Love Is On Air With Mr.CEO

Love Is On Air With Mr.CEO
VS


__ADS_3

Part 35 " Vs "


Kehidupan pernikahan yang di dambakan Rosa tidak terwujud sama sekali. Dengan susah payah ia menjebak Morgan dan berharap lelaki itu akan berpaling kepadanya, namun nihil.


Setiap hari ketika ia bertemu dengan Morgan, mereka terasa semakin jauh dan Morgan semakin dingin kepadanya.


Perut Rosa yang sudah terlihat lebih buncit pun tidak membuat Morgan perhatian dengannya, kecuali jadwal untuk kontrol ke rumah sakit.


Sesekali Morgan menyuruh asisten nya menggantikan dirinya ketika pekerjaannya belum selesai.


Rosa yang sudah tidak tahan pun memutuskan untuk bergerak lebih aktif dan menghampiri Morgan ke kantor, sekaligus mencuri simpati para orang orang yang ada di kantor. Bahwa dia adalah Nyonya Morgan yang sah.


" Ngapain kamu kesini? " Sahut Morgan kurang menyambut kehadiran Rosa yang mendadak.


" Aku hanya bosan di rumah sendirian. Aku ingin menemani mu. " Jawab Rosa berusaha memelas.


" Aku tidak punya waktu untuk menemani mu. Masih banyak yang harus kukerjakan. " Kata morgan cuek.


" Aku tahu, tapi aku akan tetap menunggu mu. " Sahut Rosa tidak menyerah.


" Terserah kamu saja. " Kata Morgan seraya pergi meninggalkan ruangannya untuk pergi ke ruang meeting.


Rosa pun begitu kesal dan frustasi mencari cara supaya Morgan mau sedikit memperhatikannya.


Ia pun berlari dan menjatuhkan diri hingga semua orang yang ada di sekitar mereka terkejut.


" Morgaan. " Teriak Rosa memulai sandiwara nya seakan kesakitan tersungkur di lantai.


Morgan dan Adit pun sontak berbalik melihat dan menghampiri Rosa.


" Kamu itu ngapain? " Bentak Morgan tanpa sungkan walau di hadapan para karyawannya.


Semakin menggambarkan keadaan rumah tangga yang tidak harmonis.


" Temani aku. Aku merasa kurang enak badan. " Rintih Rosa terus berusaha menarik simpati Morgan.


" Adit, bawa dia ke rumah sakit. " Sahut Morgan hendak meninggalkan Rosa namun wanita itu menahan erat tangan Morgan.


" Kalau kamu tidak mau meluangkan waktu untuk ku. Aku akan melakukan hal yang akan kamu sesali. " Bisik Rosa mengancam Morgan sambil memegang perut nya sebagai isyarat.


Sejahat apapun Morgan, ia tetaplah pria yang bertanggung jawab.


Ia juga tidak akan tega jika Rosa menyakiti bayi tidak bersalah dalam perut nya.


Dengan wajah penuh kemurungan Morgan membantu Rosa berdiri.

__ADS_1


" Aku melakukan ini bukan untuk mu. Tapi aku kasihan pada anak ini, memiliki ibu yang licik sepertimu. " Balas Morgan berbisik kesal ke arah Rosa.


Hari ini pun terpaksa Morgan mengalah karena ancaman Rosa yang mulai menunjukkan jati dirinya.


Mereka pun akhirnya makan siang bersama di sebuah restauran, tempat dimana Morgan dan Sesil melakukan kencan untuk pertama kali.


" Hmmm... aku hanya butuh sedikit perhatian Morgan. Kalau saja kamu tidak keterlaluan mengabaikan aku, aku tidak mungkin sampai seperti ini. " Kata Rosa mencoba menjelaskan dan memperbaiki keadaan.


" Sudah, jangan banyak bicara. Makan saja apapun yang kamu mau, dan pulang. " Kata Morgan tegas.


" Kenapa?? Apa kamu merasa tidak nyaman dengan tempat ini. " Sindir Rosa dengan sengaja sambil tersenyum licik.


" Bukannya tidak nyaman. Tapi membuatku semakin merindukan wanita itu. " Balas Morgan tidak mau kalah dan melempar kekesalan ke arah Rosa yang lebih dulu memancingnya.


" Asal kamu tahu Rosa, aku menikahi mu hanya untuk rasa tanggung jawab atas anak itu. Aku sudah menyelidiki semuanya, dan aku tahu semua ulah mu. " Jawab Morgan yang ternyata diam diam menyelidiki keanehan setelah makan malam waktu itu dan membuat Rosa terbelalak kaget.


" Apa kamu pikir aku bodoh dan membiarkan nya begitu saja? " Sahut Morgan lagi.


" Lalu kenapa kamu tetap menikahi ku? " Tanya Rosa yang terkejut dengan pernyataan Morgan.


" Karena aku manusia yang punya hati nurani, bukan seperti kamu yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu. Aku menikahi mu hanya untuk anak itu, setelah anak itu lahir.. aku pasti akan menceraikanmu. " Pungkas Morgan tanpa ragu kepada Rosa.


" APA ??? " Bentak Rosa sambil memukul meja mencuri perhatian.


" Tentu saja. Aku tidak bisa hidup dengan mu lebih lama lagi. Kamu mau menjadi istri ku kan?? Aku kabulkan keinginan mu.. tapi hanya sampai anak itu lahir. Setelah itu, jangan pernah muncul di hadapan ku dan anak itu lagi. " Kata Morgan yang sudah merencanakan semuanya.


Ia hanya akan mengambil anak yang dilahirkan Rosa, dan meninggalkan Rosa.


Namun kelicikan Rosa yang sudah mendarah daging dengan segera mencari cara membalas semua rencana Morgan.


" Kalau begitu.. coba saja Morgan. Sebelum itu terjadi, akan aku pastikan anak ini tidak pernah lahir kedunia. " Kata Rosa kejam, padahal kepada darah dagingnya sendiri.


Morgan pun begitu terkejut dan tidak sampai berpikir bahwa Rosa akan setega itu pada anaknya.


" Kamu benar benar tidak punya hati Rosa. " Gumam Morgan begitu membenci wanita itu.


" Coba saja Morgan.. Coba saja lawan aku.. maka kamu tidak akan pernah bertemu dengan anak ini. " Sahut Rosa dengan jahatnya dan memperlihatkan sifat asli nya.


Di tengah pembicaraan mereka yang sedang memanas,


Aku dan Arshel masuk ke dalam restauran itu untuk makan bersama.


Hari ini Arshel mengunjungi ku ke kantor karena rindu dan ingin bermain dengan ku.


Namun langkah kaki ku seketika berhenti melihat Morgan dan Rosa yang juga sedang makan siang disana.

__ADS_1


" Jackpot. " Gumam Rosa dengan senyuman iblis ketika mengetahui kehadiran ku.


Aku pun dengan segera berusaha menghindar, namun..


" Uncleee... " Arshel yang masih polos melihat dan berlari menghampiri Morgan tanpa ragu.


" Arshel. " Panggilku, namun terlambat.


Morgan sudah terlebih dulu bertemu dengan Arshel.


" Arshel.. kamu.. " Sahut Morgan senang namun juga terkejut dengan kehadiran Arshel.


Ia pun dengan segera menggendong dan menghujani Arshel dengan kasih sayang di hadapan Rosa.


Aku pun mau tidak mau menghampiri mereka dan ingin mengajak Arshel pergi.


" Sorry.. Arshel, ayo. " Kata ku begitu sangat canggung.


" Waahh.. tidak kusangka akan bertemu disini. " Sindir Rosa tajam.


" Uncle.. ayo main. " Kata Arshel dengan polosnya.


" kamu rindu sama uncle ya? " Sahut Morgan begitu senang melihat Arshel.


" Arshel.. ayo lepaskan uncle. Uncle mau makan dulu. " Bujuk ku kepada Arshel.


" Jangan sungkan. Aku ga keberatan kok. " Kata Morgan lembut kepadaku tidak peduli walau Rosa terlihat kesal.


" Ehm.. ternyata kamu memang sudah cocok ya jadi papa. Kalau anak orang lain saja kamu bisa sayang seperti itu, apalagi anak kita. " Sahut Rosa mencoba memanas manasi.


" Memang. Aku pasti akan menjadi papa yang hebat, hanya saja sayang sekali.. dia harus memiliki ibu seperti mu. " Balas Morgan dengan jahatnya kemudian menggendong Arshel keluar dari restauran.


Aku pun jadi tidak memahami situasi ini, dan merasa berada di tengah tengah mereka dengan situasi yang salah.


Dan tanpa aba aba, tangan Morgan menarik ku untuk mengikuti nya keluar sambil ia menggendong Arshel.. tepat di hadapan Rosa.


Ketika keluar dari restauran, aku menampik dan melepaskan paksa gandengan tangan Morgan.


" Kamu sudah gila ya.. apa yang kamu lakukan. " Bentak ku marah.


" Jangan berada di dekat wanita itu. Dia hanya ingin menyakiti mu. " Kata Morgan mengkhawatirkan aku.


" Itu bukan urusan mu lagi Morgan. Dia punya hak untuk melakukan itu, karena dia.. memang istri mu.. ibu dari anak mu. " Jawab ku memaparkan kenyataan di hadapan Morgan.


" Sesil. Aku dijebak malam itu. " Kata Morgan mengejutkanku dengan fakta baru.

__ADS_1


__ADS_2