
Part 17 " LDR "
Hari pertama perjalanan bisnis Morgan ke Makau..
M : Tunggu aku, jangan makan dan pergi bersama lelaki lain.
Setiap malam, dia menyempatkan waktu untuk melakukan panggilan video bersama ku.
Hari kedua
M : Aku baru selesai makan siang. Bagaimana dengan mu? Jangan lupa makan. I miss you
Hari ketiga
M : Semalam aku memimpikan mu. Aku ingin segera kembali pulang dan bertemu denganmu.
Hari keempat
M : Hari berjalan begitu lama, bisakah kamu menyusulku kesini? Aku sangat merindukan mu.
Hari kelima
M : Hari ini semua berjalan lancar. Tapi aku semakin kesepian karena Adit harus pulang terlebih dahulu, mengurus beberapa pekerjaan di cabang perusahaan. Seandainya aku juga bisa ikut pulang. I miiiissss you sooo muccchhh.
Hari keenam
M : Sebentar lagi aku akan makan malam dengan klien. Besok aku akan pulang. Jangan terlambat menemui ku, aku sudah tidak tahan ingin memelukmu. I love you.
Makau.. malam hari pk 20.10
Morgan menyelesaikan makan malam sambil mengobrol ringan seputar bisnis nya. Pemandangan tak terduga terlihat di samping Morgan, yaitu kehadiran seorang Rosa yang ternyata ikut dalam perjalanan bisnis itu.
Group JJ dan Triple S memang sejak lama bekerja sama dan mengerjakan proyek bersama, termasuk proyek Makau ini.
Di mata para rekan bisnis, mereka berdua tampak begitu serasi apalagi malam itu Rosa begitu menempel dan mengikuti kemanapun acara Morgan pergi.
Morgan yang dari awal sebelum berangkat mengetahui bahwa Rosa juga akan terlibat, merahasiakan keberadaan Rosa kepada Sesil agar tidak menimbulkan kekhawatiran yang tidak penting.
Malam itu setelah minum Wine, Rosa dan Morgan kembali ke hotel bersama.. di kamar yang terpisah.
Morgan ingin segera pergi ke kamar, beristirahat dan melakukan videocall dengan kekasih yang sangat ia rindukan.
Namun tiba tiba Rosa yang sedikit mabuk mengaitkan tangan nya ke lengan Morgan dan menyandarkan kepala nya hingga menjadi pusat perhatian banyak orang.
" Apa yang kamu lakukan Rosa? Kembalilah ke kamar mu. " Kata Morgan tegas sambil berusaha melepaskan tangan Rosa darinya.
" Morgan.. kepala ku pusing, bisakah kamu mengantarku ke kamar? " Rengek Rosa semakin terlihat lemah di hadapan Morgan.
" Hmm.. kenapa kamu banyak minum jika jadi nya akan seperti ini. " Tegur Morgan dan mau tidak mau membantunya, karena tersisa mereka berdua disana.
Morgan dengan gentle mengantar Rosa ke kamar vvip wanita itu, ia masuk dan merebahkan Rosa ke atas ranjang.
__ADS_1
" Istirahatlah, besok pagi aku harus ke bandara untuk pulang. Jaga diri mu. " Kata Morgan berpamitan.
Ketika hendak melangkah dan membuka pintu kamar, Rosa berlari dan memeluk Morgan dengan erat dari belakang.
" Jangan tinggalkan aku Morgan. " Kata Rosa yang ternyata daritadi hanya melebih lebihkan keadaannya yang sebenarnya tidak begitu mabuk.
" Jangan seperti ini Rosa. Aku sudah punya kekasih yang aku sayangi. " Tolak Morgan tegas.
" Morgan, wanita itu hanyalah pelampiasan untuk mu.. karena kamu dari dulu sangat menyukai ku. Sampai sekarang pun, kamu menyukai ku. " Kata Rosa mencoba mensugesti Morgan yang memang benar pernah mencintai Rosa sebelum kehadiran Sesil.
" Awal nya aku juga berpikir seperti itu.. tapi saat ini kamu membuat ku semakin sadar. Bahwa aku sangat menyukai nya. Aku hanya berdebar dan bahagia berada di dekat nya. " Jawab Morgan semakin menegaskan perasaannya.
Morgan melepaskan pelukan Rosa, namun Rosa tidak menyerah.. ia menarik tangan Morgan sekali lagi hingga tubuh mereka tidak ada jarak.
" Aku tidak ingin melepaskan mu. " Bisik Rosa terobsesi kepada Morgan.
" Seharusnya kamu memperlakukan aku lebih baik sejak dulu. Sekarang hati ku milik orang.. " Belum selesai Morgan berbicara.
Rosa dengan agresif membuka pakaiannya hingga tersisa pakaian dalam miliknya saja, secepat khilat menyambar bibir Morgan dan menciumnya tanpa pandang bulu.
Morgan pun sekuat tenaga mendorong Rosa hingga terjatuh. Lelaki itu begitu terkejut melihat perbuatan murahan Rosa dan mengalihkan pandangannya dari lekuk tubuh Rosa ke arah lain.
Bibir Morgan terlihat begitu merona karena lisptik Rosa yang menempel.
" Kamu gila !!! Hentikan perbuatan mu ini Rosa. " Bentak Morgan marah.
" Aku akan memberikan mu segalanya Morgan, aku tidak rela jika harus mengalah kepada wanita itu.. dia tidak selevel dengan ku. " Kata Rosa yang tampak frustasi mencari cara meluluhkan hati Morgan.
Morgan dengan segera mengacuhkan Rosa yang kacau dan bergegas pergi dari kamar itu.
Ia masuk ke kamarnya dan membersihkan diri dari ujung kepala sampai ke ujung kaki nya di bawah air hangat yang mengalir di shower kamar mandi.
Ia merasa begitu sesak dan tentunya merasa bersalah, ia merasa sangat bodoh dengan menuruti kemauan Rosa untuk mengantar ke kamarnya.. ia merasa telah menodai hubungannya yang baru seumur jagung dengan Sesil.
Selesai mandi, Morgan keluar dengan kimono hitamnya dan mengusap rambutnya yang basah dengan handuk.
Ia melihat ke layar ponsel miliknya dan terlihat bahwa Sesil sudah mengirimkan beberapa pesan untuknya.
S : Aku baru selesai siaran. Apa kamu sudah melihatnya?
M : Maaf, aku baru selesai makan malam.
S : Apa semua berjalan dengan lancar?
M : Tentu.
S : Aku merindukan mu. Cepat kembali.
Membaca pesan singkat itu, Morgan jadi merasa bersalah kepada Sesil. Ia merasa ingin segera kembali dan memeluk kekasihnya itu.
M : Pastikan, apapun yang terjadi.. besok pagi, kamu menemui ku di bandara.
__ADS_1
S : Bukan kah, kita bertemu saat makan siang? Besok pagi aku harus ke kantor untuk meeting script.
M : Ok
Jawaban menggantung Morgan membuatku bertanya tanya.. apanya yang "ok" ketika kami belum mencapai kesepakatan untuk bertemu kapan.
Keesokan pagi, pesawat Morgan landing dengan aman..
Aku terus memeriksa jam tangan ku di ruang meeting pagi itu.
Entah mengapa hari ini meeting ku terasa begitu lama padahal baru berjalan 15 menit.
Nindi menyadari kegelisahan ku yang beberapa kali tidak fokus mendengar arahan produser dan terus melihat jam tangan ku.
" Ada janji ketemu orang? " Tanya Nindi berbisik di sebelahku.
" Morgan pulang. " Jawab ku to the point.
" Oh.. pacar kesayangan, akhirnya pulang juga. " Kata Nindi menggoda ku.
30 menit.. 1 jam, 1 jam 20 menit..
Akhirnya pak produser mengakhiri pertemuan script hari ini.
Aku keluar dari ruangan meeting dan memeriksa ponsel ku, terlihat Morgan mengirimiku pesan untuk segera naik ke rooftop gedung kantorku.
Tanpa pikir panjang, aku segera mengikuti instruksi Morgan dengan sumringah.. karena aku juga sangat merindukan lelaki itu.
Aku membuka pintu rooftop di lantai teratas gedung, angin begitu kencang menerpa mini dress ku.
Tampak Morgan sudah berdiri tampan disana dengan setelan kemeja hitam dan celana coklat nya.
Yang membuatku semakin terkejut adalah Morgan sampai rela menggunakan hekikopter prinadinya hanya untuk segera bertemu dengan ku di rooftop.
" Morgan. " Sahut ku sambil berlari tanpa ragu ke arahnya dan melompat ke pelukannya.
Kedua tangan nya mendekap erat pinggang ku dan aku juga mendekap erat leher kekasihku itu.
" Aku merindukan mu. " Kata ku dengan senyum sumringah di wajahku.
" Kamu baru sam.. " Belum selesai perkataan ku kepadanya,
Tanpa aba aba ia memberikan ciuman lembut ke bibir ku yang baru saja aku tambahkan lipstik.. dan belum mengering..
Ia terus mencium ku dengan agresif, bagian bawah bibir ku.. bagian atas bibir ku.. terus bergerak karena ciuman Morgan yang seakan tidak tertahankan lagi.
Beberapa menit setelah puas mencium ku, aku baru bisa memandang wajahnya dengan jelas..
" Kamu baik baik saja kan? " Tanya ku yang jadi linglung harus bersikap bagaimana dengan ke agresifan Morgan pagi ini.
" Aku rasa.. aku sudah gila. Setiap hari.. aku ingin melihatmu bahkan saat aku berada di tempat yang jauh.. Mulai saat ini, ikutlah kemana pun aku pergi Sesil. Aku.. mencintai mu. " Kata Morgan tulus menyatakan cinta kepadaku tanpa terduga.
__ADS_1