Love Is On Air With Mr.CEO

Love Is On Air With Mr.CEO
SETTINGAN


__ADS_3

Part 7 " Settingan "


Aku tidak mengindahkan perkataan Morgan untuk berdandan cantik.


Malam itu aku menemui nya dengan pakaian kasual sederhana tanpa berpikiran lebih jauh.


Karena setiap kali bertemu dengan Morgan, ekspektasi ku selalu salah.


Aku dengan langkah ringan masuk ke salah satu restoran elit seperti arahan Morgan.


Pelayan resto dengan sigap membuka kan pintu untuk ku, dan aku merasa seperti masuk ke negeri dongeng.


Setiap sudut ruangan itu berhiaskan bunga bunga yang cantik dan ber warna warni.


Di tengah tengah sudah terdapat meja dinner beserta candle yang menyala.


Dan di sudut ruangan itu, terlihat seorang Morgan berdiri mengenakan setelan Jas putih sedang tersenyum membawa sebuah bucket bunga mawar merah yang cukup besar.


Hal paling romantis yang pernah aku lihat selama 27 tahun ini, datang dari lelaki arogan yang beberapa hari ini terus mengganggu hidup ku.


Ekspresi Morgan pun langsung berubah seketika saat melihat ku memasuki ruangan itu dengan pakaian yang tidak selaras dan senada dengan momen yang dia siapkan.


" Ada apa ini sebenarnya? " Tanya ku tidak mengerti sambil melihat sekeliling.


" Bukankah aku sudah bilang, berdandanlah secantik mungkin. " Jawab Morgan terlihat senang melihat pakaian ku yang kasual.


" Kenapa aku harus menuruti mu. Katakan saja apa mau mu. " Jawab ku tanpa basa basi.


" Hmm.. duduk lah. "


Kami berdua pun duduk berhadapan di meja yang sudah tertata sangat cantik dan tentu saja semua peralatan makan yang ada di atas nya begitu mahal, bahkan melebihi harga outfit ku dari ujung kepala sampai kaki.


" Jadi lah kekasih ku. " Tembak Morgan tiba tiba memandang serius ke arah ku.


Namun itu terdengar sangat lucu di telingaku hingga tawa menggelitik memenuhi wajah ku.


" Kamu salah makan apa Morgan? Tiba tiba mengutarakan cinta. " Jawab ku sambil terus menertawakan hal tidak masuk akal ini.


" Memangnya, aku bilang.. kalau aku mencintai mu?? " Tanya Morgan tersenyum sinis.


" Kalau tidak cinta.. lalu kenapa bicara seperti itu. " Sahut ku semakin tidak mengerti.

__ADS_1


" Bukankah.. kamu bilang kalau kita adalah sesama korban. Karena itu, aku ingin bekerja sama dengan mu untuk mengalihkan perhatian publik. " Kata Morgan menjelaskan, namun semua itu masih loading di kepala ku yang tidak memahami rencana Morgan.


" Daripada kita berusaha mengelak, pasti akan muncul opini baru.. misalnya.. aku di cap sebagai pria yang playboy dan lain sebagai nya.. karena itu, lebih baik mengiyakan opini masyarakat daripada menentang nya. " Lanjut Morgan menjelaskan.


" Jadi maksud mu kita berpacaran meski tidak saling suka? " Tanya ku lagi.. memastikan.


" Bisa di bilang begitu. Sama sama menguntungkan bukan? Setelah berita ini tenggelam, berita tentang urusan pribadi ku.. kita bisa putus.. dan tentu saja, kamu akan mendapat kompensasi dari ku.. aku seorang pebisnis, tidak akan lupa begitu saja. "


Aku hanya terdiam dan terus memikirkan perkataan Morgan, semakin lama aku memikirkan nya.. semakin masuk akal bagi ku yang saat ini di cap sebagai pelakor oleh jutaan orang.


" ehmm... aku akan menyetujui nya, dengan satu syarat. " Jawab ku tanpa berpikir panjang.


" Katakan. "


" Kamu harus menjelaskan ke semua orang, bahwa pernikahan mu yang gagal bukan karena aku.. aku tidak mau di cap sebagai perebut lelaki orang lain.. kamu harus menunjukkan bahwa kamu yang menyukai ku lebih dulu. " Syarat ku demi mengembalikan nama baik ku.


" Deal. Itu bukan hal yang sulit. " Jawab Morgan tanpa ragu.


" Sebenarnya aku berencana untuk langsung memulai akting dengan dinner romantis. Fotografer ku sudah bersiap, tapi sayang sekali kamu tidak mendengar perkataan ku. " Gumam Morgan menyayangkan kesempatan.


Aku pun langsung melihat ke sekeliling ku, banyak mata yang sudah bersiap untuk mendukung rencana kami untuk berpacaran.


Aku sedikit merasa bersalah karena tidak patuh pada perkataan Morgan yang sebenarnya juga menguntungkan bagi ku.


Yaahh.. seperti itulah kisah cinta ku di mulai, kisah yang penuh kepalsuan bersama lelaki arogan ini.


Tidak pernah terbayangkan bagi ku akan menjadi kekasih seorang Morgan Ricardo, yang bahkan nama nya baru aku kenal kurang dari dua minggu yang lalu.


Aku hanya berharap semua bisa berjalan lancar dan suasana kegaduhan ini segera membaik, dengan begitu kami tidak perlu saling berurusan lagi.


Keesokan hari nya, aku sudah berada di salon kecantikan untuk melakukan berbagai perawatan tubuh mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki.


Lebih dari 5 orang melayani ku dengan ramah, dan tentu saja itu semua adalah ulah Morgan yang takut jika aku terlihat tidak serasi bersanding dengan nya.


Aku hanya bisa mengikuti semua arahan Adit, asisten Morgan.


Semua dikerjakan dengan detail untuk mempercantik ku, hingga tanpa terasa 5 jam berlalu begitu saja.


Dan aku sudah berada di fitting room mengenakan dress sabrina berwarna hijau tua, serasi dengan riasan tipis nan elegant di wajah ku.


Aroma rambut dan tubuh ku yang begitu harum membuat ku tidak percaya saat melihat ke arah cermin.

__ADS_1


" Kekuatan uang, mengubah segalanya. "


Para pegawai membantu ku memakai heels berwarna hitam yang sudah mereka pilihkan, agar tinggi badan ku proporsional saat berada di samping Morgan.


" Semua nya sudah siap. Mari kita berangkat. Pak Morgan sudah menunggu di dalam mobil. " Kata Adit mengajak ku bergegas.


Aku melangkah dengan gugup, driver membuka kan pintu mobil dan terlihat Morgan sudah bersiap disana dengan tampan dan dingin nya.


Kami pun melanjutkan perjalanan ke ballroom yang akan digunakan sebagai tempat konferensi pers.


Puluhan wartawan dari berbagai media sudah dengan rapi menanti kami dalam ruangan itu.


Semakin mendekati tempat tujuan, semua tubuh ku terasa begitu dingin karena gugup dan juha takut.


" Santai saja. Kamu kan setiap hari kalau bekerja juga di sorot kamera. " Kata Morgan menyindir.


" Ini beda cerita. Ini lebih menakutkan, aku tidak tahu akan bertambah berapa banyak lagi hatersku. " Jawab ku mulai khawatir.


" Atau malah sebaliknya. Berapa banyak yang akan mendukung kita setelah ini. " Kata Morgan berpikiran positif.


Akhirnya kami sampai di tempat tujuan, aku menghirup nafas dalam dalam untuk merilekskan tubuh ku sedangkan Morgan begitu terlihat santai.


Ia membuat siku pada tangan kanan nya dan memberi isyarat padaku untuk mengaitkan tangan ku, tanda bahwa kami ada sepasang kekasih saat ini.


Semua mata tertuju pada kami yang berjalan bersama menebar senyuman palsu di hadapan media.


Setelah sampai di depan menjadi pusat perhatian, Morgan semakin menarik tubuh ku untuk mendekat kepadanya.


" Selamat pagi, terimakasih sudah meluangkan waktu untuk datang memenuhi undangan kami. " Sahut Morgan dengan wibawa nya memulai pembicaraan.


Sedangkan aku begitu tersiksa di sebelah nya, aku hanya bisa memasang senyuman se natural mungkin di hadapan puluhan kamera yang sedang mengambil gambar kami.


" Karena akhir akhir ini banyak sekali berita yang simpang siur tentang kehidupan pribadi ku, maka aku memutuskan untuk meluruskan semua nya. " Kata Morgan sambil tersenyum sesekali memandang ke arah ku, seperti seorang pria yang jatuh cinta pada umum nya.


" Yang pertama, tentang berita pernikahan ku yang gagal.. aku ingin meluruskan bahwa berita iti tidak sepenuhnya benar. Memang Group JJ dan Triple S berencana bekerja sama, namun karena 1 dan 2 hal.. kesepakatan itu belum bisa dipenuhi. Untuk masalah pernikahan, itu tidak benar.. Aku tidak pernah berencana menikah dengan putri Group Triple S, karena hubungan kami hanya sebatas teman dan rekan bisnis. Adapun kabar seputar pernikahan.. itu hanyalah pembicaraan kedua orang tua kami saat senggang, melihat keakraban kami.. akan tetapi itu terjadi karena kesalahan ku yang belum memperkenalkan kekasih ku.. Sesilia kepada orang tua ku. "


Aku begitu merinding mendengar perkataan Morgan yang sangat meyakinkan.


" Yang kedua.. saat ini, aku ingin memperkenalkan secara resmi.. Sesilia Deana Putri, dia adalah kekasih ku. Foto yang sempat tersebar, memang benar adalah foto kami saat berlibur bersama.. meski sangat disayangkan, privasi kami dilanggar karena ada oknum yang mengabadikan momen kami.. karena itu, hari ini.. secara go public, aku memperkenalkan kekasih ku.. " Kata morgan lagi sambil memandang ku, begitu mual dan ingin muntah rasa nya melihat pencitraan lelaki ini.


" Apa yang aku katakan hari ini, semoga dapat menjawab semua pertanyaan publik.. Sesil bukan lah wanita perebut seperti yang diberitakan, dia memang benar kekasih ku.. dan aku, tidak memiliki wanita lain selain dia. Dengan susah payah aku mendapatkan hati nya, semoga hubungan kami bisa terus seperti ini dan berlanjut lama. Kuharap tidak akan ada lagi berita berita negatif yang menggiring nama kami berdua dengan sembarangan tanpa kejelasan. Terimakasih. "

__ADS_1


Tepuk tangan pun ber gemuruh di seisi ruangan pada hari itu.


__ADS_2