Love Is On Air With Mr.CEO

Love Is On Air With Mr.CEO
Love is On Air with Mr.CEO


__ADS_3

Part 72 " Love is On Air with Mr.CEO "


Prioritas ku saat ini adalah keselamatan Morgan..


Saat ini, Morgan sudah di pindahkan ke ruangan ICU..


Ia masih terbaring di ranjang nya dengan alat bantu pernafasan dan detektor detak jantung karena kondisi nya yang sempat kritis..


Morgan mendapatkan perawatan yang sangat intensif dari para dokter ahli disana, setiap 2 jam sampai 3 jam sekali.. selalu diperiksa..


Aku, ibu Morgan, Monica.. secara bergantian setiap hari mendampingi Morgan..


Di balik rasa bersalah ku karena semua ini terjadi karena pengorbanan Morgan demi menyelamatkan ku, keluarga Morgan malah memberiku dukungan dan semangat untuk tetap berada di sisi Morgan..


Sejak awal aku mengenal Morgan dan keluarga nya, aku begitu menerima banyak cinta dari mereka yang membuatku begitu bersyukur..


Setiap 2 hari sekali aku selalu membawa bunga yang berbeda untuk menghiasi kamar Morgan.. tidak lupa menggenggam erat tangan nya yang masih hangat walaupun belum sadarkan diri selama hampir 2 minggu ini..


Aku menyeka tangan dan wajah nya dengan air hangat setiap hari, mengajak nya mengobrol meskipun belum ada respon dari Morgan..


2 hari belakangan ini, melihat keadaan ku yang super sibuk..


Bekerja dan mengurus Morgan.. bolak balik dari rumah ke kantor dan ke rumah sakit begitu menguras tenaga.. namun itu semua seakan tidak bisa menebus rasa bersalahku kepada Morgan..


Sore ini, selesai siaran berita.. aku bergegas ke rumah sakit seperti biasanya.


Saat membuka pintu kamar vvip Morgan yang di jaga oleh 2 orang pengawal..


Aku begitu terkejut melihat mama yang sedang sibuk mengganti bunga di Vas kamar Morgan.


" Mama?? " Sahut ku terkejut melihat kehadiran mama yang tiba tiba.


" Mama kok bisa ada disini? " Tanya ku heran.


" Dasar anak nakal. Kenapa kamu tidak beritahu mama kalau Morgan sedang sakit. " Jawab Mama berbalik memarahi ku.


" Karna aku kira, mama tidak akan peduli. Bukankah mama membenci Morgan... " Kata ku lesu dan ingin sekali menangis.


Melihat ekspresi wajah ku yang sendu selama berminggu minggu, tentu membuat mama ikut sedih.. karena bagaimana pun juga, beliau sangat menyayangi ku..


Ia berjalan mendekat ke arah ku dan memeluk ku, menepuk punggung ku lembut memberi kekuatan..


Dan saat itu lah.. air mata ku tak tertahan..


Selama ini aku berusaha tegar dan ceria di hadapan keluarga Morgan, aku tidak ingin membuat mereka larut dalam kesedihan..


Namun entah mengapa, saat berada dalam pelukan mama.. aku luluh lantah dan terisak dalam tangis.


" Maafkan mama.. karena emosi sesaat, mama membuatmu merasa sendirian.. " Kata mama lembut sambil memeluk ku erat.


Saat itu, energi ku terasa penuh kembali..


" Mama ga perlu minta maaf.. aku tahu kok, kalau mama itu sangat sayang padaku.. mama hanya tidak ingin aku menderita. " Jawab ku sambil menghapus air mata yang sudah puas aku luapkan.


Mama pun sejenak melepas pelukannya, dan dari situ aku melihat bahwa kelembutan mama kembali lagi.. Air mata nya juga mengalir deras.


" Mama berhutang budi pada lelaki ini.. jaga dan rawat dia.. jangan biarkan dia sendirian, saat ini dia sedang berjuang di ambang kehidupannya.. Mama hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian. " Ucap mama tiba tiba sambil mengusap pipi ku yang masih basah karena air mata.


Satu hal lagi yang begitu aku syukuri, dimana mama akhirnya mau membuka hati untuk Morgan setelah melihat pengorbanan lelaki ini.. lelaki yang sungguh sungguh mencintai ku melebihi dirinya sendiri..


Hari berlanjut dan mama jadi ikut membantu menjaga Morgan, bahkan sesekali sempat bertemu dengan ibu Morgan dan mengobrol ramah.


Hari ke 17 Morgan di rawat..


Malam ini aku berjaga di samping Morgan karena aku mengambil siaran pagi, dan besok adalah hari libur ku.. sehingga aku memutuskan untuk berjaga malam..


Selesai mandi, aku duduk di samping Morgan sambil memeriksa denyut jantung dan pernafasan nya..


Aku menyeka tangan nya dengan lembut..


" Hmm.. sudah 2 minggu lebih dan kamu masih belum membuka mata, padahal report mu dari dokter sudah banyak yang membaik. " Gumam ku yang tiba tiba merasa kesal dan tidak sabar ingin Morgan siuman.


" Kalau kamu tahu, beberapa hari ini.. siapa yang ikut menjaga mu.. kamu pasti terkejut dan senang setengah mati.. " Lanjutku seakan bicara sendiri dan membayangkan betapa bahagia nya Morgan jika mengetahui mama ku sudah memberi lampu hijau.


" Aku tidak akan memberitahu mu, kalau kamu tidak juga bangun.. akan kurahasiakan seumur hidup. " Kata ku dengan nada sedikit kesal.


Aku pun hendak beranjak menjauh untuk meletakkan handuk basah setelah selesai menyeka kedua tangan Morgan.


Tetapi langkah ku terhenti begitu saja..


" Siapa?? "


Suara itu.. begitu terdengar jelas di telinga ku..


dan sentuhan tangan ini.. begitu familiar bagiku..


" Morgan !! Kamu... " Teriak ku begitu terkejut namun juga takut kalau semua ini hanya halusinasi belaka karena mood ku yang sedang tidak baik.


" Jangan teriak teriak. " Gumam Morgan di balik masker oksigen nya.


Aku pun lompat kegirangan dan penuh haru tanpa sadar memeluk setengah menindih Morgan.


Hiks hiks hiks


" Dasar lelaki jahat.. kamu itu lelaki paling jahat di dunia.. hiks hiks hiks. " Sahut ku menangis bahagia, hari yang kunantikan akhirnya datang juga.


Aku pun reflek melepaskan pelukan mengingat Morgan yang baru saja sadar.


" Aku panggil dokter dulu. " Sahut ku ingin pergi, namun Morgan menahan tangan ku.


" Kamu belum jawab pertanyaan ku.. Siapa?? Siapa orang yang ikut menjaga ku dan akan membuatku senang? " Tanya Morgan penasaran. Walaupun ia sakit dan terbaring lemah, tapi sifat nya masih melekat sama padanya dan membuatku yakin bahwa ini bukan halusinasi belaka.


Aku pun kembali duduk sejenak di samping nya..


" Kan aku bilang rahasia.. makanya cepat sembuh, dan temui sendiri. " Jawab ku sengaja membuat nya semakin penasaran.

__ADS_1


" Mendekatlah. " Kata Morgan ingin membisikkan sesuatu.


Aku pun mengikuti permintaan nya dan mendekatkan wajah ku ke arah nya.


Dengan seenak nya ia melepas masker oksigen dari wajahnya.


" Menikahlah dengan ku. Selamanya hidup dengan ku. " Bisik Morgan yang melamarku, beberapa menit setelah sadarkan diri.


Aku pun menjauh dan memasang ekspresi datar.


" Jadi kamu melamarku dalam kondisi begini? Kalau begitu aku tolak. Aku ingin dilamar ketika Morgan yang kukenal tampan.. berkharisma.. rapi.. kembali berdiri di hadapan ku. " Jawab ku menjahili Morgan, namun perkataan lelaki itu begitu membuat hati ku berdebar..


Aku pun memberi ciuman singkat di bibir nya yang masih pucat, dan pergi memanggil dokter untuk benar benar memastikan kondisi Morgan.


4 bulan kemudian..


" Selamat pagi.. saya Sesilia hadir kembali selama 30 menit ke depan bersama berita berita aktual dan terpercaya.. Berita pertama datang dari perusahaan JJ yang berhasil menembus pasar Eropa dengan kenaikan profit yang melambung.. Harga saham JJ Group dipastikan akan terus meningkat.. Setelah kembali aktif nya Morgan Ricardo selama 2 bulan ini, perubahan yang sangat signifikan ditunjukkan oleh JJ Group.. "


Dengan blezzer pink di hiasi bros pemberian Morgan, aku berdiri dengan suara yang lantang dan berintonasi memberikan siaran terbaik..


Aura feminim dan penuh kebahagiaan begitu terpancar dari wajah dan senyuman ku..


Terlebih lagi setiap kali aku melihat, sebuah cincin berlian melingkar di jari manis kanan ku.


Yah.. akhirnya hubungan kami berlabuh dalam sebuah pernikahan sakral yang sengaja di konsep sederhana minggu lalu..


Bagi ku dan Morgan yang sudah melewati berbagai rintangan dalam hubungan kami, pesta bukan lah hal penting.. melainkan ikatan pernikahan itu sendiri..


Sakral dan selamanya..


" Wah wah.. pengantin baru, cerah sekali aura nya ya. " Goda Steve yang sengaja menemui ku di ruang siaran.


" Jangan menggoda ku, bulan depan kan giliran mu. " Sahut ku berbalik menggoda Steve yang akan menikahi Monica bulan depan.


" Pengajuan cuti mu selama 7 hari sudah kusetujui menjadi 10 hari.. bonus untuk kakak ipar. " Sahut Steve membuatku tertawa lucu.


" Yeessss... emang ga salah Monica memilih mu. " Kata ku senang sambil menepuk bahu Steve dan kami pun berpisah ke ruangan masing masing.


" Aduh aduh.. senang nya yang mau honeymoon. " Sahut Nindi yang sudah menyambut ku.


" Baik baik ya, 10 hari tanpa ku. " Kata ku sambil membereskan barang di meja ku.


" What?? 10 hari??? Lama banget cuti nya.. kenapa ga sekalian resign aja, toh udah jadi Nyonya Morgan.. tinggal duduk manis dengan segala kemewahan. " Kata Nindi yang tak henti menggoda ku.


" No.. no.. no.. Kami berdua udah sepakat untuk melakukan pekerjaan yang kami sukai masing masing. " Jawab ku ringan.


New Zealand menjadi pilihan ku dan Morgan untuk bulan madu selama 7 hari ke depan..


( For your information ) Selama seminggu pernikahan kami, kami belum menikmati malam pertama karena Mitzy yang tidak mau jauh dari ku..


Bahkan kami pun harus tidur bertiga selama seminggu ini dan apa daya ku yang tidak bisa menolak Mitzy.


Setelah aku sah menjadi ibu untuk nya, Mitzy begitu bahagia dan selalu protektif kepadaku..


Sedangkan Morgan.. yah, tidak perlu dipertanyakan lagi.. ia bergegas merencanakan bulan madu selama mungkin agar bisa menikmati waktu berdua sebagai pengantin baru..


Aku dan Morgan sudah bersiap dan berpamitan kepada Mitzy yang di temani oleh Monica..


" Happy honeymoon ya kalian.. semoga tok cer.. " Sahut Monica sambil menggandeng Mitzy.


" Sorry ya Mon, padahal kamu lagi sibuk prepare wedding.. " Jawab ku merasa tidak enak.


" Its oke. Ga usah sungkan, nikmati waktu kalian. " Jawab Monica sangaaat pengertian.


" Mitzy.. baik baik ya.. daddy dan mommy pergi dulu sebentar. " Pamit Morgan pada putri kecil nya.


" Kenapa aku ga di ajak, daddy??? " Tanya Mitzy yang sebenarnya masih tidak rela.


" Mitzy.. kali ini daddy dan mommy harus berdua.. next, baru bertiga sama Mitzy.. kata nya, kamu mau adik kan.. jadi Mitzy harus pintar dan tunggu adik ya.. " Kata Morgan tanpa filter membuatku merona dan malu.


" Ok daddy. i love you. " Sahut Mitzy memeluk Morgan.


Perjalanan dimulai...


Welcome to New Zealand, Bulan Madu kami pun dimulai..


Tepat di hotel yang sama, dimana beberapa tahun yang lalu aku dan Morgan sempat hampir melakukannya.. sebelum hubungan kami kandas..



Aku masuk ke kamar yang sudah di hias begitu indah dengan kelopak bunga mawar, dan semua barang serba berpasangan.


Bahkan beberapa handuk yang tersemat nama kami.. Mr & Mrs. Morgan


Aku melihat keluar jendela kamar kami, dan seperti melihat lukisan.. pemandangan begitu indah membuatku terpesona dan sejenak membuat ku melupakan kegugupan ku yang sebentar lagi akan bermalam bersama Morgan hanya berdua..


2 gelas kosong dan sebotol sampanye sudah tertata rapi di meja kamar kami, bersama beberapa macam irisan buah.


Aku yang saat ini sedang menikmati pemandangan di luar jendela kamar, begitu terkejut ketika kedua tangan Morgan melingkar di perut ku dan bibir nya menyentuh leher ku.


" Akhirnya.. kita punya waktu berdua.. " Bisik Morgan dan tanpa bosan menghujani ku dengan ciuman di pipi di leher secara bergantian.


" Tapi aku jadi merasa bersalah pada Mitzy.. " Gumam ku yang menjadi lebih perasa dan bernaluri keibuan.


" Its ok.. dia pasti mengerti kok.. Maka nya, kita manfaatkan 7 hari disini dengan baik. " Bisik Morgan mulai jahil.


Tangan nya tanpa ragu mulai nakal dan membuka kancing baju ku padahal hari masih terang, matahari belum turun.


" Morgan.. kamu.. ga mau mandi dulu. " Sahut ku menghentikan Morgan dan sedikit mendorong nya.


" Kenapa? Kamu belum siap?? Kamu takut? " Tanya Morgan lembut.


" Bukan begitu.. entah kenapa, aku gugup. " Jawab ku yang memang gugup dan berdebar begitu hebat.


Morgan pun tersenyum dan membelai kepala ku.

__ADS_1


" Aku siapin air hangat untuk kamu berendam ya. Take your time. Aku akan menunggu, kalau memang kamu belum siap. " Jawab Morgan dewasa. Yaahh walaupun terlihat dari ekspresi wajah nya.. bahwa ia sedikit kecewa..


Hati ku begitu sulit untuk tenang.. aku menghabiskan waktu hampir 2 jam berendam sendirian..



" Come on Sesil.. kalian udah sah, udah tugas mu melayani suami. " Gumam ku meyakinkan diri sendiri.


Aku pun melihat ke sekeliling yang sunyi dan juga ke arah kimono pasangan yang tergantung di ujung kamar mandi, entah mengapa di tengah kesendirian ku.. banyak kenangan flashback dalam ingatan ku, bahkan kenangan sejak pertama kali kami bertemu mulai dari settingan belaka hingga sekarang menjadi suami istri..


Kenangan itu.. sedikit demi sedikit membuat ku tersenyum kecil.


Dan aku menyadari satu hal..


Bahwa debaran ini, bukan karena aku takut.. tapi karena aku begitu mencintai Morgan..


Seperti layaknya pasangan yang jatuh cinta untuk pertama kali.. begitu lah yang kurasakan terhadap Morgan..


" Aku jatuh cinta padanya setiap hari. " Gumam ku.


Aku beranjak membilas tubuh ku dari busa sabun, dan mengeringkannya.


Aku mengambil pakaian dalam ku, namun aku terhenti sejenak.. aku kembali meletakkan pakaian dalam ku dan memutuskan untuk tidak memakai nya.


Aku mengambil kimono putih dan langsung mengikatkan nya ke tubuh ku.


Ketika aku membuka pintu, terlihat Morgan sedang duduk santai dengan segelas sampanye sambil menikmati sunset di tepi jendela kamar, tempat di mana aku berdiri tadi.


" Sudah selesai?? " Tanya Morgan yang melihat ku keluar dari kamar mandi.


" Hmm.. sudah. "


" Kamu lapar? mau aku pesankan makanan?? hari mulai gelap.. waktu nya makan malam. " Kata Morgan santai sambil meletakkan gelas nya.


" Kamu sudah lapar?? Aku masih belum. " Jawab ku yang sedikit demi sedikit mendekat ke arah Morgan.


" Aku juga belum sih. " Jawab Morgan yang semakin dalam memandang ku dan saat ini berdiri tepat di hadapan ku.


Ia memegang wajah ku, dan dengan lembut mencium bibir ku.


" Kamu.. sangat harum. " Kata nya sambil tersenyum setelah selesai mencium ku sejenak.


Aku dengan berani memegang tangan nya, dan mengarahkan nya ke tali kimono ku yang terikat seakan memberi isyarat padanya.


" Kamu yakin?? " Tanya nya memastikan.


" Tentu saja. " Jawab ku yakin.


" Yakin? Kamu tidak bisa menghentikan ku nanti nya.. kalau aku sudah terlanjur lepas kendali. " Kata nya sekali lagi memastikan.


" Aku tau. Aku tidak akan menghentikan mu, suami ku. " Jawab ku dengan tatapan penuh keyakinan.


Tak perlu waktu lama.. Morgan pun melepas pakaian nya dan menarik tali kimono ku..


Kedua mata nya terkejut ketika melihat bahwa aku tidak memakai apapun di balik kain kimono itu..


Ia mulai membelai kedua bahu ku, lengan ku hingga kimono ku jatuh ke lantai.. dan tubuh ku terekspos tanpa sehelai benang..


Morgan mendekatkan wajah nya, dan mencium ku dengan penuh gairah.. hingga kami berdua jatuh ke ranjang..


Dan malam pertama kami pun dimulai..



Setiap lekuk tubuh ku, tidak terlewatkan sama sekali..


Morgan menggunakan bibir lembutnya untuk terus menelusuri tubuh ku tanpa lelah..


Rasa sakit tentu kurasakan untuk pertama kali nya, bahkan Morgan sempat berhenti karena mendengar rintihan ku..


" I love you Sesil. " Bisik Morgan di tengah tengah gairah nya dan kalimat itu mengurangi rasa sakit ku.


Malam ini akan menjadi kenangan yang tidak akan pernah terlupakan untuk kami berdua yang sedang di mabuk asmara.


Setelah berhasil menyelesaikan malam pertama, aku kembali menikmati pemandangan malam dengan selimut yang melingkar di tubuh ku.


Morgan yang masih bertelanjang dada, beranjak dari tempat tidur dan memelukku dari belakang.


" Terima kasih, sudah hadir dalam hidup ku. " Kata Morgan bahagia.


" Aku mencintai mu, melebihi diri ku sendiri. Jadi, bebahagia lah bersama ku dan Mitzy sampai seterusnya." Lanjut Morgan romantis.


" Tenang saja.. seperti hal nya kecintaanku menjadi news anchor, cinta ku juga selalu on air untuk kamu.. My CEO. " Jawab ku penuh canda membuat Morgan tersenyum.


Bulan madu berlanjut..


Kehidupan rumah tangga kami berlanjut..


Keluarga kecil kami.. akhirnya menemui jalan kebahagiaan yang panjang..



THE END


Episode kali ini, author rapel ya sampe ending..


Maaf sebesar besar nya untuk para readers, karena akhir akhir ini update nya lama.. huhuhu terhalang pekerjaan yang menumpuk..


Semoga semua readers suka dengan cerita nya, dan jika sudah ada kelonggaran waktu lagi.. kita bisa berjumpa di karya karya selanjutnya..


Terima kasih banyaaakk....


Virtual Hug 🤗


Virtual Kiss 😘

__ADS_1


Sehat selalu dan Tuhan Yesus Memberkati kita semua ~


__ADS_2