
Part 40 " Hari Yang Tenang "
Hari Minggu yang cerah membuatku merasa senang dan semangat untuk bermalas malasan di apartmen ku yang saat ini dalam kondisi berantakan.
Aku yang baru bangun tidur, begitu menikmati setiap menit yang berlalu dengan bersantai mengandalkan piyama, cuci muka dan sikat gigi seadanya.
Aku menuangkan sereal dan susu ke dalam mangkuk sambil memeriksa beberapa pesan dan media sosial di ponsel ku.
Salah satunya juga adalah membalas pesan dari lelaki ku tercinta yang hari ini juga menikmati hari liburnya.
Mungkin di satu sisi aku jadi merasa seperti selingkuhan Morgan, karena saat ini ia sudah beristri.. namun entah mengapa melihat sikap Rosa yang begitu licik, aku menjadi lebih berani dan mengesampingkan rasa simpati ku sebagai sesama perempuan.
M : 30 menit lagi aku akan menjemput mu.
S : Hah? Kenapa mendadak.. ada apa?
M : Tentu saja untuk menghabiskan waktu bersama
S : Memang mau kemana?
M : Kemanapun kamu mau, yang penting bisa bertemu
S : Beri aku waktu 1 jam..
M : Ok, see you
Tanpa direncanakan sebelumnya, hari ini Morgan ingin mengajak ku pergi bersama entah kemana.
Dengan segera, aku yang awal nya ber malas malasan.. masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap.
Perasaan ku kembali berdebar saat aku memberikan sedikit riasan di wajah ku, perasaan yang seakan kembali seperti pertama kali kami kasmaran dan menjalin cinta.
Hari ini aku memilih pakaian yang cukup kasual, celana jeans putih dan blouse kerut dada berwarna hijau.
Aku ingin menampilkan aura yang sejuk ketika Morgan melihatku.
Tepat 1 jam kemudian Morgan menjemputku dengan panampilan yang tidak kalah kasualnya dan kacamata hitam menambah aura keren nya.
__ADS_1
Aku masuk ke mobil dan kami mulai berkendara.
" Kamu sudah punya rencana?? " Tanya ku sambil melihat jalanan sekitar yang semakin menuju ke tepian kota.
" Ikut aku memeriksa pembangunan resort sebentar ya. Setelah itu, kita pergi kemanapun kamu mau. " Jawab Morgan yang aura nya tampak sangat cerah hari ini.
" Ehm.. apa Rosa tahu kalau hari ini kita pergi bersama? " Tanya ku tiba tiba yang setidak nya masih memikirkan Rosa.
" Hmm.. akhir akhir ini dia terlihat aneh. Dia tidak mengajak ku bertengkar atau melakukan sesuatu kepadaku. Bahkan dia terlihat sering keluar rumah. Entahlah.. " Kata Morgan yang terlihat tidak peduli.
" Pokok nya kamu harus tetap mengawasi nya, aku hanya takut dia melukai anak mu.. " Jawab ku peduli pada anak tak berdosa yang dikandung Rosa.
" Hmm.. aku tetap memantau dan terkadang menemani nya ke rumah sakit untuk check up kok. " Sahut Morgan menenangkan ku.
" Baguslah. Walau kamu membenci Rosa, tapi kamu harus menahannya.. demi keselamatan anak mu. " Kata ku lagi.
" Seharusnya kamu saja yang jadi ibu kandung dari anak itu.. bahkan kamu tahu bahwa dia darah daging Rosa, si wanita jahat itu.. tapi kamu menyayangi nya seperti anak mu sendiri. " Sahut Morgan tiba tiba memuji ku.
" Jangan berlebihan, setiap wanita kan punya naluri seorang ibu. " Jawab ku tidak mau besar kepala.
" Aku jadi membayangkan, betapa bahagia nya anak anak kita memiliki ibu sebaik kamu. " Celetuk Morgan tiba tiba membahas anak dengan ku membuat wajah ku merah merona.
Sesampainya di tempat pembangunan Resort, aku melihat Morgan kembali ke mode CEO nya.. ia mengarahkan para pekerja yang hari ini masih melanjutkan pekerjaan untuk mencapai target waktu.
Sepengamatan ku, sekitar 70% Resort Morgan hampir selesai..
Aku menunggu nya sambil sesekali berkeliling melihat ke sekitar pembangunan Resort.
Ketika aku asyik memperhatikan sekeliling, tiba tiba Morgan menarik tangan ku hingga mendekat ke arahnya.
" Jangan jauh jauh. Bahaya, banyak bahan bahan material disini. " Sahut Morgan dengan gentle nya tidak ingin aku menjauh darinya.
" Aku cuma lihat lihat sebentar. " Kata ku mencari alasan.
" Tetap berada di dekat ku saja. " Kata Morgan.
" Tapi Morgan.. Mereka nanti bisa bergunjing tentang kamu. Semua orang kan tahu kalau kamu sudah beristri. " Sahut ku yang memahami keadaan dan melepaskan tangan Morgan dari tangan ku.
__ADS_1
" Aku tidak peduli. " Jawab Morgan tegas dan kembali menarik tangan ku untuk terus mendekat kepadanya.
Selesai memeriksa perkembangan pembangunan resort Morgan, kami pun melanjutkan kebersamaan kami.
Menghabiskan akhir Minggu bersama di dukung dengan cuaca yang cerah. Berjalan menyusuri jalan yang rindang karena pepohonan taman sambil bergandengan tangan, Cinta kami seakan tumbuh kembali seperti pertama kali kami saling mengutarakan perasaan.
Hari ini kami hanya membicarakan tentang satu sama lain, tertawa bersama bahkan sesekali Morgan begitu menunjukkan kasih sayang nya padaku.
Ia membelai rambut ku, memegang pipi ku, membersihkan sedikit noda makanan di bibir ku.
Jalan yang kami lalui begitu sulit untuk bisa bersama, namun melihat senyumannya hari ini.. Harapan ku semakin besar kepadanya..
' Apakah kelak, setelah Morgan menyelesaikan masalahnya.. kami bisa setiap hari berbagi kebahagiaan seperti ini? '
Di tengah lamunan ku yang berjalan disamping Morgan, tiba tiba langkah kami terhenti dan Morgan meraih sesuatu dari kantung celananya.
Terlihat sebuah Bross bertahta kan berlian dia perlihatkan kepadaku.
" Aku.. membeli ini sejak lama, tapi aku tidak memiliki keberanian untuk memberikannya kepadamu saat itu. " Kata Morgan mulai menjelaskan.
Ia membeli sebuah bross indah yang waktu lalu sempat ditunjukkan oleh Monica ketika mereka pergi ke mall bersama, namun saat itu hubungan kami berasa di sebuah kata Putus.
" Cantik sekali. " Ucapku yang entah mengapa terharu, aku merasa hari ini begitu spesial karena semua berjalan dengan begitu indah.
" Maukah kamu menerimanya?? Banyak hal yang ingin kuberikan kepadamu.. Maafkan aku karena selama ini banyak membuat mu menangis. " Ucap Morgan dengan tulus dan mata menggenang air mata.
" Dan terima kasih.. karena kamu mau menggapai tangan ku kembali dan menunggu ku.. " Lanjut Morgan mendadak melow.
" Dalam sebuah hubungan, tidak semua berjalan sesuai keinginan kita.. Setiap hari aku selalu meyakinkan diriku bahwa saat ini cobaan kita, datang lebih awal.. namun membuatku ingin terus berjuang dan semakin berharap bahwa setelah semua terlalui dengan baik, kebahagiaan tidak berkesudahan menanti kita. " Jawab ku positif thinking dan menerima hadiah cantik dari Morgan.
Lelaki itu pun tampak bahagia dan melangkah mendekat ke arahku.. ia mencium keningku dan kemudian memelukku dengan sangat erat.
Begitu hangat.. begitu nyaman..
Sedangkan Rosa..
Terlihat ia duduk bersama seorang pria asing di sudut cafe yang tampak sepi..
__ADS_1
Ketenangan Rosa beberapa hari ini memang perlu dipertanyakan.
" Kalau aku tidak bisa menghancurkan hubungan mereka lewat sisi Morgan dan keluarga nya.. Maka, aku harus mencoba nya kepada keluarga Sesil.. " Gumam nya sambil tersenyum licik, dan menyerahkan sebuah flashdisk kecil berwarna hitam kepada pria asing itu.