Love Is On Air With Mr.CEO

Love Is On Air With Mr.CEO
TERJEBAK


__ADS_3

Part 23 " Terjebak "


Keesokan pagi, di dalam suatu kamar yang tenang.. kedua mata Morgan terbuka dan melihat langit langit yang ada di kamar tidur nya.


Ia merasa hangat karena pelukan seseorang di dadanya yang tak tertutup sehelai pakaian.


Kepalanya merasa pusing dan lemas, ketika ia mulai sadar sepenuhnya.. ia begitu terjingkat kaget melihat Rosa yang tidur tanpa busana di sebelahnya.


" ROSA !! " Sahut Morgan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Wanita itu pun terbangun dari tidurnya dan terlihat lebih kaget juga dari Morgan.


" Morgan?? apa yang kita lakukan. " Sahut Rosa sambil menutupi tubuh nya dengan selimut dan mulai menangis.


" Aku.. aku juga tidak tahu Rosa, kenapa kita tiba tiba bisa tidur.. disini. " Kata Morgan meracau panik.


" Morgan.. kenapa kamu tega melakukannya padaku. Hiks hiks hiks.. " Ucap Rosa menangis sesegukan, playing victim dan menyalahkan Morgan.


Flashback


10 jam sebelum nya,


Morgan menerima ajakan makan malam Rosa dengan terpaksa.. karena melihat wanita itu terus merengek bahkan menangis.


Morgan berusaha positif thinking dan menerima ajakan Rosa yang terlihat sudah lebih baik dalam bersikap.


Mereka makan malam dan mengobrol seputat bisnis dengan santai, tanpa ada masalah apapun.


Hingga akhirnya.. setelah selesai makan dan beranjak pergi, Morgan tiba tiba merasa mabuk dan pusing padahal ia hanya minum segelas wine.


Ia tidak bisa berjalan dengan seimbang dan sempoyongan.


" Morgan, kamu kenapa? Kamu sakit? " Tanya Rosa sigap menopang tubuh lelaki itu.


" Entahlah, tiba tiba aku pusing. " Jawab Morgan yang mencoba menyadarkan diri nya.


Rosa pun membawa Morgan masuk ke dalam mobil dan membawa Morgan pulang ke apartmennya.


Rosa memapah Morgan dan membawa nya untuk berisitirahat di kamar.


Wanita itu melepas jas dan dasi Morgan yang masih sempoyongan.


" Tubuh ku panas sekali. " Kata Morgan yang memang sudah berkeringat dan pandangan nya menjadi kabur.


Ia melihat sosok Sesil di hadapannya.


" Kamu? Kamu disini. " Kata Morgan meraba wajah Rosa yang berubah menjadi Sesil dalam halusinasinya.


Ia dengan cepat merebahkan tubuh Rosa dan menindihnya.


Tanpa perlawanan, Rosa menikmati kecupan demi kecupan Morgan yang semakin agresif hingga pakaian mereka terlepas dan berserakan di lantai.


Mereka melewati malam yang panjang dan penuh keintiman.


Morgan mencium seluruh bagian tubuh Rosa yang saat ini begitu menikmati hingga mengeluarkan desaahan demi desaahan, membuat Morgan semakin bergairah.


Morgan mulai melebarkan kedua kaki Rosa dan menindihnya.


" I love you, Sesil. " Kata Morgan sambil terus melakukan pergerakan dan tidak dapat lagi menahan hasrat nya.


Rosa hanya bisa menerima dan menikmati setiap gerakan Morgan tanpa sepatah kata hingga mencapai puncak kepuasan masing masing malam itu.



Morgan dan Rosa duduk terdiam sofa ruang tengah apartmen Morgan.



Rosa masih terus menangis di hadapan Morgan yang tampak kacau karena tidak bisa mengingat setiap detail kejadian malam itu.


Dia hanya menyadari dan merasakan suatu kepuasan, mengingat saat ia mencapai \*\*\*\*\*\*\* di atas ranjang nya.

__ADS_1



" Maafkan aku Rosa.. aku benar benar minta maaf. " Kata Morgan jadi merasa bersalah.



" Aku tidak percaya kamu memaksa ku melakukannya Morgan. " Jawab Rosa memelas.



" Aku benar benar tidak sepenuhnya sadar.. Maafkan aku Rosa. Aku.. aku pasti akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan." Sahut Morgan dengan gentle nya.



" Aku juga salah Morgan.. karena aku menyukai mu, aku tidak bisa mendorong atau menyakiti mu..  lupakan saja apa yang terjadi di antara kita. " Strategi tarik ulur Rosa untuk membuat Morgan semakin merasa bersalah pun berhasil.



" Tidak bisa begitu, aku sudah melakukan hal yang tidak benar kepadamu. " Sahut Morgan lagi.



" Tapi tidak ada lagi yang bisa kita lakukan. Kamu sudah punya Sesil dan kamu juga begitu mencintai nya. Sudahlah.. aku baik baik saja. " Kata Rosa mengakhiri pembicaraan dan bergegas pergi dari apartmen Morgan.



" Bodoh.. bodoh.. kamu benar benar pria brengsek Morgan. " Teriak Morgan frustasi kepada dirinya sendiri.



Sedangkan Rosa yang berada di dalam mobil yang melaju pulang, ia tersenyum licik dan puas karena segala rencanya berhasil.



Walau rencana ini begitu merugikan dirinya sebagai perempuan, namun ia rela melakukan segala cara untuk mendapatkan apapun yang ia inginkan.




Siang hari, Morgan dan aku bertemu untuk makan siang bersama.


Hari ini entah hanya perasaan ku saja atau memang terjadi sesuatu, aku melihat aura Morgan yang berbeda.



Dia mencari restauran yang sangat sepi dan cukup jauh dari pusat kota, ia hanya memandang dan memainkan makanannya.



![](contribute/fiction/3584782/markdown/21743474/1637971486921.jpg)



Sangat berbeda..


Sesekali aku mengajak nya bicara namun dia tidak merespon dengan benar seperti biasanya, Morgan hari ini lebih banyak diam dan melamun dan itu sungguh membuat ku terganggu.



" Kamu kenapa sih sebenarnya?? Kenapa kamu terlihat kurang baik? " Tanya ku yang sudah tidak tahan lagi karena penasaran.



" Morgan. " Bahkan aku harus memanggilnya lagi dan menyentuh tangannya agar mendapat perhatian dari nya.



" Ehm.. Aku.. aku baik baik saja. Hanya sedikit lelah. " Jawab Morgan datar.


__ADS_1


" Kalau lelah seharusnya kamu tidak perlu menemani ku makan siang dan mencari tempat sejauh ini. " Jawab ku yang mengkhawatirkan Morgan, yang memang di mata ku dia seorang pekerja keras penuh tanggung jawab.



" Sesil.. ada yang ingin aku tanyakan. " Kata Morgan tiba tiba dan meletak kan sendok garpu nya dengan ekspresi serius.



" Apa hal yang paling kamu benci ketika menjalani sebuah hubungan? " Tanya Morgan tiba tiba.



" Ehm... Baru kamu pacar pertama yang peduli dengan apa yang kubenci. Sebelumnya, tidak ada yang peduli dan berlaku seenaknya kepadaku. " Sahut ku begitu tersentuh ketika Morgan memperhatikan ku, dengan pikiran positif aku mengartikan bahwa pertanyaan Morgan adalah untuk menjaga hubungan kami tetap harmonis.



" Aku paling tidak suka dengan kebohongan. Ketika kita sudah memutuskan untuk menjalin hubungan satu sama lain, itu arti nya kita harus menaruh rasa percaya juga kan.. karena itu, aku hanya berharap kalau kita bisa terbuka satu sama lain.. ketika menghadapi masalah pun, bukan hubungan kita yang selesai.. tapi masalah itu yang kita selesaikan bersama. " Jawab ku bijak.



Namun aneh nya ketika mendengar perkataan ku, Morgan kembali merenung.. entah mengapa aura nya tampak kacau.



Selesai makan siang, ketika hendak keluar dari restauran.. Morgan tiba tiba memelukku dari belakang.



Ia menyembunyikan wajahnya di bahu ku, sperti sedang membawa suatu beban berat dalam kepalanya.



" Kamu beneran baik baik saja?? Aku merasa kamu berbeda hari ini. " Kata ku mengkonfirmasi sekali lagi.



" Biarkan aku bersandar kepadamu sebentar lagi. Aku ingin mengisi tenaga, aku hanya ingin bersama mu dan membuat mu bahagia. Maafkan aku Sesil. " Ungkap Morgan tiba tiba dan tidak begitu kupahami.



" Aku bahagia kok sama kamu, tidak perlu minta maaf. " Jawab ku polos.



Saat ini aku merasa ingin memberi ruang kepada Morgan untuk bernafas, entah apa yang sebenarnya sedang membebani nya.. aku hanya berharap bisa menjadi tempat untuknya bernafas dengan lega.



Pelukan Morgan berakhir, ia meraih tangan ku dan kami masuk ke mobil melanjutkan perjalanan.



Ketika ia sedang mengemudi, terdengar dering ponsel Morgan.


Namun ia mengacuhkannya.


Aku sedikit penasaran, ya walaupun aku tahu bahwa ponsel adalah privasi.



Aku sedikit mengintip ke layar ponsel nya, dan ternyata panggilan itu berasal dari Rosa.



" Kenapa tidak kamu angkat?" Tanya ku penasaran.



" Hmm. " Morgan hanya menggumam.


__ADS_1


Dan aku mencoba untuk tidak semakin penasaran, karena aku percaya bahwa Morgan punya alasan tersendiri untuk mengabaikan Rosa.


__ADS_2