Love Is On Air With Mr.CEO

Love Is On Air With Mr.CEO
TUMBANG


__ADS_3

Part 26 " Tumbang "


Kita akhiri semuanya.


Kata kata itu terus terngiang ngiang di kepala ku hingga membuat ku begitu terpuruk mengalami patah hati yang sangat hebat.


Aku merasa tidak punya tenaga untuk melakukan apapun, aku hanya bisa menangis di ranjang ku dan menutup diri untuk dua hari ini.


Bahkan puluhan chat dan panggilan sama sekali tidak aku respon. Aku saat ini takut untuk melihat alat elektronik apapun yang sewaktu waktu akan memberitakan kabar pernikahan Morgan dan Rosa.


Dan aku yakin, diantara sekian banyak orang yang menghubungi ku, pasti mereka ingin mengetahui kebenaran di balik hubungan ku dan Morgan yang sudah berakhir.


Hiks hiks hiks hiks


Sebanyak apapun aku menangis, aku tetap merasa tidak puas. Dada ku terasa memiliki lubang tersendiri setelah Morgan terakhir kali menemui ku dan berlutut di hadapan ku.


Beberapa saat kemudian, kak Shelo datang menemui ku di apartmen.


Tanpa sepatah kata, ia dengan lembut dan penuh kasih sayang memeluk ku, dan tangisan ki kembali pecah di pelukan kakak.


Arshel yang ikut menemui ku, mengerti bahwa aunty nya sedang sedih.. ia pun mendekati ku dan memelukku dengan lucunya.


" Jangan menangis, kamu harus kuat. " Kata kak Shelo memberi ku semangat.


" Ini salah kakak, seharusnya sejak awal.. aku mencegah mu. Dan waktu pesta malam itu, aku tidak seharusnya mempercayai lelaki brengsek itu. " Umpat kak Shelo yang kesal.


Dan aku tahu, pernikahan Morgan dan Rosa bukan rahasia umum lagi. Aku yang belum bercerita kepada siapapun, termasuk kak Shelo.. menyadari bahwa tiba tiba kakak datang dan menenangkan ku, karena dia pasti sudah melihat berita rencana pernikahan mereka berdua.


" Aku akan baik baik saja kak, jangan khawatir. Aku hanya akan berduka sampai hari ini.. aku kan Sesil, adik kakak yang paling ceria. " Kata ku mencoba menghapus air mata dan tidak membuat keluarga ku semakin khawatir.


" Aku selalu berharap, kisah cinta mu akan lebih indah dari ku.. tapi sepertinya, kita berdua harus menjalani perjuangan yang sama. " Sahut Kak Shelo heran dengan nasib kisah cinta kami.


" Berbeda kak. Kamu dan kak Arvi kan happy ending, sedangkan aku.. " Berat rasanya bibirku untuk melanjutkan akhir dari kisah ku.


" Kamu juga pasti akan mendapatkan waktu happy ending mu nanti.. Jangan menyerah. " Kata kakak membelai kepala ku.


" Ayo, Arshel.. kiss aunty dulu, aunty lagi sakit.. biar cepet sembuh. " Kata kak Shelo mencoba menghibur.


Tanpa pikir panjang, keponakan ku tersayang ini langsung memberi ku ciuman untuk mengisi ulang tenaga ku.


" Kiss kiss aunty. " Sahutnya.


" Anaakkk pintaaarrr... kesayangan aunty ya.. " Aku pun sedikit terhibur dan memeluk Arshel yang begitu menggemaskan.


Ingin rasanya aku bertukar tempat dengan Arshel, usia 5 tahun yang tidak perlu memikirkan banyak hal.

__ADS_1


Di suatu boutiq gaun pengantin ternama di pusat kota..


Terlihat Morgan duduk tenang di sofa fitting room pengantin. Wajahnya tampak murung dan pucat, tatapan nya kosong dan pikiran nya dipenuhi dengan nama Sesil.. bayangan Sesil dan suara tawa Sesil.


Kedua staf membuka tirai besar di hadapan Morgan, nampak Rosa yang mencoba sebuah gaun nan indah begitu cantik.


" Morgan. " Panggil Rosa, namun tidak ada respon dari Morgan yang pikirannya berada di tempat lain.


" Morgan. " Panggilnya sekali lagi dengan nada lebih keras hingga menyadarkan lamunan lelaki yang sebentar lagi akan menjadi miliknya seutuhnya.


" Hmm. " Sahut Morgan malas.


" Bagaimana menurutmu? " Tanya Rosa meminta pemdapat tentang gaun ketiga yang sudah ia coba.


" Bagus. " Jawab Morgan singkat.


" Daritadi jawaban mu hanya seperti itu.. membuat ku jadi kesulitan memilih. " Gumam Rosa mengeluh.


" Ya karena memang semuanya bagus. Kamu pilih saja mana yang kamu suka dan pakai itu. " Sahut Morgan ketus dan sangat terlihat bahwa tidak ada cinta untuk Rosa di setiap kata dan tindakannya.


Bahkan para staf pun menyadari sikap dingin Morgan dan sesekali menggunjingkannya membuat Rosa kesal, namun ia berusaha tidak ingin terpancing emosi.


" Ok, aku pakai yang ini saja. Sesuaikan dengan ukuran ku. " Kata Rosa memerintah.


Kepala Morgan semakin terasa pusing dan keringat dingin mulai menyelimuti nya. Salah satu staf boutiq menyadari keadaan Morgan yang tampak kurang sehat.


Namun pandangan Morgan semakin kabur dan tiba tiba gelap.


Karena pikirannya yang begitu stres, membuatnya tidak nafsu makan menghabiskan waktunya untuk bekerja hingga dini hari.


Ketika ia membuka mata, terlihat aroma medis yang sangat khas dengan rumah sakit.


Benar saja.. ia sudah tergeletak di ranjang kamar vip rumah sakit dengan piyama pasien dan sebuah infus di tangan kanannya.


" Anda sudah bangun pak? " Sahut Adit yang menemaninya.


" Kenapa aku bisa ada disini?" Tanya Morgan belum sepenuhnya pulih.


" Anda tadi pingsan pak. Kata dokter anda dehidrasi, dan butuh istirahat yang cukup. " Kata Adit menjelaskan.


Morgan pun menghela nafas panjang, ia mengangkat sebelah tangannya dan menutup kedua matanya menyiku.


" Apa anda masih merasa pusing pak? " Tanya Adit khawatir melihat kondisi Morgan yang begitu lemah, jauh berbeda dari biasanya.


" Anda harus menjaga kesehatan pak, minggu depan adalah hari pernikahan anda. " Nasehat Adit mengingatkan.

__ADS_1


Namun air mata Morgan mengalir hingga membasahi bantal di ranjang nya.


" Aku bisa gila. Aku ingin melihatnya. Aku ingin menyentuhnya. Aku ingin bersamanya. " Gumam Morgan dengan keadaan yang masih sama.


Adit pun sontak memahami perkataan Morgan, bahwa saat ini yang ia butuhkan adalah Sesil.


" Pak.. anda tidak boleh terlaku stres, itu bisa membuat kondisi anda semakin buruk. " Kata Adit yang tidak bisa berbuat apapun untuk bos nya.


" Aku harus bagaimana.. aku hanya menginginkan dia. " Gumam Morgan putus asa sekali lagi.


Bertepatan pada saat itu, Shelo mengajak Sesil juga ke rumah sakit untuk check up.. karena Sesil terlihat begitu lesu dan tidak bertenaga.


Untung saja hasil check up Sesil tidak ada yang salah, hanya perlu makan minum teratur.. mengatur stres dan minum vitamin.


" Sudah kubilang kan.. kakak tidak usah khawatir. " Kata Sesil yang keluar dari ruangan dokter setelah menerima hasil check up.


Banyak perawat dan pasien yang lalu lalang, tanpa sengaja Sesil mendengar pergunjingan para suster.


" Kalian tahu gak.. hari ini siapa yang aku rawat.. Morgaaan... aslinya ganteng banget. "


" Waahh.. beruntung bangeettĀ  sih.. tapi dia kan mau nikah, kok malah tumbang. "


" Dehidrasi dan kelelahan.. sepertinya mendekati hari H membuatnya stres. "


Mendengar perbincangan itu, Sesil pun reflek berbalik arah berlari meninggalkan Shelo dan menuju bagian informasi untuk menanyakan kamar Morgan.


Satu hal lagi yang ia sadari, bahwa.. hati kecil nya belum bisa melepaskan lelaki itu.


Sesil berlari secepat mungkin tanpa mempedulikan apapun, dan menghampiri kamar Morgan yang berada di lantai atas di bagian vip.


Benar saja.. ia melihat melalui bagian kecil kaca yang yang ada di pintu, Morgan sedang tergeletak lemah di atas ranjang nya.


Melihat itu, Sesil pun ikut merasakan rasa sakit yang sama.


Ia sejenak hanya memandang dan tiba tiba pintu terbuka mengejutkannya.


" Anda. " Sahut Adit yang saat ini berpapasan dengan Sesil.


" Sstt... " Reflek Sesil menaruh jari telunjuk di bibirnya, ia tidak ingin Morgan mengetahui kehadirannya.


" Pak Morgan, menunggu anda. " Kata Adit berbisik perlahan dan dengan sengaja beralih ke samping Sesil agar Morgan dapat melihat siapa yang datang.


Sebagai asisten Morgan, Adit ingin melakukan yang terbaik untuk bosnya yang sedang tidak berdaya saat ini.


Sesil pun celingukan dan salah tingkah.

__ADS_1


" Masuklah, walau hanya sebentar. Beliau butuh kekuatan. Aku akan menunggu di luar. " Kata Adit terus menyarankan Sesil dengan sopan.


__ADS_2