Love Is On Air With Mr.CEO

Love Is On Air With Mr.CEO
KARIER


__ADS_3

Part 46 " Karier Sesil di Kanada "


" Good Morning Sesil. " Sapa seorang staf kantor Osmond (Perusahaan Cabang Arvi, kakak ipar Sesil di Kanada)


" Hai, Morning Ben. "


" Morning. "


" Hai.. Morning. "


Sapaku satu persatu sambil berjalan ringan masuk ke kantor.


" Sesil.. hari ini ada klien dari Jerman, kita meeting jam 10 ya. " Sahut Tiara sambil memberi ku draft meeting.


" Ok. " Jawab ku semangat.


Sesilia Deana Putri kini bukan lagi seorang News Anchor, melainkan Public Relation di perusahaan cabang Osmond.


Setelah 3 tahun lalu aku memutuskan untuk memulai kehidupan yang baru di Kanada, selama kurang lebih 6 bulan aku hanya bersantai menikmati waktu dengan traveling.. membaca buku dan olahraga.



Sekarang aku semakin dewasa dengan usia ku yang tahun ini menginjak 30 tahun.


Selama 2 tahun terakhir ini, aku memutuskan untuk kembali bekerja di bidang yang kusukai yaitu public relation.


Tidak lagi harus berurusan dengan kamera, berita yang terjadi di lingkungan ku.


Namun aku bekerja sebagai juru bicara perusahaan, dimana aku bertugas untuk menjadi moderator setiap pertemuan serta membantu para direksi atau jajaran yang mungkin kesulitan saat berkomunikasi dengan klien dari berbagai negara.


Tentu saja banyak hal yang masih terus kupelajari untuk memberikan kinerja yang terbaik terutama dari segi bahasa.


Aku harus setidaknya menguasai beberapa bahasa.


Karena perusahaan Osmond adalah milik kakak iparku, aku sama sekali tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan dan posisi ini.


Para staf disini juga sangat membantu ku, sehingga aku bisa beradaptasi dengan baik.


Sesekali aku dan Tiara harus bepergian untuk menjalin kerja sama bisnis.


Kami selalu sepaket dalam perjalanan bisnis, sehingga pertemanan kami jadi semakin erat.


Selama 2 tahun lebih, aku sungguh sungguh menyibukkan diriku dengan pekerjaan baru.. teman baru.. kantor baru dan suasana baru..


Bagaikan memiliki dunia masing masing, begitulah kelanjutan hidupku dan Morgan.


Beberapa lelaki sempat ada yang mendekat padaku, namun entah mengapa hati ku belum tergerak sama sekali.. dan aku selalu menyebutnya, proses move on.


Setiap orang punya waktu sendiri sendiri untuk move on.. ada yang dalam hitungan minggu, bulan, tahun bahkan tidak pernah sama sekali.

__ADS_1


Setiap selesai bertemu klien, aku senang datang ke balkon rooftop untuk melihat pemandangan sambil meneguk segelas cappuccino hangat.


Dunia ku saat ini tampak berbeda.. Disini, aku hanyalah gadis biasa yang tidak dikenali.. tidak lagi dihujat namun juga merasa tidak lagi dicintai.


" What are u doing ?? " Kata Tiara menghampiri ku.


" Nothing. Just breathe. " Jawab ku santai.


" Gimana?? Semakin betah kan tinggal disini? " Tanya Tiara, orang yang membawa ku ke dunia baru serta pekerjaan baru.


" I dont know. Sometimes.. i miss my home. " Kata ku sambil melihat jauh ke depan.


" Kalo aku sih, kangen makanan nya. " Canda Tiara yang berasal dari negara yang sama dengan ku.


" Yeess.. bener banget. Kangen masakan rumahan. " Sahut ku menanggapi.


" Cuti aja, pasti aku acc kok. " Sahut Tiara tiba tiba memberikan penawaran kepadaku yang memiliki sisa cuti cukup banyak, karena memang aku jarang sekali ijin.


" Hmmm... No no no. Lebih baik seperti ini dulu. " Jawab ku yang takut.


Takut jika aku pulang, semua kenangan yang sudah susah payah aku lupakan.. muncul kembali dalam ingatan ku.


" Oh ya.. Next week kita ke Kuala Lumpur. New project, Semangat. " Kata Tiara memberi info kepadaku.


Kali ini kami akan mengambil project dengan perusahaan luar, lebih tepatnya bernegosiasi agar Osmond bisa memenangkan project ini.


Di rumah Morgan..


" Daddy.. " Sahut Mitzy manja kepada ayahnya yang jarang ia temui di rumah.


" Cantik nya daddy sudah mandi. " Kata Morgan sambil menggendong dan mencium gemas pipi putri kecil nya yang sudah selesai mandi.


" Cucu Oma cantik sekali... mau kemana, ikut daddy lagi? " Sahut ibu Morgan.


" Ikut daddy. " Jawab Mitzy dengan suara lucu dan pelafalannya yang masih kurang jelas.


" Hari ini aku ga begitu banyak kerjaan ma, jadi bisa ajak Mitzy. Lagian Monica kan lagi ngurus kerjaan nya juga, jadi biar dia bisa fokus. " Kata Morgan sambil duduk bersama di meja makan.


" Kalau begitu mama temani ya. Mana bisa kamu jaga Mitzy sambil kerja. " Sahut ibu Morgan menyarankan.


" Atau sama opa aja ya Mitzy. " Sahut ayah Morgan berebut Mitzy.


" Papa sama mama ga usah khawatir, kalian nikmati waktu berduaan aja. " Canda Morgan.


" Di kantor juga ada Adit, dia bisa bantu aku jaga Mitzy kok. " Sahut Morgan santai.


Morgan sama sekali tidak mempercayakan Mitzy kepada pekerja di rumah atau babysitter.


Morgan yang sekarang menjadi arogan, tidak menginginkan putri kecilnya disentuh siapapun selain keluarga Morgan dan Adit, orang kepercayaannya.

__ADS_1


" Oiya.. beberapa hari lagi kamu ada perjalanan bisnis kan? Ini pertama kali nya kamu bepergian semenjak ada Mitzy. " Kata ayah Morgan mengingatkan.


" Iya pa, kali ini tidak bisa diwakilkan. Harus aku yang pergi sendiri. Rencananya aku ingin mengajak Mitzy dan Monica. Tapi Monica bilang, dia akan menyusul. " Jawab Morgan dengan wibawanya.


" Yakin kamu mau ajak Mitzy?? Ajak salah satu staf disini untuk bantu kamu Morgan. " Saran ibu Morgan lagi.


" Ga perlu ma. Aku memang mau quality time sama Mitzy. Lagian kan Monica nyusul, bisa bantuin aku. " Kata Morgan sambil sesekali membelai anak kesayangannya yang sedang disuapi makanan serba sehat oleh pelayan senior di rumah nya.


" Ya udah kalau kamu mau nya gitu. Tapi hati hati ya, nanti mama akan siapkan semua keperluan Mitzy sebelum kalian berangkat. " Kata ibu Morgan.


" Cucu opaa.. mau pergi niiihh... senang ya, ikut daddy. " Sahut ayah Morgan menggoda cucu semata wayangnya.


Sedangkan Monica yang saat ini berada di boutiqe nya, terlihat sibuk dengan pekerjaannya. Monica yang sekarang jadi memiliki aura keibuan sejak kehadiran Mitzy, tampak semakin dewasa dan cantik.


Tuk tuk


Suara sekretaris Monica masuk ke ruangan Monica yang terlihat padat dengan pekerjaan untuk peluncuran desain baru miliknya.


" Ada yang ingin bertemu dengan bu Monica. " Sahut staf itu.


" Siapa?? Ada janji sama saya hari ini? " Tanya Monica penuh keanggunan.


" Masa mau ketemu pacar sendiri, mesti pake janjian dulu. " Sahut Steve yang tiba tiba sudah berada di depan ruangan.


Monica pun terkejut melihat kedatangan Steve yang tiba tiba.


" Steve. " Sahut Monica berlari menghampiri Steve yang baru saja pulang dari perjalanan bisnisnya selama 2 minggu.


" Surprise, honey. " Ungkap Steve senang berhasil membuat kekasihnya terkejut.


Yaahh.. hubungan mereka yang awalnya asing, berubah menjadi benih cinta seiring berjalannya waktu.


Steve yang sudah move on dari Sesil, menyadari betapa penting nya kehadiran Monica di hidupnya.


Hubungan backstreet mereka sudah berjalan selama 1 tahun lamanya.


Backstreet???


Ya.. Monica menyembunyikan kebenaran hubungannya dengan Steve dari keluarga nya terutama Morgan.


Melihat hubungan Morgan dan Steve yang kurang akur, membuat Monica berpikir dua kali untuk memberitahu kakak nya.


Ketika di hadapan banyak orang, Monica dan steve bersikap profesional.


Namun ketika hanya ada mereka berdua, mereka menjadi pasangan yang romantis.


Sama seperti saat ini, ketika berada di ruangan Monica..


Semua staff hanya mengetahui hubungan kerja sama mereka saja, terkecuali sekretaris Monica yang sudah mengetahui nya.

__ADS_1


Ia pun menyadari situasi dan segera keluar dari ruangan.


Kedua sejoli yang saling merindukan ini, menyatukan bibir mereka sejenak dengan sebuah ciuman mesra.


__ADS_2