morgan.


" I love you. " Kata Morgan penuh cinta sekali lagi memberikan ciuman pada Sesil, namun kali ini ciuman yang lebih intens di atas pangkuan Morgan.


..........................................


Ya.. lihat ke kamera ya... 1 2


Suasana studio foto begitu warna warni dan penuh kebahagiaan..


Morgan, Sesil, Mitzy dan Samuel.. tampak menggunakan pakaian senada berwarna biru muda melakukan foto keluarga bersama.

__ADS_1


Samuel Ricardo.. putra pertama Morgan dan Sesil yang lahir dengan sehat sebulan lalu.. kelahiran nya menjadi topik perbincangan hangat selama 2 pekan..


' Putra penerus Group JJ.. Samuel Ricardo. ' Tulis salah satu web artikel terkenal.


__ADS_2