Love Is On Air With Mr.CEO

Love Is On Air With Mr.CEO
KEMBALI


__ADS_3

Part 38 " Kembali "


Malam hari Morgan menjemputku sepulang kerja, karena ia ingin membicarakan sesuatu dengan ku mengingat kejadian siang tadi dimana aku memutuskan untuk menunggu Morgan karena ketamakan dan kejahatan Rosa.


Kami pun tampak salah tingkah dan bingung harus memulai percakapan darimana, seperti layaknya pasangan yang lama telah berpisah dan kembali menjalin hubungan.


Morgan pun mengantarku sampai apartmen dan sekalian mampir.


" Sudah lama aku tidak kesini. " Sahut Morgan merasa senang bisa masuk ke dalam rumah ku lagi.


" Baru beberapa bulan, belum sampai bertahun tahun. " Kata ku mencoba rileks sambil membuka kulkas mencari minuman yang ada untuk Morgan.


Namun tiba tiba Morgan memelukku dari belakang dengan erat dan menyandarkan kepalanya ke bahu ku.


Entah mengapa, aku merasa perasaan kami kembali terikat. Aku dapat merasakan hembusan nafas Morgan yang berat dan seakan mendapat ruang untuk bernafas kembali.


" Terima kasih karena kamu mau menunggu ku. " Kata Morgan kepadaku.


" Aku hanya mengikuti hati kecil ku. Mungkin dalam pandangan orang lain, aku adalah wanita yang jahat. Tetapi melihat Rosa yang seperti itu.. membuat ku muak. " Gumam ku yang masih geram dengan Rosa.


" Kamu bukan wanita jahat kok. Kalau kamu memang jahat, kamu pasti akan langsung menerima tawaran ku kemarin tanpa memikirkan Rosa. " Sahut Morgan membela apa yang aku lakukan.


" Aku lah yang ke depan nya akan menyulitkan mu. Setelah anak itu lahir, kamu..... " Lanjut Morgan ragu.


" Jangan khawatirkan aku. Aku suka anak kecil. " Jawab ku cepat tanggap.


" Bagaimana pun anak itu tidak bersalah, jaga dia sampai lahir dengan selamat. " Lanjutku dengan ikhlas, dan mulai menyiapkan diri ketika anak itu lahir dan mereka berdua bercerai.. maka aku harus memberikan kasih sayang yang layak untuk anak tidak berdosa yang di manfaatkan oleh kejahatan Rosa.


Di tengah tengah pembicaraan menyentuh kami, perut Morgan pun memberi sinyal kelaparan dan mengundang tawa kami.


" Lepaskan aku. Akan kubuatkan makanan untuk mu. " Sahutku mengambil beberapa bahan yang ada di kulkas.


" Apa aku boleh menginap di sini sekalian? " Tanya Morgan mulai menggoda.


" Hmm... tidak. Kamu harus pulang. Hari ini Rosa pasti sangat marah, aku takut dia akan berbuat sesuatu yang membahayakan. " Kata ku memberi peringatan kepada Morgan.


Mendengar itu, Morgan pun terlihat lesu dan ngambek seperti anak kecil.


Ekspresi yang akhirnya kembali kulihat setelah melewati bentangan jarak di antara kami yang cukup besar.


Aku pun menyiapkan makan malam sederhana untuk Morgan dengan bahagia.


Sedangkan di lain tempat..


Steve menghubungi Monica dan mengajaknya bertemu untuk meminta penjelasan atas insiden ciuman mereka berdua.


Seperti pasangan yang sembunyu sembunyi, mereka bertemu bawah jembatan sungai yang sudah sepi pengunjung.


" Kenapa?? " Sahut Monica tiba tiba yang sudah datang dari arah belakang Steve.


" Kenapa lagi memangnya? Kamu harus menjelaskan kejadian.. tadi. " Jawab Steve gelagapan salah tingkah.


" Oh.. ciuman itu. Gak sengaja. " Sahut Monica dengan santai nya.

__ADS_1


" Apa kamu bilang? Ga sengaja?? Kamu sama sekali ga merasa bersalah? " Kata Steve merasa heran dengan sikap Monica.


" Kenapa harus merasa bersalah, yang nyosor kan kamu. " Jawab Monica melempar kesalahan kepada Steve.


" Kamu itu mengganggu moment ku bersama Sesil. Seharusnya kan wanita yang dapat ciuman ku itu Sesil. " Kata Steve terpancing emosi.


" Gak akan aku biarkan. Sesil sudah punya orang lain. " Jawab Monica to the point.


" Apa urusan nya dengan mu?? Emang kamu orang tuanya Sesil? " Sindir Steve tidak mengerti.


" Inti nya jangan dekati dia. Sesil sudah ada yang punya. Dan aku adalah orang pertama yang akan mendukung hubungannya dengan kakak ku. " Jawab Monica membuka identitas nya.


" Kakak?? Maksud kamu?? Morgan?? " Tanya Steve terkejut.


" Iya. Morgan. CEO favorit ku. " Kata Monica membanggakan kakak nya.


" Pantas saja, sejak bertemu dengan mu. Aku sudah muak. Ternyata kamu sama saja dengan kakak mu, menyebalkan. " Umpat Steve kesal.


" Menyebalkan?? Apa maksud mu?? Jangan bicara seenaknya ya. " Sahut Monica kesal ketika Steve mulai menyentuh nama kakak nya.


" Kenapa???? Kamu gak terima? Bilang sana sama kakak mu.. aku gak takut. " Steve pun mulai mengintimidasi Monica di tempat sepi itu.


Ia terus menantang dan melangkah maju ke arah Monica hingga wanita itu jadi hilang percaya diri dan terus melangkah mundur.


Hingga nyaris berada di tepi sungai dan menjadi basah.


Steve yang hanya menggertak dengan sigap meraih pinggang Monica dan menahannya agar tidak terjatuh.


" Awas. " Sahut Steve sambil menopang tubuh Monica dengan kedua tangan nya.


Steve membantu Monica menegakkan tubuh nya kemudian mereka sama sama salah tingkah merapikan pakaian mereka.


" Aku pergi dulu. Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. " Sahut Monica dengan segera menghindari Steve.


Dan mereka pun kembali ke mobil masing masing dan berpisah dengan segala kecanggungan.


Malam hari di apartmen Morgan,


Setelah puas bermesraan di tempat tinggal Sesil.. dengan berat hati Morgan harus pulang dan bertemu Rosa.


Ketika ia masuk ke dalam apartmen nya, sudah tercium bau alkohol yang begitu menyengat.


Dan benar saja, terlihat Rosa sedang asyik meneguk minuman beralkohol yang tidak baik bagi janinnya.


Dengan segera Morgan datang dan menampik gelas dari tangan Rosa hingga terjatuh dan pecah.


PYAAARRR


" Ternyata benar kata Sesil, kamu itu benar benar jahat dan tidak punya otak. " Ungkap Morgan dengan sangat kasar.


Rosa yang sudah setengah sadar karena pengaruh alkohol pun terkejut dengan kekasaran Morgan terhadap dirinya.


" Apa lagi... apa lagi yang bisa kulakukaaan untuk membuatmu menjadi milikku~~~~ Sejak awal, aku lah wanita yang seharusnya bersanding denganmu. " Kata Rosa sambil sempoyongan mendekati Morgan.

__ADS_1


" Semakin kamu seperti ini semakin aku menbenci mu, bahkan untuk menghargai mu sebagai ibu dari anak ku.. aku sangat muak. " Sahut Morgan sambil melepaskan tangan Rosa yang memeluk tubuhnya.


" Lakukan semau mu. Tapi satu hal yang harus kamu tahu, jika terjadi sesuatu pada anak itu.. kamu tanggung akibatnya, bahkan aku tidak segan membunuhmu. " Ancam Morgan dengan begitu menakutkan.


Dan untuk pertama kali nya Rosa sedikit merasa takut melihat Morgan yang tidak main main dengan perkataannya.


Lelaki yang biasa nya terlihat baik, hangat dan tampan di hadapan nya.. mendadak berubah seperti seorang iblis.


Morgan pun bergegas meninggalkan Rosa sendirian dan masuk ke kamarnya.


Rosa pun meneteskan air mata kekesalan dan tersungkur di lantai.


Dia begitu frustasi dan merasa putus asa karena ancaman apapun tidak mempan kepada Morgan, bahkan lelaki itu berencana melakukan hal yanh lebih jahat di luar ekspektasi Rosa yang selama ini menganggap Morgan akan menjadi miliknya.


" Aaaarrgggghhhhh... " Teriak Rosa meluapkan rasa frustasi dan emosi nya.


Keesokan paginya,


Morgan yang sudah bersiap berangkat kerja dan keluar dari kamarnya.. mendapati Rosa yang sudah kembali segar menyiapkan sarapan untuk Morgan.


" Kamu sudah bangun?? Maaf ya untuk kemarin.. aku janji tidak akan seperti itu lagi. " Ucap Rosa yang mengawali pagi Morgan dengan perubahan sikap drastis.


" Apa lagi rencana mu kali ini?? Mau berperan jadi istri yang baik untuk mendapatkan simpatiku? " Jawab Morgan tepat sasarab dengan senyuman sinisnya.


" Hentikan semua itu Rosa. Apapun yang kamu lakukan.. tidak akan membuatku berubah pikiran untuk menceraikanmu 5 bulan ke depan. " Lanjut Morgan menegaskan dan membuat ekspresi Rosa menahan emosinya demi mendapat simpati Morgan.


Di tengah pembicaraan mereka, bel apartmen mereka berbunyi dan Rosa pun dengan segera membukakan pintu.


Ibu Morgan tanpa kabar datang mengunjungi mereka pagi itu.


" Mama.. " Sapa Rosa sok akrab dengan ibu mertuanya.


PLAAKKK


Sebuah tamparan mendarat di pipi Rosa bahkan saat ibu Morgan baru saja tiba.


" Dasar wanita iblis. " Ucap ibu Morgan emosi.


" Mama.. kenapa... " Sahut Rosa gelagapan sok lemah.


" Aku sudah tahu semua ceritanya. Selama ini aku menyayangi mu seperti anak ku sendiri, tapi tega tega nya.. kamu membuat hidup anak ku menderita. " Kata ibu Morgan setelah mengetahui fakta di balik kehamilan Rosa.


" Mama.. ayo masuk dulu. Jangan di ambang pintu seperti ini. Mama tenang dulu.. aku tidak mau mama sakit hanya karena wanita ini. " Kata Morgan sambil memapah ibu nya yang terlihat begitu terpukul.


" Monica sudah menceritakan semua nya pada mama. " Sahut ibu Morgan yang begitu menyayangi putranya bahkan tidak bisa menahan kesedihan.


" Kenapa kamu tida laporkan saja perempuan murahan ini ke polisi? Dasar tidak tahu malu.. kamu menjual harga dirimu hanya untuk menjerat anak ku. " Lanjut ibu Morgan lagi dengan tatapan benci kepada Rosa.


" Sabar ma. Setelah anak itu lahir, aku akan menceraikannya. Aku masih punya hati nurani karena aku manusia biasa, berbeda dengannya.. iblis. " Ungkap Morgan kepada ibu nya.


" Kamu.. jangan pernah muncul di hadapan ku lagi. Aku tidak akan pernah melupakan perbuatanmu. " Sahut ibu Morgan tegas dengan penuh emosi sambil menunjukkan tangan ke arah Rosa yang sudah sangat terpojok, bahkan bertubi tubi.


Morgan pun tersenyum sinis dan mendekat ke arah Rosa.

__ADS_1


" Bagaimana?? Nikmati lah status nyonya Morgan mu saat ini.. kamu sudah membangun neraka mu sendiri. " Bisik Morgan semakin mengintimidasi Rosa yang tidak memiliki siapapun di pihaknya.


__ADS_2