Love Is On Air With Mr.CEO

Love Is On Air With Mr.CEO
BERMALAM BERSAMA


__ADS_3

Part 14 " Bermalam Bersama "


Situasi menjadi canggung karena keputusan ku yang secara spontan memberikan ciuman ke pipi Morgan.


Dengan secepat khilat aku berusaha menghindar dan hendak mengajak Arshel untuk pulang ke apartmen ku.


" Nah.. Arshel, sekarang kita pulang ya. Bilang thankyou dulu sama uncle. " Kata ku lembut mengajak Arshel pulang.


Namum reaksi sangat tidak mendukung dilakukan oleh Arshel yang melepaskan tangan ku dan berlari memeluk Morgan walau hanya setinggi paha Morgan.


" Ikut uncle.. ikut. " Kata Arshel yang tidak mau berpisah dengan Morgan, entah apa yang lelaki itu lakukan.. namun yang jelas keponakan ku lebih memilihnya daripada aku.


" Kamu mau ikut uncle?? " Tanya Morgan dengan mode bapakable nya berjongkok menyetarai tinggi badan Arshel.


" Mau main ini lagi.. belum selesai. " Kata Arshel sambil menunjuk ke arah puzzle yang masih berantakan dengan kepingan kepingannya.


" Ehm.. oke. Kita selesaikan bersama ya di rumah uncle. " Jawab Morgan tiba tiba setuju berbeda jauh dengan waktu pertama kali bertemu Arshel.


" Maksud kamu, Arshel mau kamu ajak ke rumah mu?? " Tanya ku mempertegas.


" Tentu saja. Di rumah ku lebih nyaman, kalau kamu mau ikut.. aku ga keberatan. " Kata Morgan dengan percaya diri seperti sengaja menggoda ku.


" Oke, ayo. Aku kan harus mengawasi Arshel. " Jawab ku entah mengapa jadi gugup.


Arshel pun sangat senang dan antusias menarik tangan Morgan mengajak nya pulang sambil membawa puzzle yang dia inginkan.


Kami pun berjalan keluar dari gedung kantor Morgan bertiga dengan Arshel yang menggandeng tangan kami, bak sebuah keluarga kecil yang bahagia.


Ayah, anak dan ibu.


Untuk pertama kali nya aku menginjakkan kaki di apartmen Morgan yang memang jauh lebih mewah dari milik ku dengan fasilitas yang lengkap dan tidak main main juga harga nya.


Setiap aku melihat sekeliling dan seisi rumah nya, aku selalu berdecak kagum dengan desain interior serba dark grey yang sangat elegant.


" Nah Arshel.. sebelum lanjut main, kita mandi dulu.. ayo. " Ajak Morgan sambil menggendong Arshel.


" Yakin kalian mau mandi bareng?? " Aku jadi khawatir dengan perlakuan Morgan yang tiba tiba seperti itu. Apalagi dia tidak punya pengalaman mengurus anak kecil.


" Yakin. Kan kami sama sama cowok.. kenapa? Kamu mau gabung sekalian? " Tanya Morgan menggoda ku lagi dengan senyum nakal nya.


" Ssstt.. dasar ga sopan, di depan anak kecil. Jaga ucapan mu Morgan. " Sahut ku sambil tersipu malu mendengar perkataan Morgan.


Mereka berdua pun mandi dengan asyik nya hingga suara tawa Arshel sesekali terdengar di telinga ku yang sedang membuat kan susu coklat panas untuk mereka dan membuat cemilan malam dengan bahan makanan seadanya di kulkas Morgan.


Mereka berdua selesai mandi dan keluar bersama, aneh nya aku melihat Arshel sudah memakai piyama.. padahal aku tidak sempat membawa pakaian untuk nya.


" Arshel.. ini.. pakaian siapa?? " Aku bertanya menghampiri Arshel yang terlihat sudah segar dan fresh.


" Uncle.. " Kata Arshel menunjuk ke arah Morgan di samping nya.


" Dari aku.. siang tadi aku menyuruh adit belanja macam macam untuk Arshel.. karena tidak tahu apa saja kebutuhan anak ini.. bahkan sampai pakaian dalam, kaus kaki, sepatu.... " Jawab Morgan mencoba menyebutkan satu demi satu.

__ADS_1


" Oke oke.. stop Morgan. Asal kamu ga beli babycare nya sekalian. " Sindir ku yang tidak habis pikir dengan cara Morgan yang menghamburkan uang.


Mereka berdua akhir nya duduk di ruang tengah sambil sibuk bermain puzzle yang mulai terisi sedikit demi sedikit.


Aku berjalan menghampiri mereka dengan nampan yang berisi 2 gelas susu coklat hangat fan macaroni cheese.


" Nah.. sambil main, sambil makan ya. " Kata ku lembut memberikan gelas susu milik Arshel.


Kemudian aku juga berbaik hati memberikan gelas yang jauh lebih besar kepada Morgan.


" Aku gak suka minum susu. " Tolak Morgan dan membuat Arshel tiba tiba ikut berhenti minum.


" Susu baik untuk tulang Morgan. Setelah minum ini, kamu nanti bisa tidur lebih nyenyak. " Aku mulai memaksa Morgan di hadapan keponakan ku.


" Tapi aku ga suka susu Sesil. Berikan aku yang lain saja. " Kata Morgan bersikeras menolak.


Tidak kusangka, mengurus keponakan ku lebih terasa mudah dari pada seorang Morgan.


Umur 30 tahun tapi jiwa nya masih 5 tahun, seusia Arshel.


" Morgan, beri contoh yang baik dong. Kalau kamu pilih pilih begini, Arshel juga bisa terpengaruh. " Kata ku memanfaatkan Arshel yang duduk di hadapan nya sambil memegang gelas susu nya.


Morgan menahan rasa kesal nya di hadapan Arshel dan dengan terpaksa menerima segelas susu buatan ku.


" Ayo Arshel.. habiskan. Lomba minum susu sama uncle ya. Siapa yang menang dapat hadiah, kiss kiss... " Sahut ku tanpa sadar.


Setelah mendengar itu, mereka pun dengan cepat meneguk gelas susu masing masing..


" Yeeeyy... Aku menang, aunty. " Sahut Arshel senang dan dengan segera aku memberi ciuman untuk nya.


" Good job sayang. " Kata ku menghujani Arshel dengan kasih sayang.


Namun ekspresi kesal semakin terlihat di wajah Morgan. Tiba tiba dia berjalan masuk ke kamar nya dan menutup pintu kamar dengan keras.


Aku dan Arshel saling memandang dan penuh tanda tanya dengan sikap Morgan yang tiba tiba itu.


Beberapa saat kemudian aku mengetuk pintu kamarnya, karena aku membutuhkan sesuatu.


" kenapa?? " Tanya Morgan dengan sangat jutek.


" Apa aku boleh meminjam pakaian mu? Aku mau mandi tapi tidak bawa pakaian ganti. " Meski sedikit ragu, aku tetap mengatakannya daripada tidur dengan pakaian kerja yang kurang nyaman.


Tanpa pikir panjang, dia mengambil piyama berwarna hitam miliknya dan memberikan nya padaku tanpa sepatah kata.


" Tolong temani Arshel ya, aku mandi dulu. " Kata ku lagi meminta bantuannya.


Beberapa saat setelah me time di kamar mandi, tubuh ku terasa sangat segar dan ringan.


Dengan piyama yang kebesaran di tubuh ku, aku berjalan keluar dan melihat apa yang sedang mereka lakukan.


Terlihat Arshel yang sudah tertidur di pangkuan Morgan yang masih sibuk melanjutkan puzzle Arshel yang kurang sedikit lagi.

__ADS_1


" Morgan.. " Aku berbicara dengan nada lirih supaya tidak mengusik tidur Arshel.


" Berikan Arshel padaku.. aku akan menidurkannya di sofa. " Kata ku lagi sambil mengulurkan kedua tangan ku hendak mengambil tubuh Arshel.


" Jangan, biar aku saja. " Jawab Morgan sambil menggendong Arshel masuk ke dalam kamar Morgan dan membaringkan di atas ranjang miliknya.


" Kenapa kamu taruh Arshel disana? Nanti kamu gimana?? " Tanya ku tidak enak hati.


" Bukan masalah besar. Biarkan dia tidur dengan nyaman. " Jawab Morgan sambil berlalu pergi ke ruang tengah lagi.


Tiba tiba langkahnya terhenti dan berbalik sambil menatap ku.


" kenapa?? " Tanya ku tidak memahami pandangan Morgan.


Tiba tiba ia menarik tangan ku dan membuat ku duduk di sofa.


Ia merendahkan tubuh nya dan melipat celana piyama yang terlalu panjang di kaki ku.


Hati ku mulai berdebar lagi dan tersentuh dengan perlakuan manis Morgan malam itu.


" Kaki mu.. pendek sekali. Piyama mahal ku jadi seperti kain pel. " Kata Morgan ketus bertolak belakang dengan perlakuannya.


" Hentikan Morgan, kamu membuat ku bingung." Tiba tiba perasaan ku yang seakan ingin meledak tidak bisa tertutupi.


" Kalau kamu bersikap baik seperti ini terus, bisa bisa aku akan menyukai mu. " Perkataan ku sontak menghentikan aktifitas tangan Morgan.


Perlahan ia menatap ku dan suasana yang sunyi menjadi begitu terasa sesak dan panas.


" Jadii... kamu juga merasakannya? " Kata Morgan menanggapi perkataan ku yang mengalir begitu saja.


Aku berusaha untuk tidak semakin membuat suasana berlanjut seperti ini dan mencoba menghindar.


" Aku.. aku temani Arshel dulu. " Kata ku menghindar, namun Morgan menahan kedua tangan ku erat ke sofa.


Tubuhnya yang semakin dekat dan condong ke arah ku, membuat ku semakin sesak bernafas.


" Aku rasa.. aku juga mulai menyukai mu. " Kata Morgan mendadak mengutarakan perasaan nya.


" Berikan itu kepadaku. " Lanjut Morgan dengan perkataan yang membuat ku berpikiran negatif karena kedua mata nya memandang wajah ku dengan penuh gairah.


" Jangan gila Morgan.. tidak lucu, sudah jangan bercanda lagi. " Bentak ku dan berusaha melepaskan genggaman Morgan yang sangat erat.


" Aku tidak bercanda. Aku cemburu melihat mu lebih menyayangi anak itu, daripada aku. Aku juga mau.. berikan juga padaku.. Aku bahkan menghabiskan segelas susu yang tidak aku sukai. " Sahut Morgan dengan polosnya dan membuat ku tidak bisa menahan tawa.


" Jadi.. kamu cemburu sama anak kecil? " kataku sambil menahan tawa melihat tingkah Morgan.


" Karena itu.. jadikan aku orang yang paling kamu sayangi.. begitu pun sebaliknya, karena aku menyukai mu.. aku akan menjadikan mu wanita yang paling kusayangi. " Kata Morgan kembali serius dan semakin membuat ku terhanyut dalam perasaan.


Ia pun mencium bibir ku perlahan, terasa manis, lembut dan hangat menempel di bibir ku malam itu.


Malam ini, kami hanyut dalam perasaan masing masing dan mengakhiri nya dengan ciuman intens untuk beberapa menit tanpa jeda.

__ADS_1


__ADS_2