Love Is On Air With Mr.CEO

Love Is On Air With Mr.CEO
PAPARAZI


__ADS_3

Part 6 " Paparazi "


Pagi hari nya tepat pukul 8 pagi aku sampai ke stasiun tv, tempat aku membawakan berita.


Dengan pakaian rapi, rambut terikat dan sepatu hak, aku berjalan ringan masuk ke gedung kantor.


" Selamat pagi. "


" Pagi. "


Sapaan pagi ku untuk beberapa orang yang aku kenal di dalam gedung itu, namun hal aneh pun terjadi.


Mereka tersenyum getir saat menerima sapaan ku, bahkan ketika aku belum melangkah cukup jauh.. mereka terlihat berbisik.


Keadaan yang sama semakin terlihat ketika setiap orang yang kulalui melakukan hal itu juga.


Aku berpikir, apakah ini semua masih karena efek kesalahan teknis minggu lalu yang kusebabkan.


" Sesil. " Terdengar suara Nindi berlari memanggil dan menghampiri ku.


" Hai, Nin. "


" Cepet kesini. Ikut aku. " Tiba tiba Nindi menarik tangan ku dan mengajak ku ke toilet wanita dimana pagi itu masih sepi hanya kami berdua.


" Apa apa an ini. " Sahut Nindi sambil menunjukkan sebuah artikel di salah satu website terkenal..


Begitu tersentak kaget ketika aku membaca headlight berita nya.


" Kekasih rahasia Morgan Ricardo adalah seorang pembawa berita. "


Sebuah artikel mengupload kebersamaan kami pagi itu ketika tanpa sengaja bertemu di pulau.


Terlihat jelas bahwa kami terkena kamera paparazi, walau hasil foto nya dengan kualitas yang cukup buruk.. namun terlihat jelas wajahku dan Morgan sedang bersama di sana, tepat ketika kami menunjukkan kemesraan di depan mantan kekasih ku.


" WHAATTT "


" Alasan dibalik gagalnya pernikahan penerus Group JJ dan Triple S. "


" Morgan Ricardo liburan bersama kekasih. "


Dan lain sebagai nya, berbagai berita itu kembali menjadi trending bahkan melebihi yang sebelumnya.


" Nindiiii... kenapa bisa jadi begini. " Kata ku sangat frustasi, belum selesai 1 masalah.. sudah muncul yang baru.


" Mana aku tahu, maka nya aku mau tanya... ini beneran?? Kalian sama sama? " Tanya Nindi jadi penasaran.


" Engga.. kami ga ada hubungan apa apa. Foto ini memang benar sih.. tp bukan begitu ceritanya. " Sampai sampai aku sendiri bingung harus menjelaskan mulai dari mana.


" Congrats ya Sil.. haters mu bertambah. Lihat.. kolom komentar media, semua nya menghujat mu sebagai pelakor. " Kata Nindi memperjelas keadaan saat ini.


" Gilaakk.. aku bukan pelakor Nin. Kurang ajar, biar aku balas.. " Emosi ku pun memuncak dan ingin rasanya membalas semua komentar jahat netijen.

__ADS_1


" Percuma Sil, mereka hanya percaya pada apa yang mereka lihat. " Jawab Nindi menghentikan tindakan sia sia ku.


" Terus aku mesti gimana Nin.. sebenarnya aku kenapa sih, mesti terlibat terus dengan CEO itu.. artis juga bukan, kenapa sampai jadi begini. " Aku menggerutu begitu kesal, karena semua menjadi kacau semenjak aku menyebut nama Morgan Ricardo.


Setelah mengobrol cukup lama, aku dan Nindi segera bergegas pergi ke ruangan kami..


Disana ternyata sudah ada pak produser yang menyambut di sebelah meja kerja ku..


" Bagus ya, pulang cuti liburan.. langsung bikin geger lagi. " Sindir pak produser tanpa tanggung tanggung.


" Pak.. anda salah paham. "


" Salah paham gimana? Maksud kamu, ini foto editan? " Kata pak produser sedikit membentak.


" Itu.. itu asli pak. Tapi situasi nya bukan seperti itu. " aku mulai kewalahan lagi.


" Sampai berita ini menemukan kebenarannya, kamu.. saya skors dulu.. jangan membawakan berita apapun. Saat ini kamu punya banyak haters, itu bisa mempengaruhi integritas kita. " Akhirnya keputusan pak produser sungguh membuat ku terpukul.


Aku merasa sungguh tidak adil dengan semua ini, tapi aku sendiri juga tidak punya kekuatan untuk membereskan berita yang sudah menyebar ke seluruh penjuru ini.


Keadaan kacau tidak hanya kualami sendirian,


Morgan yang sudah mengetahui tentang itu semua.. ikut emosi.


Braakk


Dia membanting ipad Adit, sekretarisnya.


" Sial. Kenapa bisa jadi kacau begini. Banyak sekali berita tentang ku akhir akhir ini, dan semuanya seputar wanita. " Sahut Morgan begitu kesal.


" Dikendalikan?? Bagaimana bisa.. kamu lihat, viewers sudah jutaan. Banyak yang termakan hoax ini. " Sahut Morgan sekali lagi sambil melonggarkan dasi nya.


" Bagaimana kalau.. anda mengiyakan saja berita ini pak, daripada berkepanjangan. " Saran Adit tiba tiba.


" Kamu sudah tidak waras ya. " Bentak Morgan semakin marah.


" Dari pada menyangkal dan menimbulkan opini baru, lebih baik kita ikuti alurnya.. dan ketika waktu nya berhenti, anda bisa berhenti dengan aman. " Kata Adit lagi mencoba membuka pikiran Morgan yang kacau.


" Jadi maksud mu, aku harus pacaran dengan dia meskipun aku tidak suka? "


" Benar pak. Mengikuti alurnya. Setelah berita ini tenggelam, anda bisa memutuskan hubungan. Saya menyarankan ini karena publik sedang fokus pada anda,ber tubi tubi.. setelah berita sebelumnya tentang pernikahan anda yang gagal.. Anggap saja, mengalihkan perhatian. " Kata Adit menyarankan dan semakin logis di pikiran Morgan sebagai seorang pebisnis.


" Kalau begitu, aku harus membuat gadis itu setuju. Cari info tentang gadis itu, se detail mungkin. " Perintah Morgan yang mulai mengambil solusi yang disarankan Adit.


' Aku juga bisa menghindari Rosa menggunakan wanita itu. ' Kata hati Morgan dengan tujuan lain.


Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui.


Kekacauan juga terjadi di kantor Rosa, Triple S.


Ia memecahkan semua vas bunga yang ada di ruangan nya setelah mendengar berita itu.

__ADS_1


" Brengsek, sialan. " Teriak Rosa hilang kendali.


" Berita murahan apa ini. Bisa bisa nya di menolak ku, dan sekarang bersama wanita ini. " Sahut Rosa tidak ingin terkalahkan.


" Sabar bu, berita ini belum tentu benar. " Kata sekretarisnya mencoba menenangkan.


" Tidak, Morgan memang benar benar ada di pulau saat itu. Aku menemui nya.. bahkan mengajak nya untuk memikirkan penikahan kami kembali.. " Kata Rosa begitu marah dan emosi.


Karakter nya yang angkuh selalu ingin menjadikan diri nya tidak tertandingi, apapun yang ia mau.. harus ia dapatkan.. bagaimana pun caranya.


Sedangkan suasana sedih terlihat di apartmen ku, aku hanya bisa menangis dan menangis karena di skors.


Kakak dan ibu ku terus menelepon dan mengkhawatirkan aku, bahkan kak Arvi juga ikut turun tangan mencari sumber berita.


Hiks hiks hiks


" Sabar Sil, pasti ada jalan keluar. Kakak mu kan juga ikut turun tangan. Percaya aja. " Kata Nindi menghiburku.


" Tapi kenapa aku harus di skors. Kamu tahu kalau aku sangat suka dengan pekerjaan ini. " Jawab ku sambil sesegukan menangisi bagaimana nasib karier ku.


" Jangan menyerah. Positif thinking aja dulu Sil. " Kata Nindi lagi menyemangati ku.


Tiba tiba sebuah nomor tak dikenal menelepon iphone ku.


S : Halo


M : Ini aku. Morgan.


S : Hah.. kamu kok bisa tahu nomor ku.


M : itu bukan masalah penting sekarang.


S : Hmm aku tau maksud mu, tapi aku disini juga sebagai korban.


M : Karena itu, sesama korban harus saling bekerja sama.


S : Hah? Apa maksud mu?


M : Kita perlu bicara. Aku akan mengirimkan lokasi dan waktu untuk bertemu.


S : Tunggu. Apa yang mau kamu bicarakan?


M : Kamu akan tahu nanti malam. Driver ku akan menjemput mu, berdandan lah secantik mungkin.


Tutt tuuuttt


" Dasar gila. " Umpat ku semakin kesal karena sama sekali tidak mengerti dengan maksud ajakan Morgan.


" Sesama korban harus bekerja sama.. apa maksudnya. " Gumam ku mengingat kalimat aneh dari Morgan.


" Mungkin dia punya solusi. Lebih baik temui dia Sil. " Sahut Nindi menyarankan.

__ADS_1


" Solusi? "


" Morgan adalah pebisnis terkenal, dia pasti lihai menangani hal hal semacam ini. Kenalannya pun pasti para orang orang berpengaruh. " Kata Nindi menggiring ku untuk positif thinking dan memanfaatkan ajakan Morgan.


__ADS_2