
Part 62 " Malam Indah "
Keinginan pertama Mitzy yang belum dapat dipenuhi oleh Morgan untuk pertama kali nya.
Suasana kami setelah pesta ulang tahun itu menjadi dingin dan seakan tidak terjadi apapun.
Malam hari nya aku merebahkan tubuh ku sambil terus berpikir serta membayangkan kejadian hari ini.
" Hmm... " Aku membuang nafas panjang dan sulit untuk tertidur.
Di ruang kerja Morgan
Lelaki 33 tahun itu seperti terhantam keras oleh permintaan tulus dari putri semata wayang nya.
Sambil meneguk segelas demi segelas wine, Morgan jadi kepikiran dan terus terbersit bayangan Sesil dalam benak nya.
Bayangan kebersamaan mereka saat sedang merajut asmara,
Bayangan saat mereka sama sama saling menyakiti,
Bayangan saat mereka kembali bertemu dengan ruang di hati masing masing..
Tiba tiba Morgan meletakkan gelas wine dan keluar dari ruangan kerja nya.
Kondisi penthouse sudah sangat sunyi karena Mitzy dan bu Asih yang kelelahan sudah tertidur.
Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Morgan masuk ke kamar Sesil.
Begitu terkejut nya aku dan bangun dari ranjang ketika melihat Morgan masuk ke dalam kamarku tanpa ijin.
" Morgan??? " Sahut ku terkejut.
Pandangan Morgan terpaku padaku dan langkah kaki nya terus mendekat pada ku.
" Kamu mau ngapain? " Tanya ku yang semakin heran dan melangkah mundur.
Kemudian ia memegang kedua lengan ku, beralih ke tengkuk leher ku. Ia membuat wajah ku semakin dekat kepadanya, dan aku bisa merasakan bau wine dari bibirnya.
" Kamu sedang tidak waras. " Gumam ku berusaha menjauhkan tubuh Morgan dari ku.
Namun malah yang kudapati.. bibir hangat Morgan menyentuh bibir ku dalam sekejap.
Ia mencumbuu bibir ku dengan sangat agresif tanpa jeda.
Aku mendorong tubuh kekarnya namun selalu tidak berhasil, dan malah membuat ku semakin terperangkap dengan ciuman panjangnya.
Sekuat tenaga aku kumpulkan untuk mendoronga nya menjauh, dan ia langsung merebahkan diri di ranjang ku tanpa sadar.
" Morgan.. jangan tidur disini.. keluar dari sini. " Sahut ku menarik tangan Morgan, namun apa daya.. sebaliknya tubuh ku yang tertarik hingga jatuh ke pelukan Morgan.
Begitu hangat kurasakan..
Dan aku bisa mendengar dengan jelas detak jantung Morgan yang tidak stabil, sama persis seperti apa yang kurasakan ketika berada di dekatnya..
Ia dengan erat memeluk ku dalam tidur nya yang terpengaruh oleh wine, membuat ku tak berkutik.
Namun juga malam ini aku sedikit mengetahui isi hati Morgan yang sebenarnya masih memberi ku ruang dalam hatinya.
__ADS_1
Matahari pagi mulai bersinar, bu Asih dan Mitzy terlihat sudah bangun dan berada di ruang tengah.
Suasana dari kamar Sesil tampak masih sangat sunyi dan sepi.
Mitzy yang baru selesai minum susu, tiba tiba merasa kesepian.
Ia pun tanpa pikir panjang berlari ke kamar Sesil dan berusaha membuka pintu kamar, bu Asih yang mengetahui nya segera menyusul Mitzy.
" Non.. hati hati.. " Sahut bu Asih mengejar Mitzy.
Ketika pintu terbuka, begitu terkejut nya ia melihat Sesil yang tidur di pelukan Morgan di atas ranjang yang sama.
Mereka berdua tampak tidur sangat nyenyak.
Dengan segera bu Asih menutup mata Mitzy dan perlahan menutup pintu nya.
" Ayo non.. kita keluar dulu. " Bisik bu Asih yang jadi salah tingkah melihat kedua sejoli itu tidur bersama.
" Daddy.. daddy... " Sahut Mitzy memanggil manggil Morgan.
Namun bu Asih dengan sigap menggendong Mitzy agar tidak melihat pemandangan dewasa itu terlalu lama.
Pintu kamar kembali tertutup, tak lama kemudian Morgan terbangun dengan kepala pusing akibat terlalu banyak minum semalam.
Ia juga tidak kalah terkejut nya saat melihat Sesil tidur di sebelah nya dan menjadikan lengan nya sebagai bantal.
Morgan menyentuh wajah polos Sesil perlahan dengan penuh kelembutan.
Dan sentuhan itu tiba tiba berubah menjadi sebuah cubitan yang mengagetkan Sesil.
" Kenapa kamu tidur disini? " Tanya Morgan yang belum menyadari bahwa dia lah yang masuk ke kamar ku.
" Coba lihat sekeliling mu. Kamu yang menerobos ke kamarku. " Jawab ku yang sudah dibuat kesal pagi ini.
Morgan pun melihat ke sekeliling dan jadi salah tingkah, ia mulai menyadari dan mengingat perbuatan nya semalam secara tak sengaja.
Tanpa sepatah kata, Morgan turun dari ranjang dan keluar dari kamar.
Aku pun menyusul nya, dan terlihat Mitzy dan bu Asih yang berdiri bersama dengan senyuman misterius di dekat kamar ku.
" Good morning sayang.. " Sapa Morgan seakan tak terjadi apapun dan malah membuat keadaan semakin canggung.
" Daddy.. kenapa tidur disana. " Kata mitzy to the point dengan polos nya.
Aku pun merasa malu dan segera menghindar, aku menuju ke dapur untuk mengambil segelas air. Biarkan Morgan yang menghadapi pertanyaan Mitzy.
" Oh itu.. ehm.. kemarin daddy.. ehm.. " Morgan tergagap di hadapan putri kecil nya.
Sedangkan bu Asih terus saja menebar senyuman menggoda Morgan.
" Daddy sama mommy ngapain." Lanjut Mitzy yang semakin penasaran.
" Daddy ga ngapa ngapa in kok. Serius. Daddy cuma tidur. " Jawab Morgan yang panik seperti sedang tertangkap selingkuh.
" Non Mitzy.. biarkan daddy mandi dulu ya. Nanti main lagi. " Sahut bu Asih yang memahami situasi Morgan dan mengambil alih Mitzy yang dipenuhi rasa penasaran.
" Kepala ku jadi pusing. " Gumam Morgan kembali ke kamar nya.
__ADS_1
Mitzy yang belum puas karena rasa penasaran yang belum terjawab, menghampiri ku di dapur.
" mommy... " Kata Mitzy memanggil dan menghampiri ku.
" Pagi sayang.. " Sapa ku seakan santai di hadapannya.
" Daddy boleh tidur sama mommy.. aku sudah besar. " Kata Mitzy tiba tiba memberikan ayah kesayangannya padaku.
Seketika membuat ku tersedak oleh air dan membuat bu Asih lagi lagi tertawa.
" Bukan begitu Mitzy, aku tidak bermaksud merebut daddy mu. " Jawab ku mencoba menjelaskan kesalahpahaman Mitzy.
" Mommy kan sudah di beli daddy.. boleh tidur sama sama. Tapi Mitzy juga besok mau. " Jawab Mitzy dengan polos nya.
Aku pun jadi ikut pusing harus menjelaskan bagaimana ke anak kecil yang polos ini.
" Nyonya.. jangan merasa tertekan.. Mitzy tadi tidak sengaja melihat anda dan tuan Morgan. Dia seperti nya sangat senang. " Tambah Bu Asih membuat ku malu.
" Tidak terjadi apa apa kok semalam bu.. Morgan mabuk lalu salah masuk kamar. " Kata ku menjelaskan lagi.
" Saya berharap nya malah terjadi sesuatu. " Canda bu Asih jujur dengan santai nya.
" Bu Asih ada ada aja. Saya mandi dulu, hari ini saya ada pekerjaan. " Sahut ku dengan tergesa gesa menghindari.
Tersisa bu Asih dan Mitzy di dapur.
" Mitzy dalam waktu dekat bisa punya adik kalau begini terus. " Gumam bu Asih terlihat sangat mendukung.
Hari terus belanjut seperti biasa.. Morgan berangkat ke kantor dan aku hari ini memutuskan untuk keluar rumah karena rasa canggung ku.
Bayangan dimana Morgan mencium ku dan kami tidur di ranjang yang sama terus tergambar jelas di benak ku.
Aku mencari ketenangan dengan pergi ke perpustakaan umum, serta mengalihkan pikiran ku pada pekerjaan yang sudah terpampang di laptop ku.
Sementar di kantor Morgan..
Sepanjang pertemuan dengan para staff, Morgan sering sekali tidak fokus dan melamun.
" Pak. " Panggil seorang staff yang baru selesai presentasi di hadapan Morgan, namun tidak di respon.
" Pak. Saya sudah selesai. " Sekali lagi dia mencoba menyadarkan Morgan dari lamunan nya.
"Pak.. " Sahut Adit yang berada di dekat Morgan sedikit keras hingga membuat bos nya terkejut.
" Belum. Kita belum selesai. " Sahut Morgan yang terhanyut dengan lamunan nya.
Semua staff pun bertanya tanya dengan ucapan dan tingkah Morgan yang aneh hari ini.
" Tapi presentasi saya sudah selesai sampai kesimpulan pak. " Jawab staff yang jadi salah paham.
" Oh itu.. maksud ku.. kamu bisa melanjutkan ke langkah selanjut nya.. " Kata Morgan mencoba meluruskan sambil menjaga wibawa nya.
Tidak bisa dipungkiri bahwa ingatan nya begitu jelas tergambar tentang kejadian semalam.
Dimana jiwa pria dewasa Morgan tidak tertahankan hingga memangsa bibir Sesil dengan kelaparan.
Bahkan kelembutan dan keintiman ciuman mereka masih terasa melekat di bibir Morgan setelah sekian lama ia menahan perasaannya karena rasa kecewa.
__ADS_1